Ciri Cinta, Jenis Cinta, Prioritas Cinta

By: Ikhwan Sopa

CINTAKU YANG APA BOLEH BUWAT

CINTA SEJATI:

1. Lebih suka berkomunikasi dengan yang dicintai ketimbang yang lain.
2. Lebih suka berkumpul dengan yang dicintai ketimbang yang lain.
3. Lebih suka mengikuti kemauan yang dicintai ketimbang yang lain dan bahkan diri sendiri.

(Hadits)

8 JENIS CINTA:

1. Mawaddah yang membara - dunia hanya milik berdua.
2. Rahmah yang lembut dan melindungi - aku rela demi engkau.
3. Mail yang berdenyut - membuat yang lain terabaikan.
4. Syaghaf yang mendalam dan memabukkan - membut tergila-tergila-gila.
5. Ra'fah yang menjadikan tidak peduli - right or wrong this is my love.
6. Shobwah yang menggelincirkan.
7. Syauq yang rindu sepenuh rindu.
8. Kulfah yang mendidik dan membesarkan.

(Quran + Hadits)

PRIORITAS CINTA:

1. Allah SWT.
2. Rasulullah SAW.
3. Jihad.
4. Orang Tua.
5. Anak.
6. Saudara.
7. Pasangan Hidup.
8. Keluarga.
9. Harta (+bisnis, +rumah, dst)

(QS-9:24)

(Mess Into Love)
Seminar "How to Turn Mess Into Message"

Hikmah Kesempitan Hidup

By: Ikhwan Sopa


Seminar "How to Turn Mess Into Message"

Tak Punya Uang dan Tak Ada Makanan

By: Ikhwan Sopa

"Tak punya uang" bukan tentang "uang" tapi tentang "tak punya".

Uang bertebaran. Orang lain punya uang dan tak satupun akan memberi kecuali kita memberi sesuatu yang bernilai dan bekerja memberi manfaat.

Gimana caranya supaya punya uang?
Miliki keahlian dan bekerja.

"Tak ada makanan" bukan tentang "makanan" tapi tentang "tak ada".

Makanan selalu ada, warung makanan bertebaran, tukang jual makanan berseliweran. Tak seorang pun akan menyuapi kita karena kita telah dewasa.

Gimana supaya bisa makan?
Miliki keahlian dan bekerja.

(Mess Into Message)

Seminar "How to Turn Mess Into Message"

Melakukan Yang Terbaik

By: Ikhwan Sopa

Hanya ada dua penjelasan ketika seseorang memaksakan tercapainya keinginan:

1. Ia memasuki wilayah Tuhan-nya, atau
2. Ia memasuki wilayah anak-nya.

Just do our best: pick a dream, set goals, make plans, take actions.

Mengeluh adalah melakukan self assessment dengan cara yang merugikan diri sendiri dan orang lain.

Sebelum mengeluh, kita perlu melakukan self assesment apakah kita telah melengkapi paket “do our best” berikut ini:

1. Pick a dream,
2. Set goals,
3. Make plans,
4. Take actions.

Yang mengeluhkan sesuatu yang tak terkait dengan empat hal itu, sedang mengeluhkan sesuatu yang sebenarnya ia sendiri tidak berkepentingan. Jika memang berkepentingan, just do our best!

Seminar "How to Turn Mess Into Message"

Pembicara Motivasi - Ikhwan Sopa

By: Ikhwan Sopa


Seminar "How to Turn Mess Into Message"

Rasa Sakit dan Rasa Bersalah

By: Ikhwan Sopa

Jangan salah terima. Terimalah rasa sakitnya, bukan rasa bersalahnya. Rasa sakit bisa berlalu, lalu engkau bisa memperbaiki kesalahan, dan rasa bersalah tak bisa melakukan itu.

Jangan salah terima. Terimalah rasa sakitnya, bukan rasa bersalahnya. Rasa sakit adalah ujung baik dari perasaan yang manusiawi, rasa bersalah adalah awal buruk dari pikiran yang menjadi lingkaran setan.

