Kekuatan Versus Kelemahan Persepsi

Selamat malam sahabat,

Waktu kuliah, saya dan teman sekelas sempat terprogram oleh perilaku beberapa dosen.

Jika dosen statistik mulai melepas kacamatanya, maka dengan akurat kami menyimpulkan bahwa ia akan mulai bertanya kepada kami satu per satu. Jika yang ditanya mampu menjawab, ia akan memberi tanda kotak di depan nama yang bersangkutan. Ia punya catatan detil tentang itu.

Jika dosen matematika mulai mendekati jendela dan menyentuh handle kuncinya, maka dengan akurat pula kami memprediksi bahwa ia juga akan mulai bertanya.

Itu semua bisa disebut sebagai anchor.

Manusia itu makhluk yang luar biasa. Ia bahkan bisa belajar dengan akurat hanya dengan sekali pembelajaran alias one time learning. Pelajaran itu, bisa jadi tak akan pernah dilupakannya seumur hidup. Misalnya saja kejadian traumatik atau terciptanya phobia.

Sahabat trainer, pernahkah engkau mencoba memanfaatkan fenomena anchor ini? Misalnya dengan spatial anchor, alias anchor ruang. Di manakah engkau berdiri jika akan bertanya? Di mana engkau mengambil posisi jika akan bercanda? Di mana tempatmu berdiri jika engkau akan serius? Audience pun sama, mereka punya kapabilitas one time learning.

Saya pernah menguji efektifitas one time learning ini. Saat coffee break pertama, saya perhatikan wadah tempat teh dan kopi. Jika terbuat dari aluminium sehingga tak kelihatan isinya, maka sebelum break kedua saya tukar saja labelnya. Hasilnya, cukup banyak yang menikmati teh krimer alias teh tarik dan banyak juga yang terpaksa ngupi-ngupi. (Sekalian, ane minta maaf buat yang pernah mengalami ini karena keisengan saya.)

Lucu ya? Kok bisa kita begitu saja langsung percaya pada huruf dan kata-kata? Dan seberapa sering fenomena orang lain menggoyah keyakinanmu, atau bahkan sekedar pendapatnya malah engkau telan menjadi keyakinan?

Jangan percayai status ini.

Saya jadi ingat waktu kecil bagaimana yang terjadi dalam diri saya jika melihat om atau tante saya mempertemukan jempol dan jari tengahnya. Reaksi saya adalah mewaspadai telinga saya, dan bahkan seolah sudah terasa seperti diselentik.

Sahabat, apa yang terjadi dalam dirimu jika engkau melihat orang berwajah ramah menjulurkan tangan? Maka program aplikasi 'bersalaman' akan terpicu secara lengkap sampai 'exit' bahkan sebelum tangan orang itu mendekatimu. Bagaimana jika ia mem-break-pattern-mu di langkah program ke 7 dari 14 langkah program (start s.d. exit) hingga engkau seketika trance?

Bagaimana pula, jika engkau melihat sebuah tangan yang jari-jarinya dilipat kecuali jari tengahnya yang tegak berdiri?

Lebih parah lagi, kita melakukan one time learning dengan segala hal yang 'katanya'?

Waspadai persepsi sebab ia sering melompat begitu saja setelah resepsi panca indera.

Makin semangat!

Ikhwan Sopa

Menjadi CEO Untuk Diri Sendiri

Selamat siang sahabat,

Seorang CEO adalah pemain visi dan misi. Mereka adalah generalis yang lebih banyak bekerja dengan intuisi. Segala yang logika dan teknis mereka serahkan kepada komputer dan kepada para spesialis yang bekerja operasional. Salah satu hobi terbesar mereka adalah menggelar meeting dan mengajukan pertanyaan.

Sahabat,

Jika hidupmu adalah perusahaan dan engkau adalah CEO-nya, maka apakah engkau memilih menjadi generalis atau spesialis?

Sahabat, dirimu adalah CEO tunggal yang telah diangkat oleh kehidupan, komisarismu adalah para malaikat, dan pemegang saham 100% untuk hidup dan dirimu adalah Tuhan. Jangan katakan engkau tidak mampu, sebab Mereka telah memberimu kewenangan.

Makin semangat!

Ikhwan Sopa

Kacamata Board Of Director

Selamat siang sahabat,

Berikut ini saya sharing berita bahagia kedua hari ini.

Seorang manager dari departeman HR sebuah perusahaan menghubungi saya.

"Alhamdulillah Pak, perusahaan kami telah menjadi yang terbaik di dalam grup perusahaan. Saya diminta mempresentasikan tentang perjalanan 'pasukan' hingga ke titik ini. Bagaimana saya memulai presentasinya?"


Perusahaan ini, telah tiga tahun mengontrak saya untuk berbagai training. Kontrak ini berakhir tahun 2011 kemarin. Roadmap yang mereka buat menyatakan bahwa tahun 2011 adalah 'tahun terakhir' grup perusahaan ini mengurusi pengembangan sumber daya manusia, sebab di tahun-tahun berikutnya mereka berkeinginan mengejar cita-cita. Itu sebabnya, manager ini termasuk salah satu pihak yang harus mempertanggungjawabkan upayanya kepada BOD di tahun 2012 ini.

Saya jawab pertanyaannya begini,

Kacamata BOD adalah kacamata visi dan misi. Tindaklanjutnya adalah sesuai roadmap yang dibuat. Maka berceritalah, bahwa setiap impian adalah tentang perjalanan perubahan, dan setiap perubahan tidak dapat hanya sekedar diserahkan kepada sang waktu, melainkan rangkaian aktivitas untuk menciptakan perubahan dengan berbagai pemampatan dan percepatan. Maka katakanlah, "beginilah kami melakukannya."

Makin semangat!

Ikhwan Sopa

Pentingnya Semangat dan Sikap Pantang Menyerah

Selamat siang sahabat,

Saya sharing berita bahagia hari ini.

"Alhamdulillah Pak, saya telah berhasil menggelar training X. Pesertanya cuma empat orang tapi kami merasakannya seperti kelas empat puluh orang."


Sahabat, beginilah saya 'meramalkan' masa depannya.

Jika dirinya terus bersikap seperti ini, tetap bersemangat dan pantang menyerah sebagai trainer, maka insya Allah ia akan menjadi trainer yang hebat di masa depan. Saya yakin itu.

Makin semangat!

Ikhwan Sopa

Training - Seminar - Pelatihan (Maret - April 2012 - Umum)

Selamat siang sahabat,

Kita silaturahim ya...

"Islamic Book Fair"
Menu of The Day: Manajemen Pikiran dan Perasaan
Istora Senayan, Jakarta
09 Maret dan 17 Maret 2012
http://ibf.penerbitzaman.com/katalog.php

"NNLP Certified Trainer"
Hotel Narita, Surabaya
31 Maret - 01 April 2012
http://neonlp.com/training-schedule/

"Training Sertifikasi Praktisi Manajemen Pikiran dan Perasaan"
Angkatan III, Jakarta
07-08 April dan 21 April 2012
http://www.facebook.com/events/297950156926229/

"Indonesia Hypnosis Summit"
Anti Hypnosis - Aktivasi Personal Power dengan Gamma Brainwave
Hotel Oasis Amir, Jakarta
28 April 2012
http://www.indonesiahypnosissummit.com/matrik-seminar

Makin semangat!

Ikhwan Sopa

4 Cara Mempersepsi dan 3 Cara Berpikir

Selamat malam sahabat,

Indah sekali, jika kita dapat benar-benar hidup di dalam realitas kehidupan sebagaimana yang kita inginkan. Jika kita menganggap bahwa realitas kehidupan kita belumlah 'sebagaimana mestinya', maka itulah tanda perlunya perubahan. Realitas hidup kita berubah, hanya jika kita mengubah apa-apa yang ada pada diri kita. Hidup kita berubah, jika kita berubah.

Pada dasarnya, setiap realitas adalah persepsi. Jika kita sedang menatap layar dan di dalamnya ada content fesbuk, maka fesbuklah realitas kita saat ini. Jika nanti kita bekerja dengan MS Word, maka MS Word-lah realitas kita saat itu. Jika kita sedang fesbukan lalu ingat pekerjaan di MS Word, maka itulah juga realitas kita. Sementara itu, komputer adalah tetap komputer, layar adalah tetap layar, dan pixel adalah tetap pixel.

Ada beberapa hal terkait dengan cara kita mempersepsi, yaitu:

1. Apperception, yaitu bagaimana kita mempersepsi apa yang berlangsung di dalam pikiran kita. Apa yang saya pikirkan? Mengapa saya demikian memikirkannya? Dan seterusnya.

2. Proprioception, yaitu bagaimana kita mempersepsi apa yang berlangsung pada tubuh kita, pada perasaan kita, pada sensasi, dan pada emosi kita. Mengapa kita marah? Mengapa dengan marah dada menjadi sesak? Dan seterusnya.

3. Subception, yaitu bagaimana kita mempersepsi berbagai hal yang sifatnya tacit alias sulit untuk diekspresikan ulang. Misalnya, bagaimana dulu kita bisa menjadi bisa berenang atau bagaimana kita berkembang menjadi orang yang 'cenderung tidak disukai'.

4. Projectoception, yaitu bagaimana kita mempersepsi berbagai hal yang tidak ada atau awalnya tidak ada di dalam suatu fenomena. Ada orang berkumpul, lalu kita menciptakan realitas baru yang disebut dengan kampung, organisasi, pemerintahan, negara, dan seterusnya.

