Jiwa yang Rindu dan Penasaran


Di dalamnya kosong dan tak ada apa-apa. Apa yang penting bukan di dalamnya tapi di luarnya.

Berada "di dalam" membuat kita tak tahu arah dan orientasi.

Berada "di luar" menjadikan kita pengamat dan pengukur yang tahu kemana harus menghada p, tahu ke arah mana harus bergerak, tahu apa yang harus dikerjakan, dan tahu bagaimana mesti menimbang dan mengukur.

Konon, siapa yang berdiri tepat di hadapannya akan mengerti bahwa tak ada lagi yang lain yang diinginkan jiwanya kecuali sedekat ini dengan Sang Pencipta.

Semoga saudara-saudaraku yang sedang di sana kembali dengan mabrur. Aamiin ya Allah aamiin. Selamat merayakan hari Raya Idul Adha.

#memicu rindu dan penasaran setelah sepanjang hayat menghadapkan tubuh dan wajah ke arahnya.