Sebab, rasa sakit adalah kebaikan yang disembunyikan:

 
(Mess Into Message)

Seminar "How to Turn Mess Into Message"

Jangan Tunda Berbahagia

By: Ikhwan Sopa

Kita sebenarnya terampil dalam menggeser realitas kehidupan dari kurang berdaya menjadi lebih berdaya, yaitu ketika kita mampu mengambil hikmah dengan berkata,

"Oh... ternyata itu toh maksud dari kejadian ini."

Sejalan dengan kematangan jiwa karena tempaan hidup dan makin terampilnya kita dengan skill hikmah, adalah bijaksana jika kita mulai melatih keterampilan baru yang satu langkah di atasnya, yaitu dengan membiasakan berafirmasi,

"Segala sesuatu sudah pada tempatnya."

(termasuk hal-hal yang akan terjadi di masa yang akan datang).

One step at the time, take one step further, take one step closer. Semoga kita makin mencintai Allah SWT yang Maha Mengetahui tentang segala sesuatu yang terbaik bagi kita. Aamiin...


Let's make some reverse engineering. Kita mengambil hikmah dengan berkata,

"Oh... ternyata ini toh maksud dari kejadian itu."

Artinya, realitas kejadian datang lebih dahulu daripada realitas kebijaksanaan yang datang belakangan. Bukankah, di selisih waktu itu, yang adalah adalah "kurang berbahagia"?

Jika kita sungguh ingin "berbahagia sepenuhnya", maka yang perlu kita lakukan adalah meniadakan selisih waktu itu dengan benar-benar hidup di dalam "sekarang" di mana kita mengintegrasikan realitas kejadian dan realitas kebijaksanaan menjadi sebuah realitas kehidupan yang tunggal dan seutuhnya.

Maka, kunci kebahagiaan yang sesungguhnya adalah mampu berkata,

"Segala sesuatu sudah pada tempatnya."

_/|\_ ... Jangan tunda berbahagia.

(Mess Into Message)


Seminar "How to Turn Mess Into Message"

Rencana

By: Ikhwan Sopa

Pensabotase terbesar produktivitas dan kinerja adalah ketidakpedulian terhadap rencana.

Turn over yang tinggi terjadi tidak hanya karena poin kompensasi dan remunerasi tapi juga karena kegagalan korelasi antara rencana pribadi dan rencana organisasi.

Jika anda karyawan atau bawahan, janganlah menyerahkan nasib, karir dan masa depan anda semata-mata kepada rencana bisnis dan rencana karir perusahaan. Buatlah rencana anda sendiri untuk menunaikan rencana bisnis perusahaan dan rencana anda sendiri untuk memanfaatkan rencana karir perusahaan. Siapapun yang bukan anda tidak bisa memotivasi anda.

Jika anda pengusaha atau atasan, janganlah hanya mengandalkan laporan bawahan untuk dibandingkan dengan rencana anda atau rencana perusahaan. Doronglah mereka membuat rencana mereka sendiri untuk menunaikan rencana anda atau rencana perusahaan. Anda tidak bisa membantu mereka mencapai tujuan anda. Anda hanya bisa membantu mereka mencapai tujuan mereka.

Seminar "How to Turn Mess Into Message"

Diskon Seminar 50%

By: Ikhwan Sopa

Seminar "How to Turn Mess Into Message"

Silahkan hubungi bagian pendaftaran untuk:

- Harga early bird (diskon 50%)
- Harga khusus peserta berkelompok
- Harga khusus inhouse seminar


Bagian Pendaftaran:

Fajar 0858 4025 3839
Rizal 0857 5887 2292

Seminar "How to Turn Mess Into Message"

Cinta

By: Ikhwan Sopa


Seminar "How to Turn Mess Into Message"

Membaca, Menulis, Bertindak

By: Ikhwan Sopa



Seminar "How to Turn Mess Into Message"

Keluhan Versus Rencana

By: Ikhwan Sopa



Seminar "How to Turn Mess Into Message"

Sebab Versus Alasan

By: Ikhwan Sopa


Seminar "How to Turn Mess Into Message"

Demi Masa

By: Ikhwan Sopa

Ini perlu kita pertimbangkan (termasuk saya sendiri tentu saja).

