Motivasi Keras

MOTIVASI KERAS
Advanced Personal Development

"Manusia tidak bisa membentuk diri tanpa menderita, sebab dirinya yang memahat dan dirinya pula yang dipahat."
- Alexis Carrel

Bosan dengan yang manis-manis dan lemah-lembut? Grup ini untuk anda yang ingin lebih keras pada diri sendiri. Embrace the hard truths.

Catatan Penting:
No invitation dan dimohon untuk tidak melakukan add member tanpa persetujuan pihak yang terkait. 






Moment Versus Memory

Waktu, adalah properti keempat yang melengkapi kehidupan tiga dimensi.

Dimensi pertama adalah informasi yang diawali dengan kehendak. Dimensi kedua adalah ruang sebagai konsekuensi dari informasi. Dimensi ketiga adalah energi yang jika memadat disebut materi. Dimensi keempat adalah waktu yang mengartikan pergeseran kejadian.

Ilmuwan menyatakan bahwa waktu tidak lebih dan tidak kurang hanyalah sekedar persepsi. Persepsi itu adalah hasil dari bekerjanya jam internal manusia yang berlokasi di beberapa tempat di dalam otaknya.

Persepsi yang paling lumrah pada diri manusia adalah "waktu sebagai garis lurus", sehingga ada masa lalu, ada masa depan, dan ada sekarang.

Mengapa ada ada anugerah persepsi "waktu sebagai garis lurus" dan manusia bersama-sama menyepakatinya?

Semua itu adalah tentang "sabar" dan "syukur".

Sabar mendefinisikan tujuan di masa depan, tanpa sabar setiap tujuan kehilangan maknanya.

Syukur mendefinisikan titik berangkat saat ini, tanpa syukur setiap "sekarang" kehilangan nilainya.

Setiap jiwa sedang dalam penantian, setiap tindakan selayaknya adalah cerminan sabar dan syukur.

Value the most the moment, before it slipped away and becomes just a memory.

Bahagia Tanpa Syarat

"Bahagia tanpa syarat." - Teeeet !!!

Bahagia tanpa syarat itu punya syarat dan syaratnya adalah bersyukur tanpa syarat.

"Bersyukur tanpa syarat." - Teeet !!!

Syarat bersyukur adalah "ada yang disyukuri". Apa yang paling layak disyukuri adalah keberadaan. Apa yang paling pantas disyukuri adalah kehidupan.

Apapun yang mensyaratkan tanpa syarat adalah tentang "being" dan bukan sekadar "doing".

Doing is a skill, being is an identity.
Be, not just do.

Bukan cuman, "i am grateful for..."
Tapi, "i am grateful."

Ting-tung!

Apa yang Engkau Cari?

Status 1

Aku belajar menyelami dunia tanpa rasa. Hingga aku menghargai rasa bahkan yang tak enak atau tidak nyaman. Lalu aku berlatih menjaga rasa yang aku inginkan. Kemudian, aku kembali ke dunia nyata menyelaraskan rasa pilihanku dengan tindakan.

Status 2

Diperlakukannya emosi seperti sungai. Airnya dia jaga tetap jernih. Penghambat dan penyumbat aliran dia singkirkan. Setiap saat dia bisa merasakan kesegaran.

Status 3

Di status ketiga, ia datang padaku dan berkata, "Aku ikuti dua statusmu sebelum ini. Aku sudah jauh lebih tenang dan hidupku makin nyaman. Tapi, mengapa ibadahku menjadi berkurang dan aku makin sedikit mengingat Tuhan?" Aku berkata padanya, "Sadarilah, bahwa ibadah dan ingatmu selama ini adalah demi mencari nyaman. Engkau masih berburu surga. Ketahuilah, engkau telah tergoda alam malaikat, padahal engkau adalah manusia. Kembalilah, teruskan perjalananmu dengan tiga status ini. Jaga dan tingkatkan ibadah serta ingatmu. Misimu sekarang adalah mencari ridho."

Mata Uang Untuk Kebahagiaan

No wonder people can't buy happiness.

Turns out that happiness is the currency.

Bersyukur maka nikmat ditambah.

Tumbuh dan Membesar

Tumbuh dan membesar adalah kerelaan menyaksikan berlalunya berbagai hal yang tak lagi sesuai dengan kapasitas kita.

Ketika beranjak remaja, kita lepas segala mainan masa kecil kita. Kita mungkin tidak membuangnya, tapi kita simpan rapi di kotak-kotak kenangan kita.

Kita melanjutkan perjalanan demi makin bahagia dengan mempelajari ilmu produktifitas kebahagiaan, yaitu seberapa minim yang kita perlukan untuk makin bahagia.

Lalu kita menemukan, bahwa "nilai" adalah kekayaan yang sejati, sebab nilai selalu bisa kita ciptakan dalam segala episode kehidupan.

Dan kita kemudian menemukan juga, bahwa banyak hal yang sering menjadi tempat menitipkan nilai adalah bukan nilai yang sebenarnya.

Seperti pohon, tumbuh dan membesar itu dari dalam.

Kisah Empat Dioda

Kisah Empat Dioda

Tak mudah puas itu hanya diterapkan untuk tindakan. Puas hati itu harus disegerakan.

Hidup ini naik dan turun, yang artinya hidup ini tetap bergerak dan berjalan, diinginkan atau tidak diinginkan.

Manusia itu sulit puas, bahkan terhadap ketidaknyamanan. Ketika pintu nyaman dibukakan dengan meredanya berbagai ketegangan, banyak yang justru tidak segera memasuki dan menikmatinya. Alasannya sederhana, "belum puas".

Segera puas dengan ketidaknyamanan hati, hanya bisa dilatih dengan membiasakan berpuas hati saat merasakan kenyamanan.

Uniknya, puas hati saat nyaman justru memperpanjang kenyamanan.

Itu, seperti cara kerja konverter energi listrik yang mengkonversi arus bolak-balik (AC) menjadi arus searah (DC).

Siapa yang bisa mengubah arus bolak-balik menjadi arus searah akan mengalami tegangan rendah.

Hidup Modular

Samsung Galaxy Note 7 bermasalah gara-gara batere yang unremovable adalah contoh nyata masalah yang muncul akibat "kemelekatan".

Mendisain hidup yang mudah adalah dengan menerapkan konsep modular, sehingga apa yang tak permanen lebih mudah dilepaskan ketika sudah tak diinginkan atau karena diharuskan oleh keadaan.

Seperti membandingkan Windows dengan Unix (termasuk Andorid), Windows itu lebih sering bermasalah karena disain yang tidak modular yang ditandai dengan sentralnya peran dari sesuatu yang disebut dengan "registry".

