Siapa yang Sebenarnya Tak Diberi Kesempatan?

Selamat malam sahabat,

Seseorang sedang mengajukan protes kepada hidupnya, katanya

"Aku tak diberi kesempatan!"

Kehidupan kemudian membalasnya,

"Saat ia menyempatkan diri untuk muncul, adakah engkau mau menyempatkan diri menyambutnya? Jangan lupa, namanya kesempatan."

Kemudian orang itu berkata

"Aku sedang menunggu yang sedang aku tunggu."

Hidupnya membalas,

"Berhentilah, yang engkau tunggu sedang berlalu. Namanya adalah sekarang."

Orang itu menjawab lagi,

"Tapi aku sendirian."

Hidupnya menyahut,

"Engkau pikir kami ini siapa? Kami adalah pikiran, perasaan, hati nurani, fisik, akal, dan duniamu. Kami adalah mata, kaki, tangan, telinga, dan hidungmu. Boro-boro engkau pernah berterimakasih setelah kami bekerja keras membantumu selama ini. Kami bahkan menurut saja jika engkau meminta kami melakukan yang engkau sendiri tak menyukainya. Tak sadarkah engkau bahwa kami semua muak? Meminta maaf kepada kami atas penyalahgunaanmu? Puih!! Sampai kiamat kami mungkin tak akan pernah mendengarnya. Dan lihatlah sekarang, kami tetap setia! Engkau pikir kami ini siapa?!!!"

"Sedikit sekali yang aku tahu dan mengerti."

"Bisa berbicara dengan kami seperti ini adalah ketinggian pengetahuanmu. Sayang, telah engkau minta salah satu dari kami menjadi tuli."

"Semuanya gelap dan mencekam."

"Bukankah kami ini diciptakan sebagai penerang?"

"Tenagaku tak cukup, aku tak kuat!"

"Bullshit! Engkau pemimpin kami, tugasmu bermimpi."

Orang itu kemudian bertanya,

"Lalu aku harus bagaimana?"

Hidupnya menjawab,

"Beri kami kesempatan."

Ikhwan Sopa
Master Coach MPdP
Master Trainer E.D.A.N.
http://qacomm.com