"I" Inc.Ltd



Bersama Pak Yan Nurindra dan teman-teman, kemarin saya belajar banyak tentang VAP (virtual assistant program) dan ego state.

Di antaranya adalah bahwa dalam satu minggu kehidupan kita ada sekitar 5-15 ego state yang aktif dan maju ke depan secara bergantian. Itu, belum termasuk underlying ego states (ego-ego yang tidak termasuk lingkar dalam di istana hidup kita alias ego-ego yang terbenam jauh d
i bawah sadar).

Sampaii di rumah dan menjelang tidur pun, saya terus mengolah, menarik, dan mengekstraksi pelajaran-pelajaran yang berharga tentang ego. Bahkan pagi ini, saya jadi penasaran... terkait status ini saja entah berapa ego yang terlibat.

Berbicara ego memang menarixs dan salah satu sudut pandang yang rasional tentang ego state dan kaitannya dengan VAP itu mungkin begini.

Kita akan cenderung powerful alias berdaya jika kita dapat menselaraskan pikiran dan perasaan terkait sebuah fenomena, keadaan, atau kejadian. Sebaliknya, kita akan cenderung powerless alias tidak berdaya jika pikiran dan perasaan kita berkonflik, bergesekan, atau bertentangan. Dalam bahasa ego, jika ego-ego saling mensabotase, saling tidak memberdayakan, atau saling membatalkan keberdayaan. Contoh klasik tentang hal ini adalah "iya sih... tapi." Ego dapat menjadikan kita tdak merdeka dan tidak berdaya dan sebaliknya ego juga dapat menjadikan kita merdeka dan berdaya.

Yuk latihan.

Misalnya kita berhadapan dengan sebuah situasi A. Lalu, kita mengatakan (secara implisit atau eksplisit), "Duh... sepertinya ini memang sulit dilakukan, sebab saya memang tidak terlalu banyak tahu tentang keadaan ini." Ego kita sedang menjadikan kita tidak berdaya.

Bayangkan ini. Seseorang berhadapan dengan situasi yang sama yaitu situasi A. Kemudian, ia mengeluhkan situasi itu dengan keluhan yang sama seperti di atas kepada anda.

Jika ANDA di mata orang itu:

1. Disegani dan dihormati.
2. Layak didengar pendapatnya.
3. Dipercaya pendapatnya bijaksana.

Kira-kira, apa yang ANDA nasehatkan?

Mungkin begini. "Ah enggak kok. Nggak terlalu sulit. Informasinya gampang dicari loh. Keep trying aja. Entar juga pasti ada progressnya. Gue percaya dah, lu pasti bisa." Ego ANDA sedang bekerja memberhasilkan orang lain.

Maka kapanpun anda merasa tidak berdaya, anda merasa powerless, anda merasa bahwa situasi, keadaan, atau kejadian yang datang kepada anda sulit dibenahi, diselesaikan, atau diatasi, ANDA tahu toh harus bagaimana?

Gampang-gampang susah, tapi anda memang patut selalu mempercayai diri ANDA sendiri.

Maka, saya pun berpikir bahwa saya perlu selalu mengerti dan memahami, siapakah yang sebenarnya menulis artikel ini.

Si Amarah kah? atau
Si Lawwamah? atau
Si Mulhammah? atau
Si Mutmainah?

Si Shadr? atau
Si Qalb? atau
Si Luub?

Si Latifah? atau
Si Bashirah?

Sungguh, amat sangat tergantung pada saya selaku investor dan owner yang harus memilih siapa yang saya bina, saya angkat, dan saya jadikan pimpinan board of director.
Dan sungguh senang rasanya, ketika saia menyadari betapa saya diberi kesempatan begitu luas untuk membina, mengangkat, dan menempatkan middle-middle manajer yang begitu sungguh luar biasa.

Banyak, dan minimal saya bisa memposisikan setidaknya 99 middle-middle manajer untuk mengatur segala urusan organisasi kehidupan saya: - I Inc.Ltd -

- Abdul Malik
- Abdurrahman
- Abdul Muhaimin
- Abdussala
m
- Abdul Aziz
- Abdul Ghaffar
- Abdul Latif
- dan seterusnya

Bisnis I Inc.Ltd punya visi dan misi yang sebenarnya sederhana, yaitu semakin MENGENAL dan BERTANGGUNG JAWAB kepada SATU-SATUNYA yang bukan abdi. Mungkin ini sebabnya mengapa saya yang Abdullah diciptakan dan diposisikan sebagai Khalifah yang diberi modal untuk menjadi owner dan komisaris di I Inc.Ltd.

Mencari Kesalahan

Dua belas tahun, saya pernah punya profesi yang pekerjaannya adalah "mencari kesalahan". Menurut saya, itu pekerjaan yang paling mudah dilakukan di dunia.

Dan ternyata, menemukan kesalahan pada diri orang lain tidak lantas membuat apa yang ada pada diri saya menjadi benar.

Kemudian saya menyadari bahwa tugas saya adalah merefleksi.

Jika saya tak menemukan kesamaan, kewajiban saya adalah bersyukur dan bukan menyombongkan diri.

Jadi, semua itu adalah antara kesalahan mereka dan diri mereka, bukan antara kesalahan mereka dan saya.

Jika mereka meminta bantuan saya, tugas saya adalah membantu mereka merekonsiliasi diri mereka sendiri.

Sementara itu, saya sendiri mungkin seperti seorang pengembara menuju AA yang sedang tersesat. Lalu seseorang yang lain menuju A juga tersesat dan bertanya arah kepada saya. Siapa tahu, saya masih bisa mengingat arah ke A dan membantunya, dan siapa tahu ia pernah tahu arah ke AA dan membantu saya.

Enam Sahabat Keberhasilan

Ada enam jenis manusia yang jika kita sikapi, antisipasi, dan urusi dengan bijak, maka mereka ibarat sparring partner yang insya Allah mengantarkan kita menjadi yang berhasil. Aamiin... aamiin...

1. Mereka yang MERAGUKAN dan ingin kita gagal entah kenapa.

2. Mereka yang MENGHISAP DARAH seperti lintah dan parasit yang menempel dan melekat erat.

3. Mereka yang MENGKRITIK agar rasa percaya diri ki ta terus jatuh yang mengguncang seperti gempa bumi.

4. Mereka yang MENDENGKI karena keberanian yang tak mereka miliki karena kitalah yang telah memperjuangkannya.

5. Mereka yang selalu MENUNTUT BELAS KASIHAN karena merasa mereka adalah korban kehidupan dan orang lain.

6. Mereka yang menjadikan dirinya ANGIN RIBUT tapi sekedar ingin membuat kekacauan tanpa jelasnya tujuan seperti pengembara yang numpang lewat dan berlalu.

Know yourself, know your enemies, know the weather, know the terrain.

Keraguan mereka adalah ujian bagi keyakinan kita.

Hisapan kuat mereka pantas kita anggap sebagai upaya mendonorkan darah.

Cerna kritik mereka SATU PER SATU dan jangan borong semua kritik sekaligus sebab mungkin kita belum siap dan itu sebabnya setelah SATU kritik jagalah jarak dari mereka sampai kita haus akan KRITIK selanjutnya.

Kedengkian mereka adalah ujian keberanian dan semangat juang.

Wajah memelas mereka adalah cermin untuk melatih keberdayaan.

Keributan mereka adalah tradisi pesta meriah yang segera usai sampai ada alasan baru untuk berpesta lagi.

Sekedar memahami dan mengerti mereka saja sudah lebih dari cukup untuk membuat kita berhasil jika kita bertahan mempertahankan cita-cita baik dengan berusaha keras mengejar skor kepantasan.

Sebab, pemahaman dan pengertian kita akan menjernihkan nilai-nilai kita, menguatkan sikap-sikap kita, menegaskan pilihan-pilihan kita, memastikan langkah dan tindakan kita ke sana.

Apa yang perlu kita sadari adalah keberadaan mereka di mana saja di sekitar kita sepanjang waktu sampai kita mati di dalam cinta karena Tuhan tak pernah menciptakan apapun untuk sia-sia.

Apapun dan siapapun yang didatangkan Tuhan ke dalam hidup kita adalah TAMU.

Hidupmu adalah RUMAHMU selama hidupmu.

Ketika kita berjalan, sungguh pantas kita berbahagia saat menemukan dahi-dahi di sekitar kita bertuliskan, 7, 8, dan 9. Merekalah tempat kita belajar menenteramkan hati. Sebab di dahi kita sendiri mungkin masih tertulis 1, 2, 3, 4, 5, atau 6.