"Registry" adalah program-program bawah sadar yang mengatur perilaku program Windows yang anda gunakan sementara anda tidak menyadarinya.

Saya sendiri selain menggunakan Linux juga masih menggunakan Windows Seven. Sebab, hobi saya antara lain adalah memang mengutak-atik "registry".

Mana Yang Lebih Mudah?

Mengapa ada persaingan bisnis, perlombaan olahraga, atau kompetisi kecerdasan dan keahlian lainnya?

Karena pencapaian setiap orang berbeda-beda. Kemampuan pikiran dan fisik setiap orang tidak sama. Lebih tinggi, lebih cepat, lebih kuat, cenderung dianggap lebih baik. Itu sebabnya mencapai sukses dan berhasil tidak bisa dilakukan dengan langsung meng-copy-paste keberhasilan dan kesuksesan yang sudah ada.

Mengapa tidak ada persaingan menderita, perlombaan bahagia, atau kompetisi suasana hati?

Karena setiap orang bisa mencapai hal yang sama. Kemampuan hati dan perasaan setiap orang adalah sama. Untuk mencapai yang dicapai orang lain, bahkan tidak perlu melakukan copy-paste melainkan tinggal memilih, memutuskan dan bersedia saja. Itu pun, selalu hanya untuk memilih satu dari dua keadaan.

Menurut anda, mana yang sebenarnya lebih mudah?

Memuji Kala Diuji

Memuji Kala Diuji

Bersabar ketika diuji, pahalanya satu kali, berlipat ganda, sampai tanpa batas.

Bersyukur ketika diuji, pahalanya mengalir seperti pahala amal jariyah.

"Sekiranya Aku uji salah seorang hamba-Ku yang beriman, lalu ia memuji-Ku atas ujian itu, berilah pahala yang bersambungan baginya, sebagaimana pahala yang biasa kalian berikan atas amal yang ia lakukan."
- Hadits Qudsi

Bersyukur nikmat ditambah; dalam situasi apapun.

Baik dan Buruk

Baik dan buruk secara mutlak adalah dari Allah SWT.

"Setiap yang bernyawa akan merasakan mati. Kami akan menguji kamu dengan keburukan dan kebaikan sebagai cobaan. Dan kamu akan dikembalikan hanya kepada Kami."
- QS-21:35

Baik dari Allah SWT dan buruk dari diri sendiri secara akhlak adalah pilihan.

"Ya Allah, kumohon Engkau tidak mengujiku kecuali dengan hal-hal yang lebih baik."
- Doa Rasulullah SAW.

Bukalah Hati


Apapun yang kau harapkan akan berakhir di sini.

Siapkanlah tempatnya dengan melupakan yang tak kau inginkan.

Engkau selalu bisa memiliki ruang tapi waktu yang kau miliki hanyalah sekarang.

Menurut eksistensinya, ia ada di dalam dada kita.

Menurut realitasnya, kitalah yang tinggal di dalamnya.

Hatimu adalah rumahmu.

Jangan Mudah Kaget - Ojo Gumunan

Gua udah denger cerita "bukan anaknya" sejak beberapa tahun yang lalu dari mereka "yang tahu" dan "yang dekat".

Seperti segala kehebohan yang lain, buat gua itu semua adalah tentang bagaimana "belajar dari tahu yang hanya sedikit".

Reaksi normal dari "tahu yang hanya sedikit" adalah kaget. Itu tanda bahwa kita perlu mencari tahu lebih banyak; bukan tentang apa yang mengagetkan kita tapi tentang kekagetan kita. Dengan begitu, kita tidak berlatih menilai yang di luar melainkan yang di dalam.

Lu yang dulu belum pernah ketemu gua trus ketemu gua, lumayan kaget juga kan? Padahal itu baru sedikit.

Makanya kita diajarin "jangan mudah kaget" pada apa yang di luar sana. Lebih baik kaget oleh diri sendiri dengan mengagetkan diri sendiri.

Percaya deh, yang langsung terlibatpun kini sedang mencari ke dalam. Udara permukaanlah yang menghembuskannya ke segala arah. Kitapun bijaknya kembali menyelam mencari mutiara hidup.

Jangan mudah kaget, biar aman kita.

Abundance Itu Cukup dan Dicukupkan

Abundance atau keberlimpahan tidak berarti berlebihan atau tanpa batas.

Abundance artinya "selalu cukup".

Apa yang berlebihan akan melimpah (tepatnya luber) tanpa diniatkan, tanpa kesadaran, tanpa kesengajaan, atau bahkan dipaksakan.

Apa yang selalu cukup, diniatkan untuk melimpahpun (tepatnya berbagi) akan selalu kembali tercukupi.

"Cukup" dan "dicukupkan" adalah kata yang tidak sedikit disebut dalam kitab suci dan sabda yang bijak.

Abundance itu qanaah dan berlimpah itu barokah.

Sebenarnya, kita tak perlu jauh-jauh mencari.

It's there. All that is.

Stream of Abundance - Receiving (2)

STREAM OF ABUNDANCE - RECEIVING (2)

Mari kita elaborasi dengan sebuah contoh yang kita ambil dari tulisan bagian pertama pada satu status sebelum ini.

CATATAN PENTING: Keterampilan atau keahlian, adalah sikap mental dan tindakan fisik yang otomatis, refleks, dan auto-pilot, yang dilatih dengan pengulangan atau repetisi. Fisik yang dilatih akan menguat dan mental yang dilatih akan yakin.

Tentang perlombaan.

Minggu depan anda berlomba dan hari ini anda berlatih. Informasi yang tersedia saat ini untuk anda olah adalah sebagai berikut:

1. Fakta bahwa pada hari ini perlombaan itu belum terjadi.

Jika informasi ini yang ada dalam mental anda selama anda melatih fisik anda, maka anda sebenarnya sedang melatih kerancuan mental. Pada hari H, fisik anda tidak mengalami bias karena yang dilatih dan yang menjadi fakta adalah sama. Tapi, mental anda yang juga ikut latihan justru terlatih meyakini "ini belum terjadi". Pada hari H, mental anda mengalami kerancuan karena merasa yakin "ini belum terjadi" padahal faktanya "sedang terjadi".

2. Mungkin anda kalah saat berlomba.

Jika informasi ini yang anda pegang dalam mental anda selama anda berlatih fisik, anda bisa menerka akan bagaimana akibatnya. Pada hari H, fisik anda berjuang, tapi mental anda sudah lebih dahulu percaya "mungkin akan kalah".

