Dua Sisi Diri

Selamat sore sahabat,

Aku sering berimajinasi bahwa diriku adalah seorang raja yang berkuasa. Sebagai penguasa aku mempunyai sistem intelijen dan mata-mata. Inilah yang dilaporkan oleh sistem intelijen dan para mata-mataku. Aku menceritakannya, karena engkau adalah sekutu-sekutu terbaikku.

"Pikiran mengkreasi rasa, perasaan mengarahkan pikir."

Dengan kesadaranmu engkau hidup, dengan pikiranmu engkau mengertinya, dengan perasaanmu engkau mengalaminya.

Ketika perasaanmu tidak nyaman, maka terimalah. Bagaimanapun, itu hasil kerja dari pikiranmu sendiri.

Perasaanmu tak pernah bercerita tentang fakta, ia hanya label-label yang dilekatkan oleh pikiranmu, atau bahkan lompatan langsung ke kesimpulan yang ia tawarkan dan engkau begitu saja menelannya.

Pilihlah untuk berpikir yang sebaliknya dan lalu bertindaklah juga yang sebaliknya.

Jika engkau mengeluh, maka engkau sedang mengkreasi sesuatu yang identik dengan keluhanmu. Sadarilah bahwa sebelum keluhanmu itu muncul, engkau telah menyemaikan benih sebelumnya.

Jika engkau ragu-ragu, maka engkau sedang memberi diskon besar untuk keyakinanmu. Sadarilah bahwa setiap keraguan adalah keyakinan-keyakinan yang belum diutuhkan.

Jika engkau menarik diri dari tanggungjawab, maka engkau sedang kehilangan kewenangan. Sadarilah bahwa tanggungjawab adalah syarat nomor satu untuk apapun negeri kehidupan yang engkau tegakkan.

Jika engkau senang berdebat, maka engkau cenderung tak efisien menggunakan energi hidupmu. Sadarilah bahwa setiap perdebatan cenderung menyia-nyiakan energi beroktan tinggi dengan menguapkannya begitu saja ke udara sebagai polusi.

Jika engkau terlalu enggan dan penuh rasa ewuh-pakewuh, maka engkau sedang menempatkan dirimu terlalu rendah. Sadarilah bahwa setiap rasa enggan dan ewuh-pakewuh yang berlebihan adalah upaya sengaja untuk melemahkan niat dan kehendakmu.

Jika engkau menyalahkan orang lain untuk apa yang terjadi dalam hidupmu, engkau sedang melarikan diri dari singgasanamu. Sadarilah bahwa menyalahkan orang lain hanyalah upaya kecilmu untuk sekedar mengatakan bahwa engkau telah kalah.

Jika engkau sulit memilih, maka engkau sedang jatuh sejatuh-jatuhnya.
Sadarilah bahwa mampu memilih adalah pembeda utamamu dari makhluk lain yang bukan penguasa.

Setiap emosi itu energi dan setiap energi adalah potensi kreasi.
Imajinasimu adalah mesin kreasimu dan emosimu adalah bahan bakarnya.

Wahai para sahabat penguasa negeri kehidupan di seberang, aku baru saja bercerita tentang siapa saja yang sering mensabotase kedaulatanmu.
Ini hidupmu. Di dalamnya engkaulah sang raja yang perkasa!

Engkau adalah abdullah yang khalifah.

Makin semangat!

Ikhwan Sopa