Pentingnya Sikap Tanggung Jawab

Selamat pagi sahabat,

"Kita tak lagi seperti dulu ketika baru lahir, seumpama kertas putih yang tanpa noda. Setiap kita yang masih hidup hingga hari ini, telah terlanjur dicacatkan oleh situasi-situasi kita sendiri."


Jadi, berhentilah menyesali dan menyesalkan keadaan. Ini sebabnya,

Kita lahir dari orang tua yang tak sempurna,
Dibesarkan di dalam keluarga yang tak sempurna,
Hidup di dalam komunitas yang tak sempurna,
Berteman dengan teman yang tak sempurna,
Bersekolah di sekolah yang tak sempurna,
Dididik guru-guru yang tak sempurna,
Bekerja di tempat kerja yang tak sempurna,
Berkarya bersama mereka yang juga tak sempurna,
Berkeinginan, berusaha, dan mendapatkan yang tidak sempurna.

Setiap kita, pada akhirnya adalah produk-produk kehidupan yang penuh cacat dan cela. Inilah dunia.

Terimalah.

Tak satupun yang di luar diri kita bisa kita kendalikan sesuai cara yang kita inginkan. Tak ada di dunia ini yang sungguh dan sejati kita kuasai. Kita lebih banyak bersepakat dengan kehidupan, dan kita lebih sering bermufakat dengan sesama manusia.

Hanya ini, yang bisa tetap selalu berada di dalam genggaman kita:

1. Pikiran kita,
2. Tindakan kita.

Maka, tak ada pilihan lain bagi kita untuk meyakini dengan pasti, bahwa hanya itu jugalah yang dapat kita andalkan dalam menciptakan keadaan diri dan kehidupan. Bukan tak disengaja bahwa kemampuan kendali kita diarahkan oleh Sang Pencipta lewat kehidupan ke pikiran dan tindakan. Selebihnya, adalah haq mutlak-Nya untuk membolak-balik hati.

Maka, bertanggungjawablah.

Satu-satunya maksud dari semua kondisi manusia yang serba tak sempurna ini, adalah agar setiap kita mau bertanggungjawab sebab hidup kita sedang mengandalkan diri kita.

Dan jika kita sedang berada di depan dari masa yang akan datang, maka bertanggungjawab bukan hanya sekedar menjawab pertanyaan tentang hasil-hasil di ujung-ujung dari setiap proses dan kejadian. Lebih dari itu, bertanggung jawab adalah menjawab tantangan dan merespon segala apa yang ditawarkan oleh kehidupan di setiap awal dari fase-fase yang kita lalui.

Bertanggungjawab itu di mulai dari depan.
Bertanggungjawab, selalu dimulai dari detik ini.

Apa, yang ingin engkau rasakan?
Apa, yang engkau pikirkan?
Apa, yang akan engkau lakukan?

Engkau masih diberi waktu sejumlah saldo usiamu yang batas akhirnya bukan engkau yang menentukan. Engkau harus bertanggung jawab sejak awal hingga akhir.

Maka, kembalilah ke rel jatidirimu,
Mulai sekarang.

Kamu itu, sudah dimampukan.

Makin semangat!

Ikhwan Sopa