Semua itu, kita mudahkan dengan menyebutnya sebagai persepsi.

Persepsi kitalah yang menentukan realitas kehidupan kita, dan persepsi kita sangat ditentukan oleh keyakinan-keyakinan yang ada dalam diri kita. Itu sebabnya, keyakinan sangat diperlukan.

Pertanyaannya,

1. Apakah cara kita mempersepsi telah akurat dan membangun realitas kehidupan sebagaimana yang kita inginkan?

2. Apakah keyakinan-keyakinan kita memang memberdayakan hingga memampukan kita membangun realitas kehidupan yang kita kehendaki itu?

Maka, perubahan pertama yang perlu kita lakukan adalah menggeser kesadaran. Kita perlu lebih menyadari bagaimana cara kita menyusun dan membangun persepsi dan kita perlu lebih menyadari bagaimana kita memilih dan mengolah keyakinan.

Menggeser kesadaran adalah sebuah upaya yang perlu diniatkan. Kita perlu mengarahkan pikiran kita ke arah kesadaran yang lebih tinggi, sebab segala hal sulit diolah, dimengerti, dan dinikmati dengan kesadaran yang menciptakan berbagai hal tersebut.

"We cannot solve our problems with the same thinking we used when we created them."
-Albert Einstein-

Alat persepi kita yang utama adalah pikiran kita. Hal pertama yang perlu kita sadari tentang pikiran kita, adalah bahwa ia bekerja dengan tiga pola:

1. Berpikir patologis, yaitu pola berpikir yang sangat dipengaruhi oleh emosi. Dengan menggunakan pola berpikir seperti ini, maka pikiran akan selalu kesulitan melihat dan mengamati dirinya sendiri, dan selalu kesulitan menemukan cara berpikir yang berbeda, akibat kabut yang diciptakan oleh emosi.

2. Berpikir logis, yaitu pola berpikir yang membebaskan diri dari emosi. Pola pikir ini mampu melihat dan mengamati dirinya sendiri. Namun demikian, kita adalah manusia bukan sekedar komputer dan bukan pula sekedar robot.

3. Berpikir psikologis, yaitu pola berpikir yang selalu mampu mengamati dirinya sendiri. Pola berpikir ini mampu melakukan refleksi dan mampu menemukan pola berpikir lain yang mungkin lebih memberdayakan persepsi kita.

Saringan bagi persepsi kita adalah keyakinan. Salah satu ciri keyakinan yang memberdayakan adalah jika keyakinan itu menjadi bagian dari kelompok keyakinan (belief system) yang terorganisir dan sistematis. Dengan kata lain, jika keyakinan itu menjadi bagian dari belief system yang terkodifikasi. Itu sebabnya kita cenderung membutuhkan agama dengan kitab sucinya dan dengan petunjuk rasulnya. Tanpa kodifikasi, keyakinan-keyakinan kita lumpuh karena mereka berdiri sendiri atau mereka saling bertentangan. Akibatnya persepsi kita tak berjalan akurat, dan akhirnya realitas kehidupan kita menjadi tak sesuai dengan yang kita inginkan.

Jika kita berharap bahwa diri kita menjadi mampu menciptakan realitas kehidupan sebagaimana yang kita kehendaki, hal pertama yang perlu kita lakukan adalah menggeser kesadaran.

Setelah semua upaya kita lakukan, maka pembentuk akhir dari realitas kehidupan kita adalah keyakinan kita yang mengatakan, "Tuhan Maha Berkehendak". Kitapun menyatu dengan realitas kehidupan yang sesungguhnya, mengikatkan diri di dalam naungan Tuhan.

Ya Allah ya Tuhanku, aku adalah kesadaran yang merindukan pertemuan denganmu. Terangilah hidupku dengan petunjuk-Mu, agar ketika aku meninggalkan dunia dan tubuh fisikku ini, aku berangkat dengan jiwa yang tenang. Aamiin... aamiin...

Makin semangat!

Ikhwan Sopa

Aktivasi Personal Power dengan Gamma Brainwave

Selamat siang sahabat,

Hadir ya di ajang "Indonesia Hypnosis Summit 2012", di Hotel Oasis Amir, Senen, Jakarta Pusat, tanggal 28 April 2012.

Insya Allah saya mengisi satu sesi dengan topik:

Anti Hypnosis
Aktivasi Kekuatan Diri dengan Gamma Brainwave

"Gamma rays are an energy of the highest order we are aware of. When you start to talk about gamma rays you have to talk about consciousness. At the instant that this energy came out of the darkness, there was a consciousness, an awareness, and that awareness had order to it. It didn't just happen by accident. There is an order to it, so it has to have a master plan, and a way to control its growth and direction.

The origin of this energy is consciousness and it has an effect on the way we think and act.

We are beginning to see more people who are metaphysically tuned in - people who have a vision of how we can make things better. The biggest change is in our consciousness, because at its true frequency, gamma-ray energies are almost like thought or brainwaves. Gamma rays are an instance of consciousness like a brainstorm."

(Roland L. Beanum a leading aerospace engineer who, over the past 30 years, has worked on the X-15, F-100, XB-70A, F-108, Apollo and Space Shuttle designs and was the lead engineer of the Compton Gamma-Ray Observatory - NASA.)

Foto:
http://milis-bicara.blogspot.com/2012/02/anti-hypnosis.html

Gamma Rays is the most powerful force in the universe.



The gamma-ray portion of the universal energy spectrum reflects the highest energy processes known and is rich with information on the evolution of the known Universe. By observing gamma rays from the most distant quasars, we may be looking back billions of years in time and seeing the Universe before our solar system even existed. The longer we listen to and look at gamma rays, the more likely we are to find that they are the messengers of creation and consciousness itself.

Info:
http://www.indonesiahypnosissummit.com/matrik-seminar

Makin semangat!

Ikhwan Sopa

Alasan Terbaik Adalah Cinta

Selamat siang sahabat,

Dalam diri kita ada sebentuk titipan yang dilekatkan Tuhan menyertai jiwa sebagai ujian bagi hidup kita. Kemanapun kita pergi, ia selalu mengintai dan benar-benar serius ingin mencuri semangat dan keteguhan keyakinan kita. Dialah yang sebenarnya menciptakan ketakutan, kekhawatiran, dan segala kemarahan kita.

Mudah sekali kita mengerti, bahwa setiap pencuri pastinya hanya berusaha memasuki rumah yang ada isinya. Maka, semakin keras kita bekerja, semakin kuat kita memompa semangat, dan semakin teguh keyakinan kita, semakin keras pula ia berupaya mendobrak segala pertahanan kita.

Ia sebenarnya lemah, karena ia diciptakan sebagai ujian dan setiap ujian mestilah sepadan dengan kemampuan kita. Namun demikian, jika kita tak berhati-hati maka kita akan terjebak pada pola dan strategi yang salah dan justru membuat kita makin lemah.

Jika kita mengendap-endap membawa pisau, maka ketahuilah bahwa ia membawa pisau yang lebih tajam. Jika kita mendatanginya dengan membawa pistol, ia pun menyiapkan pistol dengan kaliber yang lebih besar. Apapun yang kita siapkan dan kita lakukan, ia cenderung makin siap pula.

Orang bijak bilang, yang sebenarnya perlu kita lakukan adalah menghidupkan lampu seterang-terangnya. Karena sebagai penghuni kegelapan, ia benar-benar takut pada cahaya.

Jangan melakukan sesuatu karena takut, karena khawatir, atau karena marah. Lakukanlah karena cinta.

Makin semangat!

Ikhwan Sopa

QA Training | Motivasi, Komunikasi, Leadership

We make individual and organisational balance happens at your place.

QA Training | Motivasi, Komunikasi, Leadership

Peran Penting Persepsi dan Keyakinan

Selamat malam sahabat,

Jika kita berbicara tentang realitas kehidupan, maka kita selalu berbicara tentang kualitas dan bukan kuantitas. Mereka yang berharta banyak bisa susah hidupnya dan mereka yang berharta sedikit bisa berbahagia.

Jika kita berbicara tentang realitas kehidupan, maka realitas kehidupan kita lebih didominasi oleh realitas mental ketimbang realitas fisik. Dia yang sakit bisa merasa tenang dan dia yang sehat bisa merasa tak karuan.

Semua itu hanya berarti satu hal, yaitu bahwa realitas kehidupan kita lebih ditentukan oleh persepsi yang kita bangun. Cara kita membangun persepsi adalah dengan mempekerjakan image diri, fokus perhatian, interpretasi, dan ego sehingga semua itu menciptakan hubungan-hubungan di antara berbagai hal.

Jika kita pernah melihat gambar lingkaran dan persegi, maka dengan mudah engkau mengerti gambar ini.

"Saya cukup pintar. Saya pernah melihat gambar seperti ini. Namanya lingkaran dan persegi. Ah, ini mah gampang!"

Jika kita belum pernah melihatnya, maka kita membangun persepsi dengan menghubungkan garis-garis dan ruang kosong menjadi sesuatu yang kita merasa mengerti dan memahami. Kita berusaha mengerti dan memahami dengan menghubungkan apa-apa yang saling berdekatan atau apa-apa yang 'seperti ada hubungannya'.


"Saya ini nggak ngerti. Entah apa namanya gambar ini. Kira-kira apa ya? Paling disambung-sambungin nih. (Atau, alah gini aja dipikirin! Atau, lebih baik nanya ah.)"

