Potensi

Selamat pagi sahabat,

Jika engkau memegang keyakinan kuat-kuat, maka engkau sedang memegang peta yang di atasnya ada tanda silang menunjukkan lokasi kuburan peti harta yang tak ternilai dan engkau sedang berdiri tepat di atasnya.

Engkau tahu bagaimana seseorang yang menemukan lokasi harta berharga setelah mengikuti petunjuk peta yang selama ini diwariskan kepadanya. Ia sangat bersemangat dan sumringah walaupun wajahnya terlihat lelah dan tubuhnya basah oleh keringat.

Ia hanya perlu sedikit lagi bekerja lebih keras di terik matahari untuk mengangkat peti itu ke permukaan. Ia tak terlalu memerlukan anak kunci sebab gembok peti itu dan engselnya mungkin telah berkarat di makan usia. Hanya sedikit gebrakanlah yang ia perlukan.

Harta yang akan engkau temukan adalah potensi-potensi yang selama ini mungkin terlanjur terkubur. Semua itu akan berkilau segera setelah engkau membuka penutupnya. Dengan semua itu, engkau akan segera dikayakan dengan keindahan dan keluasan pilihan.

Jika engkau ragu-ragu, meragulah seperti para penemu, seperti detektif kawakan, dan seperti para penemu peradaban. Mereka meragukan sesuatu dengan tetap meyakini sesuatu. Tujuan mereka adalah menemukan.

Karena engkau telah tiba, ingatlah ini sahabat.

Pribadi yang kehilangan harta, kehilangan banyak.
Pribadi yang kehilangan cintanya, kehilangan lebih banyak.
Pribadi yang kehilangan keyakinannya, kehilangan segalanya.

Kapal layarmu menanti di lepas pantai, siap membawamu ke ujung bumi. Badai? Angin topan? Ombak bergulung? Engkau adalah pelaut ulung yang tetap hidup hingga hari ini karenanya.

Tetaplah menggali.

Ikhwan Sopa

Ingin, Perlu, Butuh

Selamat siang sahabat,

Yang difirmankan Tuhan,

BUTUH diinstall ke dalam diri,
PERLU dibuktikan dalam kenyataan kehidupan,
Supaya apa-apa yang kita INGIN tak melenceng kemana-mana.

Aamiin... aamiin...

Ikhwan Sopa

Kekayaan Pilihan

The Choice

Hidup ini pilihan.
Cuma dua yang tak boleh aku pilih selagi aku hidup.
Sebab keduanya adalah keharusan.
Kapan aku mati dan tetap hidup sampai aku mati.
Cinta Tuhanku tak pernah berkurang, dan kasih sayang-Nya tak pernah menyusut.
Di dalam keharusan yang tak boleh kupilih aku malah masih boleh memilih.
Aku boleh memilih mati dalam cinta atau dalam murka-Nya.
Pilihanku itu memberi aku pilihan setelah aku mati nanti.
Sementara itu, aku boleh memilih yang disediakan untuk hidupku.
Hidupku menjadi kecil dibandingkan pilihan yang dihadiahkan bagiku.
Kekayaanku akan pilihan bahkan lebih besar dari hidupku.
Kurang kaya apa aku? Dikayakan Tuhan yang Maha Kaya.

Ikhwan Sopa

Jalan Hidup

The Path

Ada aku di sini yang sungguh ingin ke situ.
Di depanku hari ini jalan dibentangkan.
Yang akan melewati jalan itu hanya satu.
Jika ada yang menghambat dialah orangnya.

Ikhwan Sopa

Malu dan Sadar

Selamat malam sahabat,

Saya punya sedikit cerita.

Umar bin Khattab telah mengingatkan bahwa setiap kita keluar dari tempat keluarnya kencing sebanyak dua kali.

Umar bin Abdul Aziz juga telah mengingatkan bahwa setiap kali berjalan kita ini membawa bibit-bibit najis di dalam perut.

Salah satu bahasa tubuh terindah saya pelajari dari seseorang yang sudah tua.

Kerjanya adalah mencukur rambut saya atau anak laki-laki saya jika telah gondrong dan menggerahkan.

Gerakannya begitu lambat dan langkahnya tertatih-tatih tapi cintanya pada profesi begitu luar biasa.

Kursi yang biasa saya duduki, menurutnya adalah kursi yang ia beli tahun 1951 ketika ia memulai bisnis pangkasnya.

