Mencari Kesalahan

Dua belas tahun, saya pernah punya profesi yang pekerjaannya adalah "mencari kesalahan". Menurut saya, itu pekerjaan yang paling mudah dilakukan di dunia.

Dan ternyata, menemukan kesalahan pada diri orang lain tidak lantas membuat apa yang ada pada diri saya menjadi benar.

Kemudian saya menyadari bahwa tugas saya adalah merefleksi.

Jika saya tak menemukan kesamaan, kewajiban saya adalah bersyukur dan bukan menyombongkan diri.

Jadi, semua itu adalah antara kesalahan mereka dan diri mereka, bukan antara kesalahan mereka dan saya.

Jika mereka meminta bantuan saya, tugas saya adalah membantu mereka merekonsiliasi diri mereka sendiri.

Sementara itu, saya sendiri mungkin seperti seorang pengembara menuju AA yang sedang tersesat. Lalu seseorang yang lain menuju A juga tersesat dan bertanya arah kepada saya. Siapa tahu, saya masih bisa mengingat arah ke A dan membantunya, dan siapa tahu ia pernah tahu arah ke AA dan membantu saya.