Syarat Masuk Surga

By: Ikhwan Sopa
http://qacomm.com

Mau masuk surga tuh harus mati dulu.

Mau surga beneran harus mati beneran.
Mau surga-surgaan harus mau mati-matian.

Mau surga full harus mati full.
Mau setengah surga harus mau setengah mati.

Begitu lahir kita langsung terdaftar sebagai anggota pasukan berani mati.
Berhentilah mengeluhkan kerja keras karena itu jati diri.

Bekerjalah yang keras tapi dengan cerdas.

-Penghujung 2013-

Tips Memulai Hari

By: Ikhwan Sopa

Pagi teman-teman. Berikut ini inspirasinya dari Jeff Haden, tips untuk memulai hari. Semoga bermanfaat.

1. POWER POSE

Tetapkan pose tubuh dan cara berdiri yang kita anggap powerful dan berdaya, resapi paling tidak selama dua menit. It works.

2. ENERGY LEVEL

Lakukan assessment singkat terkait tingkat energi kita (misal: 1 s.d. 10), naikkan seoptimal mungkin. It works.

3. SMILE

Jika situasi mulai memburuk, mulailah tersenyum. It works.

4. GO!

Ikhwan Sopa
http://qacomm.com

Supervisory Skills - In A Nutshell

By: Ikhwan Sopa


Berikut ini adalah informasi tentang Seminar Basic Supervisory Skills.
Silahkan mengunjungi halaman berikut ini.

Seminar Basic Supervisory Skills

Seminar ini adalah seminar tentang dasar-dasar pembinaan dan supervisi.

Filosofi Donat

By: Ikhwan Sopa

Jika perasaan kita semakin memburuk, maka diri kita semakin sulit untuk percaya bahwa diri kita baik dan berhak atas keberhasilan. Bertahanlah, tetalpah di dalam kebaikan dan lakukanlah yang terbaik.

Kita tak bisa menghitung nikmat Tuhan saking banyaknya. Apa yang bisa kita lakukan adalah mensyukuri setiap detil supaya tambah nikmat.

Hidup ini seperti donat.

Bolong hampa yang di tengah itu harus selalu ada supaya ia tetap bisa disebut donat. Tapi, yang kita nikmati adalah pinggirnya yang lembut, manis, dan lezat.

Gitu kan prens?

Mengapa Profesional Non-Penulis Harus Menulis

By: Ikhwan Sopa

"Communication is the most important skill in life."
Stephen Covey - Pengarang Seven Habits

“Reading maketh a full man, conference a ready man, and writing an exact man”
Sir Francis Bacon - Bapak Ilmu Pengetahuan Modern

“Writing – the art of communicating thoughts to the mind – is the great invention in the world… Great, very great, it enabling us to converse with the dead, the absent, and the unborn, at all distances of time and space, and great not only in its direct benefits, but its great help to all other inventions.”
Abraham Lincoln - Mantan Presiden Amerika

“From poetry to letters to stories to laws, we must learn to write in order to participate in the range of experiences available to us as human beings. Our spiritual lives, our economic success, and our social networks are all directly affected by our willingness to do the work necessary to acquire the skill of writing. In a very real way neither our democracy nor our personal freedoms will survive unless we as citizens take the time and make the effort needed to learn how to write.”
Mantan Senator, Bob Kerry - National Commission on Writing

"Kemampuan menulis setiap orang hanya dibatasi oleh imajinasi."
Ikhwan Sopa - Kayaknya belon ada yang ngomong begini he...he...he..

Sebagai profesional, kita dituntut untuk selalu berhubungan dengan pihak lain. Berhubungan dengan pihak lain dilakukan dengan berkomunikasi. Kemampuan berkomunikasi yang baik, benar, efektif dan efisien adalah tuntutan mutlak bagi kemajuan karir, enterpreneurship dan leadership.

Mengapa harus Menulis?

Dalam berkomunikasi lisan, kita menyampaikan ide kepada orang lain. Komunikasi itu hanya akan berjalan dengan baik jika apa yang hendak disampaikan memang bisa tepat sama dengan apa yang dipersepsi oleh pihak penerimanya.

Dalam menulis, kata-kata adalah batu bata dalam berkomunikasi yang memiliki fungsi sama. Berbicara kepada anak-anak membutuhkan bahasa lisan yang bisa dimengerti dan dipahami oleh anak-anak. Berbicara kepada orang tua dari kaum profesional juga menuntut hal yang sama. Begitu pula dengan menulis.

Jika Anda sudah berbicara seumur hidup Anda, maka Anda sangat mungkin tidak menghadapi kendala dalam berkomunikasi lisan. Akan tetapi, jika akumulasi aktivitas menulis Anda hanya 3 tahun sementara usia Anda sudah 25 tahun atau lebih, maka Anda sangat mungkin mengalami berbagai kesulitan dalam berkomunikasi secara tertulis. Sebabnya hanya satu, jam terbang Anda dalam menulis masih terhitung rendah. Maka sekali lagi, Anda tidak punya pilihan lain kecuali mencoba untuk menulis sebanyak Anda membaca, sebanyak Anda mendengar dan sebanyak Anda berbicara.

Formulir, laporan, proposal bisnis, hasil pertemuan, perjanjian, pernyataan, research memo, judicial review dan sebagainya jelas menuntut keahlian menulis yang baik. Itu artinya perlu latihan, brainstorming dan diskusi. Salah satu media latihan yang terbaik adalah menulis di berbagai media seperti jurnal, majalah, surat kabar dan sebagainya atau bahkan menulis buku. Dan sekarang, ada internet, blog, dan fesbuk.

Jangan Lupakan Modal Dasar Yang Telah Anda Bangun

Ingatlah kembali bagaimana sulitnya Anda belajar saat masih di Taman Kanak-kanak, saat di SD, SMP, SMA atau bahkan di bangku kuliah. Anda telah belajar dengan keras, susah payah atau bahkan menyakitkan. Mulanya Anda hanya dituntut untuk bisa berkata-kata. Kemudian Anda diperkenalkan pada huruf dan simbol. Selanjutnya Anda dituntut untuk selalu membaca. Pada saat yang sama, Anda juga mulai dituntut untuk mulai menulis dan mendengarkan orang lain. Memasuki SMP, Anda diharapkan sudah menguasai semuanya.

Sejak saat itu Anda mulai menguasai semuanya. Anda mulai pintar membaca, mendengar orang lain lewat debat dan diskusi, mulai pandai berbicara dan sesekali menulis. SEKALI-SEKALI? Ya Anda hanya menulis sekali-sekali saja! Coba Anda hitung dan bandingkan porsi Anda dalam membaca, mendengar, dan berbicara dengan menulis. Anda pasti terkejut bahwa aktivitas menulis Anda tidak akan mencapai 25% dari keseluruhan aktivitas Anda. Dalam banyak hal pada hari ini, pekerjaan menulis laporan atau proposal bahkan sudah menjadi semacam alergi bagi Anda sendiri. Apa yang terjadi?

Yang terjadi sesungguhnya adalah ketidakseimbangan dalam perkembangan kemampuan Anda. Dan dalam hal ini, Anda telah menyia-nyiakan apa yang telah Anda peroleh sejak kecil dengan mengembangkannya tanpa memperhatikan proporsi. Kemampuan menulis itu penting. Penting bagi karir Anda, penting bagi cita-cita Anda dan penting bagi karakter kepemimpinan Anda.

Perhatikan grafik di bawah ini.



Selama sekolah Anda mungkin masih bisa menyeimbangkan kemampuan dalam menulis, membaca, mendengar dan berbicara. Akan tetapi begitu Anda memasuki dunia karir dan wilayah kerja, perkembangan kemampuan menulis Anda mulai tertinggal jauh dari kemampuan Anda dalam membaca, mendengar dan berbicara. Sangat mungkin, kemampuan itu menjadi stagnan atau bahkan menurun. Cepat atau lambat, sesuai karakteristiknya penurunan kemampuan dalam menulis justru akan menjadi hambatan bagi kemampuan Anda dalam berbicara, mendengar dan membaca.

Apa artinya?

Tidak menulis, berarti Anda telah menyia-nyiakan kemampuan dasar yang Anda peroleh di masa-masa awal pendidikan Anda. Dengan kata lain, telah terjadi penyimpangan dari rencana hidup atau blue print Anda sendiri!

Berikut ini adalah fakta-fakta tentang pentingnya menulis bagi keberhasilan seorang profesional.
Hackett, Betz & Doty (1985), dalam sebuah buku mereka mengungkapkan bagaimana karir seseorang bisa dikembangkan melalui sebuah matriks seperti ini.



Kemampuan menulis adalah bagian yang tak terpisahkan dari pengembangan Job-Specific Skill. Oleh sebab itu, mereka meletakkan kemampuan menulis sebagai salah satu unsur utama. Menurut mereka, kemampuan menulis bisa dikembangkan dengan cara-cara:

- Sering menulis berdasarkan kegunaan (purpose) spesifik atau audience spesifik;

- Memahami fakta bahwa “menulis” adalah “menengok kembali” (writing is revising). Dengan kata lain, menulis adalah memperdalam keahlian Anda;

- Memperoleh pengalaman editing yang akan bermanfaat tidak hanya untuk menulis akan tetapi secara keseluruhan bermanfaat untuk pengembangan kemampuan riset dan auditory atau observasi;

- Mempublikasikan tulisan.

Seorang pakar komunikasi, Donna M. Mc. Cune mengungkapkan pengalamannya.

Bisa jadi Anda adalah seorang profesional yang hebat. Berapa lamakah karir Anda akan tetap bersinar? 10 tahun? 20 tahun? 30 atau 50 tahun? Jika profesi Anda menuntut pemikiran yang hebat, atau jika Anda harus bekerja dengan tangan atau kaki Anda, Anda mungkin masih bisa melakukannya dengan baik saat ini.

Bagaimana dengan 20 atau 30 tahun lagi? Anda jelas tidak akan bisa bertahan hanya dengan menekan-nekan tombol keyboard di depan komputer untuk melakukan entry atas hal-hal yang sama sepanjang hidup Anda. Jika Anda bercita-cita menjadi petani atau traveller pengeliling dunia sekalipun, Anda juga sudah harus mempersiapkannya dari sekarang. Ada satu hal yang bisa amat membantu mencapai apapun cita-cita Anda di masa depan, dan pada saat yang sama menyelesaikan berbagai tugas Anda di masa sekarang dengan lebih baik, yaitu dengan lebih sering menulis. Gitu pren...