3. Mungkin anda menang saat berlomba.

Jika informasi ini yang anda pegang dalam mental anda selama anda berlatih fisik, maka pada hari H fisik anda akan berjuang dan mental anda akan mempercayai "mungkin menang".

Jika anda perhatikan, dengan ketiga informasi krusial di atas anda dapat menyimpulkan sesuatu, yaitu: Informasi mental yang terus diulang-ulang atau dilatih dengan repetisi, akan menguat menjadi keyakinan.

Maka, di sinilah abundance mindset itu bisa tumbuh. Dengan kesimpulan bahwa mental yang dilatih akan menguat menjadi keyakinan, anda bisa mengkreasi realitas baru yang berbeda (dan sesuai keinginan) dengan menyuntikkan informasi baru, yaitu:

4. Saya menang.

Jika informasi abundance ini yang anda pilih untuk anda masukkan ke dalam ruang mental anda selama anda melatih fisik anda, maka pada hari H, fisik anda akan berjuang sebagaimana ia telah dilatih, dengan mental yang juga sudah terlatih sehingga yakin bahwa anda adalah pemenang.

Anda pilih yang nomor berapa?

Abundance mindset is the key to creation; it is the art of deliberately collapsing the wave.

Stream of Abundance - Receiving (1)

STREAM OF ABUNDANCE - RECEIVING (1)

Bagian ini paling menarik.

Jika anda memutuskan mengikuti sebuah perlombaan dan anda ingin menjuarainya, apa yang anda lakukan?

Latihan. Sekarang.

Lalu, mereka yang mengerti bagaimana aliran abundance bekerja mengatakan, "janganlah berkompetisi".

Mereka yang mengikuti lomba dan mengerti ini tidak berlatih dalam mood "peserta" melainkan dalam mood "juara". Dalam mood itu, mereka tidak berkompetisi, sebab baru latihan saja dan belum berlomba, mereka sudah merasa juara.

Sungguh rugi berlatih untuk menjadi juara tanpa mental juara. Itu hanya membuang energi kecuali berniat ikut lomba hanya untuk berolahraga.

Untuk apapun bentuk kesuksesan dan keberhasilan yang kita inginkan, kitapun perlu mengikuti jejak yang sama, yaitu:

Latihan. Sekarang.

Para pakar menganjurkan kita merespon pertanyaan ini, "apa yang saya lakukan sekarang, jika apa yang saya inginkan sudah saya dapatkan saat ini?" Lalu, mereka meminta kita benar-benar melakukannya.

Itu sebabnya kita mendengar ini:
Ingin kaya? Berbagilah.
Ingin sehat? Berolahragalah.
Ingin bahagia? Berbahagialah.

Ingin ini? Lakukanlah sekarang apa yang bisa membuat kita merasakan "ini" sudah menjadi kenyataan sekarang.

Ingin itu? Lakukanlah sekarang apa yang bisa membuat kita merasakan "itu" sudah menjadi kenyataan sekarang.

Bagaimana anda berlatih menjadi penjual? Bagaimana anda berlatih menjadi public speaker? Bagaimana anda berlatih menjadi pemusik atau penyanyi? Bagaimana anda menjalani mentoring untuk menjadi the next leader?

Sama saja kan? Anda berlatih dengan perasaan seolah-olah "sudah menjadi".

Maaf, maksud saya, anda berlatih dengan perasaan "seolah-olah" sudah menjadi.

Be, do, have.

Pikiran dan Perasaan

Bisa jadi ada yang mengira begini:

Input: Pikiran
Output: Perasaan

Padahal begini:

Input: Pikiran dan Perasaan
Output: Pikiran dan Perasaan

Apa yang diinputkan oleh pikiran sebagai bahan baku kenyataan hidup adalah apa yang menjadi fokusnya. Apa yang diinputkan oleh perasaan sebagai bahan baku kenyataan hidup adalah sama, yaitu apa yang menjadi fokusnya.

Menikmati Kekinian

Ini yang sering dilupakan orang ketika ingin menikmati "saat ini".

"Di sini dan sekarang" atau "here and now" adalah sebuah titik di garis ruangwaktu (spacetime). Apa yang sering dilupakan orang adalah ini; ketika kita berbicara tentang "sekarang", maka waktu berhenti, ia keluar dari persamaan, dan apa yang tersisa hanyalah secuil ruang yang terbatas.

Maka, menikmati "sekarang" sesungguhnya adalah menikmati keluasan ruang. Lebih tepat lagi, menikmati ruang yang menjadi luas karena isinya dikosongkan.

Anggaplah setiap kita ini seperti komputer dan setiap kita dijatahi kapasitas ruang sadar atau RAM sebesar 32G. Ruang sebesar itu, disediakan untuk menampung memori. Di ruang memori itu, kita bisa memilih untuk menempatkan ingatan dari masa lalu (misalnya dokumen Photoshop yang diangkat dari harddisk) dan menempatkan proyeksi ingatan masa depan (misalnya dokumen MS Word yang sedang kita kerjakan dan belum kita save).

Semakin besar dokumen dan semakin banyak aplikasi yang terbuka, maka ruang itu akan semakin menyempit dan jumlah 32G itu akan semakin menyusut. Jika ini yang terjadi, maka kita sebenarnya justru sedang menjauh dari "sekarang", sebab notabene segala dokumen dan aplikasi yang mengisi ruang itu adalah ingatan masa lalu dan masa depan. Jika diteruskan, apa yang paling mungkin terjadi adalah hang atau bahkan BSOD.

Semakin kecil dokumen dan semakin sedikit aplikasi yang terbuka, maka kita semakin mengalami "sekarang". Dengan begitu ruang itu meluas mendekati atau mencapai 32G. Jika ada yang memang harus tetap ditempatkan di situ, maka itu adalah ingatan yang dianggap "paling penting untuk diingat" (cache memory) dan tidak lebih dari itu serta mengisi sesedikit mungkin ruang ingatan.

Itu sebabnya para pakar mengatakan, menikmati "di sini dan sekarang" dilakukan dengan "mengalami" dan bukan dengan "mengingat". Daniel Kahneman, seorang pakar penerima hadiah nobel mengatakan bahwa bahagia itu ada pada "pengalaman" dan bukan pada "ingatan".

Jika anda ingin menikmati "sekarang", nikmatilah dengan "mengalami" dan bukan dengan "mengingat". Bukankah, salah satu pengertian "to experience" menurut kamus adalah "to participate"? Dan bukankah, realitas hidup ini dikreasi dengan berpartisipasi dan bukan dengan berantisipasi? Bukan karena harus, bukan mau atau tidak mau, bukan pula suka atau tidak suka, tapi begitulah adanya; setiap kita berpartisipasi.

