Tujuh Strategi Dasar Kehidupan - Keyakinan (6)

Selamat sore sahabat,

"Pemberdayaan diri adalah kreatifitas taktik dari satu keadaan ke keadaan lain di dalam tujuh strategi dasar kehidupan."

6. Keyakinan

"Hidup adalah tentang keyakinan, dan keyakinan selalu dipertanyakan."

"Apa yang bisa dilekati dengan kata, ia menjadi ada."

"Jika yakin, seseorang bahkan tak perlu mengerti."


Keyakinan adalah pusat dari kehidupan. Segala hal yang ada, terjadi, dan melekat pada segala sesuatu adalah fenomena keyakinan.

Hanya untuk mengatakan bahwa diri ini sedang "lapar" kita butuh meyakini bahwa diri kita lapar. Untuk menyebutkan warna "hitam" kita harus meyakini bahwa warna itu memang hitam.

Karena seluruh isi kehidupan adalah tentang keyakinan, maka keyakinanlah yang pada dasarnya membangun kehidupan dan melahirkan keadaan. Termasuk, keadaan berdaya atau tidak berdaya.

Keyakinan bersumber dari:

1. Pengalaman
2. Eksperimen
3. Refleksi
4. Generalisasi
5. Pakar, otoritas, dan ahli
6. Bombardir

Bentuk-bentuk keyakinan:

1. Eksistensi, A itu ada.
2. Asosiasi, A berhubungan dengan B
3. Ekuivalensi, A sama dengan B
4. Enaksi, A terjadi
5. Kausalitas, A mengakibatkan B

Tingkat kekuatan keyakinan:

1. Kuat, biasanya tentang jati diri dan spiritual
2. Buta, keyakinan tanpa pengetahuan
3. Lemah, keyakinan yang kurang pengetahuan
4. Tidak yakin, keyakinan yang berseberangan

Proses penguatan keyakinan:

1. Yakin dengan mendengar
2. Makin yakin dengan melihat
3. Sangat yakin dengan melakukan atau mengalami sendiri

Peran utama keyakinan:

1. Menjadi sumber kekuatan yang terbesar dan menjadi penyebab perbedaan
2. Menjadi tiang penyangga segala bentuk penciptaan
3. Tidak seperti argumen dan logika yang terbatas, keyakinan nyaris tak terbatas
4. Membebaskan diri dari kekhawatiran dan ketakutan
5. Menciptakan rasa kepastian tentang segala keadaan
6. Menjadikan kita mampu melihat yang tak terlihat, mempercayai yang sulit dipercaya, dan menerima hal-hal yang tak mungkin
7. Menjadi pembebas dari beban untuk mengerti dan menjelaskan
8. Menjadi pemudah proses memilih dan mengambil keputusan
9. Menjadi hal yang paling berpengaruh terhadap kebahagiaan, kesehatan, dan kesejahteraan

Penghambat terbesar untuk meyakini sesuatu adalah:

1. Pengalaman
2. Pendidikan
3. Logika dan panca indera
4. Alasan
6. Takut dan khawatir
7. Karena keyakinan beroperasi di wilayah bawah sadar
8. Karena suatu keyakinan dianggap bertentangan dengan kebenaran

Di antara keyakinan-keyakinan yang memberdayakan adalah:

1. Segala sesuatu terjadi dengan alasan dan terjadi untuk melayani diri dan kehidupan kita
2. Tidak ada gagal, yang ada umpan balik
3. Tidak ada salah, yang ada pelajaran
4. Apapun yang terjadi, kita harus bertanggungjawab
5. Tidak perlu mengerti segala hal untuk mampu melakukan berbagai hal
6. Manusia adalah sumber daya terbesar
7. Waktu adalah sumber daya paling langka
8. Dunia ini permainan pikiran dan perasaan
9. Setiap kita bisa bermimpi sendirian, mencapainya tidak

Keyakinan penghambat atau limiting beliefs adalah keyakinan yang mencegah diri kita dari berdaya atau dari mampu merealisasikan potensi dan mengkreasi hasil-hasil.

