3 Cara Untuk Bersabar


By: Ikhwan Sopa

TIGA CARA UNTUK BERSABAR

Ini tumben.

Setahun lebih, saya mengupdate status dengan topik SABAR dan SYUKUR yang inspirasinya diangkat dari Quran dan Hadits. Keduanya saya pilih sebagai sumber inspirasi karena SABAR dan SYUKUR adalah konsep akidah, filosofi, dan hakikat alias "sistem operasi".

Pak Yan Nurindra, guru saya, dengan ketajaman "penglihatannya" pernah berkomentar tentang status-status saya itu, "itu bukan Sopa". Beliau benar, semua itu bukan dari saya tapi dari Quran dan Hadits. Apa yang saya lakukan hanyalah sekedar menyampaikan sebentuk isi dengan menyesuaikan covernya alias cara penyampaiannya. Saya sampaikan semua itu dengan bahasa yang populer karena saya memang bukan ustadz ahli tafsir melainkan cuma seorang da'i (penyampai). Semoga, anda tidak tiba-tiba menjadi phobia terhadap Islam, Quran, Hadits, dan apa-apa yang bernuansa Arab, sebab saya cukup yakin anda tidak "judging a book by it's cover".

Kali ini, saya sharing teknik dan aplikasi SABAR. Karena ini adalah teknik dan aplikasi, maka inspirasinya bisa bersumber dari mana saja dan dari fenomena apa saja yang terjadi dalam hidup kita, termasuk yang fiktif sekalipun. Tentunya, dengan catatan tetap berjalan di atas "sistem operasi" yang sama.

Ada tiga teknik dan aplikasi untuk BERSABAR. Dari tiga teknik dan aplikasi yang berikut ini, satu inspirasinya dari sebuah film silat Cina, satu dari film petualangan Hollywood, dan satu dari dunia nyata saya sendiri.

1. BERSABAR dengan Fokus Menjaga Keyakinan.

Dalam film Reign of Assasins, Wheel King atau Cao Feng (diperankan oleh Wang Xueqi) adalah musuh besar Zeng Jing atau Drizzle (diperankan oleh Michelle Yeoh). Pada pertempuran terakhir mereka, Cao Feng terluka parah. Dengan menyeret pedangnya, sambil terseok-seok ia tetap melanjutkan pertempuran sampai titik darah penghabisan, sementara mulutnya tak henti berkomat-kamit mengucapkan doa dan mantra.

Inspirasi yang sama, yaitu bertindak total dan konsisten di dalam keyakinan, bisa kita saksikan dalam film-film mafia atau film-film laga. Seperti itu jugalah Rasulullah SAW dan para sahabatnya pada saat berjihad fi sabilillah. Mereka tetap berjuang sampai penghabisan sekalipun terluka, terseok-seok dan berdarah-darah, dengan tetap mengafirmasikan doa-doa dan kalimat thoyyibah seyakin-yakinnya. Seperti juga Bilal bin Rabah atau Ammar bin Yasir dan ibu-bapaknya yang tetap dalam keyakinan sekalipun sedang sangat kesusahan.

Tetaplah yakin dalam segala keadaan.

Segala bentuk teknik dan aplikasi SABAR seperti yang berikut ini, dasarnya adalah juga keyakinan.

2. BERSABAR dengan Fokus pada Urgensi Tindakan.

Dalam film Indiana Jones and The Last Crusade, Indy (Harrison Ford), ayahnya Henry Jones (Sean Connery), dan sahabatnya Sallah (John Rhys-Davies) terkejar oleh serombongan pasukan Nazi yang memburu mereka. Pasukan ini bersenjata lengkap dan disertai dengan satu tank berlapis baja.

Dalam upaya menyelamatkan diri dari pasukan ini, Indy berniat merampas beberapa ekor kuda dari mereka. Indy meminta ayahnya dan Sallah untuk menunggu sementara ia mengambil kuda-kuda itu. Ketika ia kembali dengan beberapa ekor kuda, ia hanya bertemu dengan Sallah tapi tidak menemukan ayahnya. Rupanya, ayah Indy tidak menggubris permintaannya dan ia malah berusaha merebut tank Nazi itu sendirian. Indy pun segera berbalik untuk menyelamatkan ayahnya. Wajahnya kecut, kesal, dan marah, tapi ia tak berlama-lama dengan perasaan itu karena sama sekali tak berguna. Mengambil tindakan adalah lebih penting untuk menyelamatkan ayahnya ketimbang berlama-lama dalam marah dan kecewa.

Tetaplah fokus pada urgensi tindakan, tapi janganlah bertindak gegabah seperti sebagian pasukan panah di Gunung Uhud saat perang Badar.

3. BERSABAR dengan Fokus pada Tercapainya Tujuan.

Anak bungsu saya namanya Muhammad Ziyad Abdurrahman. Bayi berusia setahun yang sedang lucu-lucunya dan menggemaskan. Banyak kekonyolan yang dilakukannya dalam rangka belajar. Salah satunya adalah mengunyah apapun yang ditemukannya. Mainan digigit. Bukan mainan digigit. Bertemu semut dipungut dan digigit. Ketemu kertas dikunyah. Tisu dikunyah. Begitu seterusnya.

Setiap kali, saya sebagai orang tua selalu melakukan intervensi dan filtrasi tentang apa-apa yang layak masuk ke mulutnya dan apa yang tidak layak karena kotor atau karena memang bukan makanan. Setiap kali pula, Ziyad akan mengulanginya. Setiap kali diintervensi, Ziyad tidak marah atau kecewa. Ia hanya menatap dengan mimik seperti bertanya, tapi tetap saja semua itu diulang-ulang juga. Baginya, apa yang penting adalah ia punya tujuan dan ia ingin tujuan itu, tercapai. Tidak ada marah, tidak ada kecewa. Hanya lakukan, lakukan, dan lakukan, demi tercapainya tujuan.

Fokuslah pada tercapainya tujuan dengan tidak membuang waktu dan tenaga untuk mmengeluh, marah, atau kecewa dan tetap mengambil tindakan terbaik.

Tiga cara untuk BERSABAR di atas jelas tidak datang dengan sendirinya melainkan semuanya menuntut latihan demi latihan. BERSABAR adalah menjaga fokus pada pikiran yang jernih dan bukan tenggelam dalam perasaan.

Mari kita kuatkan KESABARAN kita dengan melatih berbagai "aplikasi" tapi tetap tegas dalam berhati-hati demi menjaga integritas "sistem operasi".

http://www.facebook.com/Produktivitas
http://qacomm.com/sabar-syukur.html