Meminta Maaf, Memberi Maaf, Bertaubat

By: Ikhwan Sopa

Pohon tidak pernah mengatakan dua hal, "udah ah, aku tumbuh segini aja." dan "keknya masih kurang neh." Tau dari mana? Seinget ane pohon gak punya mulut.

Jangan suka mengeluh, selalu ada hasil dari setiap peluh.

Don't blame, just say that something is wrong in your life, so it's yours.

Never give up, it should always give in.

Forgiveness is something to give, not ask; ultimately to yourself.

Imagine who you are, when you ask for forgiveness from yourself instead of give it to yourself.

Meminta maaf lebih mudah daripada mengaku salah.

Don't ask for forgiveness; it is an excuse. Admit your fault and seek for atonement instead.

Jika kita merasa perlu meminta maaf, jangan lakukan tapi bertaubatlah. Bukankah yang terjadi adalah pelanggaran amanah?

Yang menuntut permintaan maaf meminta makanan yang dituntut egonya, berilah maaf tanpa diminta.

Di kitab suci, tidak diajarkan meminta maaf, yang diajarkan hanya memberi maaf dan bertaubat.

Kalo kamu ngotot menuntut permintaan maaf darinya, kamu mending libur dulu dari mendoakan orang-orang yang bahkan tidak kamu kenal ini,

"Allahummagh fir lil muslimin wal muslimat wal mu'minin wal mu'minat al ahyai min hum wal amwat."

Kamu meminta Tuhan mengampuninya dan kamu tidak memaafkannya?

Nggak minta maaf itu arogan? Yang arogan itu tidak bertobat. Rendah hati untuk yang memberi maaf, yang mengaku salah tak perlu rendah hati, dia sedang rendah diri. Kalo sadar insya Allah makin rendah hati.

Kan tetap harus dikatakan? Silahkan untuk pemanis hidup, selama engkau bisa memaafkan jika tak diberi maaf. Kalo udah gitu gimana?
 
Trus kalo minta maaf dan dimaafkan? Jangan GR karena kamu punya PR. Kenapa nggak dari tadi aja lu kerjain itu PR? Dah buang berapa chat nih!