Jadi, realitas hidup yang lebih nikmat itu diciptakan dengan berpartisipasi dengan cara lebih banyak "mengalami" dan bukan dengan terlalu banyak "mengingat" kecuali yang paling penting untuk diingat. Selebihnya, nikmatilah ruang yang kosong dari dokumen dan aplikasi; terlebih lagi dokumen dan aplikasi yang buruk atau merusak.

Enakkan rasanya, jika aplikasi dan dokumen yang tidak kita perlukan, mengganggu, atau mengesalkan bisa kita uninstall dan delete dari Android kita? Apalagi, jika kita bisa mengakses root.

Yang Baik dari Tuhan Yang Buruk dari Diri Sendiri

Yang baik dari Tuhan yang buruk dari diri sendiri.

Jelas ya, setiap orang adalah co-creator yang berpartisipasi aktif mengkreasi hidupnya sendiri-sendiri; khusus bagian yang buruk-buruk.

Pasrahlah - karena apapun yang sedang mengalir ke dalam hidupmu adalah kebaikan - #Allowing 

Note: Pasrah itu di hati, bukan di badan.

Perdebatan tentang "apakah yang buruk itu dari Tuhan juga atau dari diri sendiri", sudah berlangsung lama. Mulai dari orang awam sampai orang berilmu terus memperdebatkannya selama ratusan tahun.

Saya sebagai orang awam, memandangnya dengan lebih sederhana, yaitu bahwa setiap kali manusia dibicarakan, pembicaraan itu selalu ada dalam konteks tujuan keberadaan manusia yaitu order, keteraturan, dan adab yang puncaknya adalah akhlak dan bukan tentang hakikatnya. Manusia itu bersifat tidak mutlak, fana, dan sementara.

Jika dikatakan "yang buruk adalah dari dirimu sendiri", maka itu adalah tentang order, keteraturan, adab, dan akhlak. Hakikatnya, baik dan buruk itu tetap dari Tuhan.

Jika anda memegang BPKB atau SHM dan nama anda tercantum di sana sebagai pemiliknya, itu artinya anda adalah pemilik sah kendaraan atau properti, tapi itu dalam konteks order, keteraturan, adab, dan akhlak, supaya manusia tidak saling menjarah dan saling mengambil atau saling memanfaatkan dengan cara yang buruk.

Pertanyaannya, apakah dengan memegang BPKB dan SHM, anda adalah pemilik mutlak kendaraan dan properti anda? Tentu saja tidak. Pemilik mutlaknya adalah Tuhan dan kita menyebutnya titipan.

Tuhan menyiratkan seperti ini, "Aku tidak menzalimi, tidak merugikan, tidak menganiaya manusia. Mereka sendirilah yang melakukannya kepada diri mereka sendiri." Banyak dalilnya, silahkan cari sendiri.

Makin jelas ya.

Jangan-Jangan Anda Takut Berhasil

Bukan takut gagal, tapi takut berhasil.

Penghambat terbesar keberhasilan adalah rasa takut. Pada puncaknya, orang sering tidak sadar bahwa dirinya justru takut berhasil.

Ikuti intuisi.

Lalu orang bertanya, "bagaimana jika aku menjadi pengikut hawa nafsu dan melanggar apa yang aku yakini?" Itulah yang ditakutkan kebanyakan orang.

Dan inilah sebenarnya ketakutan mereka; mereka takut keyakinan mereka gagal bekerja. Padahal, fungsi keyakinan adalah filter bagi pikiran, perasaan, dan tindakan, tapi justru inilah yang diragukan.

Keyakinan dibangun untuk melayani diri, dan keberadaan diri adalah untuk melayani higher purpose. 

Merasa punya keyakinan tapi tidak yakin ia akan bekerja melayani diri dengan menjadi pedoman adalah sama dengan tidak memiliki keyakinan.

Bersyukurlah Dengan Bermewah-Mewah

Bersyukurlah dengan hidup bermewah-mewah.


Dunia Ini Inklusif

Dunia ini inklusif.

Nyaman itu dimulai dengan berfokus pada yang ada.

Dengan begitu lebih mudah mensyukuri yang sudah ada.

Setelah itu, barulah ada tenaga untuk menghadirkan yang akan ada dengan makin nyaman dan makin mudah.

Macrocosmos - Microcosmos

MACROCOSMOS

Hukum kekekalan energi dan termodinamika menyiratkan bahwa segala pergerakan energi terjadi dalam sistem tertutup yang kita sebut dengan alam semesta.

Apapun yang bergerak dalam ruang tertutup cepat atau lambat akan memantul balik mengikuti lintasan yang menerpa titik asalnya dan bergerak dalam kecepatan cahaya.

Semuanya harmonis tapi memiliki awal dan memiliki akhir. Dimulai dengan Big Bang diakhiri dengan Big Crunch.

MICROCOSMOS

Pikiran adalah informasi yang dikonversi menjadi energi dalam bentuk perasaan.

Dengan pikiran dan perasaannya, setiap orang bukanlah transmitter melainkan receiver. Apa yang dibroadcastnya, memancar ke dalam semesta hidupnya, lalu memantul balik ke dalam dirinya.

Rasa tidak nyaman dari emosi negatif yang dirasakan seseorang, terasa tidak nyaman karena energinya mengalir dengan kutub yang terbalik. Energi itu sedang mencoba bergerak melawan arus, dan hukum alam tidak memperkenankannya.

Kesadarannya memancarkan kemurnian, tapi egonya membajak di tengah jalan, lalu pancaran itu kembali pulang sebagai energi yang tak diinginkan.

Izinkanlah Datangnya Keberlimpahan

STREAM OF ABUNDANCE - ALLOWING

Tuhan menciptakan alam semesta (QS-32:4).

- Lalu Dia menciptakan manusia dalam bentuk yang sebaik-baiknya (QS-95:4).

- Dan Dia menaklukkan alam semesta bagi manusia (QS-45:13).

Keduanya adalah curahan rahmat bagi manusia, yang dijadikan pemimpin di muka bumi (QS-2:30), yang mewarisi bumi sebagai berkah dengan berbuat kebaikan (QS-21:105), dengan cara melimpahkan rahmat kepada alam semesta (QS-21:107).

Begitulah adanya, kecuali ada yang mengubahnya (QS-13:11).

It's a stream of abundance. Flowing into your life.

Allow it.