Saringan utama yang kita gunakan dalam membentuk persepsi adalah keyakinan kita, dan kita cenderung hanya memilih dan menerima apa-apa yang mendukung keyakinan kita, sekalipun keyakinan itu tidak memberdayakan.

Supaya realitas kehidupan kita makin indah, baik, dan presisi, kita perlu mewaspadai keyakinan kita agar persepsi yang kita bangun menciptakan realitas hidup (minimal realitas mental) yang memang indah, baik, dan presisi. Pada saatnya, realitas hidup kita akan menjadi umpan balik bagi segala keyakinan kita. Begitulah caranya kita membangun realitas kehidupan dari waktu ke waktu.

Maka, persepsi realitas kehidupan yang buruk akan makin memburukkan hidup kita, dan persepsi realitas kehidupan yang indah, baik, dan presisi akan makin mengindahkan, membaikkan, dan menepatkan hidup kita. Inilah yang dimaksud dengan, "kita menciptakan hidup kita sendiri."

Di masa sekarang, kita perlu menginventarisir berbagai keyakinan yang kita pegang (dan tentang keyakinan, kita jarang sekali membuktikannya, sesuai dengan definisi resmi dari keyakinan yaitu 'percaya yang tak perlu bukti'). Manakah keyakinan kita yang memberdayakan dan manakah keyakinan kita yang tidak memberdayakan?

Ke masa lalu, kita perlu memverifikasi keyakinan kita dengan mengidentifikasi sumber-sumbernya yaitu otoritas (misalnya orang tua, guru, dan teman), emosi, intuisi, logika, ilmu pengetahuan, dan panca indera. Adakah situasi dan karakteristik yang tidak memberdayakan terkait dengan semua sumber keyakinan itu?

Ke masa depan, kita perlu mewaspadai cara kita memilih bahasa yang kita gunakan kepada diri sendiri dan orang lain, lingkungan, dan pengalaman. Apa yang biasa kita katakan? Dengan siapa saya berkumpul dan bergaul? Pengalaman apa yang saya pilih?

Menguatkan keyakinan yang memberdayakan kita lakukan dengan mengambil tindakan, sebab tindakan akan memvalidasi keyakinan. Kita akan berkata, "Tuh kan?"

Melemahkan keyakinan yang tidak memberdayakan juga kita lakukan dengan tindakan, yang bertujuan membuktikan keyakinan yang sebaliknya. Kita juga akan berkata, "Tuh kan?"

Sahabat,

REALITAS kehidupan kita adalah PERSEPSI kita dan persepsi kita sangat ditentukan oleh KEYAKINAN kita.

Makin semangat!

Ikhwan Sopa

Pentingnya Kesadaran

Selamat petang sahabat,

"If you have a golf ball size consciouness, when you read a book you'll have a golf ball size understanding. When you look out, a golf ball size of awareness. And when you wake up in the morning a golf ball size wakefulness. But if you could expand that consciousness, then you read the book more understanding, you look out more awareness, and when you wake up more wakefulness. And there is an ocean of pure vibrant consciousness inside each one of us. And it's right at the source and base of mind, right at the source of thought, and it's at the source of all matter."


Makin semangat!

Ikhwan Sopa

Aktivasi Personal Power - Iklan dan Candaan

Selamat malam sahabat,

Sebelum engkau melanjutkan, mohon dimaklumi bahwa ini adalah iklan dan sekaligus candaan.

Dulu, saya cukup sering berpindah-pindah tempat kerja dan bahkan profesi. Saya seperti punya 'siklus kebosanan'. saya seperti terus mencari sesuatu dan sulit menemukannya.

Rata-rata, saya mulai merasa jenuh dalam dunia kerja dan REALITAS HIDUP saya setelah menjalaninya selama kurang lebih tiga tahun. Jika sudah demikian, apa yang saya kerjakan biasanya cenderung lebih merupakan upaya untuk sekedar MENCARI PENGHIDUPAN atau memuaskan KEJENUHAN saya.

Tahun 1997-1999 sebagai akuntan yang memimpin sebuah tim auditor, nyaris selama dua tahun penuh saya tak pernah lagi duduk di kursi kerja saya sendiri (paling di mejanya sambil mengajak ngobrol orang lain hua...ha...ha..!). Saya merasa bahwa KEWAJIBAN saya hanyalah bertemu dengan klien dan menandatangani kertas kerja anggota tim saya. HARUS saya akui, bahwa saya waktu itu sungguh tak BERTANGGUNGJAWAB kepada hidup saya sendiri.

Saya heran, selama saya menjalani profesi yang sekarang sebagai pembicara motivasi, trainer, dan coach pengembangan diri, saya malah tidak mengalaminya lagi. Saya sudah menjalani profesi ini hampir selama enam tahun dan insya Allah saya benar-benar MENIKMATINYA sejauh ini. Saya merasa telah MENEMUKAN 'tempat' dan 'dunia' yang sesuai KEINGINAN saya.

Di tempat dan dalam dunia yang satu ini, saya banyak sekali BELAJAR berbagai hal tentang KEHIDUPAN. Tentu saja, termasuk segala fenomena jatuh bangunnya saya dalam menjalaninya karena KEPUTUSAN saya untuk menerjuni profesi ini secara TOTAL. Saya, merasa telah menemukan profesi PILIHAN saya sendiri dan membangun hidup saya dengan cara-cara saya sendiri.

Saya bersahabat dengan banyak sekali rekan-rekan yang berprofesi sama dengan saya. Saya, juga menganggap mereka sebagai mitra belajar saya dalam profesi yang saya geluti ini. Dan sebagai sesama pembelajar, kami sering sekali bertukar pembelajaran dengan cara saling menawarkan sesi-sesi pembelajaran.

Sejak saya menjalani profesi ini, saya sering dihubungi secara pribadi oleh sahabat-sahabat saya yang berencana menggelar sesi-sesi pembelajaran. Mereka INGIN saya hadir sebagai peserta dalam sesi pembelajaran mereka. Saya senang sekali mendapatkan TAWARAN semacam ini, tapi saya lebih sering MENOLAKNYA tanpa menutup PELUANG bahwa suatu saat saya akan memenuhi tawaran mereka.

Tanpa mengurangi rasa HORMAT saya kepada mereka dan kepada HIDUP saya sendiri, saya meyakini bahwa mereka adalah sahabat-sahabat saya yang HEBAT dan sungguh PANTAS saya jadikan guru-guru dalam KEHIDUPAN saya, tempat saya BERCERMIN dan BELAJAR.

Saya memang lebih sering MENOLAK TAWARAN mereka atau MENUNDA MEMENUHI ajakan mereka dengan berbagai ALASAN atau bahkan kadang-kadang hanya dengan sekedar basa-basi saja. Itu saya lakukan karena saya MEYAKINI satu hal, yaitu bahwa jika suatu saat saya memenuhi tawaran mereka, maka itu adalah karena saya MENGINGINKANNYA dan dengan PILIHAN, KEPUTUSAN, serta TANGGUNGJAWAB saya sendiri sebagai hamba Tuhan yang telah diberi POTENSI dan KEMAMPUAN. This is my life.

Maka sahabat, jika suatu saat engkau memang INGIN merealisasi POTENSI dan KEMAMPUAN, lalu bersedia BERTANGGUNGJAWAB penuh untuk membangun kehidupan yang makin baik, indah, dan memberdayakan, dan engkau telah MEMUTUSKAN, maka engkau bisa MEMILIH untuk mengikuti sesi pembelajaran yang saya TAWARKAN berikut ini.

"AKTIVASI KEKUATAN DIRI"
Training Sertifikasi Praktisi Manajemen Pikiran dan Perasaan
Angkatan III


http://milis-bicara.blogspot.com/2012/02/training-sertifikasi-praktisi-manajemen.html


Ingat lho sahabat, ini cuma TAWARAN untuk menjadi penghias hidupmu dan ini hanya candaan.

Makin semangat!

Ikhwan Sopa

6 Pembangun Kekuatan Diri

Selamat siang sahabat,

Personal Power Structure

1. Purpose

Purpose adalah Misi Hidup. Untuk apa aku hadir di sini? Untuk tujuan apa aku dihadirkan di dunia ini? Kemana aku akan pergi setelah dari sini? Apa yang menjadi misi hidupku hingga akhir hayat? Purpose adalah ilmu tentang 'HAKIKAT' keberadaan. Keberadaanmu adalah untuk ibadah. Purpose adalah seni tentang 'BELIEFS'.

2. Desire

Desire adalah Hasrat. Desire berbeda dari 'want' atau 'need', dua yang terakhir adalah upaya menutup kekurangan, berangkat dari ego dalam bentuk ketakutan atau kekhawatiran tentang keadaan.

Desire berangkat dari fitrah kemanusiaan untuk bersumbangsih untuk kesejahteraan diri sendiri, umat manusia, dan dunia. Desire bernilai spiritual untuk memperkaya dunia dengan keberkahan dan keberlimpahan. Desire berangkat dari dalam. Desire adalah panggilan jiwa.

Desire adalah pilihan dari berbagai alternatif untuk memenuhi misi hidup. Jika engkau ingin berkelimpahan, seberapa jauh engkau mau berbagi? Jika engkau ingin banyak mendapatkan, seberapa besar engkau mau memberi? Desire adalah ilmu tentang 'KEHENDAK'. Desire adalah seni tentang 'PILIHAN' dan 'FOKUS'.

3. Decide

Decision adalah Keputusan. To decide adalah menetapkan dan menguatkan pilihan. Decide adalah ilmu tentang 'DECISION MAKING' alias ikhtiar. Decide adalah seni tentang kekuatan 'YES'.

