Menjaga Mimpi dan Cita-cita

Selamat sore sahabat,

Semoga Sabtu dan Minggu ini menjadi hari yang ceria dan menggembirakan untukmu sekeluarga.

Hari libur dan ujung minggu, adalah saat di mana kita melakukan re-kreasi, mengkreasi dan menguatkan kembali mimpi-mimpi masa depan yang indah dengan mengindahkan segala hal sebagai bayang-bayangnya di hari ini.

Rasa frustrasi hanya terjadi karena mimpi yang awalnya begitu kuat mengkristal hari ini mungkin mulai meleleh dicairkan oleh panasnya rutinitas harian di dalam keringat dan nafas yang terengah-engah.

Mimpi yang berkilau layaknya berlian tidaklah bertitik didih terlalu tinggi hingga ia begitu mudah meleleh atau bahkan menguap hanya sekedar oleh hembusan hangat dari segala pergesekan di dalam hidup. Begitu pula, titik bekunya pun tak seperti es yang harus diisolasi dalam kedinginan yang membekukan. Cukup, segalanya hanya perlu dinyamankan dan diademkan mengikuti suhu ruang, dengan melapangkan yang ada di dalam dirimu yang akan mampu melapangkan segala hal di sekitarmu.

Jika hidupmu adalah tentang harapan, maka impianmulah yang sebenarnya menjadi kekuatan bagi masa depanmu. Mimpilah yang menciptakan kekuatan daya tarik hingga engkau tak perlu terlalu keras menciptakan daya dorong bagi dirimu untuk bergerak. Itu sebabnya, terputus dari impian adalah tanda-tanda frustrasi yang pasti mengarahkanmu kepada kehampaan karena lelah kehabisan kekuatan.

Untuk menghindarinya, lakukanlah yang berikut ini hari ini juga sebelum esok tiba.

1. Kembalilah ke pendengaran,

Dengarkanlah apa yang dikatakan hati nurani, jiwa, dan emosi yang murni. Simaklah apa yang dikatakannya tentang keindahan hidupmu, tentang keindahan kehidupanmu bersama pasanganmu, keindahan hidupmu bersama keluargamu, dan keindahan kehidupan bersama dengan segala orang yang setiap hari bersamamu mengejar cita-cita. Ingat, mendengar adalah memberi makna dari apa-apa yang disampaikan juga oleh empat teman dari telinga.

2. Temukanlah apa-apa yang menjadi kesenjangan,

Dari apa yang engkau harapkan bagi keindahan masa depan dengan apa yang sesungguhnya sedang terjadi hari ini. Selisihnya, adalah tugas perjuanganmu. Selisih itulah yang menjadi tanda-tanda tentang apa-apa yang perlu engkau kerjakan demi mengkristalkan kembali mimpi dan sekaligus membangun daya tariknya.

3. Penuhi apa yang menjadi kebutuhan,

Dari apa-apa yang kau temukan sebagai syarat prioritas bagi tercapainya impianmu. Berhentilah seperti anak kecil dan jadilah seperti remaja yang sedang menanjak dewasa dengan mulai membuang segala mainan yang tak cocok lagi dengan usia. Belakangkan keinginan, dahulukan keperluan, dan utamakan kebutuhan. Jika engkau melakukannya, maka engkau akan disampaikan kepada apa-apa yang engkau anggap perlu, dan kemudian engkau akan mempertemukan dirimu dengan segala hal yang engkau inginkan.

4. Ingatlah selalu,

Bahwa bahaya terbesar dari setiap perjalanan menuju mimpi, adalah godaan yang melenakan yang berasal dari kebaikan atau keburukan sesuatu. Semua itu, akan kita temui di sepanjang perjalanan agar impianmu tak mencair lagi hingga engkau kesulitan menjaganya di dalam wadah harapanmu yang selalu dibuat dengan teknik rajutan. Ya, segala teknologi modern tak akan pernah mampu menampung harapan seperti termos yang kedap udara dan kedap suara. Inilah bukti kekuasaan Tuhan.

“People often think that they're being demotivated by their situations. No, they're just being disconnected from their dreams.”
-Ikhwan Sopa-