Maka mulai sekarang, ada baiknya kita terus bertanya sambil menerawang ke dahi siapapun yang kita temui, "nomor berapa?".

Setiap angka adalah sahabat kehidupan, agar kita makin mendekat kepada Sang Pemilik angka 10.

Terjebak pada yang enam adalah mengaktivasi FORCE yang melelahkan. Mengurusi diri sendiri adalah melatih POWER yang menguatkan.

Maka mungkin inilah yang sebenarnya kita pelajari. Kita butuh terus dan terus belajar dan bermain dengan angka-angka di dalam sini dan di luar sana. Sampai suatu saat, yang kita temukan adalah huruf yang jumlahnya tiga. Selama itulah kita diminta terus belajar.

"Nilai adalah derajat keindahan yang diukur jaraknya dari nol."

Mengapa Tuhan Menciptakan Sakit

Yang berikut ini semoga membantu kita menemukan jawaban.

Hidup ini mungkin sering menyakitkan. Sakit secara fisik dan merasa sakit secara mental. Kita diuji dengan sakit fisik dan merasa disakiti oleh orang, keadaan, dan kejadian.

Indonesia NLP Summit 2012

Sabtu ini "Indonesia NLP Summit 2012". 40 kelas digelar dengan narasumber: - 23 NLP-er - 8 Hypnotist/Hynotherapist - 5 Coach - 5 Motivator/Inspirator http://www.INS2012.com Be there!

Dibutuhkan Pemimpin Baru

Dibutuhkan pemimpin baru yang tetap bisa menghormati dan menghargai tanpa mengacak-acak keyakinannya sendiri.

Dalam banyak hal, agama dan keyakinan adalah tentang simbol dan ritual sebagai identifikasi dan jatidiri. Ada sejuta cara bijaksana untuk mengatakan tidak. Atau katakan yang pendek saja,

"tidak, terimakasih, saya sangat menghargainya."

Jika memang pemimpin hebat, pasti tak akan tersinggung ditolak manis seperti itu. Atau mungkin kita sendiri yang sudah kurang menghargai? Saya pribadi sih, sampai kemarin masih.

Keyakinan menghemat proses berpikir. Itu sebabnya bisa mempercepat keputusan "ya" atau "tidak". Keputusan model ini disebut dengan "go no go" decision. Keyakinan, mempercepat keputusan. Keyakinan, menyegerakan tindakan. Keyakinan, menyegerakan datangnya keberhasilan. Keyakinan, jika tidak bulat akan membingungkan.

Jiwa yang Rindu dan Penasaran


Di dalamnya kosong dan tak ada apa-apa. Apa yang penting bukan di dalamnya tapi di luarnya.

Berada "di dalam" membuat kita tak tahu arah dan orientasi.

Berada "di luar" menjadikan kita pengamat dan pengukur yang tahu kemana harus menghada p, tahu ke arah mana harus bergerak, tahu apa yang harus dikerjakan, dan tahu bagaimana mesti menimbang dan mengukur.

Konon, siapa yang berdiri tepat di hadapannya akan mengerti bahwa tak ada lagi yang lain yang diinginkan jiwanya kecuali sedekat ini dengan Sang Pencipta.

Semoga saudara-saudaraku yang sedang di sana kembali dengan mabrur. Aamiin ya Allah aamiin. Selamat merayakan hari Raya Idul Adha.

#memicu rindu dan penasaran setelah sepanjang hayat menghadapkan tubuh dan wajah ke arahnya.

Seminar dan Training Produktivitas

Productivity Booster Seminar

Training Matrikulasi Konsep Produktivitas dan Internalisasi Visi, Misi, dan Nilai-Nilai Perusahaan

Seminar Soft Skill Satu Hari


Proposal (print/save) - doc pdf

ATTENDEES:

Karyawan, Supervisor, Staf, Manajer, Umum (Knowledge Workers).

INHOUSE SEMINAR:

Silahkan menghubungi customer service di bagian bawah halaman ini.

MATERI SEMINAR:

Cara mendasar, sederhana, mudah, efisien, efektif
meningkatkan produktivitas pribadi atau karyawan dengan:


01.Menerapkan, melatih, membiasakan 37 hukum produktivitas.
02.Membangun 4 Productivity Boosters System™ yang mengimplikasikan 108+ panduan produktivitas dari 28+ world's productivity gurus.
03.Bedah rumus dasar produktivitas.
04.Menguasai 3 cara menaikkan rasio produktivitas.
05.Memahami 4 elemen output produktivitas.
06.Memahami 3 aspek penilaian produktivitas.
07.Memahami, mengenali, musuh-musuh produktivitas.
08.Menselaraskan dan mengintegrasikan produktivitas karir, profesi, bisnis, dan pribadi. Internalisasi visi, misi, dan nilai-nilai perusahaan / corporate values internalization.
09.Mengimplementasikan productivity booster system dengan 4 komitmen produktivitas untuk menjadi pribadi yang makin produktif serta mampu memperbaiki tingkat produktivitas.
10.Menjaga, memelihara, meningkatkan, produktivitas pribadi dengan terbebas dari:
-Jebakan stress karena perasaan menjadi robot atau sapi perah organisasi/perusahaan.
-Situasi konflik dan politik kantor/tempat kerja.
-Perasaan hanyut atau tenggelam "akibat" berbagai perubahan kebijakan organisasi/perusahaan.
-Kendala/keterbatasan pendidikan, ekonomi, kondisi fisik, cacat tubuh, penyakit.
-Hantu masa lalu, trauma mental.
-Rasa ketidakpastian tentang nasib serta masa depan.
11.Membangun budaya produktif yang dimulai dari budaya produktivitas pribadi.
12.Mengimplementasikan "Good Corporate Governance" di tingkat individu, pribadi serta karyawan untuk meningkatkan produktifitas.
13.Menanamkan "Holistic Productive Mindset".
14.Menciptakan "Productivity Booster", mengeliminasi "Productivity Buster".
15.Mengimplementasikan "Hawthorne Effect" untuk meningkatkan produktivitas.
16.Menerapkan metode "Perubahan 1-2-3" dalam Proyek Transformasi Produktivitas 21 Hari.
17.Menciptakan sistem kompas internal untuk memonitor produktivitas secara mental.
18.Melatih, membiasakan, kebiasaan produktif untuk kepentingan pribadi/keluarga.

NARASUMBER:

Ikhwan Sopa
Master Trainer E.D.A.N.
Author "4 Productivity Boosters System"
Author "Manajemen Pikiran dan Perasaan"

CUSTOMER SERVICE:

Rizal 0857 5887 2292 (Nasional)
Fajar 0858 4025 3839 (Nasional)
Slamet 0812 3324 4487 (Jawa Timur)
email: produktivitas@qacomm.com

MORE INFO:


QA Training Produktivitas






Proposal
(print/save) - doc pdf
5
QA Communication - 2012

Produktif Dengan Handphone Anda

Oleh: Ikhwan Sopa
Produktif Dengan Handphone Anda
Seminar dan Training Produktivitas - Tips Produktivitas
Dapatkan tips produktivitas dan kinerja dari Android, iPhone, Blackberry, atau tablet dan smartphone yang lain. Sekarang Anda bisa menikmati tips dan trik produktivitas langsung di gadget Anda.

Silahkan men-scan QR code di atas dengan kamera smartphone Anda atau menggunakan link pendek ini: http://goo.gl/Jy11A.

Note: Download aplikasi QR Scanner untuk smartphone Anda di sini: http://get.beetagg.com jika belum ada.

Anda juga bisa langsung mengarahkan browser smartphone Anda (Android, iPhone, Blackberry, atau tablet) langsung ke alamat-alamat ini:

http://is.gd/produktivitas
http://goo.gl/qA5YL
http://goo.gl/wDFvQ
http://goo.gl/Twi1M

Alamat panjang:
http://mobile.dudamobile.com/site/produktivitas_qacomm

Oleh-Oleh Ramadhan

Sedikit oleh-oleh dari bulan puasa.

1. "Important" is up within your head, "urgent" is half way down.

2. Selama berpuasa tidurpun ibadah. Kemampuan lucid dreaming sangat membantu. Jika mimpi di dalam tidur mulai terlalu aneh, mulai terlalu ngaco, atau mulai memasuki extended version, itu tanda bahwa kita sedang kebobolan waktu atau sedang melewatkan sebuah event yang penting.