4. Determination

Determinasi adalah perumusan dan pernyataan batasan-batasan dan kehendak kuat alias azzam untuk hidup di dalam batasan-batasan itu. Determinasi adalah ilmu tentang 'SYARIAT' yang tak boleh engkau langgar. Determinasi adalah seni tentang kekuatan 'NO'.

5. Commit

Commit atau komitmen adalah demonstrasi dari keputusan dan determinasi dalam bentuk 'ACTION' alias kasab. Commit adalah ilmu tentang 'EFISIENSI dan EFEKTIFITAS'. Commitment adalah seni tentang 'AMAL SOLEH' alias perbuatan baik.

6. Intention

Intention adalah Niat. Niat adalah ilmu 'PROGRAMMING'. Niat adalah seni tentang 'MERASAKAN'. Niat mencakup 1 s.d. 4 dalam konteks mental yang selalu kembali ke poin 1.

Sahabat,

1. Identifikasilah misi hidupmu.
2. Pilihlah jalannya.
3. Kuatkanlah tekad untuk menjalaninya.
4. Identifikasilah batasan, pagar, dan toleransinya.
5. Berkomitmenlah dalam tindakan dan amal soleh.
6. Jalanilah dalam aura niat yang sesuai misi hidupmu.

Apapun yang terjadi, selalulah bercerminlah kepada yang enam ini, supaya hukum alam bekerja dan insya Allah kerjamu sesuai hukum Yang Menciptakan Alam.

Makin semangat!

Ikhwan Sopa

Quran untuk Hidup yang Excellence

"Al-Quran untuk Hidupmu - The Quran and The Life of Excellence"

Jika Anda ingin hidup di dunia modern dalam nuansa mental yang penuh semangat dan motivasi dengan kekentalan aura pengembangan diri, buku ini cocok sekali Anda baca. Dahsyaaat! Buku ini adalah buku pertama yang menerapkan tafsir motivasional dan menjadikan Quran sebagai isi jiwa dari menit ke menit kehidupan Anda dengan penuh kesadaran sebagai muslim. Saya anjurkan, sebelum membaca buku motivasi lain, baca dulu buku ini.


Quran untuk Hidup yang Excellence
klik

Makin semangat!
-Ikhwan Sopa-

Hidup Yang Sederhana Itu Seperti Ini

Click for a bigger picture.

Personal Power

Anti Hypnosis - Gamma Brainwave
Kekuatan Diri - Conscious Power
Klik gambar untuk memperbesar

.

Anti Hypnosis

Anti Hypnosis - Gamma Brainwave
Kekuatan Diri - Conscious Power
Klik gambar untuk memperbesar.

Antara Jodoh dan Cinta

Selamat sore sahabat,

Ini untukmu yang sedang mencari jodoh dan cinta.

"Assalamu'alaikum Pak Sopa."

"Waalaikum salam wr.wb."

"Boleh saya mengajukan pertanyaan?"

"Boleh."

"Tentang kehidupan?"

"Boleh."

"Mengapa saya tidak tenang melihat sepupu saya yang sebentar lagi menikah? Saya jadi mondar-mandir saja di dalam rumah. Ibu saya bilang, itu karena iman saya kurang. Dalam hati saya bertanya, 'mengapa saya tak kunjung menikah?'"

"Berapa usiamu?"

"29 Pak. Hampir 30."

"Apa yang engkau khawatirkan?"

"Dia sudah mau menikah, mengapa saya belum juga."

"Energi yang engkau rasakan karena membandingkan dirimu dengannya, lebih baik engkau arahkan kepada Tuhan dengan berdoa. Menurutmu, satu ungkapan saja, Tuhan itu Maha apa?"

"Pengasih dan Penyayang."

"Begitulah Ia kepadamu. Mengapa engkau merasa lebih mengerti tentang apa yang baik bagimu ketimbang Dia? Bukankah Ia mengasihi dan menyayangimu? Mereka yang engkau anggap telah 'berjodoh'pun tak akan pernah tahu tentang keabadian cinta mereka. Bukankah itu yang berlaku?"

"Iya Pak, dan Allah juga tak memberi cobaan di luar kemampuan hamba-Nya ya Pak?"

"Janganlah engkau merasa sedang dihukum. Tuhan sedang mengasihi dan menyayangimu."

"(Maaf), Pak Sopa muslimkan?"

"Yoa. Jikapun nanti fitrahmu itu tak terpenuhi, hanya ada dua maknanya; Dia mengistimewakanmu atau Dia 'sedang menunggu' perubahan dari apa-apa yang ada pada dirimu. Dan perubahan itu, engkaulah yang harus melakukannya."

"Kenapa, kenapa, dan kenapa, selalu itu yang ada di pikiran saya. Jadi seperti tidak tenang."

"Engkau bertanya 'kenapa', artinya engkau bertanya tentang sesuatu yang tak akan pernah ada jawabannya. Bahkan, engkau tengah mempertanyakan. Ingat ini, jodoh di tangan Tuhan.

Ilmu pengetahuanlah yang menciptakan pertanyaan itu. Ilmu pengetahuan, hanya cukup akurat tentang masa lalu dan sedikit tentang masa sekarang, dan ia tak pernah benar-benar mengerti tentang masa depan. Jika menurutmu dua hari lagi rambutan di halaman depan akan matang, bagaimana jika ia disambar kelelawar nanti di tengah malam? Maka, jika masa depanmu memang tak pernah engkau ketahui, kemanakah lagikah engkau akan berpaling?

Jangan mempertanyakan apa-apa yang mutlak ada dalam genggaman-Nya. Lupakan caramu mempertanyakan seperti itu dan bertanyalah pada dirimu sendiri, 'apa saja yang dapat aku pilih untuk aku ubah pada diriku?'

Hadiah bagi cinta adalah cinta. Yang menghadiahkan cinta, akan dihadiahi cinta. Apa yang engkau pikirkan, menciptakan apa yang engkau rasakan. Maka, jiwa pertama yang perlu engkau beri hadiah adalah dirimu sendiri.

Mungkin, selama ini engkau telah terlalu keras pada dirimu sendiri dan melakukan berbagai hal karena engkau menganggapnya harus dan mesti terkait berbagai keadaan dan kondisimu. Maka kini, gunakanlah kekerasanmu itu untuk memilih.

Yang terpenting dan yang pertama adalah sikapmu yang,

1. Memilih menerima dengan ridha hingga posisimu tak lagi berseberangan dengan takdir Tuhan dan kenyataan, lalu

2. Memilih bersabar sebab hanya yang demikianlah yang akan membuka pintu-pintu kebaikan, dan

3. Memilih berdoa dan berupaya keras jika engkau memang sungguh-sungguh menginginkannya, dengan menyampaikan kepada-Nya apa arti jodoh dan cinta bagimu. Perjelaslah ini, jika engkau diberi jodoh dan cinta, apa yang akan engkau lakukan bersama jodoh dan cintamu?

Begitulah caranya engkau menciptakan ruang di dalam hidupmu untuk tempat berlabuh bagi cinta dan jodohmu yang tengah berlayar dari pelabuhannya demi menemuimu.

Engkau tak bisa pergi ke hutan di gunung untuk mencari cinta, dan engkau juga tak perlu kembali ke gua yang sunyi hanya untuk menjilati luka. Turunlah dari sana dan pergilah ke bibir pantai di tepi luasnya samudera kehidupan di mana orang beramai-ramai menikmatinya, lalu bangunlah pelabuhanmu di situ. Lakukanlah sesuatu yang engkau cintai di sana bersama mereka, di tempat yang memungkinkan cinta dan jodohmu juga hadir atau diperkenalkan di dermaga.

Jika tiba waktunya, Tuhan akan mempertemukan engkau berdua, dalam satu cinta di mana engkau berdua memang mencintai hal-hal yang sama. Bukankah nyaris setiap kisah cinta dan perjodohan seperti ini polanya? Indah sekali bukan? Tak maukah engkau keindahan seperti ini?

Sekarang, menangislah untuk Tuhanmu yang mengasihi dan menyayangimu."


Semoga bermanfaat.

Ikhwan Sopa

Training Sertifikasi Praktisi Manajemen Pikiran dan Perasaan - Angkatan III

 AKTIVASI PERSONAL POWER

Training Sertifikasi Praktisi
Manajemen Pikiran dan Perasaan
Angkatan III

-----------------------------------------------------------------------------

WAKTU:
07 April 2012 - 08.30 - 22.00 WIB
08 April 2012 - 08.30 - 22.00 WIB
21 April 2012 - 08.30 - 17.00 WIB

-----------------------------------------------------------------------------

TEMPAT:
Menyusul

-----------------------------------------------------------------------------

MATERI:

07 dan 08 April 2012

1. MPdP Leadership
2. Sejarah Pikiran dan Perasaan
3. Emotional Awareness (Kekuatan Perasaan)
4. Pikiran versus Perasaan
5. Thinking Awareness (Kekuatan Pikiran)
6. Personal Power: Consciousness (Kekuatan Kesadaran)
7. MPdP CTB Model (Cara Terpendek untuk Berdaya)
8. MPdP MPT Model (Metaphoric Personal Transformation Model)

21 April 2012

1. MPdP Wrap-Up
2. MPdP Preview
3. Personality Assessment

-----------------------------------------------------------------------------

SERTIFIKASI:
1. Peserta yang menyelesaikan training mendapatkan sertifikat praktisi dan dinyatakan sebagai
"Licensed Practitioner of MPdP".
2. Bagi peserta yang telah berprofesi sebagai trainer dimungkinkan untuk langsung menjadi
"Certified Trainer of MPdP".