Jika kita perhatikan baik-baik, tingkatan achievement yang dianggap paling tinggi bagi seorang profesional adalah membagi semua ilmu yang dimiliki kepada orang lain. Itu sebabnya setiap orang hebat di dunia pada akhirnya akan menulis buku atau menjadi public speaker yang berbicara di depan orang banyak. Artinya, hampir bisa dipastikan bahwa karir setiap profesional akan bermuara pada aktivitas berbicara dan menulis. Menjadi pembicara atau penulis. Seorang S3 pada akhirnya harus mampu berbicara dan menulis dengan baik. Seorang pedagang asongan yang sempat menjadi konglomerat pun demikian. Maka, menulis adalah alat survival Anda.

Anda harus percaya, muara manapun yang Anda pilih – pembicara atau penulis, kemampuan menulis adalah salah satu tulang punggungnya. Masalahnya, apa yang sudah Anda persiapkan mulai sekarang, sementara kita mengetahui bahwa aktivitas menulis kita terbilang minim?

Yang berikut ini banyak contoh dari "dunia otak kiri", sementara menulis erat hubungannya dengan "dunia otak kanan".

Pada tahun 1988, sebuah survey melaporkan bahwa 79% dari eksekutif yang menjadi objek survey mengungkapkan bahwa menulis adalah kemampuan yang paling diabaikan dalam dunia bisnis. Padahal menurut mereka, keahlian menulislah yang justru paling penting dalam konteks produktifitas.

Pada tahun 1989, seberkas white paper berjudul “Perspectives on Education: Capabilites for Success in Accounting Profession” mengungkapkan bahwa semua dari 8 besar kantor akuntan publik (Big-8 Firms) menyepakati bahwa akademi dan universitas manapun semestinya menyediakan suatu kurikulum, yang bisa mengembangkan kemampuan komunikasi para siswa.

Pada tahun 1990, Accounting Education Change Commission, menggaungkan sentimen yang sama sekali lagi dalam “Objectives of Education for Accountants: Position Statement Number One.” Para siswa, calon akuntan dan para profesional yang menunjukkan kemampuan komunikasi yang kuat, secara tegas menunjukkan keunggulan dalam pasar tenaga kerja dan berkecenderungan lebih berhasil di sepanjang karirnya. Keahlian komunikasi dalam bentuk tertulis yang kuat akan bermuara pada job placement yang lebih baik, dipercaya untuk memikul tanggung jawab yang lebih besar, kepuasan kerja yang lebih besar, hasil yang lebih tinggi dalam job performance evaluations dan kemajuan karir yang lebih pesat. Kemampuan menulis yang tidak jelas, ambiguous dan tak terorganisir dengan baik akan menghasilkan kerugian berupa turunnya tingkat kepercayaan supervisor atau client’s goodwill.

US Labor Departement (Depnakernya Amrik) memberikan catatan bahwa sebagian besar bidang profesi dan pekerjaan di masa yang akan datang, akan menuntut kemampuan menulis sebagai salah satu syarat utama. Dunia kerja terus berubah dan yang akan survive adalah orang-orang yang memiliki kemampuan dalam komunikasi, tanpa memandang bidang pekerjaannya (1991).

Pada tahun 1992, Associated Press melaporkan hasil sebuah survey yang dilakukan terhadap 402 perusahaan. Survey itu mengungkapkan bahwa para eksekutif memberi penghargaan tertinggi pada kemampuan menulis namun dalam kenyataannya, 80% pegawai mereka berada pada tingkat memprihatinkan sehingga harus di upgrade kemampuan menulisnya. Angka ini menunjukkan peningkatan sebesar 20% dibandingkan hasil survey yang sama tahun 1991.

Tahun 1993, Olsen Corp. – sebuah perusahaan penempatan tenaga kerja – melakukan sebuah survey yang menunjukkan bahwa 80% dari 443 pegawainya memerlukan pelatihan khusus untuk meningkatkan kemampuan menulisnya.

Berbagai studi menunjukkan bahwa sepertiga dari kantor akuntan publik di Amerika ternyata tidak puas terhadap kemampuan komunikasi yang dimiliki oleh para akuntan baru. Salah satu dari studi itu menunjukkan bahwa kemampuan menulis yang buruk ternyata memiliki peran sebagai penyebab para akuntan entry-level kehilangan pekerjaannya (Kim, “Accountants as Communicators,” Trusted Professional, edisi Desember 1998).

Dari 19 karakteristik yang dipersyaratkan recruiter kantor akuntan publik, teridentifikasi bahwa kemampuan menulis menempati urutan kelima paling penting sebagai karakteristik penentu dalam penyaringan awal calon akuntan baik di kampus-kampus maupun dalam proses interview. Kemampuan menulis memiliki ranking yang lebih tinggi dari pada kemampuan teknis ("Beta Alpha Psi Membership, Work Experience, and Reputation of The College or University", Moncada dan Sanders, “Perceptions in the Recruiting Process” CPA Journal, edisi Januari 1999).

Dari 22 macam keahlian yang dianggap kritis dalam bisnis dan ekonomi, praktisi akuntansi me-ranking kemampuan komunikasi tertulis sebagai keahlian yang paling penting untuk dikembangkan di lingkungan mahasiswa (Albrecht dan Sack, “Accounting Education: Charting the Course through a Perilous Future” Agustus, 2000).

Menurut sebuah survey dari majalah Fortune 500, para senior tax executives menemukan bahwa kemampuan menulis adalah termasuk atribut yang paling penting dalam proses perekrutan (Paice dan Lyons, “Addressing the People Puzzle” Financial Executive, edisi September 2001).

Kemampuan menulis yang sempurna secara jelas membedakan high performers dalam bidang konsultasi perpajakan dari orang-orang yang semata-mata menginterpretasikan dan menerapkan aturan perpajakan (Sherrie Winokur, Tax Partner, Pricewaterhouse Coopers.)

Sebuah survey yang dilakukan oleh suatu tim dari Southern Utah University terhadap 90.000 anggota AICPA (American Intitute of Certified Public Accountants) dan IMA (Institute of Management Accountants). Dari 2.181 respon yang masuk seluruhnya menunjukkan bahwa “writes well” – kemampuan menulis yang baik adalah satu dari tujuh keahlian yang sangat penting yang harus dimiliki oleh setiap akuntan khususnya di tingkat entry level.

Enam atribut lainnya, ternyata juga kembali pada faktor pentingnya kemampuan menulis yaitu kemampuan mendengar secara efektif, kemampuan menggunakan tata bahasa yang baik dalam berbicara dan menulis, kemampuan membuat dokumen dengan ejaan yang tepat, kemampuan mengajukan pertanyaan yang tepat saat berhadapan dengan klien, kemampuan untuk mengorganisir informasi ke dalam kalimat dan paragraf, dan kemampuan untuk menggunakan vocabulary bisnis dengan benar.

National Commission on Writing di Amerika Serikat (beranggotakan 4.300 sekolah dan perguruan tinggi) mengungkapkan beberapa hal berkaitan dengan perlunya “revolusi dalam menulis” sebagaimana disarikan berikut ini.

Grammar atau tata bahasa, retorika dan logika adalah dasar-dasar yang membangun proses real learning dan self-knowledge. Artinya, semua itu adalah dasar bagi pengembangan proses belajar yang nyata dan bagi pengembangan karir pribadi seseorang. Kemampuan untuk mengatakan sesuatu secara benar, baik dan masuk akal adalah nilai dasar bagi dunia pendidikan. Oleh karena itu, menulis dengan baik adalah sebuah kemampuan yang tidak boleh ditinggalkan atas dasar tiga pilar utama sebagai berikut.

Pertama, aktivitas menulislah yang telah merubah dunia. Berbagai revolusi di dunia dimulai dari menulis. Dalam banyak hal, menulis telah meningkatkan taraf hidup manusia secara keseluruhan, apapun bidang yang dirambahnya. Dalam faktanya, segala hal yang menekan dan terjadi dalam sejarah selalu mendorong orang untuk kembali ke tinta dan alat tulis.

Kedua, aktivitas menulis secara nyata telah terbukti memperkaya kehidupan politik setiap negara. Para pemimpin besar telah memadukan unsur kekuatan dan persuasi yang bisa mendorong orang melihat berbagai hal dari sudut-sudut baru yang lebih baik. Mereka telah menggunakan kekuatan kata, bahasa dan tulisan untuk mengingatkan kembali perlunya berbagai standar yang lebih tinggi guna mencapai kesejahteraan yang lebih baik.

Ketiga, menulis ternyata juga bisa mengungkap secara sangat mendalam berbagai hal yang seringkali orang tidak melihatnya. Padahal, semua hal yang tadinya tak terlihat itu adalah bagian yang tak terpisahkan dari kehidupan setiap orang.

Menulis adalah sesuatu yang lebih jauh dan dalam dari sekedar menguasai tata bahasa dan tanda baca. Menulis adalah sebuah proses yang dapat mengembangkan kemampuan dalam berpikir dinamis, kemampuan analitis dan kemampuan membedakan berbagai hal secara akurat dan valid. Menulis bukan hanya sebuah cara untuk mendemonstrasikan apa yang telah diketahui, lebih dari itu menulis adalah cara untuk memahami apa yang telah diketahui. Menulis akan meningkatkan rasa percaya diri, dan rasa percaya dirilah yang akan memunculkan berbagai kreatifitas dan rasa bahagia.

