Re-Framing Versus Positive Thinking

Selamat malam sahabat,

Terkait dengan status saya tentang Re-Framing:

http://milis-bicara.blogspot.com/2012/02/re-framing-mpdp-ctb-model.html

saya menerima pertanyaan sebagai berikut,

"Apa bedanya re-framing dari positive thinking? Semakin saya berusaha berpikir positif, saya malah semakin menjadi negatif, kok bisa?"

Positive thinking adalah idealismenya, re-framing adalah upaya membangun realitasnya.

Positive thinking adalah rujukan syariatnya, re-framing adalah upaya menggapai hakikatnya berdasarkan apa yang terjadi "sekarang" dan "di sini".

Positive thinking adalah intention alias niatnya, re-framing adalah pengamalannya.

Positive thinking adalah specs-nya, re-framing adalah manual dan trouble shooting-nya.

Positive thinking adalah atribusinya, re-framing adalah asosiasinya.

Positive thinking adalah "apa"-nya, re-framing adalah "bagaimana"-nya.

Sungguh sulit untuk hidup di dalam idealisme berpikir positif, tanpa berlatih dari waktu ke waktu dengan menerapkan re-framing.

Maka sahabat, mari kita camkan yang satu ini,

"Di dalam hidup ini, apa yang penting bukanlah apa yang terjadi, melainkan bagaimana kita bersikap, mempersepsi, dan bertanggungjawab untuk apa yang terjadi. Bukan APA, tapi BAGAIMANA."

Makin semangat!

Ikhwan Sopa