-----------------------------------------------------------------------------

PRE-REQUIREMENT:
Setiap calon peserta wajib telah selesai membaca buku "Manajemen Pikiran dan Perasaan" SATU MINGGU sebelum hari pertama pelaksanaan training. Buku ini bisa didapatkan di toko buku terdekat atau langsung dari situs penerbitnya di sini: http://www.penerbitzaman.com/code.php?index=Katalog&op=tampilbuku&bid=118

-----------------------------------------------------------------------------

TRAINER DAN FASILITATOR:
Ikhwan Sopa - Master Coach MPdP, Master Trainer E.D.A.N.
Tim Certified Trainer of MPdP

-----------------------------------------------------------------------------

INVESTASI:
Rp 2.500.000,- per orang
Early Bird Rp 2.000.000,- per orang bagi 10 orang pendaftar pertama yang melunasi biaya training sebelum tanggal 15 Maret 2012.

-----------------------------------------------------------------------------

CONTACT/INFO:
Rizal - 0857 5887 2292
Fajar - 0858 4025 3839
Slamet - 0812 33244487 (Jawa Timur)

-----------------------------------------------------------------------------
** QA Communication 2012 **

Pentingnya Nrimo, Syukur, dan Sabar

Selamat malam sahabat,

Yuk, mari kita merenung sebentar.

Bukankah, apa-apa yang engkau inginkan datang ke dalam hidupmu adalah apa-apa yang ingin engkau RASAKAN dan bukan yang ingin engkau PIKIRKAN?

Ketika suatu hari NANTI engkau mendapatkan apa-apa yang engkau inginkan, beginilah engkau merasakannya.

Engkau menerimanya hingga ia menjadi ada dalam hidupmu, lalu engkau menikmatinya karena memang sudah ada dan tersedia, dan kemudian engkau mengukir lagi masa depanmu untuk makin maju agar engkau mendapatkan apa-apa yang belum ada saat itu.

Tahukah engkau apa-apa yang merupakan cerminan dari rasa itu di SAAT INI?

Sama!

Menerima, bersyukur, bersabar.
Lalu, engkau menikmati apa yang ada.

Begitulah mestinya rasamu, sembari pikiran dan fisikmu terus bekerja. Engkau tak akan sampai ke tujuanmu jika engkau menyimpang dari rasa itu, sebab rasa-rasa itu juga yang engkau tuju. Apapun yang engkau pikirkan lalu engkau lakukan tujuannya sama saja, yaitu menjaga dan memelihara rasa-rasa itu. Maka mulailah dari SEKARANG!

Orang berkata, jika engkau ingin berbahagia maka berbahagialah sekarang.

Makin semangat!

Ikhwan Sopa

Tips Anti Galau

Selamat sore sahabat,

Jika engkau sedang tak tahu harus bagaimana, bacalah ini.

Saat engkau sedang tak tahu harus bagaimana, pikiranmu sedang hampa dan perasaanmu sedang tak karuan.

Ingatlah, di ruang hampa tak ada pergesekan. Kehampaan ada untuk engkau isi dengan sesuatu yang berarti. Maka, inilah saatnya engkau mengembalikan seluruh jiwa dan semangatmu ke relnya supaya kembali mengarah tepat ke tujuan.

Pertama, engkau perlu menghampakan tubuh fisikmu. Kedua, menghampakan perasaanmu dan lalu menerima apapun yang engkau rasakan. Ketiga, engkau perlu mengharmoniskan pikiran dan perasaanmu agar engkau bertahan dan mampu menguatkan keyakinan, agar engkau terisi kembali dan terangkat dari kekosongan.

Mari kita lakukan.

Rilekskan tubuhmu, lalu tarik dan keluarkanlah nafas perlahan-lahan. Jika engkau telah merasa siap, silahkan melanjutkan. Jika belum, rilekskan tubuhmu, lalu tarik dan keluarkanlah nafas perlahan-lahan. Jika engkau telah merasa siap, silahkan melanjutkan. Jika belum, rilekskan tubuhmu, lalu tarik dan keluarkanlah nafas perlahan-lahan. Jika engkau telah merasa siap, silahkan melanjutkan.

Sambil menikmati rileksasimu, renungkanlah ini.

Jika di dalam hidup ini engkau belum berhasil, belum berbahagia, atau belum kaya raya, maka engkau pasti mengerti betapa menyenangkannya bisa mendapatkan itu semua NANTI. Begitu bukan?

Maka ingatlah ini,

Jika engkau masih merasa berat untuk bersabar, masih sulit merasakan syukur, dan masih gerah untuk menerima apapun yang terjadi saat ini, maka ingatlah betapa menyenangkannya bisa mendapatkan itu semua SEKARANG. Begitu bukan?

Engkau bisa mendapatkannya sekarang dan engkau tak perlu membayar sepeserpun. Cukup, engkau hanya perlu MEMILIH dan MEMUTUSKAN untuk terus BERFOKUS pada semua kenikmatan itu selagi engkau berupaya menemukan apa-apa yang perlu engkau kerjakan untuk kembali menggapai mimpi-mimpimu.

"Feeling bad is a good thing. Negative feeling means you’re going the wrong way."

Jika engkau tak tahu apakah ini baik bagimu, maka pilihlah untuk berprasangka baik.

Terimalah segala keadaan sekarang dengan rasa ridha, bersabarlah untuk yang belum datang, bersyukurlah untuk yang sudah ada, dan tetaplah pikiran dan perasaanmu bekerja. Nanti, engkau akan mendapat tanda-tanda tentang harus bagaimana engkau dengan tindakan fisikmu.

Hidupmu seperti ini.

Engkau di izinkan bermain-main di dalam balon transparan yang besar di atas kolam dan engkau sungguh beruntung karena tak perlu membayar. Saran terpentingku untukmu hanya satu; janganlah engkau kentut di dalamnya.

Makin semangat!

Ikhwan Sopa

Anti Hypnosis - Membangkitkan Personal Power

Selamat siang sahabat,

Jangan lupa, hadiri Indonesia Hypnosis Summit 2012, tanggal 28 April 2012, di Hotel Oasis Amir, Jakarta Pusat.

Saya diberi kesempatan untuk mengisi satu sesi dan saya insya Allah mensharing tema,

Anti Hypnosis - Membangkitkan Personal Power
"Hidup di Alam Pikiran dan Perasaan dengan Kesadaran"

Berikut ini adalah gambaran singkatnya.

Mempelajari, menekuni, dan melakukan terapi dengan hypnosis atau dengan pengelolaan, intervensi, treatment, dan koreksi pikiran bawah sadar, adalah upaya kita untuk meningkatkan kualitas dan akurasi kehidupan kita di masa sekarang dan di masa depan. Apa yang sudah berlalu sudah lewat dan apa yang akan datang belum tercipta. Kitalah yang menjadi pribadi pencipta sekarang dan masa depan. Maka, semua itu berujung pada pentingnya kesadaran akan "sekarang" dan "di sini".

Menjalani kehidupan di alam pikiran dan perasaan dengan penuh kesadaran, melibatkan sikap tanggungjawab kita sebagai satu-satunya pencipta berbagai pengalaman (realitas) di dalam kehidupan kita sendiri. Ini semua, menuntut pemahaman yang jernih tentang arti realitas dan seberapa jauh peran kesadaran kita sebagai pencipta realitas kehidupan itu.

Pemahaman yang akurat tentang realitas kehidupan kita, akan memicu dan mengaktivasi kekuatan pribadi kita (personal power) dalam menjalani kehidupan dengan pikiran dan perasaan yang sepenuhnya sadar, kreatif, dan cerdas. Pada saat yang sama, dengan konsistensi dan integritas (repetisi alias mendidik) kesadaran, kreatifitas, dan kecerdasan itu, kita secara langsung juga membangun dunia bawah sadar yang sangat memberdayakan.

Makin semangat!

Ikhwan Sopa

Indonesia Hypnosis Summit 2012

Sahabat,

Hadir ya di Indonesia Hypnosis Summit 2012.

Saya diberi kesempatan mengisi satu sesi dengan topik:

"Anti Hypnosis - Membangkitkan Personal Power"
Hidup di Alam Pikiran dan Perasaan dengan Kesadaran


Ikhwan Sopa

Karakteristik Pemimpin yang Bijaksana

Selamat sore sahabat,

Ini untukmu yang Senin besok menjadi pemimpin.

Hari ini, engkau mungkin sedang frustrasi dan patah hati. Engkau yang tengah bekerja keras menegakkan sesuatu, merasakan bahwa dunia ini belum mendukungmu dan mereka masih saja salah mengerti tentangmu.

Sadari sahabat, begitulah normalnya tantangan bagi seorang calon pemimpin besar di masa depan. Dan aku tak bisa lain kecuali berprasangka bahwa engkau hebat, baik, dan luar biasa.

Bukankah, dalam pikiran-pikiran mereka yang hebat, baik, dan luar biasa, apa yang kita temukan adalah pikiran-pikiran yang selama ini kita abaikan?

Jika buah pikir, buku-buku, dan ajaran mereka mampu membuat kita makin mengerti tentang segala sesuatu, maka ketahuilah bahwa sebelum kita mengenali mereka, kitalah yang selama itu telah salah mengerti tentang mereka. Ini sejarah yang berbicara. Sejarah mereka yang baik, hebat, dan luar biasa.