Hanya dengan itu, ia telah menjadikan salah satu anaknya sebagai pimpinan kelompok militer elit di negeri ini.

Ia tetap rendah hati.

Keindahan itu muncul ketika saya menyodorkan uang untuk membayar biaya cukur yang tujuh ribu untuk anak saya atau delapan ribu perak untuk saya itu.

Ia menyambutnya dengan menadahkan kedua tangannya yang dirapatkan seperti sedang berdoa, takzim dengan sedikit membungkuk.

Saya kadang-kadang malu ketika mencoba meniru keindahan itu.
Saya kadang-kadang menyadari, bahwa dagu saya masih terangkat ketika melakukannya.

Malu dan sadar saja saya ini masih kadang-kadang.

Ikhwan Sopa

Hijrah

Selamat malam sahabat,

Hijrah terbesar saya sebagai seorang trainer, motivator, dan people helper adalah hijrah ke bawah.

Bertahun-tahun saya berupaya keras untuk bisa ke atas, sebagaimana yang juga dilakukan orang lain dalam bisnis dan pengembangan diri. Saya belum sampai dan perjalanan saya masih panjang.

Beratus kali saya mendorong orang untuk makin percaya diri dan beratus kali pula saya bekerja keras untuk tidak terjatuh dalam kesombongan. PR saya masih segunung.

Subuh tadi, saya menuliskan yang berikut dari apa yang dapat saya ingat dan saya baca. Utamanya untuk saya, dan saya sharing kepada sahabat semua. Semoga ada gunanya.

Aku ini mengaku trainer, motivator, dan penolong orang lain. Pandai menasehati orang dan sering lupa menasehati diri. Aku terancam penyakit hati yang terbilang paling berat.

Riya' adalah menyekutukan Tuhanku dengan sesuatu,
Ujub adalah menyekutukan-Nya dengan diriku sendiri,
Persekutuan keduanya menjadikan aku manusia yang takabur,
Berbangga diri bisa membuatku jadi manusia tak tahu diri.

Jika pun yang berusaha menghambatku mungkin telah gagal menjegalku, maka ia akan mencoba membablaskan aku ke lembah kenistaan. Jika ia gagal menahan, maka ia akan makin kuat mendorong, hingga aku kehilangan yang di tengah dan tergoyah ke kiri atau ke kanan.

Aku perlu terus belajar agar kemampuanku benar-benar sepadan dengan yang aku katakan dan yang aku kerjakan.

Bagaimana aku bisa takabur dan berbangga diri padahal aku ini keluar dari tempat keluarnya kencing sebanyak dua kali?

Aku harus meluruskan lagi niat-niatku.

Tujuh hal bisa mengancamku setiap saat dalam perjalanan hingga aku jatuh terjerembab karena kesombongan.

1. Pengetahuan dan keahlian yang makin dalam,
2. Penghasilan dan pemasukan yang makin besar,
3. Jabatan dan gelar yang meninggi,
4. Pergaulan dan jaringan persahabatan yang meluas,
5. Sukses dan keberhasilan yang berkilau,
6. Kemampuan komunikasi yang makin menyihir,
7. Kehidupan pribadi yang bergeser ke atas.

Mumpung belum sampai ke sana, ingatlah ini wahai diri.
Berhijrahlah sekuatmu, sebab itu salah satu jihadmu.

Sahabat, maafkan jika aku pernah sombong atau takabur,
Jika aku pernah menyakitimu sengaja atau tidak sengaja,
Membuatmu sedih atau kecewa.

Aku adalah pembelajar, mungkin itu yang lebih benar.

Tetap semangat!
Selamat tahun baru 1433 H.

Ikhwan Sopa

Guru

Selamat pagi wahai para guru,

Pahlawan tanpa tanda jasa yang sedang berhari jadi.

Siapapun, hingga hari ini adalah karya-karya pribadimu.

Sebab guru adalah,

Pencipta setiap profesi,
Pembangun setiap peradaban,
Perintis setiap pengetahuan,
Inspirator sejati setiap pencapaian,
Perangkai setiap mimpi,
Pencetak setiap manusia yang hadir di pentas dunia,
Penyentuh sembilan puluh lima dari seratus jiwa.

Terimakasih banyak,

Untuk kesabaranmu yang luar biasa,
Untuk ketelatenanmu yang mengagumkan,
Untuk ketulusanmu yang nyaris seperti ayah dan ibu,
Untuk kegigihanmu yang tak tertandingi.

