Terapi Galau

Galau itu badainya pikiran, geloranya perasaan. Pikiran sibuk berdebat dan saling mempertanyakan diri sendiri. Berasa seperti comberan diobok-obok anak muda pengangguran lagi nyari cacing lumbricus rubellus. Kayak meeting yang begitu ramai dan riuh rendah dan tak pernah berhenti. Telinga berdengung kepala berdenging. Tidur susah makan kagak enak. Di tempat rame kayak sepi, di tempat sepi serasa pengen ngejambak rambut sendiri. Nelen ludah aja susah, dada kek mau pecah, perut diplintir-plintir.

Nggak apa, it's ok. Galau itu emosi. Emotions are events, and events are meant to be short lived. Seperti bandul yang mengayun ke kanan dan ke kiri. Jangan nggelayut di bandulnya, tapi peganglah talinya.

1. Banyakin ibadah (tipsnya yang Maha Menciptakan, bapak, ibu, guru, ustadz, kyai, dan guru ngaji).

2. Lemesin otot dengan olah raga dan pijat urut.

3. Berbaik sangka dengan pikiran dan perasaan diri sendiri, mereka sedang bekerja keras menjawab pertanyaan dan tantangan hidup. Masih untung bisa mikir dan ngerasa. Berterimakasihlah pada mereka berdua dan niatkan keduanya bekerja sama dengan bawah sadar yang jauh lebih pintar. Masih galau berarti masih hidup. Tetap bertahan sampai hari ini sebagian besar adalah peran kecerdasan bawah sadar. Tanpa bersyukur galau menjadi-jadi.

4. Berbaring atau duduklah lalu bayangin langit yang mendung dan berawan, berangsur-angsur menjadi cerah biru terang (tipsnya NLP).

5. Sukai yang baik-baik dan yang bagus-bagus. Memilih sikap dan kecenderungan sangat membantu pikiran, perasaan, dan bawah sadar untuk mengerti apa yang sebenarnya kita inginkan (tipsnya pakar bawah sadar).

6. Urus peliharaan atau bercengkrama dengan mereka. Kucing, anjing, ikan, sapi, kebo, atau gajah barangkali. Ngobrollah dengan mereka dan curhat kalo perlu. Jangan keterusan, nanti gila (tipsnya Cesar Millan).

7. Ciptakan vortex. Kalo sulit menghentikan badai, bersahabat dengannya mungkin sangat membantu. Vortex itu mata badai, pusat badai yang kuat menyedot segala yang di sekitarnya. Ciptakan badaimu sendiri, bayangin aja dia menyedot habis segala kegalauan (tipsnya Storm Chasers).

8. Bayangin ombak yang bergulung balik kembali ke laut membawa semua kegalauanmu. Lebih bagus kalo pergi ke pantai aja sekalian dan bayangin yang sama saat deburan ombak menyurut balik ke arah cakrawala. Pantai Selatan kalo perlu. Berendamlah setinggi pinggang biar kerasa banget tarikannya. Jangan terlalu ke tengah, ntar klelep (NLP lagi).

9. Ingat ini, "di sini" dan "sekarang". Galau itu sering identik dengan terus-terusan menyesali masa lalu dan sadar atau tidak sadar berprasangka buruk tentang masa depan. Perhatikan, apa yang hadir di sini dan sekarang lewat lima panca indera adalah keindahan. Buktiin aja (tipsnya Echart Tolle pakar "di sini" dan "sekarang").

10. Bayangin diri jadi Sponge Bob menyerap semua kegalauan sembari menikmati Bikini Bottom. Hai Gary... hai Patrick... hai Sandy... hai tuan Krab... hai Squidward... (tipsnya Nickleodeon).

11. Sibuklah mengurus diri. Perhatikan dari ujung jempol sampe ujung rambut kepala. Motong kuku kek, nyukur bulu betis kek, ngorek kuping kek, nyari kutu atau nyerit kek. Note: Tidak termasuk ngupil dan mencet jerawat. Ngupil terlalu sedikit pengaruhnya karena menurut statistik kita sudah terlalu sering melakukannya. Mencet jerawat justru menaikkan level galau dua atau tiga tingkat (tipsnya Dr. Frank Hladky, pakar Bio Energetics Therapy).

12. Brentiin waktu. Caranya, luangkan waktu setengah sampai satu jam mengamati yang kecil-kecil kek semut atau ncuk alias jentik nyamuk. Kalo perlu yang lebih kecil lagi pake mikroskop (tipsnya Jiddu Krishnamurti - pakar anti badai / meditasi).

13. Jadi pengamat untuk kegalauan diri sendiri. Kalo konsisten, galau tau-tau sudah berada di luar kita. Tinggal buang ke tong sampah.

Prens, Bro, Sis, hidup ini indah loh... sueeeer!