Menikmati Kekinian

Ini yang sering dilupakan orang ketika ingin menikmati "saat ini".

"Di sini dan sekarang" atau "here and now" adalah sebuah titik di garis ruangwaktu (spacetime). Apa yang sering dilupakan orang adalah ini; ketika kita berbicara tentang "sekarang", maka waktu berhenti, ia keluar dari persamaan, dan apa yang tersisa hanyalah secuil ruang yang terbatas.

Maka, menikmati "sekarang" sesungguhnya adalah menikmati keluasan ruang. Lebih tepat lagi, menikmati ruang yang menjadi luas karena isinya dikosongkan.

Anggaplah setiap kita ini seperti komputer dan setiap kita dijatahi kapasitas ruang sadar atau RAM sebesar 32G. Ruang sebesar itu, disediakan untuk menampung memori. Di ruang memori itu, kita bisa memilih untuk menempatkan ingatan dari masa lalu (misalnya dokumen Photoshop yang diangkat dari harddisk) dan menempatkan proyeksi ingatan masa depan (misalnya dokumen MS Word yang sedang kita kerjakan dan belum kita save).

Semakin besar dokumen dan semakin banyak aplikasi yang terbuka, maka ruang itu akan semakin menyempit dan jumlah 32G itu akan semakin menyusut. Jika ini yang terjadi, maka kita sebenarnya justru sedang menjauh dari "sekarang", sebab notabene segala dokumen dan aplikasi yang mengisi ruang itu adalah ingatan masa lalu dan masa depan. Jika diteruskan, apa yang paling mungkin terjadi adalah hang atau bahkan BSOD.

Semakin kecil dokumen dan semakin sedikit aplikasi yang terbuka, maka kita semakin mengalami "sekarang". Dengan begitu ruang itu meluas mendekati atau mencapai 32G. Jika ada yang memang harus tetap ditempatkan di situ, maka itu adalah ingatan yang dianggap "paling penting untuk diingat" (cache memory) dan tidak lebih dari itu serta mengisi sesedikit mungkin ruang ingatan.

Itu sebabnya para pakar mengatakan, menikmati "di sini dan sekarang" dilakukan dengan "mengalami" dan bukan dengan "mengingat". Daniel Kahneman, seorang pakar penerima hadiah nobel mengatakan bahwa bahagia itu ada pada "pengalaman" dan bukan pada "ingatan".

Jika anda ingin menikmati "sekarang", nikmatilah dengan "mengalami" dan bukan dengan "mengingat". Bukankah, salah satu pengertian "to experience" menurut kamus adalah "to participate"? Dan bukankah, realitas hidup ini dikreasi dengan berpartisipasi dan bukan dengan berantisipasi? Bukan karena harus, bukan mau atau tidak mau, bukan pula suka atau tidak suka, tapi begitulah adanya; setiap kita berpartisipasi.

Jadi, realitas hidup yang lebih nikmat itu diciptakan dengan berpartisipasi dengan cara lebih banyak "mengalami" dan bukan dengan terlalu banyak "mengingat" kecuali yang paling penting untuk diingat. Selebihnya, nikmatilah ruang yang kosong dari dokumen dan aplikasi; terlebih lagi dokumen dan aplikasi yang buruk atau merusak.

Enakkan rasanya, jika aplikasi dan dokumen yang tidak kita perlukan, mengganggu, atau mengesalkan bisa kita uninstall dan delete dari Android kita? Apalagi, jika kita bisa mengakses root.