Ingatlah bahwa bagi setiap pelaku sejarah besar, kehebatan, kebaikan, dan keluarbiasaannya selalu diawali dengan kesalahmengertian dari dunia dan orang-orang di sekitarnya.

To be great is to be misunderstood.

Maka tetaplah dalam perjuanganmu sahabat. Pada akhirnya, dunia dan mereka akan menemukan pengertian-pengertian dalam dirimu. Lalu biarkanlah mereka memahami betapa beruntungnya mereka yang engkau pimpin dengan bijaksana.

Jika engkau mengeksekusi kekuatan di pundakmu sebelum waktunya, maka engkau akan menyia-nyiakan porsi besar dari kekuatanmu untuk sesuatu yang memang belum waktunya.

Ingat ini sahabat, perjalananmu baru saja dimulai.

Makin semangat!

Tips Kepemimpinan

Selamat siang sahabat,

"Setiap kita bisa bermimpi sendirian, mencapainya tidak."

Jika engkau merenungkannya, maka engkau akan menyadari bahwa kodratmu adalah menjadi pemimpin.

Setiap impian masa depanmu adalah sebentuk negeri kehidupan yang engkau akan memimpin di dalamnya. Sebagai pemimpin, misimu adalah membawa negeri kehidupanmu ke tingkatan yang makin mendekat kepada Tuhan.

Engkau memang tak memilih menjadi pemimpin, sebab engkau dilahirkan sebagai pemimpin. Terimalah tugas kepemimpinanmu dengan rasa tanggungjawab dan kecintaan pada Yang Telah Memberimu tampuk kepemimpinan di Negeri Kehidupan.

Jangan berhenti bergerak, sebab dunia ini tak akan menjamumu dengan apa-apa jika engkau tak memerintahkannya dengan kuasamu. Dan janganlah engkau terlena oleh kenikmatan istirahat yang hanya sebentar. Engkau bukan sepenuhnya penikmat, sebab kenikmatanmu ada dalam memimpin dan mengkreasi kehidupan. Ingat, setiap pemimpin yang bukan engkau, semuanya sedang sibuk membangun negeri kehidupannya.

Imporlah segala pelajaran dan sumber daya berharga dari negeri-negeri lain, makmurkan negerimu. Eksporlah segala nilai baik dan kemanfaatan ke penjuru dunia. Ciptakan perdamaian, sebab itu lebih sesuai dengan prinsip di atas. Jangan berperang, sebab itu hanya menghambur-hamburkan segala energi dan sumber dayamu. Jangan menjajah, sebab kekejianmu akan engkau terapkan ke dalam negerimu sendiri.

Lebih dari itu, cegahlah perang saudara di dalam negeri kehidupanmu. Antara yang berpikir dan yang merasakan. Antara yang kerjanya mengambil dan memberi. Antara yang menginginkan keamanan serta kestabilan dan yang ingin maju menempuh risiko.

Yakinkan mereka semua, bahwa mereka semuanya satu tujuan di bawah tampuk kepemimpinanmu. Buat mereka percaya dengan kejelasan visimu. Buat mereka patuh dengan kedisplinan dan ketegasanmu.

Kirimlah duta-duta besarmu berkantor di lubuk-lubuk hati negeri-negeri tetangga. Jadikan mereka perwakilanmu untuk persahabatan dan aliansi yang saling memberdayakan.

Bijak dan welas asihlah kepada seluruh rakyatmu, yang memegang, yang menginjak, yang menjadi pintu masuk, yang menjadi pintu keluar, yang melihat, mendengar, yang mencium, yang mencecap, yang berhitung, yang berpikir, dan yang merasakan.

Jika engkau zalim kepada mereka, dinastimu tak akan lama. Engkau akan jatuh karena kudeta mereka. Maka negerimu, akan menjadi negeri mati yang kosong dari kepemimpinan. Negerimu akan kacau balau karena engkau telah semena-mena. Porak-poranda karena keterlenaanmu sendiri di dalam pesta-pesta kerajaan.

Siapkanlah dirimu, untuk menjadi raja diraja dari peradaban yang indah dan maju, dan menjadi rahmat bagi alam semesta.

Makin semangat!

Ikhwan Sopa

Menghadapi dan Menciptakan Kenyataan

Selamat pagi sahabat,

Seorang petani desa mengeluh kepada sahabatnya,

"Kandang kambingku ini sudah terlalu sesak, dengan sepuluh ekor kambing rasanya sudah seperti sulit bernafas."

Sahabatnya yang bijak memberi nasehat, "Masukkan lima ekor ayam ke dalam sini." Petani itu mengikutinya, "Masih tetap sesak" katanya.

Sahabatnya berkata, "Sekarang masukkan dua puluh ekor sapi ke dalam sini." Ragu-ragu, tapi petani itu tetap menurutinya, setelah itu ia berkata, "Sekarang malah makin sesak."

Sekarang, "Masukkan dua belas ekor kerbau dan dua ratus ekor bebek." Dengan setengah marah, petani itu mengikutinya. "Sekarang makin sesak goblok!"

Mereka berdua lalu terdiam beberapa saat dalam hawa panas yang menyesakkan nafas.

Dalam basah kuyup oleh keringat dan kepanasan, sahabatnya lalu berkata, "Sekarang, keluarkan semua ayam, sapi, kerbau, dan bebekmu." Petani itu segera melakukannya.

Lalu sahabatnya bertanya, "Sekarang bagaimana?"

Sahabat, salah satu tertuduh utama yang sering kita anggap terlibat dan punya peran dalam segala persoalan kehidupan adalah hal-hal yang berasal dari dunia "bawah sadar".

Misalnya; kebiasaan-kebiasaan, perilaku-perilaku otomatis, emosi yang meledak-ledak, tindakan-tindakan yang tak dipikirkan matang-matang, masa lalu yang suram atau gelap, kekaburan tentang masa depan yang menjadikan penuntut yang menginginkan berbagai hal harus ada sekarang dan terjadi secepatnya, atau tentang sulitnya kita menerima kenyataan.

Apakah kita berprofesi dan bekerja dalam bidang yang tidak kita inginkan? Apakah kita terjerumus tanpa sengaja ke dalamnya? Apakah itu bukan cita-cita kita? Apakah yang kita lakukan hari ini kita kerjakan dengan terpaksa? Apakah itu semua bukan keinginan kita tapi kita kerjakan semata-mata demi keamanan dan kepastian?

Apakah jurusan kuliah kita bukanlah jurusan yang kita idam-idamkan? Apakah sekolah kita bukan sekolah yang ideal menurut kita? Apakah kita mengambil jurusan itu hanya karena orang tua kita yang menginginkannya?

Apakah pasangan hidup kita bukan pasangan hidup yang kita impikan? Apakah anak dan keluarga kita tumbuh dan berkembang dalam cara yang tidak kita harapkan?

Apakah rekan kerja kita bukan rekan kerja yang kita inginkan? Apakah mereka yang bekerja bersama kita bukanlah orang-orang yang kita ingin bekerjasama dengan mereka?

Apakah rasa kehilangan telah membuat kita kehilangan harapan? Apakah hasil yang tak kunjung datang sudah sedemikian melelahkan?

Inilah saatnya, untuk menyadari bahwa kita tidak bisa menolak kenyataan. Ini saatnya, menerima semua itu dengan sadar sepenuhnya, dan lalu menggesernya menjadi pilihan yang kita hadapi dengan penuh kesadaran. Beginilah kenyataannya. Ini saatnya menyadari tanggungjawab untuk apapun yang disodorkan kehidupan ke hadapan kita, dan menyadarinya sebagai tantangan untuk masa depan yang lebih baik.

Terus menolak dan tak mau menerima kenyataan, hanya akan mendorong kita melakukan blunder yang terus berputar-putar berkepanjangan dan membuat kita makin terjebak di dalam ketidaksadaran.

Menerima dengan sadar, adalah langkah maju yang jelas dan pasti.

"Baiklah, ini semua aku terima sebagai kenyataan hidupku. Aku siap menghadapi dengan penuh kesadaran dan tanggungjawab. Terus, aku harus bagaimana?"

Pertanyaan dalam satu kalimat terakhir itu adalah kunci yang akan membuka pintu.

Jika kita menemukan bahwa segala persoalan kita adalah akibat dari hal-hal yang "tidak kita sadari", maka langkah terbaik kita adalah merelokasi semua itu ke dalam wilayah "kesadaran" kita.

Makin semangat!

Ikhwan Sopa

Training Sertifikasi Manajemen Pikiran dan Perasaan (3)

Selamat sore sahabat,

Insya Allah mulai bulan Maret 2012, "Training Sertifikasi Praktisi Manajemen Pikiran dan Perasaan" angkatan III akan digelar selama tiga hari penuh (dua hari berturut-turut dan satu hari terpisah).

Adapun materinya adalah sebagai berikut:

Hari pertama dan kedua:

1. MPdP Leadership
2. Sejarah Pikiran dan Perasaan
3. Emotional Awareness (Kekuatan Perasaan)
4. Pikiran versus Perasaan
5. Thinking Awareness (Kekuatan Pikiran)
6. Personal Power: Consciousness (Kekuatan Kesadaran)
7. MPdP CTB Model (Cara Terpendek untuk Berdaya)
8. MPdP MPT Model (Metaphoric Personal Transformation Model)

Hari ketiga:

1. MPdP Wrap
2. MPdP Preview
3. Personality Assessment

Kami mohon doa restu, semoga bergulir sebagai manfaat yang memberdayakan.