1. Demi WAKTU,
2. Sesungguhnya manusia benar-benar dalam KERUGIAN.

Dua statement di atas adalah UNIVERSAL TRUTH, dan statement berikutnya adalah pengecualian sebagai PERSONAL TRUTH sesuai keyakinan masing-masing.

Jika sesuatu dinyatakan benar secara universal, maka pernyataan itu adalah tentang "how life works".

"Waktu = Kerugian" adalah DEFAULT state alias starting point manusia, sebagaimana orang yang berulang tahun bukanlah bertambah usia melainkan berkurang usia.

Kemudian, sejarah modern kita menciptakan "default baru" demi mengubah default lama itu menjadi "Waktu = Keuntungan". Lahirlah compound interest alias riba'. Kita mengubah sesuatu yang sebenarnya telah ditetapkan sebagai tetap oleh Tuhan.

Dalam kacamata keuangan dan akuntansi, waktu adalah "fixed cost" yang sudah tidak bisa diubah kecuali diterima dengan keterampilan dan kebijaksanaan.

Jadi, keuntungan dan keberuntungan itu bukan dari riba' tapi dari memberi solusi (sebagaimana yang dimaksud statement lanjutannya dari 1 dan 2 di atas). Inilah yang membuat harga-harga tidak sehat lagi.

(Mess Into Message)

 
Seminar "How to Turn Mess Into Message"

Cita-cita Harus Tinggi dan Mulia

By: Ikhwan Sopa


Seminar "How to Turn Mess Into Message"

Egoisme

By: Ikhwan Sopa


Seminar "How to Turn Mess Into Message"

Kita Menciptakan Kenyataan Kita Sendiri

By: Ikhwan Sopa


Seminar "How to Turn Mess Into Message"

Be a Man

By: Ikhwan Sopa


Seminar "How to Turn Mess Into Message"

The Power of Negativity

By: Ikhwan Sopa


Seminar "How to Turn Mess Into Message"

Takut dan Khawatir

By: Ikhwan Sopa


Seminar "How to Turn Mess Into Message"

Komunikasi

By: Ikhwan Sopa


Seminar "How to Turn Mess Into Message"

Keyakinan

By: Ikhwan Sopa


Seminar "How to Turn Mess Into Message"

Goal Setting

By: Ikhwan Sopa


Seminar "How to Turn Mess Into Message"

Ilmu Sekolah Versus Ilmu Dunia Nyata

By: Ikhwan Sopa


Seminar "How to Turn Mess Into Message"

Beda Pengusaha dan Karyawan

By: Ikhwan Sopa


Seminar "How to Turn Mess Into Message"

Kecerdasan Tertinggi

By: Ikhwan Sopa


Seminar "How to Turn Mess Into Message"

Yang Lebih Cerdas Dari IQ, EQ, dan SQ

By: Ikhwan Sopa


Seminar "How to Turn Mess Into Message"

Hidup Bukan Pilihan

By: Ikhwan Sopa


Seminar "How to Turn Mess Into Message"

Mimpi Versus Rencana

By: Ikhwan Sopa


Seminar "How to Turn Mess Into Message"

Jujur Pada Diri Sendiri

By: Ikhwan Sopa


Seminar "How to Turn Mess Into Message"

Apa Itu Bahagia?

By: Ikhwan Sopa

Bahagia itu bukan mendapatkan yang kita inginkan tapi menginginkan yang kita dapatkan.
(Mess Into Message)

Seminar "How to Turn Mess Into Message"

Manajemen Waktu

By: Ikhwan Sopa

Tadi pagi saya diundang mengisi sebuah acara yang berjudul “Manage Your Time, Make It Productive“.

Kami tiba empat puluh lima menit sebelum acara dimulai dan ketika bertemu dengan panitia saya katakan, “bagian ‘Manage Your Time’ itu salah kaprah.”

