Tujuh Strategi Dasar Kehidupan - Keputusan (2)

Selamat pagi sahabat,

"Pemberdayaan diri adalah kreatifitas taktik dari satu keadaan ke keadaan lain di dalam tujuh strategi dasar kehidupan."

2. Pengambilan Keputusan

Bekal utama kita adalah akal. Kata "akal" berasal dari akar kata "ikat" atau "akad" yang semuanya berarti "terikat". Akal dianugerahkan sebagai sesuatu yang bekerja di dalam ikatan atau sesuatu yang proses kerjanya terikat. Akal kita terikat pada pilihan. Itu sebabnya cara kerjanya yang paling mendasar atau fungsi dasar dari akal adalah "memilih".

Mengambil keputusan adalah menetapkan pilihan.

Kondisi tidak berdaya terjadi karena ketidakmampuan kita mengoptimalkan fungsi dasar akal atau karena keterjebakan kita dalam fungsi dasar dari akal dalam cara yang tidak memberdayakan.

Ketidakmampuan atau keterjebakan itu di tingkat yang paling mendasar adalah:

1. Ketika hanya tersedia satu pilihan, dan pilihan itu dipersepsi sebagai "tirani".

2. Ketika tersedia dua pilihan, dan pilihan itu dipersepsi sebagai "simalakama".

Keterampilan pemberdayaan diri adalah kemampuan untuk menciptakan persepsi pilihan yang terbaik, dan seringkali memerlukan kemampuan untuk menciptakan "pilhan ketiga".

Kemampuan menciptakan "pilihan ketiga" di sebut dengan "pengetahuan" yaitu dua pengetahuan yang menyatu menciptakan pengetahuan baru yang lebih maju.

- Senang atau susah?

Berdaya adalah senang, atau susah yang dipersepsi sebagai penyeimbang dari senang atau menjadi sebab bagi adanya senang. Tuhan menciptakan segala sesuatu secara berpasangan dan keberadaan yang satu adalah untuk pemahaman yang lain.

- Rugi atau untung?

Berdaya adalah untung, atau rugi yang mencerminkan keuntungan di sisi yang lain yang lebih baik, lebih tinggi, atau lebih berjangka panjang.

- Sekarang atau nanti?

Berdaya adalah sekarang, atau nanti yang ketika saatnya berubah menjadi sekarang adalah "sekarang" yang memberdayakan.

- Maju atau mundur?

Berdaya adalah maju, atau mundur selangkah demi kemajuan dua langkah atau lebih.

- Ini atau itu?

Berdaya adalah ini, atau itu yang memberdayakan ini.

Berdaya identik dengan "di sini" dan "sekarang" yang memberdayakan "di sana" dan "nanti".

Berdaya sering identik pula dengan kemampuan menciptakan pilihan ketiga.

- Bebas secara finansial, tapi tidak bebas waktu
- Bebas waktu, tapi di rumah sakit

Lalu kita menciptakan bebas finansial dan bebas waktu. Sayang, seringkali tidak bebas riba'. Apa "pilihan ketiga" berikutnya, yang bebas finansial, bebas waktu, dan bebas riba'?

Lalu kita menciptakan properti. Sayang, jika kita tidak berhati-hati seringkali tidak bebas dari tudingan "bermegah-megahan yang melalaikan".

Apa, yang bebas finansial, bebas waktu, bebas riba' dan tidak bermegah-megahan?

Jangan berhenti berdaya dengan terus menciptakan pilihan ketiga. Pilihan ketiga identik dengan merdeka. Itu sebabnya, "tiga" nyaris seperti angka keramat.

Sebelumnya - "1. Kenangan"

http://milis-bicara.blogspot.com/2012/01/tujuh-strategi-dasar-kehidupan.html

Makin semangat!

Ikhwan Sopa