Confident Public Speaking Workshop

WORKSHOP E.D.A.N.
"Confident Public Speaking Workshop"
E.D.A.N. - Energy, Dignity, Anticipate, Nothing to Lose

- Sabtu-Minggu, 21-22 Mei 2016
- Hotel Grand Kemang, Jakarta Selatan
- Investasi Rp 2.500.000,-
- Early Birds Rp 2.000.000,- s.d. 21 April 2016
- Registrasi: Titiek - 0822 2674 9259
- Materi: Confidence Breakthrough dan After Workshop Confidence Coaching
- Selama dua hari para peserta menciptakan terobosan mental dan transformasi rasa percaya diri sehingga mereka menjadi pembicara publik yang lebih percaya diri. Setelah workshop para peserta mendapatkan coaching rasa percaya diri dan mendokumentasikan personal best practice mereka secara audio-visual yang akan membantu mereka dalam melakukan mental rehearsal setiap kali akan tampil berbicara di depan publik.
- Note: Workshop ini tidak memberikan materi teknik presentasi melainkan murni bersifat mental breakthrough.



TOP EXECUTIVES

"Sebaiknya Anda ikuti workshop ini sebelum ajal menjemput."
Wibie - PT Petrokimia Gresik

"Workshop ini secara nyata meningkatkan kualitas dan PD Saya dalam bicara. Anda semua harus ikut batch ini."
Susi - Managing Director - PT Hisland Indonesia - Jakarta

"Perubahan rasa percaya diri dapat langsung Saya rasakan. Saya anjurkan agar Anda menyempatkan diri untuk ikut workshop ini."
Tommy - Managing Director - PT Kita Global Mandiri - Jakarta

"Workshop ini berbeda dari training public speaking lain yang pernah Saya ikuti. Workshop ini juga berfokus pada pengembangan pribadi. Workshop ini sangat bermanfaat bagi mereka yang ingin melakukan perbaikan dalam hal berkomunikasi."
Denny - Vice President - PT Telkom Tbk - Jakarta

"Point-point yang disampaikan mudah diterima dan dimengerti, dapat membangun rasa percaya diri. Workshop ini baik untuk peningkatan rasa percaya diri."
Erfan - General Manager - PT Papertech Indonesia - Subang

"Ada hal baru yang Saya dapatkan, seperti bahwa gugup dan takut bukanlah satu kelemahan, tapi anugerah. Tinggal bagaimana memanage efek dari rasa gugup dan takut. Workshop ini sangat penting buat mereka yang punya masalah dalam berbicara di depan/di forum umum."
Yunus - Direktur - CV Creative - Palembang

"Saya merasa mendapat petunjuk dan terapi dalam menghadapi berbagai pengaruh dalam berbicara."
Rahmat - Direktur - PT Sarana Gama Sejahtera - Jakarta

"Cara penyampaiannya mudah dipahami dan simpel. Untuk yang belum mengikuti workshop ini, akan Saya ajak untuk mengikutinya."
Abdul - Pengusaha Swasta - Tarakan, Kalimantan Timur

"Saya puas."
Tono - CEO - A Public Accountant Firm - Jakarta

"Mengubah paradigma Saya tentang berkomunikasi, meningkatkan skill berkomunikasi, dan menjadi lebih percaya diri - PD abizz! Kalau mau sukses workshop ini wajib diikuti oleh siapapun. Karena, Anda harus berbicara kepada siapapun, kapanpun dan dimanapun. PD menentukan sukses dalam hal apapun."
Ejoe - CEO - A Publishing Company - Jakarta

"Hambatan-hambatan negatif yang mempengaruhi pikiran Saya selama bertahun-tahun bisa dibuang/dihilangkan setelah mengikuti workshop ini. Workshop ini wajib diikuti setiap orang."
Tedi - Pengusaha - Pamulang, Jawa Barat

"Memberikan cara pandang baru buat Saya atas komunikasi dan pribadi Saya sendiri. Sebaiknya Anda ikuti workshop ini untuk melihat 'Anda' dengan cara yang berbeda."
Martis - Ketua Yayasan - Berlian Bangsa School - Jakarta

"Bertambah keinginan Saya untuk mengendalikan dan menguasai berbagai masalah yang sering terjadi saat berhadapan dengan publik. Sebaiknya Anda ikut event ini untuk self development."
Andi - Owner - CV APS - Jakarta

MIDDLE MANAGERS

"Kita diajarkan melihat sesuatu dari persepsi yang positif terhadap suatu kekurangan dan kelemahan sekalipun. Sebaiknya mengikuti pelatihan ini untuk meningkatkan potensi diri Anda."
Tris - Kepala Divisi Keuangan dan Akuntansi - PT Kliring Berjangka Indonesia - Jakarta

"Saya dapat mengetahui cara dan metode untuk meningkatkan rasa percaya diri dalam public speaking. Workshop ini cocok bagi yang masih kurang percaya diri."
Husin - Manager RnD - PT Puratos Indonesia - Cikarang

"Saya mendapat wawasan dan pengalaman baru tentang berbicara dan presentasi. Workshop ini perlu diikuti semua orang supaya bisa berhasil di profesinya."
Tugiman - Training Division Head - Lembaga Manajemen Formasi - Jakarta

"Saya mempelajari sesuatu hal yang baru dan mendapatkan sebuah perspektif yang berbeda. Learn something new/different. Challenge Yourself with and into a zone outside Your comfort zone."
Andrias - Market Research Manager - Korea Trade Center (KOTRA) - Jakarta

"Materi workshop ini diperlukan dalam realitas semua aspek. Cara penyampaiannya cukup efektif. Workshop ini akan membantu membuka paradigma dan menggugah dalam berbenah untuk public speaking."
Wahyudi - Area Sales Manager - PT Dipa Pharmalab Intersains - Jakarta

"Telah mengurangi penderitaan Saya. Sebaiknya Anda mengikuti workshop ini."
Endi - Manager - Kantor Pemasaran Bersama PT Perkebunan Nusantara - Jakarta

"Merubah paradigma kita tentang positif thinking sehingga menambah PD dalam berkomunikasi. Excellent!"
Riza - Head of Crew Development Department - PT Berlian Laju Tanker - Jakarta

"Saya mendapatkan hal-hal yang perlu dan baru Saya ketahui. Workshop ini penting untuk diikuti."
Ady - Tangerang

"Sesuai dengan ekspektasi Saya. Saya sekarang sudah lebih percaya diri. Saya sudah 'take off' dan tidak akan pernah tidak percaya diri lagi."
Ginting - HRD Manager - PT Dover Chemical Indonesia - Tangerang