Saat acara dimulai, setelah memberi salam dan memperkenalkan diri, saya berkata kepada audience, “Acara ini terjadwal dimulai pukul 09.00, ini sudah pukul 09.25, dan sebagian besar dari anda baru saja tiba. Mengapa bisa begitu?” Lalu saya jawab sendiri pertanyaan itu, “Well, you’ve said it yourself; time is manageable.”

Lalu saya jelaskan.

1. The time is not yours, you never own it, only God owns the time, all the time, since the beginning of time, until the end of time.

2. You can not manage anything that is not yours or anything that is not under your control. Termasuk, jam masuk kerja dan jam pulang kerja, kapan matahari terbit, kapan waktu sholat, dan seterusnya.

3. The only things you can manage is yourself and your priorities.

(Mess Into Message)

The Importance of Journaling

By: Ikhwan Sopa

The Importance of Journaling.


Mengapa Perlu Ikut Seminar Ini

Seminar Terapi - How to Turn Mess Into Message

Untuk melakukan re-design kehidupan agar berhasil dan makin berhasil, kita perlu memulainya dengan mencapai kejelasan perbedaan antara "Value" dan "Principle".

Value adalah segala hal yang selama ini kita yakini sebagai cara kerja keberhasilan. Principle adalah segala hal yang sesungguhnya menjadi cara kerja keberhasilan, sebagai hukum alam yang tidak bisa kita tolak melainkan kita harus menyesuaikan diri dengannya. Value adalah apa yang kita anut dan kita yakini, principle adalah apa yang sebenarnya berlaku. Kita perlu melakukan verifikasi kongruensi atas keduanya.

Dari mana prinsip-prinsip dasar keberhasilan itu bisa kita ketahui dan kita pelajari?

Mereka yang dalam sejarah telah membuktikan pencapaian keberhasilan sebenarnya tak pernah lupa menyampaikan prinsip-prinsip dasar ini, sehingga mereka sering mengatakan "kunci keberhasilan itu bertebaran di depan mata kita".

Sayangnya, kita melihat dan mendengar dengan cara yang sangat selektif dan menyesuaikan segala input kehidupan ke dalam value kita, padahal value kitalah yang justru mestinya disesuaikan kepada prinsip-prinsip kerja keberhasilan.

Kembali ke halaman Seminar "How to Turn Mess Into Message"

QA Communication - 2013

Hidup Dalam Kepastian

By: Ikhwan Sopa

Jika mati adalah pintu yang pasti, maka yang di balik pintu juga pasti.

Masuk surga itu semata-mata rahmat. Pastikan mendapat rahmat dengan menebar rahmat. Rahmat adalah "sesuatu yang berdasarkan logika sebenarnya tidak layak diterima".

Menebar rahmat dilakukan dengan memberi lebih dan bersikap abundance (berkelimpahan). Memberi lebih dalam pekerjaan.

Memberi lebih dari yang dibayar. Memberi lebih dari yang diminta. Memberi saat tak diharapkan. Memberi lebih di atas kewajiban. Most of all, "memberi lebih" kepada Tuhan dan Rasulullah.

Berhenti berspekulasi, berhenti berjudi, jangan buang waktu, ambillah yang pasti. Semoga kita tidak lagi pernah merasa rugi.

Bagaimana jika kehidupan setelah kematian itu tidak ada? Itu absurd, tidak logis, bertentangan dengan akal sehat dan hati nurani. Kehidupan dan dunia menjadi sia-sia dan tanpa makna tanpa kehidupan setelah kematian.

Saat menyaksikan seseorang mati dan kehidupannya dipenuhi kebaikan dan seseorang yang lain mati dan kehidupannya dipenuhi keburukan, akal sehat dan hati nurani akan bertanya, "Di mana itu keadilan?" "Apa artinya kebaikan tanpa imbalan?" "Apa artinya keburukan tanpa balasan?" Jika memang yakin, maka sudah saatnya kita membuang kata-kata "adil", "baik", "buruk", "benar", "salah" dari kamus hidup kita dan hidup melakukan apapun semaunya tanpa makna-makna itu. Lakukan semaunya kepada suami, istri, anak, ayah, ibu, dan orang sekitar kita (maka kita akan segera seperti mereka yang masuk koran). Kita tidak melakukannya.

