Yang Baik dari Tuhan Yang Buruk dari Diri Sendiri

Yang baik dari Tuhan yang buruk dari diri sendiri.

Jelas ya, setiap orang adalah co-creator yang berpartisipasi aktif mengkreasi hidupnya sendiri-sendiri; khusus bagian yang buruk-buruk.

Pasrahlah - karena apapun yang sedang mengalir ke dalam hidupmu adalah kebaikan - #Allowing 

Note: Pasrah itu di hati, bukan di badan.

Perdebatan tentang "apakah yang buruk itu dari Tuhan juga atau dari diri sendiri", sudah berlangsung lama. Mulai dari orang awam sampai orang berilmu terus memperdebatkannya selama ratusan tahun.

Saya sebagai orang awam, memandangnya dengan lebih sederhana, yaitu bahwa setiap kali manusia dibicarakan, pembicaraan itu selalu ada dalam konteks tujuan keberadaan manusia yaitu order, keteraturan, dan adab yang puncaknya adalah akhlak dan bukan tentang hakikatnya. Manusia itu bersifat tidak mutlak, fana, dan sementara.

Jika dikatakan "yang buruk adalah dari dirimu sendiri", maka itu adalah tentang order, keteraturan, adab, dan akhlak. Hakikatnya, baik dan buruk itu tetap dari Tuhan.

Jika anda memegang BPKB atau SHM dan nama anda tercantum di sana sebagai pemiliknya, itu artinya anda adalah pemilik sah kendaraan atau properti, tapi itu dalam konteks order, keteraturan, adab, dan akhlak, supaya manusia tidak saling menjarah dan saling mengambil atau saling memanfaatkan dengan cara yang buruk.

Pertanyaannya, apakah dengan memegang BPKB dan SHM, anda adalah pemilik mutlak kendaraan dan properti anda? Tentu saja tidak. Pemilik mutlaknya adalah Tuhan dan kita menyebutnya titipan.

Tuhan menyiratkan seperti ini, "Aku tidak menzalimi, tidak merugikan, tidak menganiaya manusia. Mereka sendirilah yang melakukannya kepada diri mereka sendiri." Banyak dalilnya, silahkan cari sendiri.

Makin jelas ya.