Membuatku bisa berkata dan berbicara,
Mampu menulis dan membaca,
Mengenal dunia,
Mengetahui sejarah masa lalu,
Mengingatkan adanya masa depan,
Mendorongku berpengharapan dan bercita-cita,
Membentangkan jalan bagiku untuk mencapainya,
Hingga menjadikan aku yang hari ini.

Semoga Tuhan,

Membalas jasa-jasamu karena aku jelas tak mampu,
Menempatkanmu di tempat yang tinggi,
Mengkaruniakan dan memberkahimu dengan kebahagiaan,

Sebab pahalamu tetap mengalir sampai dunia berakhir.

Tanpamu kami bukan siapa-siapa.

Tetap semangat, dan teruslah menjadi penyemai kecemerlangan dunia!

Ikhwan Sopa
Pernah Menjadi Muridmu
http://qacomm.com

Percaya Diri dan Percaya Orang

Selamat siang sahabat,

Rasa kurang percaya diri memiliki catatan sejarah yang jelas.

Sebabnya hanya satu,

Di mulai dari kita mengetahui ada sesuatu yang perlu kita lakukan demi diri sendiri, dan kita memilih untuk tidak melakukannya. Lalu, kita menjadi terlalu sering mengulanginya.

Rasa kurang percaya orang juga memiliki catatan sejarah yang jelas.

Sebabnya hanya satu,

Di mulai dari kita mengetahui ada sesuatu yang perlu kita lakukan demi orang lain, dan kita memilih untuk tidak melakukannya. Lalu, kita menjadi terlalu sering mengulanginya.

Ikhwan Sopa
Master Coach MPdP
Master Trainer E.D.A.N.
http://qacomm.com

Peluang dan Kesempatan

Orang ini, sedang menunggu yang namanya peluang tapi sembari mengabaikan kesempatan.

Peluang diciptakan dengan memanfaatkan kesempatan.

Itu artinya, untuk menciptakan peluang hidup yang lebih baik ia perlu memanfaatkan kesempatan hidup yang telah diberkahkan kepadanya.

Sungguh, jika ia merasa tak diberi kesempatan oleh hidupnya, ia sebenarnya tak memberi kesempatan kepada hidup untuk mengindahkan dirinya.

Waktu luang hanya diberikan kepada mereka yang sebelumnya telah merelakan waktu dengan menyempatkan diri. Dalam waktu luang itu, ia bahkan menyempatkan dirinya kembali agar peluang-peluang datang lagi.

Sempatkan diri, agar dirimu berpeluang.

Ikhwan Sopa
Master Coach MPdP
Master Trainer E.D.A.N.
http://qacomm.com

Siapa yang Sebenarnya Tak Diberi Kesempatan?

Selamat malam sahabat,

Seseorang sedang mengajukan protes kepada hidupnya, katanya

"Aku tak diberi kesempatan!"

Kehidupan kemudian membalasnya,

"Saat ia menyempatkan diri untuk muncul, adakah engkau mau menyempatkan diri menyambutnya? Jangan lupa, namanya kesempatan."

Kemudian orang itu berkata

"Aku sedang menunggu yang sedang aku tunggu."

Hidupnya membalas,

"Berhentilah, yang engkau tunggu sedang berlalu. Namanya adalah sekarang."

Orang itu menjawab lagi,

"Tapi aku sendirian."

Hidupnya menyahut,

"Engkau pikir kami ini siapa? Kami adalah pikiran, perasaan, hati nurani, fisik, akal, dan duniamu. Kami adalah mata, kaki, tangan, telinga, dan hidungmu. Boro-boro engkau pernah berterimakasih setelah kami bekerja keras membantumu selama ini. Kami bahkan menurut saja jika engkau meminta kami melakukan yang engkau sendiri tak menyukainya. Tak sadarkah engkau bahwa kami semua muak? Meminta maaf kepada kami atas penyalahgunaanmu? Puih!! Sampai kiamat kami mungkin tak akan pernah mendengarnya. Dan lihatlah sekarang, kami tetap setia! Engkau pikir kami ini siapa?!!!"

"Sedikit sekali yang aku tahu dan mengerti."

"Bisa berbicara dengan kami seperti ini adalah ketinggian pengetahuanmu. Sayang, telah engkau minta salah satu dari kami menjadi tuli."