Pergilah ke kuburan, dan lihatlah ke bawah sana semua orang yang sedang mati dan lihatlah ke diri kita sendiri yang berdiri dan sedang hidup. Kita tak tahu apa yang sedang terjadi di bawah situ dan sedang apa mereka di sana. Lalu di dalam ketidaktahuan kita justru memastikan bahwa kehidupan setelah mati itu tidak ada. Padahal, kita sedang mengalaminya. Jika masih yakin juga, ratakan saja semua kuburan dan batu nisan itu karena semua itu sudah tak ada artinya. Yang ini, kita mulai sering melakukannya.

Rahasia Mutlak Sukses Dunia Akhirat

RAHASIA MUTLAK SUKSES DUNIA DAN AKHIRAT

 By: Ikhwan Sopa

Rahasia Mutlak Sukses Dunia Akhirat
Rahasia Mutlak Sukses Dunia Akhirat
By: Ikhwan Sopa

Saya tuliskan ini dengan mengucapkan basmalah. Bismillahirahman nir rahiim.

Saya juga memulai tulisan ini dengan beristighfar. Astaghfirullahal'azim... Astaghfirullahal'azim... Astaghfirullahal'azim. Ya Allah yang Maha Pengasih dan Maha Penyayang, ampunilah hamba-Mu yang bergelimang dosa ini.

Saya sampaikan ini sebagai bentuk kesaksian tertinggi saya akan ke-esa-an Tuhan. Asyhadu an-laa ilaaha illallaah, wa asyhadu anna Muhammadan rasuulullaah.

Saya belumlah menjadi manusia sebagaimana yang dimaksudkaan oleh tulisan ini. Saya belum menjadi pribadi yang benar, tapi apa yang saya sampaikan adalah kebenaran. Silahkan refer ke segala sumber ilmu tentang sukses dan berhasil, bacalah buku mereka, dan bertanyalah kepada mereka. Rahasia mereka adalah keyakinan atau faith.

Dunia dan akhirat adalah satu rangkaian dan satu paket.

Rahasia sukses dunia dan akhirat adalah IMAN.

SUKSES AKHIRAT

Iman adalah sesuatu yang diyakini dengan hati, diucapkan dengan perkataan, dan dilakukan dengan perbuatan.

Iman adalah tentang siklus hati, perkataan, dan perbuatan.

Dia yang sukses di akhirat adalah dia yang mengutuhkan siklus hati, perkataan, dan perbuatan. Dia yang sukses di akhirat adalah dia yang menjalankan siklus hati, perkataan, dan perbuatan dengan kaffah.

Siklus hati, perkataan, dan perbuatan adalah siklus tertutup yang tak pernah berhenti berputar sampai ajal menjemput.

Dia yang gagal di akhirat adalah dia yang menggagalkan keutuhan dan perputaran siklus hati, perkataan, dan perbuatan.

Dia yang gagal di akhirat adalah dia yang hatinya tidak beriman, perkataannya tidak kongruen dengan iman, perbuatannya tidak mencerminkan iman, atau perbuatannya tidak sesuai dengan yang dia katakan.

Rahasia sukses akhirat adalah mengikuti petunjuk kitab suci yang telah dituliskan dengan pena atau kalam dan petuah Rasulullah sebagai juklak dan juknisnya.

Selengkapnya silahkan bertanya kepada ustadz dan ulama yang valid dan sah.

SUKSES DUNIA

Sukses di dunia itu mutlak dicapai dengan siklus yang sama, yang kongruen, dan yang tertutup.

Dia yang gagal di dunia adalah dia yang:

HATI

Hatinya tidak berkeinginan atau tidak bercita-cita.

Perasaannya tidak mendukungnya untuk sukses dan berhasil.

Keyakinannya mensabotase dirinya.