Makin semangat!

Ikhwan Sopa

Dua Sisi Diri

Selamat sore sahabat,

Aku sering berimajinasi bahwa diriku adalah seorang raja yang berkuasa. Sebagai penguasa aku mempunyai sistem intelijen dan mata-mata. Inilah yang dilaporkan oleh sistem intelijen dan para mata-mataku. Aku menceritakannya, karena engkau adalah sekutu-sekutu terbaikku.

"Pikiran mengkreasi rasa, perasaan mengarahkan pikir."

Dengan kesadaranmu engkau hidup, dengan pikiranmu engkau mengertinya, dengan perasaanmu engkau mengalaminya.

Ketika perasaanmu tidak nyaman, maka terimalah. Bagaimanapun, itu hasil kerja dari pikiranmu sendiri.

Perasaanmu tak pernah bercerita tentang fakta, ia hanya label-label yang dilekatkan oleh pikiranmu, atau bahkan lompatan langsung ke kesimpulan yang ia tawarkan dan engkau begitu saja menelannya.

Pilihlah untuk berpikir yang sebaliknya dan lalu bertindaklah juga yang sebaliknya.

Jika engkau mengeluh, maka engkau sedang mengkreasi sesuatu yang identik dengan keluhanmu. Sadarilah bahwa sebelum keluhanmu itu muncul, engkau telah menyemaikan benih sebelumnya.

Jika engkau ragu-ragu, maka engkau sedang memberi diskon besar untuk keyakinanmu. Sadarilah bahwa setiap keraguan adalah keyakinan-keyakinan yang belum diutuhkan.

Jika engkau menarik diri dari tanggungjawab, maka engkau sedang kehilangan kewenangan. Sadarilah bahwa tanggungjawab adalah syarat nomor satu untuk apapun negeri kehidupan yang engkau tegakkan.

Jika engkau senang berdebat, maka engkau cenderung tak efisien menggunakan energi hidupmu. Sadarilah bahwa setiap perdebatan cenderung menyia-nyiakan energi beroktan tinggi dengan menguapkannya begitu saja ke udara sebagai polusi.

Jika engkau terlalu enggan dan penuh rasa ewuh-pakewuh, maka engkau sedang menempatkan dirimu terlalu rendah. Sadarilah bahwa setiap rasa enggan dan ewuh-pakewuh yang berlebihan adalah upaya sengaja untuk melemahkan niat dan kehendakmu.

Jika engkau menyalahkan orang lain untuk apa yang terjadi dalam hidupmu, engkau sedang melarikan diri dari singgasanamu. Sadarilah bahwa menyalahkan orang lain hanyalah upaya kecilmu untuk sekedar mengatakan bahwa engkau telah kalah.

Jika engkau sulit memilih, maka engkau sedang jatuh sejatuh-jatuhnya.
Sadarilah bahwa mampu memilih adalah pembeda utamamu dari makhluk lain yang bukan penguasa.

Setiap emosi itu energi dan setiap energi adalah potensi kreasi.
Imajinasimu adalah mesin kreasimu dan emosimu adalah bahan bakarnya.

Wahai para sahabat penguasa negeri kehidupan di seberang, aku baru saja bercerita tentang siapa saja yang sering mensabotase kedaulatanmu.
Ini hidupmu. Di dalamnya engkaulah sang raja yang perkasa!

Engkau adalah abdullah yang khalifah.

Makin semangat!

Ikhwan Sopa

Re-Framing Versus Positive Thinking

Selamat malam sahabat,

Terkait dengan status saya tentang Re-Framing:

http://milis-bicara.blogspot.com/2012/02/re-framing-mpdp-ctb-model.html

saya menerima pertanyaan sebagai berikut,

"Apa bedanya re-framing dari positive thinking? Semakin saya berusaha berpikir positif, saya malah semakin menjadi negatif, kok bisa?"

Positive thinking adalah idealismenya, re-framing adalah upaya membangun realitasnya.

Positive thinking adalah rujukan syariatnya, re-framing adalah upaya menggapai hakikatnya berdasarkan apa yang terjadi "sekarang" dan "di sini".

Positive thinking adalah intention alias niatnya, re-framing adalah pengamalannya.

Positive thinking adalah specs-nya, re-framing adalah manual dan trouble shooting-nya.

Positive thinking adalah atribusinya, re-framing adalah asosiasinya.

Positive thinking adalah "apa"-nya, re-framing adalah "bagaimana"-nya.

Sungguh sulit untuk hidup di dalam idealisme berpikir positif, tanpa berlatih dari waktu ke waktu dengan menerapkan re-framing.

Maka sahabat, mari kita camkan yang satu ini,

"Di dalam hidup ini, apa yang penting bukanlah apa yang terjadi, melainkan bagaimana kita bersikap, mempersepsi, dan bertanggungjawab untuk apa yang terjadi. Bukan APA, tapi BAGAIMANA."

Makin semangat!

Ikhwan Sopa

Re-Framing - MPdP CTB Model

Selamat malam sahabat,

Mari kita belajar MPdP CTB Model (Cara Terpendek untuk Berdaya) - salah satu metodologi terapi ala MPdP.

MPdP CTB Model mengandalkan dua elemen dasar yang aplikatif dalam keseharian. Dua elemen ini identik dengan pemberdayaan diri dan psikologi positif. Dua elemen itu adalah:

1. Re-Framing
2. Association

Setiap pribadi yang sedang tak berdaya, menjadi tak berdaya karena PIKIRAN-nya sedang terpenjara pada pola pikir yang tidak memberdayakan, dan PERASAAN-nya masih ter-disosiasi dari pola rasa yang memberdayakan.

Dengan MPdP CTB Model, praktisi MPdP menggeser (re-framing) PIKIRAN menjadi pola pikir yang terberdayakan dan menyuntikkan pola rasa dengan energi asosiasi sehingga menciptakan PERASAAN yang memberdayakan.

Pelajaran kita kali ini sederhana saja, yaitu tentang bagian "re-framing"-nya. Sederhana saja, HAFALKAN ini:

"Bisa jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan bisa jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu; Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui."
(QS:2-216)

1. Ini menarik.
2. Ini bisa saja lebih buruk.
3. Ini tantangan, bukan masalah.
4. Ini adalah pengalaman tumbuh.
5. Ini hanya terjadi pada orang yang istimewa.
6. Kamu akan punya cerita yang dahsyat tentang itu suatu saat.
7. Ini hanya bagian kecil dari sesuatu yang lebih besar dan lebih penting.
8. Beberapa orang bahkan mau membayar lho untuk mengalami itu.
9. Hidup dan "ada" saja, sudah sesuatu banget, dahsyat!
10. Gelas itu setengah penuh, bukan setengah kosong.
11. Kamu akan makin mampu setelah menyelesaikan ini.
12. Ini justru kemampuan, bukan keterbatasan.
13. Bayangkan apa yang lepas dari kamu, jika kejadiannya tidak begini.
14. Semua ini adalah komunikasi.
15. Semua ini adalah pelajaran
16. Pada akhirnya, semua akan baik-baik saja.
17. Seluruh dunia sedang mengalaminya.
18. Cinta, bisa menyelesaikan hampir segalanya.
19. Ini bermanfaat dalam konteks yang berbeda.
20. Orang lain mungkin akan merespon dengan cara yang berbeda.
21. Itu muncul sebagai sebuah tanda perubahan yang positif.
22. Ini akan berubah lebih cepat jika engkau menikmatinya.
23. Segala sesuatu terjadi untuk alasan yang baik.
24. Nggak apa, pasti ada bagian dari dirimu yang mengerti tentang apa semua ini.
25. Apapun itu tentang dirimu, pada dasarnya bagus.
26. Hidup ini kan senda gurau tapi penuh pelajaran.
27. Apa yang di luar dirimu adalah cermin bagimu.
28. Kamu nggak perlu yang lain dalam hal ini, intuisimu akan membantu.
29 . Alam semesta ini akan membantumu, jika engkau mengizinkannya.
30. Kamu telah memiliki segala yang kamu perlukan, sekarang dan di sini.
31. Engkau akan selalu mendapatkan apa yang engkau minta.
32. Engkau akan selalu menemukan apa yang engkau cari.
33. Wow, Luar biasa!
34. Pasti ada pelajaran penting dalam hal ini.
35. Apapun itu, ya begitulah adanya. Ia menjadi buruk jika engkau membandingkannya dengan sesuatu.
36. Kamu sedang ikut ambil bagian dalam dinamika planet ini.
37. Itu terjadi persis sebagaimana engkau menciptakannya.
38. Ini terjadi karena engkau sendiri yang membuatnya.
39. Nggak kok, ini nggak membosankan.


Sahabat, segera setelah engkau menemukan polanya, lanjutkanlah poin ke-40 dan seterusnya.

Anyway sahabat, nomor berapa sih yang "gue banget" detik ini?

Main semangat!

Ikhwan Sopa

Logika Sukses dan Berhasil

Selamat pagi sahabat,

Di dunia ini, di antara alasan-alasan terpenting yang mendorong dan menggiring kita melakukan apapun yang kita kerjakan sepenuh hati dengan sekeras-kerasnya tenaga dan upaya adalah mereka, mereka yang kita cintai dengan sepenuh hati.

Di dalam niat dan misi beribadah kepada Tuhan, manusialah yang menjadi sumber utama untuk inspirasi, kekuatan, keberhasilan, dan kebahagiaan kita.