3. Doa itu sungguh efektif dan efisien. Efektif karena ia dibackup oleh kekuatan terbesar kita yaitu keyakinan dan efisien karena ia mengharmoniskan vibrasi mental kita ke dalam "goldilocks zone" yaitu wilayah seimbang antara berharap dan memaksa.

Semoga bermanfaat.

Untuk Yang Senang Berkata Tidak Bisa


Katakan, "kita pasti bisa!"

"Hati nurani diciptakan hanya untuk satu tujuan, yaitu agar kita mau mendengarkan."

Kita, tidak bisa tidak merasa sebab tak merasakan apa-apa adalah sebuah perasaan yang tanpa makna.

Kita, tidak bisa tidak berpikir sebab tidak berpikir adalah pikiran yang sedang mengamati.

Kita, tidak bisa tidak memilih sebab tidak memilih adalah juga pilihan.

Kita, tidak bisa tidak memutuskan sebab tidak memutuskan adalah sebuah keputusan.

Kita, tidak bisa tidak menginginkan sebab tidak menginginkan adalah keinginan yang menolak.

Kita, tidak bisa tidak berharap sebab tidak punya harapan adalah mengharapkan keajaiban.

Kita, tidak bisa tidak memiliki cita-cita sebab tidak memiliki cita-cita adalah mencita-citakan ketidakjelasan.

Kita, tidak bisa tidak merencanakan sebab tidak merencanakan adalah merencanakan kesimpangsiuran.

Kita, tidak bisa tidak bertanya sebab di hadapan pilihan demi memutuskan kita pasti bertanya.

Kita, tidak bisa tidak belajar sebab tidak belajar adalah pilihan belajar lewat penderitaan dan kepahitan yang direncanakan.

Kita, tidak bisa tidak bertindak sebab tidak bertindak adalah aktivitas menjalani penantian.

Kita, tidak bisa tidak bergerak sebab dalam diam kita digerakkan mundur oleh waktu.

Kita, tidak bisa tidak berani sebab ketakutan adalah keberanian untuk menjaga dan menyelamatkan diri.

Kita, tidak bisa tidak kuat sebab tidak kuat adalah kemampuan untuk menanggung kelemahan.

Kita, tidak bisa tidak tumbuh sebab tidak tumbuh adalah membesar dengan meluaskan karat dan menebalkan debu.

Kita, tidak bisa tidak maju sebab kemunduran adalah tetap maju ke arah yang salah.

Kita, tidak bisa tidak berhadapan dengan risiko sebab menghindari risiko 'di sana' membawa risiko yang sepadan 'di sini'.

Kita, tidak bisa tidak berhasil sebab kegagalan adalah hasil dari masa lalu kita.

Kita, tidak bisa tidak yakin sebab tidak yakin adalah keyakinan yang sedang bermain di seberang.

Kita, tidak bisa tidak menerima sebab menolak adalah menerima tawaran dari emosi dan ego kita.

Kita, tidak bisa tidak memiliki cinta sebab kebencian adalah jauhnya jarak antara sesuatu dan cinta kita.

Kita, tidak bisa tidak bersyukur sebab segala yang telah ada diciptakan untuk melayani kita dalam rangka menyembah-Nya.

Kita, tidak bisa tidak bersabar sebab waktu diciptakan untuk memisahkan akibat yang belum ada dari sebab yang kita adakan.

Kita, tidak bisa tidak beribadah sebab tidak beribadah adalah menolak adanya Tuhan.

Kita, tidak bisa tidak berdoa sebab tidak berdoa adalah menuhankan diri sendiri.

Kita, tidak bisa tidak berubah sebab tidak berubah adalah menua.

Kita, tidak bisa tidak bertanggungjawab sebab tidak bertanggungjawab juga ada konsekuensinya.

Semua itu adalah tanda bahwa kita:

1. Masih sadar, hidup, dan ada,
2. Masih diberi waktu, peluang, dan kesempatan,
3. Masih dimungkinkan merealisasi potensi menjadi kenyataan dan mengkreasi kehidupan yang membahagiakan.

Sungguh, Tuhan Maha Pengasih lagi Maha Penyayang.

Makin semangat!

Ikhwan Sopa

Semua Terpulang Ke Diri Sendiri


Hidup adalah tentang menyadari kehadiran. Fenomena kehidupan dihadirkan kepada kita lewat pintu-pintu panca indera. Lalu dengan segala cara pemaknaan, kita mengubah kehadiran menjadi kenyataan. Siapapun kita, tentu berharap apa yang hadir dapat kita maknai sebagai keindahan, kebaikan, dan kebenaran menurut keyakinan kita. Dan jika semuanya terintegrasi dan selaras, kita menyebut kenyataan hidup kita sebagai hidup yang indah, baik, dan benar.

Mengapakah, bertemu dengan duri di tengah jalan dan lalu menyingkirkannya kita diimbali pahala? Bukankah kita bisa melewatinya tanpa menginjaknya dan lalu melupakannya? Sudah selesaikan urusan kita? Karena dengan melihatnya saja kita telah menghadirkannya ke dalam kehidupan. Lalu, pemaknaan kita memproyeksikan bagaimana orang lain yang mungkin tidak melihatnya tanpa sengaja menginjaknya dan menjadi celaka.

Cerdasnya akal dan pikiran kita memproyeksikan kemungkinan kenyataan buruk yang akan terjadi. Sekalipun itu terjadi pada orang lain, bayangan itu saja sudah menjadi sesuatu yang tidak indah, tak baik, dan tak benar sesuai keyakinan kita. Menyingkirkannya demi orang lain, bukanlah untuk orang lain, tapi untuk keindahan kenyataan hidup kita sendiri yang tak ingin mendengar kabar si Fulan menginjak duri. Artinya, kita telah berupaya mengindahkan, membaikkan, dan membenarkan apa yang akan menjadi isi dari kenyataan hidup kita.

Kita ingat, kita diajari tentang "kalimat yang baik". Mendengar musibah ber-innalillahi. Melakukan kesalahan ber-istighfar. Mendapat nikmat bersyukur. Merasa dengki meminta ampun. Melihat kedahsyataan ber-Masya Allah. Mencium bau busuk begitu juga. Hanya dengan mendengar, melihat, merasakan, mencium, dan dengan segala cara lain untuk bereaksi terhadap kehadiran yang mungkin ada, kita telah mendatangkan berbagai bentuk potensi kenyataan kehidupan. "Kalimat yang baik" adalah cara pemaknaan terbaik yang dapat kita lakukan dengan mengingat Yang Maha Menghadirkan. Sekali lagi, kita mencoba mengindahkan, membaikkan, dan membenarkan hidup kita.

Itu sebabnya (maaf saya harus mengatakan ini), terkait pesawat Sukhoi yang kemarin jatuh itu, setiap kita punya porsi tanggungjawab tentangnya. Kok bisa? Ya, sebab dengan hanya melihat di televisi, membaca di koran, atau mendengar dari radio saja, kita telah menghadirkan berita buruk itu ke dalam hidup kita. Sekalipun hanya berita, keburukan adalah keburukan. Maka sekali lagi, "kalimat yang baik", perasaan yang tepat serta proporsional, dan tindakan yang benar, adalah reaksi yang tepat demi tetap menjadikannya kenyataan hidup yang bermakna. Dan tanggungjawab itu, adalah tanggungjawab kita atas indah, baik, dan benarnya kenyataan hidup kita sendiri.

Itu sebabnya mereka yang bijak mengatakan, yang baik atau yang buruk, tentang pikiran, perasaan, dan perbuatan kita, tak pernah mengenai orang lain dan selalu terpulang kepada diri sendiri.

Si Fulanah mengalami musibah penjambretan. Benar bahwa dia berhak untuk bereaksi dengan membalas setimpal. Membalas setimpal adalah menegakkan keadilan, itu indah, baik, dan benar. Membalas melebihi porsinya, adalah memburukkan kenyataan hidup Fulanah sendiri sebanyak dua kali. Pertama, Fulanah mengklarifikasi kehadiran musibah itu menjadi kenyataan kehidupan yang mana musibah itu tak indah, tak baik, dan tak benar. Kedua, Fulanah membalas berlebihan adalah menghadirkan musibah untuk kedua kalinya, yaitu dengan menciptakan dendam dan dendam pastilah bukan sesuatu yang indah, baik, dan benar menurut keyakinan Fulanah.