PERKATAAN

Perkataannya tidak sesuai dengan keinginan dan cita-cita.

Cita-cita dan keyakinannya tidak dituangkan ke dalam bentuk tertulis, padahal tulisan adalah komitmen perkataan.

Berusaha mencapai cita-cita tanpa rencana yang rencana adalah rangkaian kata-kata dan logika di mana logika adalah kata-kata dan angka.

Rencananya tidak dibuat di atas hitam putih, padahal jati dirinya dituangkan ke dalam sebentuk kartu identitas, dan keahliannya dinyatakan dalam ijazah dan sertifikat.

Tidak menyiapkan rencana kerja tertulis, job description, kontrak, invoice, kuitansi, akuntansi, pembukuan, struktur orgnisasi yang dituangkan secara hitam di atas putih, padahal semua itu adalah komitmen dari kata-kata.

Malas dan tidak peduli pada semua itu dan tidak mengubahnya dari lisan menjadi tulisan, padahal tulisan adalah komitmen kata-kata seperti kontrak kerja yang juga harus tertulis.

Kata-katanya jika tidak dituliskan di atas hitam putih, dituliskan ke dalam memori sebagai negative thinking dan sikap-sikap yang buruk.

Lisannya mensabotase dirinya sendiri dan tulisannya mensabotase siapapun yang membacanya.

Tidak akurat dalam memonitor progres dan kemajuan karena tidak membuat tools kata-kata yang nyaris semuanya menuntut bentuk tertulis.

Sekedar membuat pernyataan tapi tidak menjadikannya nyata dalam tindakan.

Mean what you say, say what you mean. Tulislah. Dan jika ingin menghafal hafallah seperti penghafal kitab suci.

Tulislah "kitab suci" dan juklak - juknis anda untuk kesuksesan anda di dunia.

PERBUATAN

Tindakannya tidak sesuai rencana padahal rencana sudah dituliskan.

Tindakannya tidak terkontrol dan termonitor progresnya sekalipun punya rencana atau malah karena tidak punya rencana tertulis.

Tindakannya tidak mencerminkan keyakinan.

Tindakannya sudah sesuai rencana lisan dan tulisan tapi berkeyakinan lemah.

Tindakannya tidak bertujuan karena tak punya cita-cita.

Rahasia mutlak sukses di dunia adalah:

1. Hati yang punya cita-cita dan keinginan, yang yakin, yang perasaan dan semangatnya selalu mendukung cita-cita.

2. Perkataan yang mengarahkan dirinya ke cita-cita, yang kata-katanya memvalidasi keyakinan, yang rencana kerja dan monitoringnya dituangkan dalam bentuk tulisan karena tulisan adalah bukti komitmen pada kata-kata.

3. Tindakan yang sesuai keyakinan dan rencana tertulis.

Maka, sukses di dunia itu dicapai dengan:

1. Milikilah cita-cita, yakinlah bisa mencapainya.

2. Buatlah rencana tertulis untuk mencapainya karena tulisanlah yang mencerminkn fakta dari kata-kata, sebagai bukti komitmen terhadap kata-kata, dan jika tidak dituliskan ketahuilah bahwa ia tertuliskan dalam hati dan perasaan yang membuat kita menjadi makin sulit memantau dan memonitornya. Tulislah. Tulis. Tulis. Tulis. Tulislah "kitab suci" dan juklak juknis untuk sukses dunia anda.

3. Bertindaklah sesuai rencana tertulis, tutup dan isilah segala kesenjangan antara hasil sementara dan rencana tertulis itu, dan kita tidak bisa melakukannya jika tidak ada tools hitam di atas putih.

Tidak punya cita-cita akan gagal. Tidak mengubah lisan menjadi tulisan akan melangkah terhuyung, tak terkendali dan tak terukur. Tidak bertindak tidak akan sampai.

Siklus hati, perkataan, dan perbuatan harus selalu tertutup dan terus berputar semakin membesar.

Sukses di dunia dan di akhirat itu tentang iman.

“Kitab suci” saya untuk urusan dunia, bertahun yang lalu.