OVERSEAS PROFESSIONAL

"Saya puas karena banyak sekali tips-tips yang Saya dapatkan untuk meningkatkan kepercayaan diri Saya. Membuat Saya sadar bahwa Saya yang terbaik sehingga tidak lagi ada rasa cemas dan gugup yang selama ini mengganggu. Bergabunglah jika Anda ingin memotivasi diri Anda dan melakukan perubahan untuk menjadi lebih baik dari keadaan sekarang. You are the best."
Risda - Staf Administrasi - Monoluxury Sdn. Bhd. - Pahang Malaysia

COMMUNICATION PEOPLE

"Apa yang disampaikan meningkatkan PD Saya. Bagi yang belum mengikuti workshop ini harus mengikuti."
Gita - Public Relations - PT Choice Hotels Indonesia - Jakarta

"Workshop ini menjadikan Saya lebih PD dalam berbicara di depan audience atau di forum umum."
Imel - Sekretaris - PT JAC Indonesia - Jakarta

"Sangat membantu Saya untuk lebih percaya diri bila berbicara dengan siapapun baik yang belum Saya kenal maupun yang sudah Saya kenal. Anda harus mengikuti workshop ini selagi ada kesempatan."
Wati - Sekretaris - PT Concrete Reinforcement Asia - Bekasi

"Saya punya satu ilmu dan wawasan baru yang tidak pernah Saya dapatkan sebelumnya."
Diah - Speaker Yayasan AIDS Indonesia - Dosen dan Psikolog- Jakarta

"Saya sekarang sudah merasa PD berbicara di depan publik. Ikutilah workshop ini, tidak ada ruginya."
Yeni - Receptionist/Operator - Sekolah Tinggi Pariwisata Trisakti - Jakarta

"Saya semakin PD dalam berbicara dan berkomunikasi dengan lebih efektif, dengan berpikir menjadi diri yang paling baik. Workshop ini sangat bagus untuk diikuti agar lebih PD dalam berbicara, memimpin dan berpresentasi."
Ali - Customer Care Support - PT Cyberindo Aditama (CBN) - Jakarta

"Workshop ini mampu memberikan solusi terhadap masalah PD dalam berbicara di depan publik dan menambah PD Saya. Ikutilah workshop ini. Banyak pelajaran yang bisa di dapat untuk menambah PD berbicara di depan publik."
Yeni - Customer Relation Supervisor - PT Exelcomindo Pratama (XL) - Jakarta

HRD / HRA PROFESSIONALS

"Saya jadi tahu clue untuk menjadi PD. Ikutan aja, dan tidak akan rugi dapat ilmunya."
Teresa - Recruitment Officer BDO Tanubrata - Jakarta

"Secara nyata telah menciptakan perubahan positif dalam konteks kepercayaan diri berbicara di depan publik. Layak untuk diikuti."
Bastian - Recruitment, Payroll, HR Administration PT Korea National Oil Corporation Indonesia - Jakarta

"Ya. Saya puas."
Dian - Payroll Officer - PT Muliacemerlang Dianpersada - Jakarta

"Saya puas karena sangat mendukung profesi Saya. Ikutilah workshop ini."
Haris - General Affair Officer PT Indomobil Niaga International - Jakarta

"Saya puas karena menambah PD Saya dalam mengatasi gugup saat berbicara."
Tengku - Program Management Officer - PT Sucofindo - Jakarta

"Saya puas. Karena Saya mendapatkan point yang penting dalam PD. Public speaking merupakan komunikasi, komunikasi membutuhkan PD, PD diajarkan dengan hebat dalam workshop ini."
Untung - Legal Officer - PT Dataco Energy Services - Jakarta

"Saya puas. Setelah mengikuti workshop ini Saya jadi tambah percaya diri."
Eky - Performance Management Staff - PT Infomedia Nusantara - Jakarta

"Saya puas karena cukup termotivasi. Workshop ini akan membuat Anda lebih percaya diri untuk mengadakan perubahan."
Ira - Staf Personalia - Sekolah Tinggi Pariwisata Trisakti

"Mudah dimengerti, dicerna, dan gamblang diikuti. Sebaiknya Anda mengikuti workshop ini, karena bisa menambah wawasan dan percaya diri di hadapan audience."
Wahyu - Staf Administrasi - Sekolah Tinggi Pariwisata Trisakti

"Saya  kini memahami bahwa Saya bukan satu-satunya orang yang punya kekurangan dalam public speaking. Ikuti workshop ini dan rasakan apa yang Saya rasakan."
Nita - Staf Administrasi Produksi - PT Concrete Reinforcement Asia - Bekasi

"Membumi, aplikatif dan praktis. Pastikan Anda ikut workshop ini karena akan mengantarkan Anda ke arah "life skill" yang lebih baik."
Dewi - Spesialis Muda Mangbud dan Eksekutif - PT Pos Indonesia - Bandung

"Saya puas karena apa yang disampaikan sesuai dengan harapan Saya. Workshop ini bagus diikuti oleh siapapun yang belum PD dalam berbicara di depan umum."
Tri - Staf - PT Bank Rakyat Indonesia (BRI persero) Tbk - Jakarta

"Saya bisa memahami maksud, tujuan dan arah workshop ini, dan memotivasi kepercayaan diri Saya. Ikutlah workshop ini, Anda akan percaya diri. Itulah Anda."
Phatulloh - Staf Personalia - PT Sarana Gama Sejahtera - Jakarta

"Menyegarkan jiwa kita untuk menjadi lebih PD. Ikut saja dah, ini ilmu seumur hidup. Pasti banyak nilai tambah yang kita dapatkan."
Bambang - Spesialis Kesehatan dan Keselamatan Kerja - PT Pos Indonesia - Bandung

"Membantu meningkatkan percaya diri. Workshop ini bagus untuk meningkatkan PD."
Dedi - Section Chief General Affair - PT Asahimas Chemical - Cilegon

PROFESSIONAL TRAINERS

"Menambah percaya diri bagi Saya untuk lebih mantap dalam presentasi dan teknis public speaking."
Iwan - Six Sigma Trainer - PT Pamapersada Nusantara (Astra Heavy Equipment Group) - Jakarta

"Banyak improvement langsung yang dapat Saya rasakan terutama tentang mindsetting. Ok banget deh!! Aplikatif."
Chandra - Trainer PT Pos Indonesia - Bandung

"Saya puas karena dengan mengikuti workshop ini Saya menjadi lebih yakin lagi bahwa Saya bisa dan I'm the best."
Lili - Trainer - PT Jaddi Pastrisindo Gemilang - Jakarta