Lepas dari siapa yang teraniaya dan siapa yang menganiaya, Fulanah tetap saja telah menghadirkan kenyataan buruk ke dalam hidupnya dengan pemaknaannya tentang kejadian itu sebagai "musibah". Maka, hal terpenting yang perlu dilakukannya adalah justru meminta maaf kepada diri sendiri atas pemaknaan yang tak indah, tak baik, dan tak benar itu. Semua itu memang tak bisa dihindari kehadirannya sehingga kita "terpaksa" memaknainya sebagai keburukan. Itu sebabnya pula kita mengatakan "tak ada manusia yang sempurna". Karena, di dalam koleksi makna hidup kita, kita juga tak bisa menghindari label-label buruk yang tak indah, tak baik, dan tak benar di mana setiap saat - kita sadari atau tidak, kita gunakan untuk memaknai (baca: menciptakan) kenyataan kehidupan.

Siapapun yang mengalami perampokan, lepas dari siapa yang dirampok dan siapa yang merampok, tetap saja si korban perampokan berhutang maaf pada diri sendiri, karena telah mengklarifikasi "telah terjadi perampokan di dalam hidup saya, dan itu bukan sesuatu yang indah, baik, dan benar". Siapa yang mengklarifikasi, siapa yang memaknai, dan siapa yang merasakan? Dan klarifikasi itu, akan menjadi isi dari file memori, dan isi file memori adalah dasar-dasar mengambil keputusan di masa depan. Manusia memang tak sempurna. Keputusan seperti apa yang didasarkan pada informasi yang tak indah, tak baik, dan tak benar, plus ia sama sekali belum berdamai dan menetralisir makna itu?

Kita mungkin bertanya, bagaimana mungkin Beliau SAW yang telah dijamin masuk surga, masih saja meminta ampun kepada Tuhan? Dan ketika ia ditanya, Beliau menjawab dengan lebih membingungkan, "tak bolehkah aku bersyukur?" begitu kata Beliau. Apa yang Beliau mintakan ampun dan apa yang Beliau syukuri?

Beliau mensyukuri kesadarannya yang masih mampu memberi makna tentang kenyataan kehidupan. Beliau menyadari bahwa dirinya telah dijamin masuk surga, tapi pada saat yang sama Beliau mengerti bahwa Beliau sendiri masih menghadirkan segala ketidakindahan, ketidakbaikan, dan ketidakbenaran ke dalam kenyataan kehidupannya lewat segala pemaknaan, dengan mengklarifikasi "ada manusia jahiliyah", "ada yang memusuhi saya", "kejahatan masih berseliweran", "kesyirikan merajalela", dan seterusnya. Dan Beliau, meminta ampun kepada Tuhan dan meminta maaf kepada diri sendiri atas segala pemaknaan yang mengkreasi segala kenyataan hidup itu.

Jika kita kecewa tentang apapun dalam hidup kita, kita punya sedikit hak untuk bereaksi sebagai manusia normal. Lepas dari itu, apa yang akan kita lakukan terkait kenyataan bahwa diri kita sendiri jugalah yang menciptakan kekecewaan itu dan kita menyakini bahwa "kecewa" bukanlah sesuatu yang indah, baik, atau benar?

Maafkan aku wahai diri, aku tak bisa memaknai lain selain "kecewa", dan aku tahu bahwa kekecewaan kuyakini tidak indah, tak baik, dan tak benar bagimu. Dengan terpaksa kuciptakan kenyataan hidup seperti ini bagimu. Maafkan aku, aku mencintaimu.

Jika engkau memusuhi orang, engkau memusuhi diri sendiri dengan mengklarifikasi (baca: menciptakan) permusuhan di dalam hidup. Bukankah "permusuhan" adalah musuh dari keyakinanmu?

Jika engkau menganiaya orang lain, engkau menganiaya diri sendiri, dengan menciptakan "penganiayaan" di dalam hidup, dan bukankah "penganiayaan" adalah sebentuk aniaya terhadap apa yang engkau yakini?

Jika engkau marah, bukankah dirimu sendiri mungkin marah atas kemarahan itu, sebab kemarahan itu mungkin tidak indah, baik, atau benar?

Jika engkau sinis, bukankah dirimu tak menyukai itu? Buktikan saja, dengan merasakan apa yang engkau rasakan saat orang lain sinis padamu.

Yang baik datang dari Tuhan dan yang buruk dari diri sendiri.
Yang baik dibalas kebaikan oleh Tuhan dan yang buruk akan terkena ke diri sendiri.

Tips Presentasi dan Public Speaking

Ada yang nanya, "Pak, mo presentasi nih, ada tips?"

Ya, "be present" aja.

Badan hadir di situ, kepala hadir di situ, pikiran hadir di situ, perasaan hadir di situ. Ngomongin yang terpaut dengan kepentingan orang-orang di situ.

Have fun-lah.

"Trus, gimana kalo di audience ada yang lebih dari saya, jabatannya, pangkatnya, lebih berpengalaman atau lebih pintar dari saya?"

Satu hal yang perlu dipastikan, kamu lebih mengerti yang kamu omongin daripada audience kamu, atau minimal kamu lebih banyak informasi. Presentasi jualan sendal jepit di hadapan presiden pun, kamu berpeluang lebih mengerti tentang sendal jepit (itu).

"Kalo di depan kelas deg-degan gimana Pak?"

Itu cuma detak jantung yang menjadi lebih cepat, terjadi karena 'mode survival' teraktivasi, padahal false alarm.

Kata orang medis, kelenjar keringat sebesar kacang yang nongkrong di atas ginjal membuka keran lebar-lebar menyuntikkan adrenalin ke dalam darah. Jantung lalu bereaksi dengan memompa lebih banyak darah ke seluruh tubuh, yang biasanya dilakukan untuk menjaga otot dan jaringan dari benturan. Itu semua adalah normal menandakan diri masih sehat wal afiat. Yang tidak normal adalah sinyal pikiran yang mengaktivasi itu.

Mindset kamu masih memaknai audience sebagai musuh padahal mereka teman. Oleh sebab itu datanglah sebelum audience berdatangan, supaya kamu merasa menjadi tuan rumah yang menerima tamu, lalu bersahabatlah dengan mereka lewat meet and greet.

Sedikit banyak, sesaat hendak menyeberang jalan jantung juga bergetar karena fenomena yang sama. Bayangkan tanpa itu, menyeberang jalan dengan kepala dan darah yang terlalu dingin tanpa khawatir sama sekali. Malah berbahaya kan?

Itu semua normal, hanya saja terjadi salah kaprah internal. So, tertuduhnya adalah mindset, dan jangan pernah lagi minta nggak deg-degan hilang, nanti jantungmu ngambek.

Perhatikan petinju yang siap tanding di sudut ring, pernah lihat mereka sedakep doang sambil cengar-cengir? Yang mereka lakukan adalah memberi kesempatan kepada adrenalin untuk memahami situasi dengan melompat-lompat ringan.

"Bagaimana cara mengendalikan audience?"

Rentang kendali di dalam kelas itu ada tiga,

1. Self Control

Bajaj lewat dengan berisik misalnya. Kamu terganggupun nggak banyak yang bisa kamu lakukan kecuali mengendalikan diri. Ini bahasa diam.

2. Shared Control

Ini kontrol TST alias tahu sama tahu. Mereka duduk, berarti berperan sebagai pendengar. Kamu berdiri di depan, berarti berperan sebagai pembicara. Detik mereka masuk ke ruang kelas, detik itu juga pada dasarnya mereka tahu bahwa misi mereka adalah mendengar. Itu artinya, detik kamu datang kamu juga tahu bahwa kamu adalah pembicara. I'm the voice, kata Anthony Robbins. Ini bahasa kode dan bahasa sinyal.

3. External Control

Ini juga kontrol TST pada skala yang chunk-up banget, misalnya moralitas. Misalnya, kalo ada yang mau buka celana trus pengen pipis di sudut ruangan, nggak usah pake dinasehati panjang lebar, panggil aja satpam. Hua...ha...ha. lebay.

"Ane di depan kelas lagi ngoceh, trus di pojokan ada yang ngoceh juga. Kan ngganggu tuh, gimana?"

Ini yang saya maksud dengan shared control tadi, gunakan bahasa kode dan sinyal.

Sambil tetap ngoceh, berjalanlah perlahan ke arah mereka yang ngoceh juga itu. Berhentilah di titik 'social distance' lapis ke tiga (sekitar tiga meter dari mereka) dan berharaplah mereka mengerti sinyal ini.