"Semuanya gelap dan mencekam."

"Bukankah kami ini diciptakan sebagai penerang?"

"Tenagaku tak cukup, aku tak kuat!"

"Bullshit! Engkau pemimpin kami, tugasmu bermimpi."

Orang itu kemudian bertanya,

"Lalu aku harus bagaimana?"

Hidupnya menjawab,

"Beri kami kesempatan."

Ikhwan Sopa
Master Coach MPdP
Master Trainer E.D.A.N.
http://qacomm.com

Ketika NLP Menikah dengan MPdP

Selamat sore sahabat,

Kita kadang-kadang lupa bahwa kita sebenarnya sedang mencintai ketika membenci.

Pernahkah engkau mendengar yang satu ini?

Hidden Care.

Kita sebenarnya punya cinta di balik rasa marah, sedih, dan kecewa.

Saat engkau diminta menyampaikan kabar buruk tentang meninggalnya seseorang dengan menyebutnya sebagai sedang sakit keras.

+ Bukankah itu berarti bahwa engkau sedang bersimpati dan berempati kepada yang sedang terkena musibah?

Saat engkau mendengar bahwa seseorang telah diamankan padahal maksudnya telah ditangkap.

+ Bukankah itu berarti engkau memang lebih menyukai tidak menyakiti sesama sekalipun dia bersalah?

Saat engkau tertekan dengan mengatakan, "Aduh, kerjaanku belum selesai, gimana nih kalo dimarahin bos!"

+ Bukankah itu berarti bahwa engkau sebenarnya merasa bertanggung jawab atas tugas dan pekerjaanmu?

Saat engkau menjadi marah karena bawahanmu tak mencapai target.

+ Bukankah itu berarti bahwa engkau peduli pada pencapaian target dan keberhasilan mereka?

Saat kita memarahi anak karena malas belajar.

+ Bukankah itu berarti bahwa engkau begitu ingin anakmu pandai dan bijak supaya ia berbahagia?

"Aku cemburu!"

+ Bukankah itu artinya cinta?

Berhentilah terjebak dan tenggelam dalam kubangan kata yang hanya sekelebat lewat. Fokuslah pada yang positif. Agar pertanyaan kita menggiring cinta kita tumbuh menjadikan hidup yang lebih baik. Itu semua sebenarnya sama dengan mencintai.

Itu gunanya tanda baca.

===

Note:
NLP adalah Neuro Linguistic Programming.
MPdP adalah Manajemen Pikiran dan Perasaan.

Tulisan di atas mengandung dua reframing:

Reframing 1: Seluruh kalimat kecuali satu kalimat terakhir.
Reframing 2: Satu kalimat terakhir.

Tulisan di atas mengindikasikan setidaknya tiga presuposisi.

Presupposisi 1.
"People have all the resources they need."

Presuposisi 2.
"Every behavior has a positive intent in some context."

Presuposisi 3.
"The person or element with the most flexibility in a system will have the most influence."

Ikhwan Sopa
Master Coach MPdP
Practitioner NLP
Master Trainer E.D.A.N.
http://qacomm.com

Mimpi dan Cinta

Selamat siang sahabat,

Hidupmu mungkin pernah dikhianati.

Atasanmu yang pergi meninggalkanmu mencari peluang yang lebih baik bagi dirinya sendiri.

Bawahanmu yang lari membawa rahasia bisnis dan lalu tumbuh penjadi pesaing yang begitu sengit.

Pasanganmu yang terlena oleh keindahan pribadi yang lain lalu terbang bersamanya menuju surga mereka sendiri.

Sahabatmu yang memilih pribadi lain sebagai teman seperjalanan baru dan meninggalkanmu di dalam tanda tanya.

Mitra bisnismu yang memutuskan membangun usahanya sendiri di ruko sebelah atau di seberang jalan setelah melewati tahun-tahun yang manis dan pahit bersama-sama.

Sebab dari semua itu sebenarnya hanya satu, yaitu kegagalan bersama untuk bertahan di dalam cinta dan mimpi bersama.

Sungguh,

Yang betah bekerja di suatu tempat, hanya betah jika ia berpikir dan merasa cinta dan impiannya akan menjadi nyata di tempat itu.

Yang bertahan di dalam hubungan kasih sayang, hanya bertahan jika ia berpikir cinta dan impiannya akan menjadi nyata dalam hubungan itu.

