Cara Terpendek untuk Berdaya

Selamat malam sahabat,

Berikut ini adalah cara terpendek bergerak dari "current state" ke "desired state". Dari keadaan "tidak berdaya" menjadi keadaan "berdaya".

1. Re-Framing
2. Association

Pikiran melakukan re-frame dan kemudian perasaan ditenggelamkan dalam asosiasi sesuai re-frame.

Sangat kuat dalam mengubah "sekarang", sehingga insya Allah sangat kuat dalam mengubah "masa lalu" dan "masa depan".

Dua cara ini sangat efektif dalam mengelola internal state. Jika terkait external state (di mana external state adalah segala internal state selain diri sendiri), maka diperlukan perulangan siklus cara di atas untuk menciptakan bridging state atau state antara sampai ke desired state.

Cara di atas adalah salah satu ajaran Neo Warrior dalam NeoNLP, memetik wisdom yang didemonstrasikan oleh goresan-goresan fenomena di sepanjang sejarah umat manusia.

Salah satu ajaran Neo Warrior dalam NeoNLP adalah memilih ATTITUDE untuk tidak sekedar menjadi "praktisi pengguna produk-produk NLP" melainkan juga "praktisi yang memproduksi jejak-jejak teknik NLP".

Contoh PALING EKSTREM dari ancient wisdom terkait teknik 'terpendek' ini adalah fenomena perang, jihad, nasionalisme, atau ideologi. Atau, perang antar suku atau antar bangsa, perang agama, perang antar negara baik klasik atau modern, dan perang ideologi seperti demokrasi versus sosialisme.

Pertama, pikiran mereka me-reframe bahwa perang terkait semua itu adalah 'suci' dan 'terhormat'.

Kedua, pikiran mereka me-reframe bahwa 'berangkat' dan 'pulang' terkait semua perang itu harus pula 'suci' dan 'terhormat'.

Ketiga, pikiran mereka me-reframe bahwa 'kalah' dan 'pulang' adalah 'kurang terhormat'. Lalu, mereka menciptakan sebuah pattern untuk mencapai cara 'mati yang terhormat'.

Keempat, perasaan mereka kemudian ditenggelamkan dalam asosiasi yang sangat kuat terkait semua itu.

Contoh yang paling mudah dipahami adalah fenomena Samurai.

Seorang samurai, selalu membawa dua buah pedang. Pedang yang panjang namanya samurai dan pedang yang pendek namanya tanto.

Dua pedang ini diciptakan untuk memfasilitasi pattern pemberdayaan diri seorang samurai yang diposisikan dalam kondisi double bind antara 'berperang dan menang dengan samurai' atau 'seppuku atau hara-kiri alias mati terhormat dengan sepucuk tanto merobek perut'.

Untuk kedua situasi itu, maka mereka memberdayakan diri dalam framing dan asosiasi bahwa mati yang manapun adalah 'terhormat'. Selama perang dunia kedua, mereka menciptakan pattern kamikaze.

Hal terpenting tentang semua ini, adalah segala bentuk dan jenis FILTER utama seperti sistem tata nilai yang mendasar atau beliefs system yang terstruktur, kuat, dan utuh. Hanya sistem tata nilai yang kuat dan beliefs system yang kuatlah, yang mampu memfasilitasi teknik pemberdayaan diri ini dalam kekuatan puncaknya.

Note:

Berhati-hati menggunakan teknik ini dan saya tidak bertanggungjawab untuk penggunaan teknik ini.

Dalam psikologi:

- Forced/focus cognition
- Forced/focus affection

Alias di-leading sedemikian rupa, sehingga sangat fokus.

Makin semangat!

Ikhwan Sopa