Kalo mereka tetap ngoceh, melangkahlah lebih dekat lagi dan berhenti di 'social distance' lapis kedua (sekitar satu setengah sampai dua meter dari mereka) dan berharaplah sekali lagi. Katakan sesuatu, lalu berpalinglah kepada mereka dan tembak, "Bukankah begitu?"

Kalo mereka tetap ngoceh setelah itu, lebih merapatlah ke mereka, berdiri menghadap mereka, lalu challenge mereka dengan bertanya, "Menurut Anda berdua gimana nih?"

Kalo setelah itu masih ngoceh juga gimana? Entahlah. Keplak aja kali. Hua...ha...ha.. nggak ding. Suruh aja ke depan jadi pembicara, "Sepertinya Mas X dan Mbak Y ini punya pendapat yang bagus, monggo silahkan ke depan sharing ke kita-kita."

Happy presenting and public speaking!

Pentingnya Berdoa

Kisahnya adalah yang terpanjang. Namanya paling banyak disebut. Kasih sayang Tuhan tercurah mengalir didemonstrasikan kepadanya. Tak lama setelah lahir diangkat menjadi pangeran kerajaan dan hidup di istana. Diberi kesempatan berbicara langsung dengan-Nya. Dianugerahi tubuh tinggi besar dan kuat. Dan ia tetap berdoa. Satu-satunya cara terindah mengasihani diri sendiri adalah dengan berdoa. Berdoa itu penting sekalipun pendek, sependek doa Nabi Musa.

Bahayanya Rutinitas

Tidak hanya terjebak rutinitas. Seperti APBN, hidup ini bukan cuma rutin tapi juga punya nilai proyek, sesuatu yang tak sering kita laksanakan dan bahkan kita jalani cuma satu kali. Perlu kita nikmati dengan rasa nyaman telah melakukan apa yang perlu dilakukan.

Tetap Teguh Berdoa

Kerja hari ini mungkin telah selesai tapi doa-doa masih jauh dari ujungnya. Mari tetap teguh di dalam doa sekalipun seperti mustahil yang kita pinta. Seperti doa Nabi Zakaria yang menyadari tiga kenyataan hidup yang akal sehat setiap manusia memustahilkan pencapaiannya. Ia meyakini bahwa Tuhan itu Maha adanya.

Magnet Keberuntungan

Namanya polarisasi, alias pengkutuban. Seperti di bumi ada kutub utara dan kutub selatan. Seperti adanya siang dan malam, seperti atas dan bawah, seperti terang dan gelap, seperti besar dan kecil, seperti panas dan dingin, dan seperti segala bentuk dualisme di alam semesta lainnya. Pada itu semua, polarisasi itu sudah dilekatkan 'dari sononya'. Pada kita, polarisasi itu kita bangun dengan kekuatan kehendak kita. Namanya kemampuan memilih.

Terpolarisasi dengan baik, artinya memiliki kemampuan memilih yang akurat. Kemampuan itu dibangun dengan membiasakan diri memilih dengan tegas dan jelas tentang segala pikiran, perasaan, dan tindakan (bukan cuma calon gubernur).

Hasil baik dari polarisasi diri yang baik, seperti menciptakan kutub magnet utara dan selatan di dalam diri. Ibarat kompas yang memanfaatkan polarisasi dan magnet bumi, dia yang terpolarisasi dengan baik memiliki 'kompas internal' untuk segala kepentingan hidupnya. Itu sebabnya, dia menjadi pribadi yang tajam intuisinya serta kreatif pikiran, perasaan, dan tindakannya.

Pribadi yang lain menyebut dirinya sebagai manusia yang selalu beruntung. Itu, karena dia memang memilih untuk selalu memiliki hidup yang beruntung. Ia menciptakan polarisasi itu, lalu hidupnya terbentuk menjadi magnet keberuntungan, dan terus berlanjut dengan segala keberuntungan berkat intuisi dan kreatifitasnya.

G-Law Alias Galau

G-LAW

Ini cuman artikel ngawur sak ngawurnya.

G-Law alias galau terjadi karena kekacauan gravitasi. Fenomena ini secara ngawur dinamakan "G-Law Effect". G itu mewakili gravitasi alias daya tarik. Apapun di alam semesta ini memiliki tingkat gravitasinya sendiri-sendiri. Ada yang kuat dan ada yang lemah. Keseimbangan semesta kehidupan tercipta dari kerjasama yang indah dari kekuatan-kekuatan gravitasi.

G-Law Effect yang berdampak menciptakan galau dapat terjadi jika keseimbangan gravitasional itu terguncang atau mengalami pergeseran. Sesuatu menjadi berdaya tarik lebih besar dan menarik sesuatu yang lain. Sesuatu yang lain itu bergeser dan mempengaruhi gravitasi sesuatu yang lain lagi. Ketika riak yang mengguncang ini terjadi liar dan berantai, terciptalah badai medan magnet dan kekacauan gravitasi.

Ciri paling khas yang menandakan sedang terjadinya kegalauan alias terguncangnya keseimbangan gravitasional tercermin dari bentuk-bentuk komunikasi yang tidak tegas, tidak jelas, dan tidak memberdayakan seperti ini,

"Iya sih... tapi..."

Sesuatu yang diiyakan awalnya memiliki daya tarik besar tapi kalah daya tariknya oleh sesuatu yang lain. Sesuatu yang lain itu menjadi lebih kuat daya tariknya karena terpengaruh gravitasinya oleh sebuah komet yang lewat sementara dan sebenarnya akan segera berlalu. Ibarat lautan yang menjadi bergelora ketika musim barat tiba, itu adalah pengaruh gravitasi bulan dan pergeseran rutin bumi 23 derajat. Karena memang rutin, yang diperlukan cuma pembiasaan dan pelan-pelan menyesuaikan diri. Dan bulan tetap saja mencorong di atas sana sampe kiamat.

Sesuatu yang gravitasinya paling kuat biasanya adalah harapan, impian, atau cita-cita. Sayangnya, pilot-pilot sering nggak sabaran memicu pesawat secepat-cepatnya untuk tiba ke planet impian. Tak ayal, mereka malah mengalami galau tingkat berat, namanya G-Loc (Loss of Consiousness). Kalo sudah begini, yang bersangkutan biasanya pingsan, karena pengennya kelewat gede dibanding badannya. Boro-boro masih mampu melihat planet harapan, pesawatnya malah keluar orbit membawanya entah ke galaksi mana.

Waspadai G-Law!

Terapi Galau

Galau itu badainya pikiran, geloranya perasaan. Pikiran sibuk berdebat dan saling mempertanyakan diri sendiri. Berasa seperti comberan diobok-obok anak muda pengangguran lagi nyari cacing lumbricus rubellus. Kayak meeting yang begitu ramai dan riuh rendah dan tak pernah berhenti. Telinga berdengung kepala berdenging. Tidur susah makan kagak enak. Di tempat rame kayak sepi, di tempat sepi serasa pengen ngejambak rambut sendiri. Nelen ludah aja susah, dada kek mau pecah, perut diplintir-plintir.

Nggak apa, it's ok. Galau itu emosi. Emotions are events, and events are meant to be short lived. Seperti bandul yang mengayun ke kanan dan ke kiri. Jangan nggelayut di bandulnya, tapi peganglah talinya.

1. Banyakin ibadah (tipsnya yang Maha Menciptakan, bapak, ibu, guru, ustadz, kyai, dan guru ngaji).

2. Lemesin otot dengan olah raga dan pijat urut.

3. Berbaik sangka dengan pikiran dan perasaan diri sendiri, mereka sedang bekerja keras menjawab pertanyaan dan tantangan hidup. Masih untung bisa mikir dan ngerasa. Berterimakasihlah pada mereka berdua dan niatkan keduanya bekerja sama dengan bawah sadar yang jauh lebih pintar. Masih galau berarti masih hidup. Tetap bertahan sampai hari ini sebagian besar adalah peran kecerdasan bawah sadar. Tanpa bersyukur galau menjadi-jadi.

4. Berbaring atau duduklah lalu bayangin langit yang mendung dan berawan, berangsur-angsur menjadi cerah biru terang (tipsnya NLP).

5. Sukai yang baik-baik dan yang bagus-bagus. Memilih sikap dan kecenderungan sangat membantu pikiran, perasaan, dan bawah sadar untuk mengerti apa yang sebenarnya kita inginkan (tipsnya pakar bawah sadar).

6. Urus peliharaan atau bercengkrama dengan mereka. Kucing, anjing, ikan, sapi, kebo, atau gajah barangkali. Ngobrollah dengan mereka dan curhat kalo perlu. Jangan keterusan, nanti gila (tipsnya Cesar Millan).

