Cinta dan Sabotase Diri

Selamat sore sahabat,

"Untuk apa mencari musuh, jika musuh terbesar adalah diri sendiri?"

Penggagal terbesar keberhasilan diri adalah diri sendiri.

01. Terus menunda rencana
02. Gaya hidup berlebihan
03. Bertindak impulsif dan gegabah
04. Kehilangan fokus, terseret arus, tidak konsentrasi
05. Mencurangi belajar dan latihan
06. Mengurus terlalu banyak hal
07. Mengabaikan dan meremehkan masalah
08. Berharap secara tidak realistik
09. Kritik dan penghakiman tak adil pada diri dan orang lain
10. Butuh pertolongan dan tak memintanya
11. Perlu belajar tapi tak melakukannya
12. Terburu-buru dan terburu nafsu
13. Terobsesi kesenangan atau belanja
14. Terlalu meninggikan risiko yang normal
15. Terlalu banyak mengkhawatirkan
16. Tak menyelesaikan yang dimulai
17. Gagal memilah keinginan, keperluan, dan kebutuhan
18. Menganggap sesuatu terlalu pribadi
19. Berkata dan berbicara dan kemudian menyesalinya
20. Menunda rasa senang secara keterlaluan

Di atas panggung sandiwara yang namanya dunia ini kita punya dua peran; peran pribadi dan peran sosial. Keduanya adalah satu kesatuan. Itu sebabnya nyaris setiap impian, cita-cita, target, dan tujuan, muaranya tak hanya tentang diri sendiri melainkan juga tentang keindahan hubungan dan cinta dengan orang lain.

Demi diri sendiri dan keluarga.
Demi diri sendiri dan masyarakat.
Demi diri sendiri dan bangsa.
Demi diri sendiri dan seluruh manusia.
Demi dunia dan akhirat.

Ketika sang penggagal terbesar beraksi dengan menyalahgunakan peran pribadinya, itu saatnya peran sosial menepatgunakan fungsinya.

Maka,

1. Kerusakan dan kekurangindahan hubungan dan cinta dengan orang lain dapat terjadi karena kebiasaan mensabotase diri sendiri.

Jika kita terjebak pada yang duapuluh di atas, maka mereka yang mencintai kita atau yang berhubungan dengan kita akan terganggu dibuatnya.

2. Sabotase diri dapat terjadi karena kekhawatiran terlalu dekat dengan orang lain, takut terlalu intim, atau tak ingin terlalu jauh berhubungan dengan orang lain.

Segala kekhawatiran tentang cinta dan hubungan, akan melatih kita dalam keterampilan mensabotase diri.

3. Obat untuk sabotase diri adalah memperbaiki hubungan dan makin mencintai mereka yang bukan diri sendiri. Obat untuk keburukan hubungan dan cinta adalah berhenti mensabotase diri.

Makin semangat.

Ikhwan Sopa