Semakin mampu kita berjalan beriringan dengan orang lain,
Semakin kita berupaya mengerti mereka,
Semakin terbuka kita dalam menerima mereka,
Semakin kita memaafkan mereka,
Semakin baik hubungan yang kita bina bersama mereka,
Semakin bermanfaat kita bagi mereka,
Semakin kita berusaha meringankan jalan bagi mereka,
Semakin erat persahabatan yang kita bina dengan mereka,
Semakin kuat tali persaudaraan yang kita jalin bersama mereka,
Semakin tinggi hasrat kita untuk memberhasilkan mereka,

MAKA,

Semakin besar pula peluang bagi kita untuk hidup berhasil dan berbahagia.

Begitulah sesederhana-sederhananya logika kebahagiaan dan keberhasilan. Sebab sukses dan bahagia, adalah fenomena yang perlu dititipkan terlebih dahulu di luar diri kita, sebelum ia memantul balik merasuk ke dalam kehidupan kita.

Sahabat, i love you full.

Makin semangat!

Ikhwan Sopa

Kita Pasti Bisa

Selamat siang sahabat,

"Hati nurani diciptakan hanya untuk satu tujuan, yaitu agar kita mau mendengarkan."

Kita, tidak bisa tidak merasa sebab tak merasakan apa-apa adalah sebuah perasaan yang tanpa makna.

Kita, tidak bisa tidak berpikir sebab tidak berpikir adalah pikiran yang sedang mengamati.

Kita, tidak bisa tidak memilih sebab tidak memilih adalah juga pilihan.

Kita, tidak bisa tidak memutuskan sebab tidak memutuskan adalah sebuah keputusan.

Kita, tidak bisa tidak menginginkan sebab tidak menginginkan adalah keinginan yang menolak.

Kita, tidak bisa tidak berharap sebab tidak punya harapan adalah mengharapkan keajaiban.

Kita, tidak bisa tidak memiliki cita-cita sebab tidak memiliki cita-cita adalah mencita-citakan ketidakjelasan.

Kita, tidak bisa tidak merencanakan sebab tidak merencanakan adalah merencanakan kesimpangsiuran.

Kita, tidak bisa tidak bertanya sebab di hadapan pilihan demi memutuskan kita pasti bertanya.

Kita, tidak bisa tidak belajar sebab tidak belajar adalah pilihan belajar lewat penderitaan dan kepahitan yang direncanakan.

Kita, tidak bisa tidak bertindak sebab tidak bertindak adalah aktivitas menjalani penantian.

Kita, tidak bisa tidak bergerak sebab dalam diam kita digerakkan mundur oleh waktu.

Kita, tidak bisa tidak berani sebab ketakutan adalah keberanian untuk menjaga dan menyelamatkan diri.

Kita, tidak bisa tidak kuat sebab tidak kuat adalah kemampuan untuk menanggung kelemahan.

Kita, tidak bisa tidak tumbuh sebab tidak tumbuh adalah membesar dengan meluaskan karat dan menebalkan debu.

Kita, tidak bisa tidak maju sebab kemunduran adalah tetap maju ke arah yang salah.

Kita, tidak bisa tidak berhadapan dengan risiko sebab menghindari risiko 'di sana' membawa risiko yang sepadan 'di sini'.

Kita, tidak bisa tidak berhasil sebab kegagalan adalah hasil dari masa lalu kita.

Kita, tidak bisa tidak yakin sebab tidak yakin adalah keyakinan yang sedang bermain di seberang.

Kita, tidak bisa tidak menerima sebab menolak adalah menerima tawaran dari emosi dan ego kita.

Kita, tidak bisa tidak memiliki cinta sebab kebencian adalah jauhnya jarak antara sesuatu dan cinta kita.

Kita, tidak bisa tidak bersyukur sebab segala yang telah ada diciptakan untuk melayani kita dalam rangka menyembah-Nya.

Kita, tidak bisa tidak bersabar sebab waktu diciptakan untuk memisahkan akibat yang belum ada dari sebab yang kita adakan.

Kita, tidak bisa tidak beribadah sebab tidak beribadah adalah menolak adanya Tuhan.

Kita, tidak bisa tidak berdoa sebab tidak berdoa adalah menuhankan diri sendiri.

Kita, tidak bisa tidak berubah sebab tidak berubah adalah menua.

Kita, tidak bisa tidak bertanggungjawab sebab tidak bertanggungjawab juga ada konsekuensinya.

Semua itu adalah tanda bahwa kita:

1. Masih sadar, hidup, dan ada,
2. Masih diberi waktu, peluang, dan kesempatan,
3. Masih dimungkinkan merealisasi potensi menjadi kenyataan dan mengkreasi kehidupan yang membahagiakan.

Sungguh, Tuhan Maha Pengasih lagi Maha Penyayang.

Makin semangat!

Ikhwan Sopa

Cara Terbaik Untuk Menguatkan Pilihan

Selamat sore sahabat,

(Hari ini saya mendapat kabar beberapa teman telah memilih dan memutuskan untuk mengembangkan diri lebih jauh.)

Ini untuk siapapun engkau yang hari ini telah MEMILIH untuk mengembangkan diri.

Tetapkanlah pilihanmu dengan MEMUTUSKAN.

Lalu KUASAILAH kerangka berpikir yang sesuai keputusan dan pilihanmu itu, dan sedikitkanlah keluar atau menyimpang dari kerangka berpikir itu.

Kemudian ingatlah bahwa pilihan, keputusan, dan penguasaanmu akan pikiranmu telah menjadikan masa depanmu seolah TAK TERBATAS. Bukankah, dengan memilih, memutuskan, dan menguasai pikiranmu tadi itu, engkau telah menembus batasmu?

Lalu, tetapkahlah untuk TIDAK PERNAH MENYERAH.

Dan selalulah meyakini, INI BISA DILAKUKAN!

Seperti yang dikatakan Brian Kim (http://briankim.net/):

Want to quit your job and pursue your passion?

Make the decision. Own the frame. There are no limits. Never give up. Ever. It CAN be done.

Want to start that business you’ve been dreaming of?

Make the decision. Own the frame. There are no limits. Never give up. Ever. It CAN be done.

Want to change the world?

Make the decision. Own the frame. There are no limits. Never give up. Ever. It CAN be done.

Makin semangat!

Ikhwan Sopa

Cara Meningkatkan Keberuntungan

Hari Sabtu dan Minggu yang lalu saya diundang mengisi sebuah acara Train For Trainer.

Di dalam acara itu salah satu sahabat saya mengisi materi tentang "choice". Intinya, hidup ini adalah pilihan dan ketegasan menindaklanjuti pilihan atau bertanggungjawab dengan pilihan adalah pilihan terbaik yang dapat kita lakukan.

Jam empat sore hari Sabtu, salah seorang peserta mengajak saya berdiskusi.

Ia berkata, "Mas, kalo saya sih sepertinya agak kesulitan mengikuti pola-pola pilihan seperti itu (seperti yang diungkap oleh materi sahabat saya di atas). Saya lebih senang hidup yang mengalir dan menikmati saja apa-apa yang berlangsung dan terjadi pada diri saya."

Saya bilang, "Jika kita bicara pilihan, maka ini bukan tentang benar atau salah. Artinya, jika itu engkau tetapkan sebagai jalan hidupmu, maka itulah pilihanmu."

Saya kemudian melanjutkan, "Dengan pilihan hidupmu yang cenderung 'malas' seperti itu, tetap saja engkau memiliki berbagai keinginan yang sama dengan mereka yang memilih untuk bekerja keras di dalam hidupnya. Apa yang penting, adalah bagaimana engkau bisa memberdayakan diri dengan pilihan itu."

Ia berkata, "Iya sih Mas."

Saya bilang, "Engkau perlu belajar sebuah ilmu khusus. Namanya The Law of Attraction (LOA)."

Ia bilang, "Apaan tuh Mas? Dari mana saya bisa dapat ilmu itu?"

Saya berkata, "Kalo kamu memang mau, ntar kamu dapat kok ilmunya."

Saya menutup diskusi sore itu dengan mengatakan bahwa syarat terpenting dari bekerjanya LOA, adalah tetap bekerja paling tidak di dalam pagar kemalasan yang kita bangun sendiri. Ini mutlak, sebab pelajaran inti dari LOA adalah tentang TANGGUNGJAWAB dan LOA adalah tentang pergerakan alias ACTION. Semalas-malasnya manusia, untuk malaspun ia sebenarnya perlu bekerja.

Jam sepuluh malam itu, salah satu sahabat saya yang lain datang menghampirinya dan menghadiahkan sebuah buku kepadanya. Judulnya "The Answer".

Mengetahui hal itu, saya hampiri dia dan saya berkata, "Ilmu yang kamu tunggu tadi sore itu, sekarang ada di tanganmu."

Menariknya, buku yang dihadiahkan itu sebenarnya telah dihadiahkan kepada seorang sahabat yang lain, dan 'entah kenapa' sahabat itu menolaknya. Maka dihadiahkanlah buku itu kepadanya.

Sahabat, jika kita mau berpatokan bahwa tidak ada sesuatupun di dunia ini terjadi secara kebetulan, apa sebenarnya yang telah terjadi?

"Kita tidak bisa tidak memilih. Karena setiap pilihan selalu diikuti dengan tanggungjawab, maka kita tidak bisa tidak bertanggungjawab."

Ikhwan Sopa