Tujuh Strategi Dasar Kehidupan - Pembelajaran (3)

Selamat pagi sahabat,

"Pemberdayaan diri adalah kreatifitas taktik dari satu keadaan ke keadaan lain di dalam tujuh strategi dasar kehidupan."

3. Pembelajaran

"Belajar adalah melakukan hal yang sama dengan cara yang berbeda."

"Insanity: Doing the same thing over and over again and expecting different results."

- Albert Einstein -

Berdaya adalah membedakan hasil yang lebih baik dari hasil sebelumnya.

Melakukan hal yang sama dengan cara yang sama, sungguh dapat diprediksi bahwa hasilnya adalah sama atau kurang lebih sama.

Melakukan hal yang sama dengan cara yang berbeda tapi dapat diprediksi hasilnya akan sama atau lebih buruk, adalah pembelajaran yang negatif.

Inti dari pembelajaran yang memberdayakan adalah "perubahan" dan "perbedaan".

Dari belum tahu menjadi tahu adalah perubahan, dan belum tahu jelas berbeda dari sudah tahu. Dari belum bisa menjadi bisa adalah perubahan, dan jelas sekali bedanya antara belum bisa dan sudah bisa.

Pembelajar yang berdaya adalah pembelajar yang lebih memilih untuk berubah dan berbeda, dan lebih memilih menggunakan "belum" ketimbang "tidak".

Ingat ini. "Tidak" membuatmu diam atau makin berkarat, "belum" membukakan pintu. Bukankah engkau ingin "makin" yang ke arah kanan dan sering disebut orang dengan "maju"?

"Hal yang sama" adalah apapun yang sudah pernah dihadapi, atau sudah pernah dikerjakan, atau sudah pernah dilalui sebelumnya. "Hal yang sama" adalah tentang perulangan.

"Cara yang berbeda" bisa merupakan tindakan mekanistis secara fisik maupun proses mental. Paling tidak, jika mekanisme fisiknya dipersyaratkan tetap sama, pembelajar yang berdaya selalu menggunakan fenomena mental yang berbeda dalam pengertian lebih baik.

"Hal yang berbeda" adalah apapun yang belum pernah dihadapi, atau belum pernah dikerjakan, atau belum pernah dilalui. "Hal yang berbeda" adalah segala sesuatu yang "pertama kali".

Pembelajar yang berdaya, bereaksi terhadap yang "pertama kali" dengan hanya satu sikap saja, yaitu "just do it!".

Dengan "just do it!" ia bahkan mungkin belum belajar, dan baru sekedar menciptakan alat pembanding yang mencerminkan keadaan "belum"-nya. Belum bisa, belum mampu, belum tahu, belum pernah. Langkah pertama diperlukan sebagai starting point untuk menjadi pembanding segala hasil.

Itu sebabnya, definisi "nilai" adalah "jarak tertentu dari nol". Nol, harus ada terlebih dahulu. Kurang lebih, "just do it!" adalah menciptakan titik nol itu.

Berdaya adalah menjadi pembelajar yang mengambil tindakan.

Sebelumnya - "2. Keputusan"

http://milis-bicara.blogspot.com/2012/01/tujuh-strategi-dasar-kehidupan_20.html

Makin semangat!

Ikhwan Sopa