Manfaat Banyak Menulis

Manfaat pribadi yang bisa diperoleh dengan menulis adalah:

- Koneksi dan jaringan untuk kepentingan karir;
- Pengetahuan yang lebih mendalam;
- Motivasi personal dan sosial yang meningkat;
- Financial reward;
- Kredit akademis;
- Hubungan dengan dunia ilmu yang tak terputus. Ilmu selalu berubah dan berkembang.
- Kemampuan yang lebih baik dalam bekerja secara tim (team work);
- Kemampuan yang lebih baik dalam aspek komunikasi yang lain seperti membaca, mendengar dan berbicara;
- Peningkatan dalam kemampuan presentasi;
- Peningkatan percaya diri dan personal branding. Anda menaikkan status dan posisi personal branding dan corporate branding Anda dengan cara yang elegan dan tanpa biaya. Ingatlah bahwa di era sekarang, Personal Branding adalah hal yang penting.
- Profesional plus. Nilai plus-lah yang bisa memperpanjang karir Anda dan membantu mencapai berbagai harapan dan cita-cita;
- Anda telah membuka pintu-pintu baru bagi masa depan Anda yang lebih baik, apapun konsepsi Anda tentang masa depan itu. Anda mulai membangun rumah-rumah baru bagi masa depan Anda sendiri;
- Anda siap dengan berbagai argumentasi dan analisis akurat di semua bidang;
- Anda menjalani profesi Anda dengan lebih baik dan dengan masa depan yang lebih baik. Itu pasti;
- Anda sudah mulai membenahi apa-apa yang sudah Anda pelajari sejak kecil dengan bersusah payah dan sempat tersia-sia. Dengan demikian, Anda akan memiliki kemampuan yang seimbang dalam mengembangkan diri dan profesi. Anda akan mampu, survive dan sukses dengan personal branding yang kuat;
- Ini adalah KESEMPATAN bagi Anda untuk BERINVESTASI.

TUNGGU APA LAGI?

Saya Tidak Punya Waktu

Ungkapan itu sebenarnya berbahaya. Anda mengatakan tidak punya waktu karena mengejar dan menyelesaikan berbagai hal dalam pekerjaan, karir dan cita-cita. Bagaimana mungkin Anda tidak punya waktu untuk sesuatu yang dapat membantu semua itu terwujud? Bukan tidak mungkin, waktu Anda yang tersita habis selama ini justru disebabkan karena kekurangoptimalan Anda dalam membaca, mendengar, berbicara dan menulis. Dan menulis, ibarat “sekali merengkuh dayung, dua tiga pulau terlampaui".

Dengan menulis, Anda memperbaiki dan meningkatkan kualitas Anda dalam membaca, mendengar dan berbicara.

Di samping itu, ada banyak cara yang bisa membantu Anda dengan berbagai hal yang dapat menghemat waktu berharga Anda seperti, teknik wawancara, teknik ghost writing, teknik asistensi dan riset, dan berbagai teknik lain sesuai kesepakatan. Atau yang lebih mudah; blogging dan noting di FB!

Saya Tidak Berbakat Menulis

Sekali lagi, ungkapan Anda berbahaya. Anda tidak semestinya membangun tembok-tembok bagi pengembangan pribadi Anda sendiri dengan tidak membuka pintu dan peluang baru yang mencerahkan masa depan Anda.

Dalam banyak kasus, berbagai media yang ada seringkali dibangun dan dikembangkan oleh orang-orang teknis yang SAMA SEKALI tidak berlatar belakang dunia tulis-menulis. Para kontributor mereka juga demikian. Itu sebabnya media-media itu tidak melulu berpaling pada orang-orang dari dunia jurnalistik. ANDALAH orang yang paling tepat untuk menulis. Anda adalah jurnalis. (Saya sendiri, pernah menjadi seorang pemred di sebuah majalah. Padahal, saat itu saya adalah seorang akuntan dan konsultan keuangan.)
Tidak ada yang bisa menjanjikan bahwa tulisan Anda akan fenomenal. Tapi siapapun bisa menjamin bahwa tulisan Anda bisa diperbaiki menjadi sesuatu yang lebih menguntungkan Anda.

Saya Tidak Boleh Menggunakan Nama Perusahaan dalam Menulis

Anda boleh memilih untuk anonymous. Anda bisa menggunakan nama “Si Keren Ujang” misalnya, dan jika tulisan Anda sudah mulai diminati, maka cepat atau lambat “Si Keren Ujang” akan identik dengan nama Anda sendiri. Ingatlah bahwa menulis adalah investasi dan kesempatan itu sering diberikan dengan free.

Bidang Saya Tidak Terkait dengan Apa yang harus Ditulis

Hampir semua bidang menjadi aspek mendasar dalam kehidupan setiap bangsa. Profesi Anda juga pasti bisa dikaitkan ke sana. Oleh karena itu dunia tertentu bisa ditinjau dari segala aspek dan profesi yang ada. Anda bisa memandangnya dari segi hukum, seni, ekonomi, manajemen, sumber daya manusia, sosiologi, psikologi dan bahkan pertanian dan ilmu alam.

Anda ungkapkan saja ide-ide yang Anda punya sesuai bidang Anda, mereka akan membuatnya menjadi wacana. Anda bahkan cukup berbicara tentang dunia Anda, merekalah yang akan membumbuinya dengan aspek bidang mereka.

Saya Pernah Menulis dan Ditolak

Pada prinsipnya, apa yang dilakukan adalah bukan penolakan. Setiap media sangat memahami bahwa setiap pemikiran dan ide semestinya bisa diungkapkan dan dirilis kepada publik. Hanya saja seringkali mereka dengan terpaksa harus mendahulukan tulisan yang siap rilis. Anda hanya ditantang untuk bersaing; tulisan Anda atau tulisan orang lain. Itu saja. Ada media yang mungkin siap mengolah kembali tulisan Anda dari keadaan seadanya dan menjadikannya alat investasi bagi Anda. Sebab, mereka memahami bahwa dunia di luar sana amat membutuhkan buah pikir Anda.

Kompensasinya Masih rendah

Tergantung cara pandang dan orientasi Anda.

Saya Tidak Bisa Menuangkan Ide

Hampir semua media mengembangkan berbagai cara untuk bisa menjadi wadah bagi aliran ide dan pemikiran Anda. Pada prinsipnya, mereka akan mencoba berbagai hal untuk bisa menangkap ide Anda. Bila perlu, mereka menerapkan metode wawancara atau ghost writing. Yang penting, Anda punya sesuatu yang juga penting.

Saya Nggak PD

Menulis adalah salah satu cara terbaik untuk menaikkan PD Anda secara elegan dan profesional. Justru karena itulah Anda harus menulis.

Saya Sudah Menulis di Tempat Lain

Saya sih yakin, tidak ada satu media pun yang melarang seorang penulis untuk menulis di media lain. Setidaknya hal itu bisa ditengahi dengan berbagai kesepakatan. Mereka tidak ingin melakukan hal itu. Anda bebas menulis di media lain. Mereka hanya beranggapan bahwa mereka adalah salah satu media dari semua media yang ada, dan mereka amat memahami fokus dan keunikannya masing-masing sebagai sebuah media. Yang jelas, dengan menulis Anda sudah membangun nilai plus bagi personal branding Anda.

Saya Adalah Penulis Buku dan Bukan Penulis Artikel Pendek

Dalam banyak hal, Anda mungkin punya ide atau gagasan yang tidak cukup panjang dan dalam untuk dijadikan sebuah buku. Atau sebaliknya, sebuah buku Anda bisa Anda sarikan dalam bentuk yang lebih pendek berupa artikel. Ini berarti promosi bagi buku Anda sendiri. Selain itu, waktu yang dibutuhkan untuk menulis artikel cenderung lebih singkat. Sementara itu, kontak Anda dengan pembaca cenderung bisa lebih ditingkatkan frekuensinya. Ini akan sangat menguntungkan bagi buku-buku Anda di masa depan. Dan jika Anda cukup sering menulis, koleksi artikel Anda itu bisa Anda jadikan buku di kemudian hari.

Saya Tidak Menguasai Aturan Main di Bidang Itu

Mungkin Anda benar. Akan tetapi, yakinilah bahwa Anda adalah satu dari sedikit orang yang memahami aturan mainnya – apapun bidang itu. Artinya, pemikiran Anda tetap dibutuhkan oleh orang banyak yang jauh lebih awam daripada Anda sendiri.

Media Itu Tidak Blak-Blakan

Ini adalah kendala yang dihadapi setiap media selama hidupnya. Visi dan misi setiap media mengharuskan mereka berdiri pada posisi yang netral dengan asumsi bahwa posisi itu akan memberikan manfaat yang lebih besar bagi semua sistem dan budaya, serta bagi semua khalayak yang terlibat di dalamnya. Pada prinsipnya, setiap media harus mengungkapkan apa adanya, namun demikian hal itu harus dilakukan dengan bijaksana.

Adalah tanggung jawab mereka untuk mengungkapkan sesuatu yang blak-blakan dalam cara yang lebih konstruktif, Anda tetap bisa menulis blak-blakan. Namun Anda harus memahami, menulis blak-blakan yang tidak disertai dengan kebijaksanaan akan lebih destruktif sifatnya. Oleh karena itu, banyak media lebih memilih pendekatan yang bijaksana, sistemik dan ilmiah. Ini saatnya rekonsiliasi dan bukan saling menyakiti.

Saya Lebih Suka Menulis Fiksi

Ya monggo. Ada yang sudah menyediakan tempatnya, dan mereka akan mencoba mentransformasikan ide dan gagasan Anda ke dalam “format mereka”.

Tidak Ada Komputer untuk Menulis

Haree genee?! Anda tidak bisa beralasan seperti itu. Banyak media juga menerima kontribusi dalam bentuk tulisan tangan. Bahkan, ada juga yang menerima ide dan gagasan dalam bentuk suara atau gambar.

Sudah Terlambat bagi Saya untuk Menulis

Tidak. Inilah saatnya di mana Anda bisa menuangkan segala ide dan gagasan Anda demi masa depan diri sendiri dan demi masa depan bangsa ini. Jika Anda sebagai ahlinya tidak mau berbicara, maka segala cita-cita termasuk cita-cita pribadi Anda, akan terkendala.

Raihlah tingkatan tertinggi dalam kemampuan profesi. Jadilah orang yang eksak. Jadikanlah dunia bisa berbicara kepada yang sudah mati, kepada yang tidak hadir, dan kepada yang belum lahir.

"Hanya ada satu cara untuk meningkatkan kemampuan menulis, yaitu menulis. Apa saja."

Semoga bermanfaat.

