Dunia Ini Tidak Adil

By: Ikhwan Sopa



Abis mandiin si Darki, kucing anak-anak yang kecebur comberan.

Kamu tau? Kata orang kucing itu nyawanya sembilan. Ungkapan itu muncul karena kucing punya kemampuan yang luar biasa yang selalu menyelamatkannya.

Nama kemampuan itu adalah resiliensi, yaitu kemampuan kembali ke keadaan dan posisi semula dari berbagai keadaan dan posisi yang tidak menguntungkan.

Jika jatuh dari ketinggian, kucing hampir selalu bisa mengembalikan posisi dan keadaan kakinya sehingga menghadap tanah sebelum ia terbanting keras. Dengan begitu, kakinyalah yang menjejak bumi dan dengan begitu pula ia bisa segera bangkit dan berlari.

Kamu bukan kucing dan nyawa kamu cuma satu, tapi kemampuan resiliensimu jauh lebih dahsyat dari si Darki.

Ini lanjutan cerita si Darki, kucing anak-anak yang kecebur comberan tadi pagi.

Dia masuk ke rumah dengan air comberan menetes-netes dari sekujur tubuhnya.

Saya bawa dia ke belakang lalu saya cemplungkan ke tengah kolam ikan. Dia meronta meraung-raung dan menggapai-gapai. Dia berenang ke tepi. Saya angkat lagi, saya cemplungkan lagi ke tengah kolam. Dia meraung dan menggapai lagi, lalu berenang lagi ke tepi.

Setelah kotoran comberan ditubuhnya berguguran saya bawa dia ke kamar mandi. Saya pegangi dia erat-erat sambil saya siram-siram dengan air bersih. Sama, dia meronta, meraung, dan malah mau mencakar.

Saya keramasi dia dengan sabun cair yang wangi sekali. Dia mulai menggigil dan suaranya berubah seperti raungan ketakutan.

Setelah itu saya keringkan tubuhnya dengan lap, lalu saya biarkan dia di teras belakang berjemur sedikit matahari. Saya masuk ke dalam rumah.

Tak lama kemudian dia masuk dan mendatangi saya. Ia membaringkan tubuhnya di lantai dengan sedikit menyandar ke kaki saya. Dia melanjutkan menjilat-jilati sisa-sisa air ditubuhnya.

(Jika saja dia mengerti bahasa manusia, saya mau bilang sama dia, "Apa?! Kamu mau bilang dunia ini nggak adil? Emang.")

Miaao.