Tips Presentasi dan Public Speaking

Ada yang nanya, "Pak, mo presentasi nih, ada tips?"

Ya, "be present" aja.

Badan hadir di situ, kepala hadir di situ, pikiran hadir di situ, perasaan hadir di situ. Ngomongin yang terpaut dengan kepentingan orang-orang di situ.

Have fun-lah.

"Trus, gimana kalo di audience ada yang lebih dari saya, jabatannya, pangkatnya, lebih berpengalaman atau lebih pintar dari saya?"

Satu hal yang perlu dipastikan, kamu lebih mengerti yang kamu omongin daripada audience kamu, atau minimal kamu lebih banyak informasi. Presentasi jualan sendal jepit di hadapan presiden pun, kamu berpeluang lebih mengerti tentang sendal jepit (itu).

"Kalo di depan kelas deg-degan gimana Pak?"

Itu cuma detak jantung yang menjadi lebih cepat, terjadi karena 'mode survival' teraktivasi, padahal false alarm.

Kata orang medis, kelenjar keringat sebesar kacang yang nongkrong di atas ginjal membuka keran lebar-lebar menyuntikkan adrenalin ke dalam darah. Jantung lalu bereaksi dengan memompa lebih banyak darah ke seluruh tubuh, yang biasanya dilakukan untuk menjaga otot dan jaringan dari benturan. Itu semua adalah normal menandakan diri masih sehat wal afiat. Yang tidak normal adalah sinyal pikiran yang mengaktivasi itu.

Mindset kamu masih memaknai audience sebagai musuh padahal mereka teman. Oleh sebab itu datanglah sebelum audience berdatangan, supaya kamu merasa menjadi tuan rumah yang menerima tamu, lalu bersahabatlah dengan mereka lewat meet and greet.

Sedikit banyak, sesaat hendak menyeberang jalan jantung juga bergetar karena fenomena yang sama. Bayangkan tanpa itu, menyeberang jalan dengan kepala dan darah yang terlalu dingin tanpa khawatir sama sekali. Malah berbahaya kan?

Itu semua normal, hanya saja terjadi salah kaprah internal. So, tertuduhnya adalah mindset, dan jangan pernah lagi minta nggak deg-degan hilang, nanti jantungmu ngambek.

Perhatikan petinju yang siap tanding di sudut ring, pernah lihat mereka sedakep doang sambil cengar-cengir? Yang mereka lakukan adalah memberi kesempatan kepada adrenalin untuk memahami situasi dengan melompat-lompat ringan.

"Bagaimana cara mengendalikan audience?"

Rentang kendali di dalam kelas itu ada tiga,

1. Self Control

Bajaj lewat dengan berisik misalnya. Kamu terganggupun nggak banyak yang bisa kamu lakukan kecuali mengendalikan diri. Ini bahasa diam.

2. Shared Control

Ini kontrol TST alias tahu sama tahu. Mereka duduk, berarti berperan sebagai pendengar. Kamu berdiri di depan, berarti berperan sebagai pembicara. Detik mereka masuk ke ruang kelas, detik itu juga pada dasarnya mereka tahu bahwa misi mereka adalah mendengar. Itu artinya, detik kamu datang kamu juga tahu bahwa kamu adalah pembicara. I'm the voice, kata Anthony Robbins. Ini bahasa kode dan bahasa sinyal.

3. External Control

Ini juga kontrol TST pada skala yang chunk-up banget, misalnya moralitas. Misalnya, kalo ada yang mau buka celana trus pengen pipis di sudut ruangan, nggak usah pake dinasehati panjang lebar, panggil aja satpam. Hua...ha...ha. lebay.

"Ane di depan kelas lagi ngoceh, trus di pojokan ada yang ngoceh juga. Kan ngganggu tuh, gimana?"

Ini yang saya maksud dengan shared control tadi, gunakan bahasa kode dan sinyal.

Sambil tetap ngoceh, berjalanlah perlahan ke arah mereka yang ngoceh juga itu. Berhentilah di titik 'social distance' lapis ke tiga (sekitar tiga meter dari mereka) dan berharaplah mereka mengerti sinyal ini.

Kalo mereka tetap ngoceh, melangkahlah lebih dekat lagi dan berhenti di 'social distance' lapis kedua (sekitar satu setengah sampai dua meter dari mereka) dan berharaplah sekali lagi. Katakan sesuatu, lalu berpalinglah kepada mereka dan tembak, "Bukankah begitu?"

Kalo mereka tetap ngoceh setelah itu, lebih merapatlah ke mereka, berdiri menghadap mereka, lalu challenge mereka dengan bertanya, "Menurut Anda berdua gimana nih?"

Kalo setelah itu masih ngoceh juga gimana? Entahlah. Keplak aja kali. Hua...ha...ha.. nggak ding. Suruh aja ke depan jadi pembicara, "Sepertinya Mas X dan Mbak Y ini punya pendapat yang bagus, monggo silahkan ke depan sharing ke kita-kita."

Happy presenting and public speaking!