Ikhwan Sopa
http://www.qacomm.com

Kuliner Mental: Bangkit Komplit


By: Ikhwan Sopa

Kuliner Mental: Bangkit Komplit

Bangkit Komplit (1)

Lakukan Lagi. Bukan yang tadi yang kamu gagal, tapi yang dulu yang kamu berhasil.

Bangkit Komplit (2)

Rasakan Lagi. Semangatmu yang dulu pernah memberhasilkanmu.

Bangkit Komplit (3)

Percayai Lagi. Keyakinan yang dulu sangat bisa kamu andalkan.

Renungan Akhir Tahun

By: Ikhwan Sopa

1. Aku yakin bahwa aku adalah pribadi yang baik. Aku yakin apa yang buruk asal-muasalnya dari luar. Aku lahir seputih kertas dan noda hitam datangnya belakangan. Tugasku adalah rajin mencuci bersih dan obat terbaik untuk setiap penyakit adalah pencegahan.

2. Aku tak suka dikritik, oleh karena itu aku tak boleh terlena oleh pujian. Keduanya adalah sisi kembar dari koin yang sama. Jika aku dipuji maka kuteruskan itu kepada Yang Maha Terpuji. Jika aku dikritik, resepku adalah menambahkan sejumput cinta.

3. Jika aku merasa tidak nyaman, itu datang karena aku menyesalkan yang sudah lalu atau aku terlalu mengkhawatirkan yang belum datang. Aku memilih untuk selalu hidup di sini dan di dalam sekarang agar aku punya ruang dan waktu untuk melakukan yang terbaik.

4. Jika aku takut melakukan kesalahan, kan kuingat bahwa tak semuanya harus benar dulu untuk bisa melakukan kebaikan.

5. Pencuri kedamaian perasaanku adalah pikiranku. Itu, seperti memarkir kendaraan tanpa memasang kunci pengaman. Kunci pengaman hidupku yang sedang parkir di dunia adalah kewaspadaan pikiran.

6. Jalan tercepat menuju tujuan selalu jalan terpendek. Jalan terpendek selalu jalan yang lurus. Cara tercepat itu adalah sabar dan syukur.

7. Hidup senang atau hidup susah adalah pilihan perasaanku. Jika aku memilih untuk susah, maka tak seorangpun bisa membantuku untuk senang.

8. Toleran kepada orang lain adalah berusaha mengerti bahwa mereka sedang melakukan hal yang sama dengan diriku, dengan cara mereka sendiri.

9. Senyumku hampir selalu mampu menghilangkan aspek ilusi dari masalah. Ia menjadi lebih jernih dan jelas hanya karena aku masih mampu tersenyum di dalam tangisan.

10. Yang bagus untuk kulakukan sangat bagus bila kulakukan sekarang.

11. Kesalahan terbesarku adalah selalu merasa benar sehingga aku menjadi malas belajar.

12. Jika aku kehilangan harapan, maka aku kehilangan masa depan. Kan, memang di sana tempatnya untuk apapun yang aku harapkan?

13. Menunda-nunda adalah penyalahgunaan kekuatan harapan.

14. Jika kemana-mana aku bertemu musuh, maka aku harus berhenti membenci.

15. Jika cintaku murni, maka mestinya tak ada tuntutan dan harapan yang berlebihan. Bukankah kami berdua telah menyatu?

16. Bahagiaku tak akan berkurang dengan dibagi-bagi. Ketika aku membahagiakan orang lain, aku merasakan kebahagiaannya di dalam diriku sendiri. Apa bedanya itu dengan kebahagiaan yang ku cari-cari selama ini?

17. Yang mengejar bayang-bayang tak akan pernah bisa memeluknya, yang menuju cahaya bayangan akan mengikutinya.

18. Merasa punya harapan dapat membahagiakan aku. Jika aku merasa punya harapan tapi tidak bisa berbahagia sekarang, maka aku bukan sedang berharap tapi sedang menuntut. Tuhan pasti tidak suka.

19. Hidup ini adalah tentang berjalan bersama orang-orang sulit di sekelilingku. Sejarah ini sudah dimulai sejak jaman Nabi Adam. Menghindari mereka sebelum waktunya hanya berpindah dari satu masalah ke masalah lain. Aku perlu tetap tersenyum dan menawarkan kebaikan. Mereka adalah tempat aku belajar.

20. Kan kujadikan apa yang baik dan apa yang buruk sebagai pengalaman berinvestasi untuk hidup yang nanti.

21. Kekayaan sejati sumbernya dari dalam. Jika aku bisa menilai tinggi bahkan hal-hal yang kecil di dalam diriku, maka aku sungguh sudah kaya raya.

22. Yang kaya itu bukan pemilik, tapi penilai. Jika rumah kecilku di desa begitu berharga dan aku menolak mereka yang ingin membelinya dengan harga milyaran, maka aku kurang kaya bagaimana? Aku akan merasa miskin, jika aku gagal menilai tinggi apa-apa yang telah dianugerahkan Tuhan kepada diriku dan ke dalam hidupku.

23. Kalau mau sekedar senang, itu gampang, tinggal ngawur aja kok. Lihat saja hiburan, lawakan, dan tayangan. Semua itu ngawur tapi menyenangkan. Untuk berbahagia, mungkin lain lagi caranya, yang pasti lebih berseni. Itu sebabnya bahagia itu gampang-gampang susah dan bukan susah-susah gampang.

24. Tanpa kusadari, aku belajar menemukan cara-cara lain selain dari menggunakan kekuatan perasaan. Dengan menenangkan pikiran, aku akan sampai ke balik dindingnya dan bersentuhan dengan intuisi. Yang jika jernih, hampir pasti merupakan cerminan dari nurani.

25. Mudah menerima dan sulit memberi itu egois. Mudah memberi dan sulit menerima itu juga egois. Lingkarannya harus utuh sebab siklus itu yang membuat aku tumbuh.

26. Hidup adalah belajar, belajar konsisten menjawab pertanyaan sebelum hidup dan pertanyaan setelah mati.

Pertanyaan pertama, saat aku masih di alam ruh, ditanyakan langsung oleh-Nya, "Bukankah Aku ini Tuhanmu?"

Pertanyaan itu diajukan sebagai tag question, yang jawabannya hanya tunggal karena pastinya situasi. Kujawab dengan "ya" dan karena begitu yakin kutambahkan "bahkan" ketika aku menyatakan akan bersaksi setelah lahir nanti bahwa Ia Maha Esa.

Pertanyaan kedua, saat aku sudah di liang lahat, ditanyakan oleh malaikat, "Nnnnaaah, kalau sekarang siapa Tuhanmu?"

Di antara dua pertanyaan itulah aku hidup untuk belajar, dengan doa belajar yang bunyinya "Radhiitu billaahi rabba..."

Koleksi Artikel Motivasi dan Komunikasi

Pelatihan Komunikasi Efektif

By: Ikhwan Sopa

Informasi tentang pelatihan komunikasi yang efektif. Silahkan mengunjungi situs berikut ini:

Komunikasi Efektif

Semoga bermanfaat.

Profil Ikhwan Sopa

Berikut ini adalah halaman profil Ikhwan Sopa sebagai pembicara.

Ikhwan Sopa - Pembicara

Pembicara Motivasi dan Pengembangan Diri.

Workshop Public Speaking - Pembicara Publik

By: Ikhwan Sopa

Informasi tentang workshop public speaking atau pembicara publik.

Silahkan mengunjungi halaman situs ini:

Workshop E.D.A.N. - Public Speaking - Pembicara Publik

QA Communication 2013

Seminar Pelayanan Prima - Service Excellence

By: Ikhwan Sopa

Informasi tentang seminar pelayanan prima atau service excellence.

Silahkan mengunjungi halaman situs berikut ini:

Seminar Pelayanan Prima - Service Excellence

QA Communication 2013

Agen Perubahan - Agent of Change | Seminar Perubahan

By: Ikhwan Sopa
http://www.qacomm.com

Agen Perubahan - Agent of Change | Seminar Perubahan

Bagaimana Mentransformasi Diri Menjadi Agen Perubahan (Agent of Change) dengan Sukarela atau Terpaksa. Perubahan pasti terjadi dan perubahan dapat diciptakan. Setiap orang dapat menjadi agen perubahan. Seminar tentang seluk-beluk perubahan dan bagaimana mentrnsformasi diri menjadi agen perubahan (change agent).

Info selengkapnya: http://perubahan.qacomm.com

Manajemen Konflik

By Ikhwan Sopa
http://www.qacomm.com

Konflik ternyata punya manfaat, sebab segala sesuatu tidak tercipta dengan sia-sia.

KARAKTERISTIK KONFLIK

Konflik terjadi ketika ada dua atau lebih nilai, sudut pandang,prinsip, atau pendapat berkontradiksi satu sama lain.

Konflik dapat terjadi:

1. Di dalam diri kita sendiri (konflik internal), yaitu ketika merasa tak lagi hidup di dalam sistem nilai yang kita yakini sebagai kebaikan dan kebenaran.

2. Ketika kita merasa bahwa nilai, sudut pandang, prinsip, atau pendapat kita sedang terancam (konflik eksternal).

3. Ketika kita merasa terancam oleh ketakutan dan kekhawatiran akibat kekurangtahuan atau oleh sesuatu yang tidak kita ketahui, atau oleh rasa kurangnya pencapaian (konflik eksternal). Ini bisa diselesaikan dengan terus belajar.

Konflik adalah bagian tak terpisahkan dari kehidupan. Di dalam konsep kerjasama tim ada "form, storm, norm, perform". Selain "pembentukan", "penciptaan norma dan standar", dan "berunjuk kerja", ada juga "badai". "Di dalam konsep perubahan ada "pain, isolate, heal, dan commitment." Selain "mengisolasi diri", "penyembuhan", dan "berkomitmen", ada juga "merasakan sakit". Semua fase di dalam kerjasama tim dan perubahan itu adalah tahapan-tahapan yang paling alamiah di dalam kehidupan.

Maka, konflik sebenarnya juga membawa kebaikan di baliknya. Di manakah letak kebaikannya?

MANFAAT KONFLIK

1. Konflik membantu memunculkan dan mempertegas persoalan.
2. Konflik memberi kekuatan untuk lebih fokus pada isu-isu dari persoalan.
3. Konflik membantu kita untuk tetap hidup realistis "di dunia nyata" yang tidak sempurna.
4. Konflik membantu kita untuk belajar dan mengambil manfaat dari berbagai perbedaan.

