Hidup Ini Manual Bukan Matik

By: Ikhwan Sopa

Sahabat, tengoklah mayat. Kaku, diam, tak bergerak, dingin. Hidupnya telah dikeluarkan. Hidup ada di dalam kita, bukan kita ada di dalam hidup. Kita yang mengendalikan, secara manual. Berikutnya barulah serba matik. Hidup ini manual. Baca manual.
Hidup baru serba matik. Mandi dimandikan, pakaian dipakaikan, sholat disholatkan, berangkat digotong diantarkan, pintu ditutupkan, menjawab jujur tanpa kendali, harddisk manajemen CEO diputar ulang jernih sempurna, yang bukan mulut jadi juru bicara. Hilang pikir tinggal rasa. Nikmat tak terkatakan. Pedih tak terbayangkan. Kata hanya dzikir atau teriakan entah seperti apa. Tak ada lagi tindakan. Wahai hatiku... kamu di mana?