Tips Kepemimpinan

Selamat siang sahabat,

"Setiap kita bisa bermimpi sendirian, mencapainya tidak."

Jika engkau merenungkannya, maka engkau akan menyadari bahwa kodratmu adalah menjadi pemimpin.

Setiap impian masa depanmu adalah sebentuk negeri kehidupan yang engkau akan memimpin di dalamnya. Sebagai pemimpin, misimu adalah membawa negeri kehidupanmu ke tingkatan yang makin mendekat kepada Tuhan.

Engkau memang tak memilih menjadi pemimpin, sebab engkau dilahirkan sebagai pemimpin. Terimalah tugas kepemimpinanmu dengan rasa tanggungjawab dan kecintaan pada Yang Telah Memberimu tampuk kepemimpinan di Negeri Kehidupan.

Jangan berhenti bergerak, sebab dunia ini tak akan menjamumu dengan apa-apa jika engkau tak memerintahkannya dengan kuasamu. Dan janganlah engkau terlena oleh kenikmatan istirahat yang hanya sebentar. Engkau bukan sepenuhnya penikmat, sebab kenikmatanmu ada dalam memimpin dan mengkreasi kehidupan. Ingat, setiap pemimpin yang bukan engkau, semuanya sedang sibuk membangun negeri kehidupannya.

Imporlah segala pelajaran dan sumber daya berharga dari negeri-negeri lain, makmurkan negerimu. Eksporlah segala nilai baik dan kemanfaatan ke penjuru dunia. Ciptakan perdamaian, sebab itu lebih sesuai dengan prinsip di atas. Jangan berperang, sebab itu hanya menghambur-hamburkan segala energi dan sumber dayamu. Jangan menjajah, sebab kekejianmu akan engkau terapkan ke dalam negerimu sendiri.

Lebih dari itu, cegahlah perang saudara di dalam negeri kehidupanmu. Antara yang berpikir dan yang merasakan. Antara yang kerjanya mengambil dan memberi. Antara yang menginginkan keamanan serta kestabilan dan yang ingin maju menempuh risiko.

Yakinkan mereka semua, bahwa mereka semuanya satu tujuan di bawah tampuk kepemimpinanmu. Buat mereka percaya dengan kejelasan visimu. Buat mereka patuh dengan kedisplinan dan ketegasanmu.

Kirimlah duta-duta besarmu berkantor di lubuk-lubuk hati negeri-negeri tetangga. Jadikan mereka perwakilanmu untuk persahabatan dan aliansi yang saling memberdayakan.

Bijak dan welas asihlah kepada seluruh rakyatmu, yang memegang, yang menginjak, yang menjadi pintu masuk, yang menjadi pintu keluar, yang melihat, mendengar, yang mencium, yang mencecap, yang berhitung, yang berpikir, dan yang merasakan.

Jika engkau zalim kepada mereka, dinastimu tak akan lama. Engkau akan jatuh karena kudeta mereka. Maka negerimu, akan menjadi negeri mati yang kosong dari kepemimpinan. Negerimu akan kacau balau karena engkau telah semena-mena. Porak-poranda karena keterlenaanmu sendiri di dalam pesta-pesta kerajaan.

Siapkanlah dirimu, untuk menjadi raja diraja dari peradaban yang indah dan maju, dan menjadi rahmat bagi alam semesta.

Makin semangat!

Ikhwan Sopa