7. Ciptakan vortex. Kalo sulit menghentikan badai, bersahabat dengannya mungkin sangat membantu. Vortex itu mata badai, pusat badai yang kuat menyedot segala yang di sekitarnya. Ciptakan badaimu sendiri, bayangin aja dia menyedot habis segala kegalauan (tipsnya Storm Chasers).

8. Bayangin ombak yang bergulung balik kembali ke laut membawa semua kegalauanmu. Lebih bagus kalo pergi ke pantai aja sekalian dan bayangin yang sama saat deburan ombak menyurut balik ke arah cakrawala. Pantai Selatan kalo perlu. Berendamlah setinggi pinggang biar kerasa banget tarikannya. Jangan terlalu ke tengah, ntar klelep (NLP lagi).

9. Ingat ini, "di sini" dan "sekarang". Galau itu sering identik dengan terus-terusan menyesali masa lalu dan sadar atau tidak sadar berprasangka buruk tentang masa depan. Perhatikan, apa yang hadir di sini dan sekarang lewat lima panca indera adalah keindahan. Buktiin aja (tipsnya Echart Tolle pakar "di sini" dan "sekarang").

10. Bayangin diri jadi Sponge Bob menyerap semua kegalauan sembari menikmati Bikini Bottom. Hai Gary... hai Patrick... hai Sandy... hai tuan Krab... hai Squidward... (tipsnya Nickleodeon).

11. Sibuklah mengurus diri. Perhatikan dari ujung jempol sampe ujung rambut kepala. Motong kuku kek, nyukur bulu betis kek, ngorek kuping kek, nyari kutu atau nyerit kek. Note: Tidak termasuk ngupil dan mencet jerawat. Ngupil terlalu sedikit pengaruhnya karena menurut statistik kita sudah terlalu sering melakukannya. Mencet jerawat justru menaikkan level galau dua atau tiga tingkat (tipsnya Dr. Frank Hladky, pakar Bio Energetics Therapy).

12. Brentiin waktu. Caranya, luangkan waktu setengah sampai satu jam mengamati yang kecil-kecil kek semut atau ncuk alias jentik nyamuk. Kalo perlu yang lebih kecil lagi pake mikroskop (tipsnya Jiddu Krishnamurti - pakar anti badai / meditasi).

13. Jadi pengamat untuk kegalauan diri sendiri. Kalo konsisten, galau tau-tau sudah berada di luar kita. Tinggal buang ke tong sampah.

Prens, Bro, Sis, hidup ini indah loh... sueeeer!

Personal Alignment and Integration Project (1) - Feedback

Alhamdulillah, seminar "Personal Alignment and Integration Project" kelas publik angkatan pertama telah selesai dilaksanakan. Berikut ini feedback dari peserta seminar hari ini.

"Tercerahkan !!! Seminar sehari ini membuka mata, hati, dan pikiran bahwa selama ini saya 'terpenjara' dalam balon kehidupan yang penuh sesak dengan 'kentut-kentut' yang tidak saya sadari. Saya ucapkan selamat datang pada diri saya ke dalam ruang kesadaran yang menyejukkan dan indah. Thanks for suhu Ikhwan Sopa & team. Semoga Allah memberkahi Pak Sopa dan keluarga."
-Nikmah-

"1. Mengikuti training ini membuka pikiran saya lebih memaknai hidup menjadi lebih baik dengan mengendalikan diri, menahan diri, dan menentukan pilihan hidup dengan tegas dan tanggungjawab. 2. Mengambil hikmah 'sekarang' tuk berikan hidup menjadi yang terbaik jangan melihat masa lalu dan masa depan."
-Asih-

"Seminar ini sangat bagus buat meningkatkan kesadaran diri, karna saya pribadi baru mengetahui kalau dlm keseharian saya banyak kesalahan dan kezhaliman."
-Santo-

"Alhamdulillah setelah saya mengikuti seminar sehari ini saya mendapatkan banyak masukan motivasi dalam hidup saya untuk lebih baik lagi. Terimakasih saya ucapkan sebagai bentuk apresiasi saya kepada bapak Ikhwan Sopa dkk yang rela meluangkan waktunya demi saya dan teman-teman yang lain."
-Risyad-

"Sebuah seminar yang sangat direkomendasikan utk diikuti. Seminar yang memberikan pemahaman atas kemamouan dan pencapaian kesadaran pribadi yang akan membawa kita pada titik pencapaian pribadi atas tujuan dalam kehidupan ini. Ingin menjadi pribadi yang memiliki kesadaran dan kecerdasan yang mencerdaskan ikuti seminar 'Personal Alignment and Integration Project'"
-Hersal-

"Seminar ini sangat berguna u/ anak muda dan siapapun karena pelajarannya belum ada di mana-mana. Pak Ikhwan Sopa sebagai trainernya pun sangat spektakuler."
-Adam-

"Powerful sekali, mendapat penuturan kesadaran luar biasa. Mendapat penuturan dari sisi lain tentang pribadi yang abdulllah dan khalifah."
-Cepih-

"Pelatihan ini pertama kali. U/ saya pribadi ini menjadikan kemampuan diri bersikap tegas dalam kepastian hidup saya. Next... saya berharap lebih berani untuk mengakui pengalaman. Good to next event. Luck for your plans. A challenge for a marketing!!! :)"
-Dewi-

"Seminar ini menurut saya sangat bagus karena banyak sekali pelajaran dan pembekalan diri apalagi didivisi saya marketing yang banyak berhubungan dengan orang banyak. Jujur saya agak pusing dan ngantuk mengenai dunia fisika. Ke depannya harapan saya bisa rutin di adakan seminar seperti ini dengan tema yang menarik. NB: Banyak orang yang pengen ikut tp jangan mahal-mahal tarif orang mau ikut."
-Nunu-

"Seminar ini menurut saya sangat bermanfaat karena dengan materi ini saya bisa menyadari apa yang sebenarnya dalam kehidupan ini harus bisa saya jalani dengan penuh kesadaran. Dan berusaha untuk jadi seorang yang punya jiwa pemaaf dan lebih ikhlash dalam menjalankan kehidupan ini. Harapannya ada sesi berikutnya lagi ya Pak. Thanks atas ilmu yang diberikan. Moga tambah sukses."
-Ummah-

"Menggabungkan fisika dengan filsafat plus pengembangan diri --> ide brilliant!! Sehingga pendekatan pengembangan diri ini bisa diterima, lha wong ilmiah!! Hebat lu Fa, rajin, responsible - warm regards."
-Assue-

"Konsep sederhana uamg bermanfaat luar biasa untuk perbaikan kualitas hidup kita. This is about my life, not the others!"
-Dewi-

"Mantab dan mudah dipahami. Mudah-mudahan kedepannya semakin baik. Saran: Agar tidak jenuh, penyajian materi diberi beberapa humor. More refreshing gams biar gak terasa capeknya."
-Abhi-

"Suatu training yang cukup bagus. Membumikan konsep tasawuf dalam dunia masa kini. Sehingga menyadari siapa kita hari ini, dan mau kemana serta sebaiknya bagaimana."
-Yasin-

"Di awal saya berbicara/pembahasan atom dan fisika waktunya sedikit saja. Saya lebih menikmati saat pembahasan setelah jam istirahat. Seminarnya bagus."
-Tami-

"Alhamdulillah, training bersama Mas Sopa luar biasa. Mendorong saya u/ lebih produktif dalam berkarya yang memberi manfaat kepada banyak orang. Mendorong saya untuk berkaca serta menjadi personal yang lebih baik dalam setiap detik. Makasih Mas Sopa, selamat berkarya yang luar biasa ya."
-Ainy-

"Penjelasan Pak Sopa, bagi saya sangat jelas dan gamblang. Dengan bahasa yang mudah dicerna (sederhana) sehingga saya mendapatkan jawaban sebuah tanda tanya dalam diri yang selama ini berusaha untuk menjadi lebih baik dan hidup nyaman. Mudah-mudahan buku-buku Pak Sopa yad disajikan dlm bhs yang sederhana dan mudah dimengerti serkalipun u/ seorg ibu rumah tangga. Terimakasih Pak."
-Endah-

"Training berjalan oke, masukan adalah disamping case diri peserta, bg kalo ada case tertentu yang ditampilkan sebagai contoh. Good luck for next."
-Tini-