Lantas, di manakah letak bahaya dari konflik?

BAHAYA KONFLIK

1. Ketika konflik menjadi penghambat produktivitas.
2. Ketika konflik merusah moral di dalam keseharian.
3. Ketika konflik menjadi berkepanjangan dan seakan tak berujung.

Di manakah titik kritis dari mulai merebaknya bahaya konflik di atas?

Titik kritis itu ada pada dampak konflik yang menciptakan rasa tidak nyaman. Manusia adalah makhluk perasaan. Maka, bukanlah konflik yang menjadi persoalan melainkan dampak buruknya pada perasaan.

PERAN ORGANISASI DAN MANAJEMEN DALAM MENCIPTAKAN KONFLIK

1. Budaya komunikasi yang buruk. Misalnya:

- Ketika orang-orang di dalam organisasi terus-menerus mengalami "shock" karena keputusan dan tindakan manajemen yang mengejutkan atau mendadak, sementara mereka tidak menerima informasi yang cukup jelas dan tepat waktu tentang semua keputusan dan tindakan itu.

- Ketika orang-orang di dalam organisasi kurang memahami alasan di balik berbagai keputusan dan tindakan manajemen. Lebih dari itu, mereka mungkin merasa kurang dilibatkan di dalam pengambilan keputusan.

- Ketika mereka, akibat segala fenomena di atas, mulai lebih mempercayai "pabrik gosip" ketimbang informasi resmi dari manajemen.

2. Kesimpangsiuran peran sumber daya. Misalnya:

- Tidak jelas "siapa" mengerjakan "apa".
- Rasa frustrasi akibat berbagai keterbatasa di dalam sumber daya (komputer berebut, komputer ngadat, sering mati listrik, telepon bisnis dengan pulsa sendiri, pergi keluar urusan dinas tidak diongkosi, dan sebagainya).

3. Perbedaan-perbedaan di dalam karakter pribadi. Misalnya:

- Perbedaan budaya asal, perbedaan usia, sistem nilai pribadi dan sebagainya.
- Rasa tidak suka terhadap "sesuatu" di dalam diri sendiri, yang mengakibatkan rasa tidak suka terhadap "sesuatu" itu yang juga ada pada diri orang lain.

4. Aspek kepemimpinan. Misalnya:

- Kebiasaan menghindari konflik.
- Kebiasaan tidak cukup memfollow-up keputusan.
- Terulangnya persoalan yang sama dan berkepanjangan.
- Kekurangpahaman supervisor terhadap karakteristik pekerjaan timnya (sindrom "orang meja versus orang lapangan" atau "orang admin versus staf operasional").

CARA ORANG BERURUSAN DENGAN KONFLIK

1. Menghindar. Berpura-pura tidak melihat atau tidak merasakan keberadaan masalah.
2. Mengakomodir secara negatif. Menyerahkan persoalan kepada orang lain atas nama pelimpahan wewenang dan otorisasi.
3. Berkompetisi. Menyelesaikan persoalan dengan cara sendiri.
4. Berkompromi, demi berlalunya isu dan persoalan.
5. Berkolaborasi, demi rasa kebersamaan dan komitmen.

CARA BERURUSAN DENGAN KONFLIK INTERNAL


1. Identifikasi konfliknya, jika perlu jadikan proyek dan beri nama. Ingatlah bahwa "nama=makna". Tanpa nama, sulit memberi makna. Dan tanpa makna, yang ada adalah kebingungan dan ketidakjelasan.

2. Berbicaralah kepada seseorang. Ini diperlukan untuk meringkaskan konflik menjadi deskripsi yang lebih pendek dan akurat.

3. Ambillah sebuah sudut pandang terhadap konflik. Gunakan sebuah "kacamata", misalnya "pengembangan diri", "kemajuan karir", "pribadi", "masa depan profesi", "karyawan", "pebisnis", dan sebagainya. Seberapa pentingkah terselesaikannya konflik ini? Apakah memburuknya konflik ini terjadi karena kita lelah, karena kita marah, atau karena hal lain? Apa peran diri kita di dalam konflik ini? Pemicu, penyebab, memperparah, meringankan, memperjelas, memperberat? Ini diperlukan untuk memutuskan apakah kita perlua melakukan yang nomor 2 di atas.

4. Lakukan apa yang bisa kita lakukan secara konstruktif terkait dengan konflik. Uraikan deskripsi konflik (poin 2 di atas) menjadi poin-poin isu. Pilih setidaknya satu isu yang bisa kita garap untuk keluar dari konflik. Lalu tentukan setidaknya tiga tindakan terkait dengan isu itu. Untuk setiap tindakan, tentukan minimal tiga pro dan kontranya. Pilih tindakan yang paling meringankan konflik.

5. Lakukan. Tunggu perkembangan setidaknya satu hari, guna menentukan tindakan lain.

CARA BERURUSAN DENGAN KONFLIK EKSTERNAL


1. Segeralah menemukan hal-hal yang tidak kita sukai di dalam diri kita sendiri. Tuliskan jika perlu. Sadarilah bahkan ini sering menjadi pemicu bagi sensasi tidak nyaman yang kita rasakan.

2. Belajarlah untuk "calm". Berbicaralah seolah-olah orang lain "calm", apapun situasinya.

3. Hindari kata-kata "kamu", "anda", "kau", dan sebagainya guna menghindari tuding-menuding.

4. Gunakan bahasa tubuh yang menyamankan, beri tanda yang jelas dengan bahasa tubuh kita.

5. Gunakan tatapan mata, hanya ketika kita merasa "calm".

6. Jika perlu berdiskusi cukup panjang, manfaatkan ruang yang punya privasi.

7. Beri kesempatan pada orang lain untuk berpikir sejenak, menarik nafas, atau menimbang-nimbang sesuatu.

8. Tidak menginterupsi atau menghakimi. "Apa kubilang!", "Makanya!", "Tuhkan!", "Lagi-lagi", "Kamu selalu saja...", lebih baik gunakan "oleh sebab itu" atau "justru karena itulah". Kalimat yang sedikit lebih panjang ini akan membuat suara kita lebih ritmis dan tidak berasosiasi pada teriakan.

9. Jangan menembak dengan "kenapa?" atau "mengapa?", lebih baik gunakan pertanyaan terbuka, "menurut kamu...", "apakah jika...?", atau "apa yang perlu kita lakukan...?" - Kita perlu latihan paraphrasing atau re-phrasing untuk digunakan sebelum kalimat-kalimat di atas. "Ok, kamu tadi bilang...", "tadi kamu mengatakan...", "jadi, ....".

10. Gunakan "I message" bukan "You message", "Kamu anggap saya ini...!", "Saya merasa dianggap...", "saya bisa merasakan bahwa..."

11. Sebisa mungkin bicarakan "yang sekarang" dan "yang di sini". Jangan bawa-bawa masa lalu yang tak perlu.

12. Biasakan mengungkapkan "rasa", seperti poin 10 di atas.

13. Perjelas ketika kita menyetujui atau tidak menyetujui sesuatu, gunakan bahasa yang bijak dan menenteramkan.

14. Urusilah isunya, bukan orangnya.

15. Biasakan menyelipkan kalimat, "apa yang bisa kita lakukan?"

16. Ketika "pencairan" sudah terjadi, sepakatilah setidaknya satu tindakan, dan mintalah setiap orang mendukung tindakan itu. Jika belum bisa, tetapkanlah "time out" untuk mendinginkan suasana.

17. Jangan lupa, berterimakasihlah untuk setiap keterlibatan orang lain.

18. Jika konflik masih berkepanjangan, kembalilah ke kebijakan dan prosedur resmi tentang sikap dan perilaku yang diperbolehkan. Naikkan konflik ke jenjang hirarki yang lebih tinggi. Pertimbangkan keterlibatan pihak ketiga untuk membantu menyelesaikan konflik.

Disarikan dari materi oleh Carter McNamara MBA, PhD dalam "Field Guide to Leadership and Supervision".

Pembicara Selling Skill - Keahlian Menjual

By: Ikhwan Sopa

Jika anda membutuhkan informasi mengenai seminar tentang mindset penjualan dan produktivitas penjualan, silahkan mengunjungi halaman berikut ini:

http://selling.qacomm.com

Materi Seminar Productive Selling Mindset

01.Bagaimana menguasai Prinsip Tunggal Penjualan untuk meningkatkan produktivitas penjualan seorang salesperson.
02.Top Selling Mindset versus Traditional Selling Mindset.
03.Prinsip-Prinsip Pengembangan Diri untuk seorang penjual.
04.Bagaimana seorang penjual dapat merasa nyaman dan percaya diri dalam profesi sebagai seorang penjual - jarang sekali seorang penjual menjadi penjual karena "sales" adalah memang cita-citanya. Sebaliknya, kebanyakan penjual menjadi penjual karena terpaksa.
05.Memahami fakta bahwa setiap orang adalah penjual.
06.Bagaimana melatih sikap dan perilaku terbaik seorang penjual.
07.Seorang penjual adalah pembeli yang setia.
08.Mutiara pelajaran menjual dari para penjual terbaik kelas dunia.
09.Pola Pikir Penjualan dan Pola Pikir Menjual.
10.Mitos-Mitos dalam dunia penjualan.
11.Memahami emosi yang terlibat dalam setiap pembelian.
12.Bagaimana menerapkan Kecerdasan Emosional dalam menjual.
13.Lima Hasrat Menjual yang memberhasilkan seorang penjual.
14.Bagaimana membangun rasa saling percaya dalam sales cycle secara alamiah.
15.Bagaimana membangun hubungan yang saling menguntungkan dan berjangka panjang dengan calon pembeli atau pelanggan.
16.Pertanyaan-pertanyaan terpenting yang harus diajukan seorang penjual saat memprospek calon pembeli dan saat menghubungi kembali pelanggan.
17.If you lack of skill, do not lack of numbers!
18.Bahasa dan Model Komunikasi yang disukai calon pembeli atau pelanggan.
19.Belajarlah dari pembeli pertama anda.
20.Bagaimana menemukan Salesperson Positioning dan Salesperson Personal Branding sebagai seorang penjual.
21.Powerful Triple USP - Bagaimana mendefinisikan USP (Unique Selling Proposition) yang kuat dan meyakinkan untuk menjawab pertanyaan, "Mengapa saya harus membeli barang (jasa) ini dari anda dan bukan dari orang lain atau dari perusahaan lain?"
22.Bagaimana menerapkan teknik-teknik produktivitas dalam proses penjualan, seperti Piggy Backing, Don't Break The Chain, Next Action dan sebagainya.
23.Bagaimana melakukan mindset leverage terhadap mindset penjualan.
24.Spiritual Selling - Bagaimana menerapkan konsep Spiritual Selling dengan menjual tidak hanya produk, benefit, dan fitur saja, melainkan juga nilai-nilai kebaikan yang akan mendongkrak penjualan dengan menerapkan Teknik Downstream.
25.Hypnotic Selling - Bagaimana memanfaatkan ilmu hypnosis saat melakukan penjualan dengan menerapkan Teknik Mata Pancing.
26.Instant Personality Assessment - Bagaimana memahami empat macam kepribadian calon pembeli atau pelanggan secara instan, on the spot, dalam waktu kurang dari lima menit, tanpa assessment formal, sehingga seorang penjual dapat langsung menyesuaikan cara berkomunikasi dengan mereka dan membangun trust secepat-cepatnya.

http://selling.qacomm.com

Terimakasih dan sukses untuk anda!

