Tujuh Strategi Dasar Kehidupan - Kreatifitas (4)

Selamat siang sahabat,

"Pemberdayaan diri adalah kreatifitas taktik dari satu keadaan ke keadaan lain di dalam tujuh strategi dasar kehidupan."

4. Kreatifitas

Kreatifitas adalah kemampuan mengkreasi sesuatu dari "tidak ada" menjadi "ada". Sesuatu yang belum ada bukanlah kemutlakan, sebab nyaris apapun sebenarnya telah ada. Kreatifitas adalah menemukan hubungan-hubungan dari dua hal yang sebelumnya tak terlihat atau tak terasakan. Orang sering menyebut bibit-bibit ini dengan "benang merah".

Energi kreatifitas akan terpicu dan terpacu saat kita bisa membebaskan diri dari enam belenggu berikut ini.

1. Sikap negatif
2. Terlalu takut gagal
3. Tidak menyediakan waktu bagi kreatifitas
4. Terlalu patuh pada aturan
5. Terpenjara dalam asumsi
6. Terlalu tergantung pada logika

Padahal,

1. Sikap negatif bergerak mundur dan kreatifitas bergerak MAJU. Setiap situasi selalu melahirkan apa yang disebut dengan "peluang turunan". Di sinilah, ilmu "justru itu" adalah jurus penting di dalam kreatifitas.

2. Hanya ada dua hal tentang kegagalan. Yaitu kemauan dan kecukupan waktu. Gagal hanya ada jika kita berhenti. Itu artinya, BERHENTI BERKREASI. Sepanjang kita memiliki kemauan, dan terus melakukan dengan pemahaman pembelajaran (strategi sebelum ini), maka kehabisan waktu bukanlah kegagalan. Tidak cukup waktu, itu saja.

3. Kesibukan rutinitas yang seperti robot, kita ciptakan dan kita lakukan demi memudahkan pelaksanaan berbagai tugas. Kita sering lupa, bahwa menyediakan waktu untuk berpikir kreatif JUSTRU merupakan upaya terbaik untuk makin memudahkan segala rutinitas kita itu. Kreatifitas, adalah hal penting dalam ilmu GTD (getting things done).

4. Kita lupa bahwa peraturan, target, atau standar kerja, diciptakan JUSTRU untuk memicu dan memacu kreatifitas. Seseorang yang diterima bekerja, dan kemudian dipersilahkan sebebas-bebasnya bekerja, terserah apa yang mau dilakukan, terserah apa yang mau ditargetkan, terserah bagaimana caranya, dan bebas tanpa aturan, target, atau batasan, dijamin tidak akan kreatif. Dalam banyak hal, kita mengenal apa yang disebut dengan "the power of kepepet".

5. Inilah bahayanya asumsi. "When you assume, you make an ASS out of U and ME." Asumsi dibenarkan, tapi menjadi salah ketika ia menjadi penjara bagi kreatifitas. Menguji dan men-challenge asumsi adalah langkah awal untuk memasuki dunia kreatif. Asumsi seringkali hanya merupakan pendapat suatu pihak (termasuk semua ini!) yang terlanjur menjadi hukum yang dianggap pasti.

6. Logika, menyempitkan makna dari berbagai hubungan dan keterkaitan antara berbagai hal. Ilmu logika adalah ilmu berfokus. Kreatifitas adalah alasan-alasan terpenting untuk fokus. Kreatifitas bahkan menjadi sebab bagi fokus. Logika menjadi tak berarti tanpa luasnya kreatifitas. Logika adalah matematika, yang hidup sebatas simbol matematis. Dan di antaranya, ada simbol yang terkenal yaitu ~. Pikiran kita dan kemampuannya tidak bisa dibatasi oleh logika. Logika yang identik dengan matematika memiliki kepastian cukup tinggi, tapi itu bukan segalanya.

Dalam kenyataan hidup sehari-hari, tak semua persoalan berkarakteristik digital (ya atau tidak, benar atau salah, ini atau itu, dan sebagainya). Sebagian besar persoalan di dalam kehidupan, justru lebih banyak yang bernuansa analog dan tak melulu hitam dan putih.

Hal termudah untuk mengindentifikasi terbatasnya logika, adalah seringnya kita menggunakan ungkapan "tidak masuk akal".

Mendahului logika, ada yang disebut dengan "imajinasi". Simbol-simbol matematika pun, adalah hasil kreatifitas imajinasi.

Bagaimana jika begini? 2+2=<@>

Angka 1 dengan 24 nol di belakangnya disebut dengan "yotta". Jika nol itu 25 atau lebih, manusia dan matematika belum sempat menyepakatinya.

"Imagination is more important than knowledge. For knowledge is limited to all we now know and understand, while imagination embraces the entire world, and all there ever will be to know and understand."
- Albert Einstein -

Maka ingatlah ini,

"Imajinasi kita nyaris tak terbatas, tapi kapasitas yang menampungnya selalu lebih luas."

Berdaya, adalah mengaktivasi kekuatan besar anugerah Tuhan ini.

Sebelumnya - "3. Pembelajaran"

http://milis-bicara.blogspot.com/2012/01/tujuh-strategi-dasar-kehidupan_8207.html

Makin semangat!

Ikhwan Sopa