"Saya hanya mau berkomentar: Apa yang sy dpt hari ini adalah sesuatu yang membuat saya kembali terjaga akan konteks diri sy sgb hamba Allah, bahwa hidup saya sangat berharga dan itu semua tergantung dr kesadaran sy memiliki hdp yang indah/sebaliknya. Apa yang disampaikan ssghnya sdh diterapkan tp mmg blm sempurna pd saat mengikuti training ini sy mendptkn pemahaman yg lebih dalam shingga harapan sy sy bisa menyikapi hidup ini dg kesadaran diri sepenuhnya. Terimakasih Pak Sofa. Sederhana tp sangat bermakna. Smile :)"
-Desi-

"Training ini luar biasa karena dapat meningkatkan kesadaran saya untuk memaknai hidup lebih baik. Apapun yang terjadi pada hidup saya adalah tanggungjawab saya 100%, disini diajarkan teknik sederhana dan powerful untuk memaafkan diri sendiri dan orang lain. Siapapun & apapun latarbelakang Anda training ini layak buat Anda."
-Ali-

"Sebuah seminar yang membuka wawasan secara sangat ilmiah bahwa kebaikan yang kita lakukan, pasti kembali kepada diri kita sendiri. Demikian juga keburukan. Sangat rasional, ilmiah, dan berbobot. Mampu menyadarkan bahwa kita sendirilah yg bertanggungjawab 100% atas kehidupan kita sendiri."
-Andik-

Saya dan tim mengucapkan terimakasih untuk kehadiran sahabat, untuk kesabaran sahabat mendengarkan dan menyimak, untuk masukan yang sangat berharga, dan untuk doa-doa indah sahabat. Selamat menjalani proyek mandiri 21 hari dan selamat menikmati hidup yang indah dan nyaman, semoga semua ini bermanfaat dan menjadi amal ibadah kita bersama.

I'm sorry
Please forgive me
Thank you
I love you

http://blog.qacomm.com/seminar-kebangkitan-nasional/

Ikhwan Sopa dan Tim

Quantum Observer Effect


Quantum Observer Effect

Seminar Peningkatan Produktivitas Kerja



Aktivasi Kekuatan Diri


Setiap kita yang mengimani Tuhan adalah abdullah yang khalifah. Setiap kita adalah hamba Tuhan yang pemimpin.

Kunci utama untuk mencapai keberhasilan dan tujuan adalah sikap kepemimpinan yang bertanggungjawab. Sikap ini perlu dipahami sebagai elemen terpenting dalam hukum sebab-akibat. Kewenangan dapat dilimpahkan tapi tanggungjawab tak dapat dilimpahkan. Sikap yang bertanggungjawab perlu dipupuk dan dibangkitkan.

Sejauh mana dan seperti apakah sebenarnya kepemimpinan dan tanggungjawab kita dalam bekerja, dalam kehidupan, dan dalam mengejar cita-cita? Bagaimana higher consciousness kita mempersepsi kepemimpinan dan tanggungjawab? Bagaimana membangun logika dan pengetahuan tentang kepemimpinan dan tanggungjawab agar kita mampu menjalani hidup dan pekerjaan dengan lebih produktif?

Seminar Peningkatan Produktivitas Kerja

Seminar Sehari untuk Perusahaan dan Organisasi

Materi:

Pembangkitan Kekuatan Diri dalam diri individu-individu sumber daya manusia di dalam perusahaan atau organisasi Anda, melalui pergeseran kesadaran ke tingkat yang lebih tinggi, sehingga mereka:

Makin Bertanggungjawab
Makin Berkomitmen
Makin Berprestasi
Makin Produktif
Makin Mampu Mencapai Target
Makin Efisien dan Efektif dalam Bekerja
Makin Mampu Bekerjasama dalam Tim
Makin Mampu Memimpin
Makin Mampu Mengelola Waktu

Narasumber:

Ikhwan Sopa
Master Coach MPdP
Master Trainer E.D.A.N.
Author "Manajemen Pikiran dan Perasaan"

Hubungi:

Rizal - 0857 5887 2292 (Nasional)
Fajar - 0858 4025 3839 (Nasional)
Slamet - 0812 33244487 (Jawa Timur)
Contact Us - Personal Power

Info:


QA Communication - 2012

Seminar - Personal Alignment and Integration Project


Seminar Kebangkitan Nasional

Aktivasi Kekuatan Diri
(Seminar Satu Hari)

Satu-satunya di Indonesia, seminar pembangkitan
 Kekuatan Diri bagi setiap anak bangsa yang membutuhkan fenomena kebangkitan demi:
1. “Memastikan” nasib dan masa depan.
2. Melejitkan produktivitas dan unjuk kerja pribadi, karir, dan bisnis.
3. Menciptakan sistem kompas internal dalam membangun realitas kehidupan.
4. Meningkatkan kualitas hubungan dengan keluarga, pasangan, kolega, dan sesama.
5. Meningkatkan kualitas hubungan dengan Tuhan Yang Maha Esa.
Waktu:
Sabtu, 19 Mei 2012 (sehari sebelum hari Kebangkitan Nasional)
08.30 – 17.30 WIB
Tempat:
Hotel Grand Kemang
Jl. Kemang Raya No. 2, Jakarta Selatan
Investasi:
Rp 500.000,- per orang
Rp 800.000,- untuk peserta pasangan 1 suami dan 1 istri
Rp 1.200.000,- untuk peserta 3 orang satu keluarga (minimal berusia 13 tahun)
Rp 2.000.000,- untuk peserta rombongan 5 orang
Diskon 20% untuk peserta early bird sampai dengan tanggal  17 April 2012
Narasumber:
Personal Coach
Catatan Khusus:
Pendaftaran:
Rizal – 0857 5887 2292 (Nasional)
Fajar – 0858 4025 3839 (Nasional)
Slamet – 0812 3324 4487 (Jawa Timur)
Ini saatnya bangkit!
Info:
Personal Alignment and Integration Project – 2012

Hidup Adalah Kemungkinan


Sejak awal, science diciptakan demi kepastian realitas dan akurasi pengukuran. Dalam perjalanan menuju puncak kejayaannya, science secara ilmiah akhirnya harus mengatakan "mungkin" dan mengakui bahwa kepastian dan akurasi yang sesungguhnya tak akan pernah bisa dicapai dengan science yang kita kenal sekarang.

Apa yang bisa dipastikan dan akurat diukur, sementara yang memastikan dan mengukur adalah bagian dari yang akan dipastikan dan diukur akurasinya?

Sepertinya, ini sudah waktunya meluruskan kembali jalan menuju Tuhan. Semoga kita diberi jalan yang lurus dan terang.

Aamiin...

Seminar Kebangkitan Nasional

Aktivasi Kekuatan Diri 
(Seminar Satu Hari)


Satu-satunya di Indonesia, seminar pembangkitan Kekuatan Diri bagi setiap anak bangsa yang membutuhkan fenomena kebangkitan demi:

1. "Memastikan" nasib dan masa depan.
2. Melejitkan produktivitas pribadi, karir, dan bisnis.
3. Menciptakan sistem kompas internal dalam membangun realitas kehidupan.
4. Meningkatkan kualitas hubungan dengan keluarga, pasangan, kolega, dan sesama.
5. Meningkatkan kualitas hubungan dengan Tuhan Yang Maha Esa.

Seminar Peningkatan Produktifitas Kerja


Waktu:

Sabtu, 19 Mei 2012 (sehari sebelum hari Kebangkitan Nasional)
08.30 - 17.30 WIB


Tempat:

Hotel Grand Kemang
Jl. Kemang Raya No. 2, Jakarta Selatan


Investasi:

Rp 500.000,- per orang
Rp 800.000,- untuk peserta pasangan 1 suami dan 1 istri
Rp 1.200.000,- untuk peserta 3 orang satu keluarga (minimal berusia 13 tahun)
Rp 2.000.000,- untuk peserta rombongan 5 orang
Diskon 20% untuk peserta early bird sampai dengan tanggal  17 April 2012


Narasumber:

Personal Power Coach


Pendaftaran:

Rizal – 0857 5887 2292 (Nasional)
Fajar – 0858 4025 3839 (Nasional)
Slamet – 0812 3324 4487 (Jawa Timur)


Ini saatnya bangkit!


Info:

QA Communication – 2012

Manajemen Pikiran dan Perasaan di IBF 2012

Pak menteri sempat singgah.