Seminar Penjualan - Selling Seminar

By: Ikhwan Sopa

Seminar "Productive Selling Mindset"

Seminar untuk mendongkrak produktivitas penjualan seorang salesperson dengan cara mengupgrade mindset penjualannya.

Untuk info selengkapnya silahkan mengunjungi halaman:

http://selling.qacomm.com

Sukses selalu!

Pengembangan Diri

By: Ikhwan Sopa

"Hidup yang sempit diperluas dengan melebarkan jarak horisontal dan jarak vertikal. Sejauh mungkin berpikir jangka panjang, setinggi mungkin meluruskan niat dan tujuan mulia. Ke depan itu otomatis sebab kita berdiri di atas ban berjalan yang kita sebut waktu."

Pengembangan Diri

Seminar "How to Turn Mess Into Message"

Ciri Cinta, Jenis Cinta, Prioritas Cinta

By: Ikhwan Sopa

CINTAKU YANG APA BOLEH BUWAT

CINTA SEJATI:

1. Lebih suka berkomunikasi dengan yang dicintai ketimbang yang lain.
2. Lebih suka berkumpul dengan yang dicintai ketimbang yang lain.
3. Lebih suka mengikuti kemauan yang dicintai ketimbang yang lain dan bahkan diri sendiri.

(Hadits)

8 JENIS CINTA:

1. Mawaddah yang membara - dunia hanya milik berdua.
2. Rahmah yang lembut dan melindungi - aku rela demi engkau.
3. Mail yang berdenyut - membuat yang lain terabaikan.
4. Syaghaf yang mendalam dan memabukkan - membut tergila-tergila-gila.
5. Ra'fah yang menjadikan tidak peduli - right or wrong this is my love.
6. Shobwah yang menggelincirkan.
7. Syauq yang rindu sepenuh rindu.
8. Kulfah yang mendidik dan membesarkan.

(Quran + Hadits)

PRIORITAS CINTA:

1. Allah SWT.
2. Rasulullah SAW.
3. Jihad.
4. Orang Tua.
5. Anak.
6. Saudara.
7. Pasangan Hidup.
8. Keluarga.
9. Harta (+bisnis, +rumah, dst)

(QS-9:24)

(Mess Into Love)
Seminar "How to Turn Mess Into Message"

Hikmah Kesempitan Hidup

By: Ikhwan Sopa


Seminar "How to Turn Mess Into Message"

Tak Punya Uang dan Tak Ada Makanan

By: Ikhwan Sopa

"Tak punya uang" bukan tentang "uang" tapi tentang "tak punya".

Uang bertebaran. Orang lain punya uang dan tak satupun akan memberi kecuali kita memberi sesuatu yang bernilai dan bekerja memberi manfaat.

Gimana caranya supaya punya uang?
Miliki keahlian dan bekerja.

"Tak ada makanan" bukan tentang "makanan" tapi tentang "tak ada".

Makanan selalu ada, warung makanan bertebaran, tukang jual makanan berseliweran. Tak seorang pun akan menyuapi kita karena kita telah dewasa.

Gimana supaya bisa makan?
Miliki keahlian dan bekerja.

(Mess Into Message)

Seminar "How to Turn Mess Into Message"

Melakukan Yang Terbaik

By: Ikhwan Sopa

Hanya ada dua penjelasan ketika seseorang memaksakan tercapainya keinginan:

1. Ia memasuki wilayah Tuhan-nya, atau
2. Ia memasuki wilayah anak-nya.

Just do our best: pick a dream, set goals, make plans, take actions.

Mengeluh adalah melakukan self assessment dengan cara yang merugikan diri sendiri dan orang lain.

Sebelum mengeluh, kita perlu melakukan self assesment apakah kita telah melengkapi paket “do our best” berikut ini:

1. Pick a dream,
2. Set goals,
3. Make plans,
4. Take actions.

Yang mengeluhkan sesuatu yang tak terkait dengan empat hal itu, sedang mengeluhkan sesuatu yang sebenarnya ia sendiri tidak berkepentingan. Jika memang berkepentingan, just do our best!

Seminar "How to Turn Mess Into Message"

Pembicara Motivasi - Ikhwan Sopa

By: Ikhwan Sopa


Seminar "How to Turn Mess Into Message"

Rasa Sakit dan Rasa Bersalah

By: Ikhwan Sopa

Jangan salah terima. Terimalah rasa sakitnya, bukan rasa bersalahnya. Rasa sakit bisa berlalu, lalu engkau bisa memperbaiki kesalahan, dan rasa bersalah tak bisa melakukan itu.

Jangan salah terima. Terimalah rasa sakitnya, bukan rasa bersalahnya. Rasa sakit adalah ujung baik dari perasaan yang manusiawi, rasa bersalah adalah awal buruk dari pikiran yang menjadi lingkaran setan.

Sebab, rasa sakit adalah kebaikan yang disembunyikan:

 
(Mess Into Message)

Seminar "How to Turn Mess Into Message"

Jangan Tunda Berbahagia

By: Ikhwan Sopa

Kita sebenarnya terampil dalam menggeser realitas kehidupan dari kurang berdaya menjadi lebih berdaya, yaitu ketika kita mampu mengambil hikmah dengan berkata,

"Oh... ternyata itu toh maksud dari kejadian ini."

Sejalan dengan kematangan jiwa karena tempaan hidup dan makin terampilnya kita dengan skill hikmah, adalah bijaksana jika kita mulai melatih keterampilan baru yang satu langkah di atasnya, yaitu dengan membiasakan berafirmasi,

"Segala sesuatu sudah pada tempatnya."

(termasuk hal-hal yang akan terjadi di masa yang akan datang).

One step at the time, take one step further, take one step closer. Semoga kita makin mencintai Allah SWT yang Maha Mengetahui tentang segala sesuatu yang terbaik bagi kita. Aamiin...


Let's make some reverse engineering. Kita mengambil hikmah dengan berkata,

"Oh... ternyata ini toh maksud dari kejadian itu."

Artinya, realitas kejadian datang lebih dahulu daripada realitas kebijaksanaan yang datang belakangan. Bukankah, di selisih waktu itu, yang adalah adalah "kurang berbahagia"?

Jika kita sungguh ingin "berbahagia sepenuhnya", maka yang perlu kita lakukan adalah meniadakan selisih waktu itu dengan benar-benar hidup di dalam "sekarang" di mana kita mengintegrasikan realitas kejadian dan realitas kebijaksanaan menjadi sebuah realitas kehidupan yang tunggal dan seutuhnya.

Maka, kunci kebahagiaan yang sesungguhnya adalah mampu berkata,

"Segala sesuatu sudah pada tempatnya."

_/|\_ ... Jangan tunda berbahagia.

(Mess Into Message)


Seminar "How to Turn Mess Into Message"

Rencana

By: Ikhwan Sopa

Pensabotase terbesar produktivitas dan kinerja adalah ketidakpedulian terhadap rencana.

Turn over yang tinggi terjadi tidak hanya karena poin kompensasi dan remunerasi tapi juga karena kegagalan korelasi antara rencana pribadi dan rencana organisasi.

Jika anda karyawan atau bawahan, janganlah menyerahkan nasib, karir dan masa depan anda semata-mata kepada rencana bisnis dan rencana karir perusahaan. Buatlah rencana anda sendiri untuk menunaikan rencana bisnis perusahaan dan rencana anda sendiri untuk memanfaatkan rencana karir perusahaan. Siapapun yang bukan anda tidak bisa memotivasi anda.

Jika anda pengusaha atau atasan, janganlah hanya mengandalkan laporan bawahan untuk dibandingkan dengan rencana anda atau rencana perusahaan. Doronglah mereka membuat rencana mereka sendiri untuk menunaikan rencana anda atau rencana perusahaan. Anda tidak bisa membantu mereka mencapai tujuan anda. Anda hanya bisa membantu mereka mencapai tujuan mereka.

Seminar "How to Turn Mess Into Message"

Diskon Seminar 50%

By: Ikhwan Sopa

Seminar "How to Turn Mess Into Message"

Silahkan hubungi bagian pendaftaran untuk:

- Harga early bird (diskon 50%)
- Harga khusus peserta berkelompok
- Harga khusus inhouse seminar


Bagian Pendaftaran:

Fajar 0858 4025 3839
Rizal 0857 5887 2292

Seminar "How to Turn Mess Into Message"

Cinta

By: Ikhwan Sopa


Seminar "How to Turn Mess Into Message"

Membaca, Menulis, Bertindak

By: Ikhwan Sopa



Seminar "How to Turn Mess Into Message"

Keluhan Versus Rencana

By: Ikhwan Sopa



Seminar "How to Turn Mess Into Message"

Sebab Versus Alasan

By: Ikhwan Sopa


Seminar "How to Turn Mess Into Message"

Demi Masa

By: Ikhwan Sopa

Ini perlu kita pertimbangkan (termasuk saya sendiri tentu saja).