"Mengembalikan dan menambah rasa percaya diri Saya dalam berbicara di depan umum/audience. Teknik motivasi yang sederhana namun efektif. Kalau Anda sering berbicara di depan umum, workshop ini sangat membantu."
Andi - Water Rescue and Safety Trainer - Jakarta

MARKETING PEOPLE

"Saya ngerasa ada perbedaan dalam cara Saya berbicara dan bersikap. Anda wajib ikut event ini karena kita akan menjadi lebih PD melakukan berbagai hal yang kita anggap kita belum mampu."
Oetid - Staf Marketing PT Gemilang Gagasindo Handal - Jakarta

"Membuka paradigma Saya yang tadinya negatif menjadi positif. Anda harus mengikuti workshop yang telah Saya ikuti ini. Bagus untuk PD Anda."
Maya - Retailing Officer - Jakarta

"Saya dapat mengetahui dan menguasai segala kekurangan yang ada dalam diri Saya. Workshop ini meningkatkan PD Saya dalam segala persoalan."
Selamet - Staf Marketing PT Gemilang Gagasindo Handal - Jakarta

"Saya puas karena terdapat perubahan pada rasa PD Saya yang berguna di masa yang akan datang. Workshop ini sangat bermanfaat bagi Anda yang berprofesi marketing, disainer atau pimpinan."
Aji - Staf Marketing PT TB - Jakarta

"Trainer dapat menjelaskan secara detil apa yang disampaikannya, baik yang lisan maupun praktek. Ikuti workshop ini karena Anda akan bisa menjadi EDAN."
Amelia - Staf - Administrasi Marketing - PT Concrete Reinforcement Asia - Bekasi

"Workshop ini memberi pencerahan. Seru abis!!!"
Eric - Marketing Support - PT Multi Utama Consultindo - Jakarta

"Workshop ini menambah motivasi Saya. Anda perlu mengikuti workshop ini untuk meningkatkan motivasi dan wawasan Anda."
Thahir - Promotion Staff - PT Unza Vitalis (Bandung Branch) - Bandung

"Saya puas karena bisa memahami kekurangan diri kita sehingga dapat mengatasinya sebagai proses mencapai percaya diri. Apabila sudah dapat informasi tentang workshop ini rugi bila tidak mengikuti."
Suka - Staf Marketing - PT GGS/GGH - Jakarta

"Ada perubahan yang jelas terjadi dalam diri Saya, baik itu tentang rasa percaya diri, berbicara dan lainnya. Kalau bisa ikutlah workshop ini karena banyak manfaatnya, termasuk buat introspeksi diri kita."
Nasuha - Staf Marketing - PT Gemilang Gagasindo Handal - Jakarta

"Saya semakin mengerti pentingnya berkomunikasi. Ikuti workshop ini."
Rondi - Staf Marketing Tax Base - Jakarta

"Workshop ini membantu memecahkan masalah grogi Saya."
Rizal - EO Officer - Jakarta

FINANCIAL PROFESSIONALS

"Saya puas karena semua masalah terpecahkan."
Iponk - Internal Auditor - PT Samudera Indonesia - Jakarta

"Saya puas karena banyak hal baru yang Saya ketahui. Workshop ini menarik untuk diikuti."
Agung - Staf PT Kliring Berjangka Indonesia - Jakarta

"Saya puas karena jelas, menambah wawasan dan menjadi lebih PD."
Hanhan - Senior Consultant - Multi Utama Group - Jakarta

"Saya puas karena sesuai dengan yang Saya harapkan."
Fredy - Budget and Cost Controller - PT Job PPBS - Jakarta

"Workshop ini dapat meningkatkan PD Saya. Bagi yang bermasalah dengan PD, Saya sarankan untuk ikut workshop ini."
Johnny - Treasury Manager Assistant - PT Suzuki Indomobil - Jakarta

"Saya menjadi lebih PD. Workshop ini hebat dan membuat Anda jadi hebat."
Rori - Purchasing Staff - PT MT Picture Display - Jakarta

"Pembicara menguasai materi dan materi berhubungan dengan masalah audience. Try, and you'll be happy."
Tedik - Tax Auditor - Cirebon

"Saya lebih berani berhadapan dengan lawan bicara (siapapun dia), untuk berbicara baik dalam berkoordinasi atau dalam management meeting. Coba saja ikuti Workshop E.D.A.N. Kita pasti bisa lebih PD dalam menyampaikan pembicaraan."
Lia - Finance Manager Assistant - ISP Data Communication - Jakarta

"Dapat membantu mengatasi rasa gugup. Ya, sangat bermanfaat."
Mira - Tax Auditor - Jakarta

"Saya lebih memahami dan mengetahui berbagai hal dalam komunikasi. Be confidence! Start with Workshop E.D.A.N."
Diana - Staf Akuntansi - PT Concrete Reinforcement Asia - Bekasi

"Apa yang selama ini mengganggu dalam masalah presentasi/public speaking, key point sudah Saya ketahui. Workshop ini juga cocok untuk inhouse training perusahaan."
Nurdin - Senior Assistant - Multi Utama Group - Jakarta

USTADZ / DAI / PREACHER

"Merubah paradigma bagaimana cara mengkomunikasikan atau menyampaikan dengan cara yang baik dan lebih percaya diri. Workshop ini penting diikuti untuk yang ingin memperbaiki cara berkomunikasi yang baik."
Vektor - IT Staf - PT Bank Mandiri Tbk - A Church Preacher - Jakarta

ACADEMIC PEOPLE / EDUCATORS

"Saya tambah mengerti bahwa skill bukan segala-galanya dan jangan takut berbuat salah. Ikuti workshop ini."
Salina - Staf Akademik - Sekolah Tinggi Pariwisata Trisakti - Jakarta

"Cara berbicara yang baik itu penting sekali, dan mengikuti workshop ini membuat Saya lebih percaya diri untuk tampil di depan umum. Terima kasih. Ikuti workshop ini karena menambah rasa percaya diri."
Dyah - Staf Akademik - Sekolah Tinggi Pariwisata Trisakti - Jakarta

"Membuat Saya menjadi sadar bahwa semua orang mempunyai problem yang sama. Workshop ini mempengaruhi Saya untuk lebih PD. Workshop ini bagus bagi Saya dan pasti bagus untuk Anda juga."
Dewi - Staf Jurusan Perhotelan - Sekolah Tinggi Pariwisata Trisakti - Jakarta

"Workshop ini bagus sekali untuk menambah rasa percaya diri kita. Coba/ikut deh workshop ini, dijamin gak rugi."
Pur - Teacher - Jakarta