Tanda-tanda keberadaan limiting beliefs pada diri:

1. Ketika seseorang mempercayai bahwa dirinya adalah masalah dan bukan diri yang sedang menghadapi masalah, ketika merasa masalah adanya di dalam dan bukan di hadapan
2. Ketika satu masalah menjadikan seseorang merasa bahwa seluruh kehidupannya menjadi bermasalah
3. Ketika seseorang mulai meyakini bahwa masalahnya tidak dapat diselesaikan dan akan menjadi masalah selamanya

Limiting beliefs yang muncul karena cara pandang dan definisi yang salah adalah:

1. Saya adalah... atau saya bukan...
2. Saya tidak bisa
3. Saya harus... saya tidak harus...
4. Saya sedang melakukan... saya tidak sedang melakukan...
5. Orang lain adalah... orang lain akan...
6. Dunia ini adalah... dunia bekerja dengan cara...

Limiting beliefs yang muncul karena cara pikir dan pola rasa yang salah adalah:

1. Bahwa kita butuh dicintai, disetujui, atau didukung oleh mereka yang penting, kaya, atau berkuasa, padahal sebenarnya kita butuh dicintai, disetujui, dan didukung oleh Yang Maha Kuasa
2. Bahwa kita harus mencapai dan mendapatkan apapun yang kita inginkan, dan tanpa itu kita merasa tidak bernilai
3. Bahwa seseorang adalah sebentuk keburukan karena perilakunya yang buruk, sehingga ia tak akan pernah menjadi lebih baik, padahal setiap perilaku masih mungkin berubah kecuali Tuhan yang menetapkan
4. Bahwa sesuatu itu buruk atau jelek jika tidak bersesuaian dengan keinginan
5. Bahwa sebab keguncangan emosi adalah semata-mata faktor luar sehingga tidak bisa dikendalikan
6. Bahwa tanggungjawab dan kesulitan adalah sesuatu yang harus dihindari karena dianggap lebih memudahkan kehidupan
7. Bahwa manusia adalah semata-mata individualistik, atau bahwa manusia adalah semata-mata sosialistik
8. Bahwa masa lalu adalah satu-satunya sebab untuk keadaan sekarang sehingga sekarang dan masa depan tak bisa diubah dan dianggap pasti sesuai prediksi dan pola-pola kebiasaan
9. Bahwa gangguan dari luar diri harus menyebabkan kekecewaan dan kemarahan
10. Bahwa setiap masalah harus selalu memilki solusi yang benar, tepat, dan sempurna sehingga tidak menemukannya adalah kegagalan dan ketidakberdayaan

Limiting beliefs bisa dikikis dengan cara:

1. Diisolasi
2. Diidentifikasi sumbernya
3. Dikenali blunder dan dampak buruknya
4. Membangun keyakinan yang memberdayakan sebagai pengganti
5. Dicarikan bukti pendukung dan penguat dari keyakinan pengganti yang memberdayakan itu

Cara terkuat untuk hidup di dalam keberdayaan, adalah dengan menjadi pemilik keyakinan dan bukan menjadi pengikut keyakinan. Itu sebabnya, dibutuhkan keinginan untuk memetik hikmah dan pengetahuan terkait suatu keyakinan. Itu sebabnya, yang yakin dengan berilmu dan berpengetahuan, lebih tinggi satu derajat dari yang sekedar meyakini.

Penguat keyakinan yang terkuat (bahkan termasuk termasuk keyakinan yang salah sekalipun) adalah tindakan.

Sebelumnya - "5. Motivasi"

http://milis-bicara.blogspot.com/2012/01/tujuh-strategi-dasar-kehidupan-motivasi.html

Makin semangat!

Ikhwan Sopa