1. Demi WAKTU,
2. Sesungguhnya manusia benar-benar dalam KERUGIAN.

Dua statement di atas adalah UNIVERSAL TRUTH, dan statement berikutnya adalah pengecualian sebagai PERSONAL TRUTH sesuai keyakinan masing-masing.

Jika sesuatu dinyatakan benar secara universal, maka pernyataan itu adalah tentang "how life works".

"Waktu = Kerugian" adalah DEFAULT state alias starting point manusia, sebagaimana orang yang berulang tahun bukanlah bertambah usia melainkan berkurang usia.

Kemudian, sejarah modern kita menciptakan "default baru" demi mengubah default lama itu menjadi "Waktu = Keuntungan". Lahirlah compound interest alias riba'. Kita mengubah sesuatu yang sebenarnya telah ditetapkan sebagai tetap oleh Tuhan.

Dalam kacamata keuangan dan akuntansi, waktu adalah "fixed cost" yang sudah tidak bisa diubah kecuali diterima dengan keterampilan dan kebijaksanaan.

Jadi, keuntungan dan keberuntungan itu bukan dari riba' tapi dari memberi solusi (sebagaimana yang dimaksud statement lanjutannya dari 1 dan 2 di atas). Inilah yang membuat harga-harga tidak sehat lagi.

(Mess Into Message)

 
Seminar "How to Turn Mess Into Message"

Cita-cita Harus Tinggi dan Mulia

By: Ikhwan Sopa


Seminar "How to Turn Mess Into Message"

Egoisme

By: Ikhwan Sopa


Seminar "How to Turn Mess Into Message"

Kita Menciptakan Kenyataan Kita Sendiri

By: Ikhwan Sopa


Seminar "How to Turn Mess Into Message"

Be a Man

By: Ikhwan Sopa


Seminar "How to Turn Mess Into Message"

The Power of Negativity

By: Ikhwan Sopa


Seminar "How to Turn Mess Into Message"

Takut dan Khawatir

By: Ikhwan Sopa


Seminar "How to Turn Mess Into Message"

Komunikasi

By: Ikhwan Sopa


Seminar "How to Turn Mess Into Message"

Keyakinan

By: Ikhwan Sopa


Seminar "How to Turn Mess Into Message"

Goal Setting

By: Ikhwan Sopa


Seminar "How to Turn Mess Into Message"

Ilmu Sekolah Versus Ilmu Dunia Nyata

By: Ikhwan Sopa


Seminar "How to Turn Mess Into Message"

Beda Pengusaha dan Karyawan

By: Ikhwan Sopa


Seminar "How to Turn Mess Into Message"

Kecerdasan Tertinggi

By: Ikhwan Sopa


Seminar "How to Turn Mess Into Message"

Yang Lebih Cerdas Dari IQ, EQ, dan SQ

By: Ikhwan Sopa


Seminar "How to Turn Mess Into Message"

Hidup Bukan Pilihan

By: Ikhwan Sopa


Seminar "How to Turn Mess Into Message"

Mimpi Versus Rencana

By: Ikhwan Sopa


Seminar "How to Turn Mess Into Message"

Jujur Pada Diri Sendiri

By: Ikhwan Sopa


Seminar "How to Turn Mess Into Message"

Apa Itu Bahagia?

By: Ikhwan Sopa

Bahagia itu bukan mendapatkan yang kita inginkan tapi menginginkan yang kita dapatkan.
(Mess Into Message)

Seminar "How to Turn Mess Into Message"

Manajemen Waktu

By: Ikhwan Sopa

Tadi pagi saya diundang mengisi sebuah acara yang berjudul “Manage Your Time, Make It Productive“.

Kami tiba empat puluh lima menit sebelum acara dimulai dan ketika bertemu dengan panitia saya katakan, “bagian ‘Manage Your Time’ itu salah kaprah.”

Saat acara dimulai, setelah memberi salam dan memperkenalkan diri, saya berkata kepada audience, “Acara ini terjadwal dimulai pukul 09.00, ini sudah pukul 09.25, dan sebagian besar dari anda baru saja tiba. Mengapa bisa begitu?” Lalu saya jawab sendiri pertanyaan itu, “Well, you’ve said it yourself; time is manageable.”

Lalu saya jelaskan.

1. The time is not yours, you never own it, only God owns the time, all the time, since the beginning of time, until the end of time.

2. You can not manage anything that is not yours or anything that is not under your control. Termasuk, jam masuk kerja dan jam pulang kerja, kapan matahari terbit, kapan waktu sholat, dan seterusnya.

3. The only things you can manage is yourself and your priorities.

(Mess Into Message)

The Importance of Journaling

By: Ikhwan Sopa

The Importance of Journaling.


Mengapa Perlu Ikut Seminar Ini

Seminar Terapi - How to Turn Mess Into Message

Untuk melakukan re-design kehidupan agar berhasil dan makin berhasil, kita perlu memulainya dengan mencapai kejelasan perbedaan antara "Value" dan "Principle".

Value adalah segala hal yang selama ini kita yakini sebagai cara kerja keberhasilan. Principle adalah segala hal yang sesungguhnya menjadi cara kerja keberhasilan, sebagai hukum alam yang tidak bisa kita tolak melainkan kita harus menyesuaikan diri dengannya. Value adalah apa yang kita anut dan kita yakini, principle adalah apa yang sebenarnya berlaku. Kita perlu melakukan verifikasi kongruensi atas keduanya.

Dari mana prinsip-prinsip dasar keberhasilan itu bisa kita ketahui dan kita pelajari?

Mereka yang dalam sejarah telah membuktikan pencapaian keberhasilan sebenarnya tak pernah lupa menyampaikan prinsip-prinsip dasar ini, sehingga mereka sering mengatakan "kunci keberhasilan itu bertebaran di depan mata kita".

Sayangnya, kita melihat dan mendengar dengan cara yang sangat selektif dan menyesuaikan segala input kehidupan ke dalam value kita, padahal value kitalah yang justru mestinya disesuaikan kepada prinsip-prinsip kerja keberhasilan.

Kembali ke halaman Seminar "How to Turn Mess Into Message"

QA Communication - 2013

Hidup Dalam Kepastian

By: Ikhwan Sopa

Jika mati adalah pintu yang pasti, maka yang di balik pintu juga pasti.

Masuk surga itu semata-mata rahmat. Pastikan mendapat rahmat dengan menebar rahmat. Rahmat adalah "sesuatu yang berdasarkan logika sebenarnya tidak layak diterima".

Menebar rahmat dilakukan dengan memberi lebih dan bersikap abundance (berkelimpahan). Memberi lebih dalam pekerjaan.

Memberi lebih dari yang dibayar. Memberi lebih dari yang diminta. Memberi saat tak diharapkan. Memberi lebih di atas kewajiban. Most of all, "memberi lebih" kepada Tuhan dan Rasulullah.

Berhenti berspekulasi, berhenti berjudi, jangan buang waktu, ambillah yang pasti. Semoga kita tidak lagi pernah merasa rugi.

Bagaimana jika kehidupan setelah kematian itu tidak ada? Itu absurd, tidak logis, bertentangan dengan akal sehat dan hati nurani. Kehidupan dan dunia menjadi sia-sia dan tanpa makna tanpa kehidupan setelah kematian.

Saat menyaksikan seseorang mati dan kehidupannya dipenuhi kebaikan dan seseorang yang lain mati dan kehidupannya dipenuhi keburukan, akal sehat dan hati nurani akan bertanya, "Di mana itu keadilan?" "Apa artinya kebaikan tanpa imbalan?" "Apa artinya keburukan tanpa balasan?" Jika memang yakin, maka sudah saatnya kita membuang kata-kata "adil", "baik", "buruk", "benar", "salah" dari kamus hidup kita dan hidup melakukan apapun semaunya tanpa makna-makna itu. Lakukan semaunya kepada suami, istri, anak, ayah, ibu, dan orang sekitar kita (maka kita akan segera seperti mereka yang masuk koran). Kita tidak melakukannya.

Pergilah ke kuburan, dan lihatlah ke bawah sana semua orang yang sedang mati dan lihatlah ke diri kita sendiri yang berdiri dan sedang hidup. Kita tak tahu apa yang sedang terjadi di bawah situ dan sedang apa mereka di sana. Lalu di dalam ketidaktahuan kita justru memastikan bahwa kehidupan setelah mati itu tidak ada. Padahal, kita sedang mengalaminya. Jika masih yakin juga, ratakan saja semua kuburan dan batu nisan itu karena semua itu sudah tak ada artinya. Yang ini, kita mulai sering melakukannya.

Rahasia Mutlak Sukses Dunia Akhirat

RAHASIA MUTLAK SUKSES DUNIA DAN AKHIRAT

 By: Ikhwan Sopa

Rahasia Mutlak Sukses Dunia Akhirat
Rahasia Mutlak Sukses Dunia Akhirat
By: Ikhwan Sopa

Saya tuliskan ini dengan mengucapkan basmalah. Bismillahirahman nir rahiim.

Saya juga memulai tulisan ini dengan beristighfar. Astaghfirullahal'azim... Astaghfirullahal'azim... Astaghfirullahal'azim. Ya Allah yang Maha Pengasih dan Maha Penyayang, ampunilah hamba-Mu yang bergelimang dosa ini.

Saya sampaikan ini sebagai bentuk kesaksian tertinggi saya akan ke-esa-an Tuhan. Asyhadu an-laa ilaaha illallaah, wa asyhadu anna Muhammadan rasuulullaah.

Saya belumlah menjadi manusia sebagaimana yang dimaksudkaan oleh tulisan ini. Saya belum menjadi pribadi yang benar, tapi apa yang saya sampaikan adalah kebenaran. Silahkan refer ke segala sumber ilmu tentang sukses dan berhasil, bacalah buku mereka, dan bertanyalah kepada mereka. Rahasia mereka adalah keyakinan atau faith.

Dunia dan akhirat adalah satu rangkaian dan satu paket.

Rahasia sukses dunia dan akhirat adalah IMAN.

SUKSES AKHIRAT

Iman adalah sesuatu yang diyakini dengan hati, diucapkan dengan perkataan, dan dilakukan dengan perbuatan.