"Menumbuhkan dan memotivasi PD seseorang, membangkitkan rasa percaya diri yang terpendam dan terlupakan. Saya puas, coba deh."
May - Guru SDIT Nurul Hidayah - Jakarta

"Saya baru pertama kali mengetahui bahwa untuk presentasi/mengajar perlu PD 100% dan di sini Saya mendapatkan cara untuk PD. Segeralah mengikuti pelatihan ini karena pelatihan semacam ini diperlukan oleh diri sendiri, keluarga dan masyarakat."
Imam - Kepala Sekolah SDIT Nurul Hidayah - Jakarta

"Saya puas karena sesuai ekspektasi Saya."
Arifin - Tax Officer - Dosen dan Pengajar - Jakarta

"Sangat terbantu dalam mendapatkan atau menambah wawasan untuk diri sendiri dalam hal public speaking. Ya Saya puas. Ikutilah workshop ini karena dapat menambah wawasan Anda."
Sis - Staf Akademik - Sekolah Tinggi Pariwisata Trisakti - Jakarta

"Saya memahami apa itu percaya diri dan dapat belajar cara menanggulangi masalah bicara di depan umum. Ikutan deh... dijamin gak rugi."
Supri - Pustakawan Yayasan Lembaga Indonesia Amerika (LIA) - Jakarta

STUDENTS

"Saya mendapatkan banyak ilmu, pencerahan dan pengalaman yang mudah-mudahan nantinya akan berguna buat Saya kelak. Ikutilah Workshop E.D.A.N. karena ini sangat berguna buat Anda, percaya deh."
ADIT - Mahasiswa Universitas Diponegoro - Semarang

"Sebelumnya Saya merasa sangat kurang percaya diri apabila berbicara di depan orang banyak. Sekarang sudah lebih baik. Kamu harus mengikuti workshop ini!"
Joyce - Mahasiswa Semester Terakhir Fakultas Ilmu Komunikasi - Universitas Padjajaran - Bandung

"Saya jadi lebih mengetahui bahwa rasa gugup itu manusiawi, dan akan hilang seiring dengan sering berlatih. Cobalah workshop ini, baik buat Anda yang ingin lebih mengembangkan cara berkomunikasi."
Rian - Mahasiswa Persiapan Tugas Akhir - Universitas Trisakti - Jakarta

FOREIGN COUNTRIES REPRESENTATIVES

"Semua halangan/penghambat dalam berbicara bisa diperbaiki dan tidak perlu khawatir gagal."
Wati - Protocol Officer - New Zealand Embassy - Jakarta

"Saya sudah lebih paham bahwa kegugupan adalah suatu fenomena yang wajar dan manusiawi."
Halil - HRD Staff - AUSAIDS - Jakarta

TECHNICIANS

"Workshop ini memberikan sesuatu yang sangat berbeda. Saya merasakan perubahan yang luar biasa. Tunggu apalagi! Apa yang Anda butuhkan Insya Allah akan Anda dapatkan di workshop ini."
Arfan - Staf PT Exxonmobil Indonesia - Jakarta

"Saya menjadi PD abis!!! Antisipasi PD Anda di sini, bagus lho."
Tio - Staff- PT Toyota Tsusho Mechanical Engineering Service Indonesia - Bekasi

"Jelas dalam penjelasan/menerangkan."
Freddy - Staf - PT Kao Chemicals Indonesia - Jakarta

"Trainer sangat menguasai materinya. Workshop ini baik bagi mereka yang memerlukan rasa percaya diri di depan publik."
Syam - Engineer - PT Rekayasa Industri - Jakarta

"Saya mendapatkan point positif baru walaupun sebagian besar telah saya pelajari dan praktekkan sebelumnya. Cara penyampaian materinya cukup mengesankan. Workshop ini sangat Saya rekomendasikan bagi rekan-rekan yang belum PD dalam berbicara di depan publik/orang lain."
Hian - Programmer/Financial Trainer - Semarang

"Saya memperoleh pengalaman baru. Workshop ini sangat baik untuk diikuti."
Irwan - IT Staff - PT Badak LNG - Bontang, Kalimantan Timur

"Saya puas."
Thofa - IT Staff - Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) - Jakarta

"Saya yang mulanya tidak pernah merasa bisa mengungkapkan sesuatu, setelah mengikuti workshop ini ternyata Saya bisa melakukannya di depan orang banyak. Anda harus mengikuti workshop ini agar bisa menjadi yang terbaik."
Syamsul - IT Staff - Sekolah Tinggi Pariwisata Trisakti - Jakarta

"Melalui workshop ini Saya mampu men-tune-up potensi diri untuk menjadi seperti aslinya (orisinil lagi). Sebelum terlanjur jenuh dan gagal, sebaiknya Anda ikuti dulu workshop ini."
Joni - Java Programmer - Bandung

"Proses belajarnya dimulai dari basic, tidak ribet, seimbang antara praktek dan teori, dan sesuai dengan investasi yang Saya keluarkan serta sesuai ekspektasi Saya. Ikutan yuuk...ini jalan awal menjadi PD dalam public speaking."
Paula - Staf Operasional PT Integritas Makmur Mandiri - Jakarta

"Saya menjadi lebih yakin akan kemampuan Saya sendiri. Menambah wawasan mengenai konsep PD, khususnya jika harus menghadapi public."
Tari - Jakarta

"Saya bisa memotivasi untuk lebih percaya diri dalam hal public speaking. Try this!"
Nani - Jakarta

"Menambah wawasan Saya. Nggak ada salahnya mencoba."
Milan - Jakarta

"Membuka cakrawala baru."
Fitri - Disain Sisdur - PT Adijaya Guna Satwatama - Jakarta

"Saya telah belajar tentang PD. Cobalah dan kembangkanlah."
Yanyan - Mechanical Engineer - PT Concrete Reinforcement Asia - Bekasi

"Dapat ilmu yang sangat bermanfaat. Perlu diikuti bagi yang ingin memperbaiki komunikasi."
Andi - PT Pos Indonesia - Jakarta

"Menambah kepercayaan diri dalam segala hal, dan meyakinkan bahwa Saya adalah orang yang terbaik dan bermanfaat bagi semua makhluk. Mari ikutilah workshop ini karena sangat bermanfaat bagi diri sendiri dan buat orang lain."
Helmi - Karyawan Swasta - Tarakan, Kalimantan Timur

"Workshop ini simple dan praktis. Training ini wajib diikuti oleh siapapun yang bermasalah dengan kepercayaan diri."
NN - Jakarta

"Ikut atau mati!"
Yulas - Operation Manager, PT BBP, Jakarta