Sebab Utama Kegagalan

Selamat pagi sahabat,

Jika engkau berkenan, cetaklah ini lalu bacakanlah di hadapan orang-orang yang engkau cintai atau teman-teman seperjuanganmu, setiap Senin pagi setelah berdoa, selama mungkin, sebagai salah satu bentuk permainan kehidupan yang memberdayakan. Berkreasi dan bereksperimenlah dengan pertanyaan di bagian akhir dari tulisan ini setiap kali engkau memainkan permainan ini.

Sebenarnya, tak ada manusia yang pemalas, yang ada adalah manusia yang sedang bosan.

Setiap keberhasilan dan pencapaian yang besar selalu melewati tahap-tahap yang pasti.

1. Impian yang besar dicapai dengan tindakan yang besar.

2. Tindakan yang besar dilatih dengan perilaku dan kebiasaan bertindak yang membesarkan hingga memantaskan diri seseorang untuk hidup di dalam kebesaran impiannya.

3. Perilaku dan kebiasaan yang membesarkan itu harus didahului dengan keyakinan-keyakinan yang tepat dan memberdayakan.

4. Keyakinan-keyakinan yang tepat dan memberdayakan itu dihasilkan oleh pola-pola berpikir dan pola-pola merasakan yang memberdayakan.

Setiap kegagalan, hanya terjadi jika seseorang menghentikan langkahnya, dan berhentinya ia bukanlah terjadi saat ia harus melakukan tindakan yang besar melainkan saat ia mestinya membangun kebiasaan yang baik. Kegagalan besar terjadi karena kegagalan membangun kebiasaan kecil yang baik.

Setiap strategi yang mampu menjamin tercapainya keberhasilan, selalu ditandai dengan terbangunnya perilaku dan kebiasaan baik, yang suatu saat memungkinkan dilakukannya tindakan besar yang paling tepat untuk mendatangkan keberhasilan itu.

Setiap pembiasaan perilaku seringkali menjadi rutinitas yang membosankan dan memang tidak mudah menjadikan diri hidup di dalam keistiqomahan.

Jika istiqomah, persistensi, dan kerja keras adalah syarat terpenting untuk mencapai keberhasilan, maka kebosanan adalah musuh utamanya.

Rasa bosan adalah ancaman terburuk, sebab setengah dari dosa manusia dilakukan untuk menghindarinya. Rasa bosan adalah ancaman terparah, bagi pribadi yang kecil yang sedang terdampar di pulau terpencil.

Rasa bosan muncul karena kemampuan yang lebih besar masih tersembunyi ketika tantangan sudah menjadi nyata. Hukum Tuhan sudah menetapkan bahwa tantangan selalu sebanding dengan kemampuan. Rasa bosan juga muncul karena sadar merasa sudah tahu atau sebaliknya karena rasa belum tahu yang tidak disadari.

Maka, obat terbaik untuk rasa bosan adalah terus belajar di dalam rasa ingin tahu yang tak pernah surut, sebab rasa bosan sebenarnya adalah hasrat yang ingin menemukan hasrat. Kebosanan, adalah rasa ingin menemukan keinginan. Rasa bosan adalah perilaku fokus pada ketidakjelasan.

Pembelajaran dan rasa ingin tahu dibangun oleh dua hal terpenting, yaitu kemauan untuk mendengar dan kemauan untuk bertanya. Mendengar yang baik itu ada kendalanya dan bertanya yang tepat itu ada caranya.

Kendala terbesar pendengaran adalah ketidaktertarikan atau ketenggelaman di dalam kesibukan, dan cara terbaik untuk bertanya adalah dengan bertanya.

Mereka yang sedang tidak optimal dalam bekerja, menjadi tidak produktif karena malas bertanya pada diri sendiri atau kepada orang lain akibat ketidaktertarikan mereka pada sesuatu yang sebenarnya penting, atau mereka sedang terlalu sibuk tentang sesuatu yang lain yang mereka anggap lebih menarik.

Setiap kali bertanya, kita akan selalu menemukan cara baru dalam mengemas ulang sebuah misi yang teguh dan tetap demi sebuah tujuan yang pasti. Dengan terus bertanya, kita akan menjadi pribadi yang gigih dalam memperjuangkan keberhasilan.

Pertanyaan yang tidak memicu tindakan adalah pertanyaan yang salah diajukan. Pertanyaan yang tepat dan menarik, akan mendorong kita melakukan sesuatu. Pertanyaan yang baik, akan membangun kebiasaan yang baik.

"Sebenarnya, Timbuktu itu ada di negara mana?"

Sukses selalu!

Ikhwan Sopa