Iman adalah tentang siklus hati, perkataan, dan perbuatan.

Dia yang sukses di akhirat adalah dia yang mengutuhkan siklus hati, perkataan, dan perbuatan. Dia yang sukses di akhirat adalah dia yang menjalankan siklus hati, perkataan, dan perbuatan dengan kaffah.

Siklus hati, perkataan, dan perbuatan adalah siklus tertutup yang tak pernah berhenti berputar sampai ajal menjemput.

Dia yang gagal di akhirat adalah dia yang menggagalkan keutuhan dan perputaran siklus hati, perkataan, dan perbuatan.

Dia yang gagal di akhirat adalah dia yang hatinya tidak beriman, perkataannya tidak kongruen dengan iman, perbuatannya tidak mencerminkan iman, atau perbuatannya tidak sesuai dengan yang dia katakan.

Rahasia sukses akhirat adalah mengikuti petunjuk kitab suci yang telah dituliskan dengan pena atau kalam dan petuah Rasulullah sebagai juklak dan juknisnya.

Selengkapnya silahkan bertanya kepada ustadz dan ulama yang valid dan sah.

SUKSES DUNIA

Sukses di dunia itu mutlak dicapai dengan siklus yang sama, yang kongruen, dan yang tertutup.

Dia yang gagal di dunia adalah dia yang:

HATI

Hatinya tidak berkeinginan atau tidak bercita-cita.

Perasaannya tidak mendukungnya untuk sukses dan berhasil.

Keyakinannya mensabotase dirinya.

PERKATAAN

Perkataannya tidak sesuai dengan keinginan dan cita-cita.

Cita-cita dan keyakinannya tidak dituangkan ke dalam bentuk tertulis, padahal tulisan adalah komitmen perkataan.

Berusaha mencapai cita-cita tanpa rencana yang rencana adalah rangkaian kata-kata dan logika di mana logika adalah kata-kata dan angka.

Rencananya tidak dibuat di atas hitam putih, padahal jati dirinya dituangkan ke dalam sebentuk kartu identitas, dan keahliannya dinyatakan dalam ijazah dan sertifikat.

Tidak menyiapkan rencana kerja tertulis, job description, kontrak, invoice, kuitansi, akuntansi, pembukuan, struktur orgnisasi yang dituangkan secara hitam di atas putih, padahal semua itu adalah komitmen dari kata-kata.

Malas dan tidak peduli pada semua itu dan tidak mengubahnya dari lisan menjadi tulisan, padahal tulisan adalah komitmen kata-kata seperti kontrak kerja yang juga harus tertulis.

Kata-katanya jika tidak dituliskan di atas hitam putih, dituliskan ke dalam memori sebagai negative thinking dan sikap-sikap yang buruk.

Lisannya mensabotase dirinya sendiri dan tulisannya mensabotase siapapun yang membacanya.

Tidak akurat dalam memonitor progres dan kemajuan karena tidak membuat tools kata-kata yang nyaris semuanya menuntut bentuk tertulis.

Sekedar membuat pernyataan tapi tidak menjadikannya nyata dalam tindakan.

Mean what you say, say what you mean. Tulislah. Dan jika ingin menghafal hafallah seperti penghafal kitab suci.

Tulislah "kitab suci" dan juklak - juknis anda untuk kesuksesan anda di dunia.

PERBUATAN

Tindakannya tidak sesuai rencana padahal rencana sudah dituliskan.

Tindakannya tidak terkontrol dan termonitor progresnya sekalipun punya rencana atau malah karena tidak punya rencana tertulis.

Tindakannya tidak mencerminkan keyakinan.

Tindakannya sudah sesuai rencana lisan dan tulisan tapi berkeyakinan lemah.

Tindakannya tidak bertujuan karena tak punya cita-cita.

Rahasia mutlak sukses di dunia adalah:

1. Hati yang punya cita-cita dan keinginan, yang yakin, yang perasaan dan semangatnya selalu mendukung cita-cita.

2. Perkataan yang mengarahkan dirinya ke cita-cita, yang kata-katanya memvalidasi keyakinan, yang rencana kerja dan monitoringnya dituangkan dalam bentuk tulisan karena tulisan adalah bukti komitmen pada kata-kata.

3. Tindakan yang sesuai keyakinan dan rencana tertulis.

Maka, sukses di dunia itu dicapai dengan:

1. Milikilah cita-cita, yakinlah bisa mencapainya.

2. Buatlah rencana tertulis untuk mencapainya karena tulisanlah yang mencerminkn fakta dari kata-kata, sebagai bukti komitmen terhadap kata-kata, dan jika tidak dituliskan ketahuilah bahwa ia tertuliskan dalam hati dan perasaan yang membuat kita menjadi makin sulit memantau dan memonitornya. Tulislah. Tulis. Tulis. Tulis. Tulislah "kitab suci" dan juklak juknis untuk sukses dunia anda.

3. Bertindaklah sesuai rencana tertulis, tutup dan isilah segala kesenjangan antara hasil sementara dan rencana tertulis itu, dan kita tidak bisa melakukannya jika tidak ada tools hitam di atas putih.

Tidak punya cita-cita akan gagal. Tidak mengubah lisan menjadi tulisan akan melangkah terhuyung, tak terkendali dan tak terukur. Tidak bertindak tidak akan sampai.

Siklus hati, perkataan, dan perbuatan harus selalu tertutup dan terus berputar semakin membesar.

Sukses di dunia dan di akhirat itu tentang iman.

“Kitab suci” saya untuk urusan dunia, bertahun yang lalu.

Afirmasi Pendek dan Dahsyat

By Ikhwan Sopa

Berikut ini adalah bentuk afirmasi terpendek dan terdahsyat.

Diperlukan seluruh keberanian untuk mengatakannya sambil bertindak dan benar-benar menyelami keadaan kita.

“Inilah aku.”

Meminta Maaf, Memberi Maaf, Bertaubat

By: Ikhwan Sopa

Pohon tidak pernah mengatakan dua hal, "udah ah, aku tumbuh segini aja." dan "keknya masih kurang neh." Tau dari mana? Seinget ane pohon gak punya mulut.

Jangan suka mengeluh, selalu ada hasil dari setiap peluh.

Don't blame, just say that something is wrong in your life, so it's yours.

Never give up, it should always give in.

Forgiveness is something to give, not ask; ultimately to yourself.

Imagine who you are, when you ask for forgiveness from yourself instead of give it to yourself.

Meminta maaf lebih mudah daripada mengaku salah.

Don't ask for forgiveness; it is an excuse. Admit your fault and seek for atonement instead.

Jika kita merasa perlu meminta maaf, jangan lakukan tapi bertaubatlah. Bukankah yang terjadi adalah pelanggaran amanah?

Yang menuntut permintaan maaf meminta makanan yang dituntut egonya, berilah maaf tanpa diminta.

Di kitab suci, tidak diajarkan meminta maaf, yang diajarkan hanya memberi maaf dan bertaubat.

Kalo kamu ngotot menuntut permintaan maaf darinya, kamu mending libur dulu dari mendoakan orang-orang yang bahkan tidak kamu kenal ini,

"Allahummagh fir lil muslimin wal muslimat wal mu'minin wal mu'minat al ahyai min hum wal amwat."

Kamu meminta Tuhan mengampuninya dan kamu tidak memaafkannya?

Nggak minta maaf itu arogan? Yang arogan itu tidak bertobat. Rendah hati untuk yang memberi maaf, yang mengaku salah tak perlu rendah hati, dia sedang rendah diri. Kalo sadar insya Allah makin rendah hati.

Kan tetap harus dikatakan? Silahkan untuk pemanis hidup, selama engkau bisa memaafkan jika tak diberi maaf. Kalo udah gitu gimana?
 
Trus kalo minta maaf dan dimaafkan? Jangan GR karena kamu punya PR. Kenapa nggak dari tadi aja lu kerjain itu PR? Dah buang berapa chat nih!

Seminar Pengembangan Diri - How To Turn Mess Into Message


SEMINAR PENGEMBANGAN DIRI, LEADERSHIP, DAN SELF MASTERY 

Ubah situasi kehidupan pribadi, profesi, karir, dan bisnis anda menjadi pesan-pesan yang membangun masa depan yang lebih baik, lebih sukses, dan lebih berhasil.

Materi Praktek Seminar 

Hotel Grand Kemang, Jakarta Selatan
Sabtu, 13 April 2013
08.30 - 17.30 WIB


Informasi Jadwal Terkini: http://pembicara.qacomm.com

UNTUK SIAPA SEMINAR PENGEMBANGAN DIRI INI?

Untuk anda yang ingin sukses dan berhasil.

Untuk anda yang tak kunjung didatangi kesuksesan dan keberhasilan.

Untuk anda yang sukses dan berhasil di satu bidang tapi gagal di bidang yang lain.

Untuk anda yang hidupnya selalu apes dan sial.

Untuk anda yang merasa paling menderita sedunia.

Untuk anda yang merasa terpenjara oleh pekerjaan.

Untuk anda yang menginginkan kehidupan yang santai dan rileks.

Untuk anda yang merasa malas bekerja.


Untuk anda yang pusing dengan urusan kantor.

Untuk anda yang terlilit hutang.

Untuk anda yang merasa frustrasi.

Untuk anda yang gagal berumah tangga.

Untuk anda yang gagal dalam bisnis, karir, dan pekerjaan.

Untuk anda yang sedang konflik dengan atasan, bawahan, atau
rekan kerja.

Untuk anda yang merasa hidupnya berantakan.

NOTE:

Seminar terapi ini bukan untuk mereka yang menderita clinical depression, korban kekerasan dalam rumah tangga (KDRT), dan korban kecanduan narkoba.

INVESTASI:

Rp 1.500.000,- per orang


 
PENDAFTARAN:

Fajar 0858 4025 3839
Rizal 021 7009 6855

PEMBICARA:

Ikhwan Sopa

Professional and Business Therapist
Master Trainer E.D.A.N.
Author "Manajemen Pikiran dan Perasaan"
Author "4 Productivity Boosters System"
 

 Anda perlu datang atau mengundang kami jika Anda menemukan gejala berikut ini...
 

 QA COMMUNICATION - 2013