Melatih Keyakinan

Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakaatuh dan selamat siang sahabat semua.

Ini hari pertama di tahun 2012, hari yang tepat untuk menetapkan arah dan tujuan dari setiap impian kehidupan kita, hari yang baik untuk memproyeksikan kelurusan jalan kita dari titik hari ini ke titik akhir dari hidup kita melewati periode setahun ke depan.

Hidup adalah tentang keyakinan dan keyakinan selalu dipertanyakan.

Di dalam hidup ini, apapun yang kita katakan sebagai "ada" adalah cerminan dari keyakinan yang kita reduksi ke dalam pengertian-pengertian panca indera dan kita penjarakan ke dalam bahasa, kata-kata, dan nama-nama.

Jika seseorang merasa lapar, maka ia meyakini bahwa dirinya memang sedang lapar. Untuk sampai ke tindakan makan, maka ia bertanya, "benarkah aku lapar?" dan lalu ia menjawab dengan yakin, "ya benar, saya memang lapar." Keragu-raguannya, akan membatalkan acara makannya.

Hidup adalah tentang latihan menjawab pertanyaan, yang mana setiap kali jawaban kita berikan, adalah demonstrasi dari kemampuan maksimal kita dalam meyakini sesuatu.

Apa pun yang terjadi di dalam kehidupan kita, adalah pertanyaan-pertanyaan yang diajukan untuk menguji keyakinan. Jika begini bagaimana? Lalu jika begini bagaimana? Masihkah engkau yakin?

Kita hidup di antara dua pertanyaan terbesar yang menguji keyakinan tertinggi kita. Di tengah-tengahnya kita hidup di dunia sebagai pembelajar yang sedang melatih diri menjawab pertanyaan awal dan akhir yang menempatkan kita ke dalam tiga fase dari kehidupan, sebelum memasuki fase terpenting hidup di dalam keabadian.

Pertanyaan pertama diajukan ketika kita masih di alam ruh,

"Bukankah Aku ini Tuhanmu?"

Kita telah menjawabnya dengan keyakinan penuh dan menjanjikan persaksian di fase kehidupan berikutnya.

Dalam rentang yang telah ditentukan, kita hidup di dunia dengan segala bentuk ujian pertanyaan,

"Jika begini, masihkah engkau yakin?"
"Jika begitu, masihkah engkau yakin?"
"Bagaimana dengan ini?"

Kita menjawab semua pertanyaan itu seraya melirik label-label kebaikan dan kejelekan yang kita lekatkan kepada semua hal yang kita ketahui.

Ketika waktunya tiba, kita sampai ke fase ketiga dari kehidupan, yang sungguh menjadi persimpangan jalan terpenting karena dipastikan berujung pada keabadian.

Kita ditanya dengan pertanyaan terbesar kedua yang dipaket dalam tiga pertanyaan berurutan, segera setelah tiba di liang lahat.

"(Sekarang) siapa Tuhanmu?"

Sahabat, kita akan berlatih menjawab pertanyaan yang sama di tahun 2012 ini. Selebihnya, adalah bonus-bonus kehidupan yang menjadi bagian dari istirahat-istirahat kita dari misi besar latihan menjawab pertanyaan.

Sebab, Dia sungguh Maha Pengasih dan Maha Penyayang.

Selamat tahun baru 2012, selamat berlatih, dan mari terus saling mengingatkan!

Ikhwan Sopa

NB:
Pertanyaan terbesar kedua yang dipaket dalam tiga pertanyaan berurutan itu adalah:

1. Man rabbuka (Who is your Lord?)
2. Maa diinuka (What is your deen?)
3. Maa kunta taqoolu fii haazar rajuli (What do you say about this person?)

Itu sebabnya, doa pembelajar (yang sedang melatih menjawab tiga pertanyaan di atas) adalah:

Radhiitu bil laahi rab ba; wabil islaamidiina wabi Muhammadin Nabiy yaw warasuula; rab bi zidnii 'ilma, war zuq nii fah ma, aamiin.

Aku telah rela:

1. Allah Tuhanku,
2. Islam agamaku,
3. Nabi Muhammad SAW adalah utusan Allah SWT,

Wahai Tuhan Allah, tambahkanlah ilmuku, dan anugrahillah kepadaku, faham terhadap ilmu itu. Amiin.