Jangan Tunda Berbahagia

By: Ikhwan Sopa

Kita sebenarnya terampil dalam menggeser realitas kehidupan dari kurang berdaya menjadi lebih berdaya, yaitu ketika kita mampu mengambil hikmah dengan berkata,

"Oh... ternyata itu toh maksud dari kejadian ini."

Sejalan dengan kematangan jiwa karena tempaan hidup dan makin terampilnya kita dengan skill hikmah, adalah bijaksana jika kita mulai melatih keterampilan baru yang satu langkah di atasnya, yaitu dengan membiasakan berafirmasi,

"Segala sesuatu sudah pada tempatnya."

(termasuk hal-hal yang akan terjadi di masa yang akan datang).

One step at the time, take one step further, take one step closer. Semoga kita makin mencintai Allah SWT yang Maha Mengetahui tentang segala sesuatu yang terbaik bagi kita. Aamiin...


Let's make some reverse engineering. Kita mengambil hikmah dengan berkata,

"Oh... ternyata ini toh maksud dari kejadian itu."

Artinya, realitas kejadian datang lebih dahulu daripada realitas kebijaksanaan yang datang belakangan. Bukankah, di selisih waktu itu, yang adalah adalah "kurang berbahagia"?

Jika kita sungguh ingin "berbahagia sepenuhnya", maka yang perlu kita lakukan adalah meniadakan selisih waktu itu dengan benar-benar hidup di dalam "sekarang" di mana kita mengintegrasikan realitas kejadian dan realitas kebijaksanaan menjadi sebuah realitas kehidupan yang tunggal dan seutuhnya.

Maka, kunci kebahagiaan yang sesungguhnya adalah mampu berkata,

"Segala sesuatu sudah pada tempatnya."

_/|\_ ... Jangan tunda berbahagia.

(Mess Into Message)


Seminar "How to Turn Mess Into Message"