Note:
Dapatkan buku "Manajemen Pikiran dan Perasaan" setebal 392 halaman hanya Rp 39.000,- di Islamic Book Fair 2012 - Istora Senayan - stand penerbit Zaman.
Berlaku hanya untuk hari Sabtu, 17 Maret 2012.

5 Kedahsyatan Keyakinan

Selamat malam sahabat,

Apa pengaruh keyakinan terhadap impian dan cita-cita?
Apa peran keyakinan dan bagaimana keyakinan bekerja?

1. Keyakinan menentukan jarak antara kita dan tujuan.

Dia yang berkata, "saya tidak yakin" sedang memanjangkan jarak itu, dan dia yang berkata, "saya yakin" sedang memendekkannya.

Tuan A dan Tuan B adalah dua orang baik yang bertemu karena suatu urusan. Tuan A adalah orang baik yang berkeyakinan baik. Tuan B adalah orang baik yang di dalam keyakinan baiknya terselip keyakinan yang buruk.

Tuan A dan Tuan B, berjalan bersama di suatu trotoar. Keduanya melintasi sebuah toko yang terlihat lengang. Di dalamnya tidak ada pengunjung dan penjaganya juga tak ada di sana, mungkin sedang makan siang atau mungkin sedang ke belakang. Di toko itu banyak dipajang barang-barang bagus yang menarik hati.

Tuan B tiba-tiba berkata, "Jika kita sambar beberapa barang, pasti tidak ada yang melihat kita. Yuk, mari kita lakukan!"

Tuan A tanpa pikir panjang berkata, "Tidak. Saya tidak mau melakukannya."

2. Keyakinan menghemat proses berpikir.

3. Karena menghemat berpikir, keyakinan mempercepat keputusan dan tindakan.

4. Karena menyegerakan keputusan dan tindakan, keyakinan menyegerakan tercapainya tujuan.

Tuan A dan Tuan B mungkin sama-sama berakhir pada kebaikan, atau mungkin sama-sama berakhir pada keburukan, atau keduanya mungkin akan berpisah jalan.

5. Keyakinan yang kuat mempengaruhi keyakinan yang lemah. Jika sama-sama kuat, dua macam keyakinan tak bisa disatukan. Keyakinan menuntut ketegasan pilihan.

Makin semangat!

Ikhwan Sopa

Kekuatan Versus Kelemahan Persepsi

Selamat malam sahabat,

Waktu kuliah, saya dan teman sekelas sempat terprogram oleh perilaku beberapa dosen.

Jika dosen statistik mulai melepas kacamatanya, maka dengan akurat kami menyimpulkan bahwa ia akan mulai bertanya kepada kami satu per satu. Jika yang ditanya mampu menjawab, ia akan memberi tanda kotak di depan nama yang bersangkutan. Ia punya catatan detil tentang itu.

Jika dosen matematika mulai mendekati jendela dan menyentuh handle kuncinya, maka dengan akurat pula kami memprediksi bahwa ia juga akan mulai bertanya.

Itu semua bisa disebut sebagai anchor.

Manusia itu makhluk yang luar biasa. Ia bahkan bisa belajar dengan akurat hanya dengan sekali pembelajaran alias one time learning. Pelajaran itu, bisa jadi tak akan pernah dilupakannya seumur hidup. Misalnya saja kejadian traumatik atau terciptanya phobia.

Sahabat trainer, pernahkah engkau mencoba memanfaatkan fenomena anchor ini? Misalnya dengan spatial anchor, alias anchor ruang. Di manakah engkau berdiri jika akan bertanya? Di mana engkau mengambil posisi jika akan bercanda? Di mana tempatmu berdiri jika engkau akan serius? Audience pun sama, mereka punya kapabilitas one time learning.

Saya pernah menguji efektifitas one time learning ini. Saat coffee break pertama, saya perhatikan wadah tempat teh dan kopi. Jika terbuat dari aluminium sehingga tak kelihatan isinya, maka sebelum break kedua saya tukar saja labelnya. Hasilnya, cukup banyak yang menikmati teh krimer alias teh tarik dan banyak juga yang terpaksa ngupi-ngupi. (Sekalian, ane minta maaf buat yang pernah mengalami ini karena keisengan saya.)

Lucu ya? Kok bisa kita begitu saja langsung percaya pada huruf dan kata-kata? Dan seberapa sering fenomena orang lain menggoyah keyakinanmu, atau bahkan sekedar pendapatnya malah engkau telan menjadi keyakinan?

Jangan percayai status ini.

Saya jadi ingat waktu kecil bagaimana yang terjadi dalam diri saya jika melihat om atau tante saya mempertemukan jempol dan jari tengahnya. Reaksi saya adalah mewaspadai telinga saya, dan bahkan seolah sudah terasa seperti diselentik.

Sahabat, apa yang terjadi dalam dirimu jika engkau melihat orang berwajah ramah menjulurkan tangan? Maka program aplikasi 'bersalaman' akan terpicu secara lengkap sampai 'exit' bahkan sebelum tangan orang itu mendekatimu. Bagaimana jika ia mem-break-pattern-mu di langkah program ke 7 dari 14 langkah program (start s.d. exit) hingga engkau seketika trance?

Bagaimana pula, jika engkau melihat sebuah tangan yang jari-jarinya dilipat kecuali jari tengahnya yang tegak berdiri?

Lebih parah lagi, kita melakukan one time learning dengan segala hal yang 'katanya'?

Waspadai persepsi sebab ia sering melompat begitu saja setelah resepsi panca indera.

Makin semangat!

Ikhwan Sopa

Menjadi CEO Untuk Diri Sendiri

Selamat siang sahabat,

Seorang CEO adalah pemain visi dan misi. Mereka adalah generalis yang lebih banyak bekerja dengan intuisi. Segala yang logika dan teknis mereka serahkan kepada komputer dan kepada para spesialis yang bekerja operasional. Salah satu hobi terbesar mereka adalah menggelar meeting dan mengajukan pertanyaan.

Sahabat,

Jika hidupmu adalah perusahaan dan engkau adalah CEO-nya, maka apakah engkau memilih menjadi generalis atau spesialis?

Sahabat, dirimu adalah CEO tunggal yang telah diangkat oleh kehidupan, komisarismu adalah para malaikat, dan pemegang saham 100% untuk hidup dan dirimu adalah Tuhan. Jangan katakan engkau tidak mampu, sebab Mereka telah memberimu kewenangan.

Makin semangat!

Ikhwan Sopa

Kacamata Board Of Director

Selamat siang sahabat,

Berikut ini saya sharing berita bahagia kedua hari ini.

Seorang manager dari departeman HR sebuah perusahaan menghubungi saya.

"Alhamdulillah Pak, perusahaan kami telah menjadi yang terbaik di dalam grup perusahaan. Saya diminta mempresentasikan tentang perjalanan 'pasukan' hingga ke titik ini. Bagaimana saya memulai presentasinya?"


Perusahaan ini, telah tiga tahun mengontrak saya untuk berbagai training. Kontrak ini berakhir tahun 2011 kemarin. Roadmap yang mereka buat menyatakan bahwa tahun 2011 adalah 'tahun terakhir' grup perusahaan ini mengurusi pengembangan sumber daya manusia, sebab di tahun-tahun berikutnya mereka berkeinginan mengejar cita-cita. Itu sebabnya, manager ini termasuk salah satu pihak yang harus mempertanggungjawabkan upayanya kepada BOD di tahun 2012 ini.

Saya jawab pertanyaannya begini,

Kacamata BOD adalah kacamata visi dan misi. Tindaklanjutnya adalah sesuai roadmap yang dibuat. Maka berceritalah, bahwa setiap impian adalah tentang perjalanan perubahan, dan setiap perubahan tidak dapat hanya sekedar diserahkan kepada sang waktu, melainkan rangkaian aktivitas untuk menciptakan perubahan dengan berbagai pemampatan dan percepatan. Maka katakanlah, "beginilah kami melakukannya."

Makin semangat!

Ikhwan Sopa

Pentingnya Semangat dan Sikap Pantang Menyerah

Selamat siang sahabat,

Saya sharing berita bahagia hari ini.

"Alhamdulillah Pak, saya telah berhasil menggelar training X. Pesertanya cuma empat orang tapi kami merasakannya seperti kelas empat puluh orang."


Sahabat, beginilah saya 'meramalkan' masa depannya.

Jika dirinya terus bersikap seperti ini, tetap bersemangat dan pantang menyerah sebagai trainer, maka insya Allah ia akan menjadi trainer yang hebat di masa depan. Saya yakin itu.

Makin semangat!

Ikhwan Sopa