Yang bertahan di dalam persahabatan, hanya bertahan jika ia berpikir dan merasa cinta dan impiannya seiring dan sejalan.

Yang bertahan sebagai mitra bisnis, hanya bertahan jika mereka berpikir dan merasa bahwa mimpi dan cinta mereka adalah sama.

Bukan uang dan bukan harta, tapi sentimen impian dan cinta.

Maka ingatlah, mimpi dan cinta kecil hanya cukup untuk diri sendiri.
Mimpi dan cinta besar layak dibagi ke seluruh penjuru.

Bahasakan cinta dan mimpimu ke dalam kata cita-cita.
Jadikan mimpi dan cinta sebagai pemimpin yang sesungguhnya.

Mimpi dan cinta setiap orang mungkin berubah-ubah, tapi kita perlu selalu mengingat, bahwa hanya mimpi dan cinta jugalah yang dapat menjadi jembatan bagi perbedaan mimpi dan cinta.

Hanya itu, yang paling mudah dimengerti oleh setiap orang.

Ikhwan Sopa
Master Coach MPdP
Master Trainer E.D.A.N.
http://qacomm.com

Definisi, Pengertian, Makna Bahagia

Selamat siang sahabat,

Bahagia itu sikap.

Di dalam sikap itu ada pikiran yang membahagiakan dan ada perasaan yang membahagiakan.

Jika engkau mengira bahwa bahagia adalah rasa, maka berhati-hatilah sebab engkau akan selalu menjadi korban dari pikiran-pikiranmu sendiri.

"Pikiran menciptakan perasaan dan perasaan mengarahkan pikiran."

Mereka yang berbahagia, tidak hanya sedang merasa berbahagia. Rasa itu ada, karena mereka memilih sikap untuk berbahagia.

Bahagia adalah kesadaran tentang perasaan mengalami kemajuan.

Attitude is not everything, it's the only thing.

Manajemen Pikiran dan Perasaan
http://www.penerbitzaman.com/code.php?index=Katalog&op=tampilbuku&bid=118

Ikhwan Sopa
Master Coach MPdP
Master Trainer E.D.A.N.
http://qacomm.com

Bersyukur Adalah Memanfaatkan


Selamat sore sahabat,

Pribadi yang terkejut karena menemukan kenyataan sore ini belum sesuai dengan harapannya, sedang ditipu oleh hasil kreasinya sendiri.

Ibarat penulis cerita, ia terkejut ketika membaca sebuah bab mengisahkan perjalanan hidup yang tak diinginkannya. Kemudian ia berkata kepada dirinya sendiri,

"Mengapa bisa begini?"

Ia lupa bahwa menulis saja tidak cukup. Jika ia ingin melanjutkan tulisan, maka ia perlu membaca lagi apa-apa yang telah ditulisnya. Jika ia menganggap bahwa arah tulisannya akan tidak ia sukai nanti, maka ia bisa segera melakukan editing sebelum melanjutkan.

Di antara hal penting yang sering kita lupakan saat kita membaca kembali kisah hidup kita adalah menyadari rasa syukur dengan tulus dan rela.

Pribadi yang mensyukuri apa-apa yang telah dimilikinya akan diberi kesempatan makin besar untuk nanti bersyukur lagi tentang apa-apa yang akan menjadi miliknya.

Cara yang paling mudah untuk bersyukur selain hanya dengan berkata-kata adalah menyegerakan diri memanfaatkan apa-apa yang telah dimiliki saat ini.

Mereka yang tidak bersyukur tidak akan mendapat manfaat dari apa-apa yang telah dimilikinya hari ini, sebab segala yang tak disyukuri akan selalu dibiarkan terbengkalai begitu saja.

Jika itu yang terjadi hari ini, mereka akan dipaksa untuk tidak mampu memanfaatkan hari esok. Terbitnya matahari hanya akan mendidihkan ubun-ubun mereka dan terbenamnya hanya akan menjadi kegelapan yang sangat suram.

Mereka, sedang menuliskan bab-bab kerugian.

Oleh sebab itu, bacalah.

Ikhwan Sopa
Master Coach MPdP
Master Trainer E.D.A.N.
http://qacomm.com

Sikap Adalah Satu-Satunya


"Attitude is the only thing."
-Ikhwan Sopa-

Selamat sore sahabat,

Jika ada yang bertanya,

Apa yang dapat kita miliki sepenuhnya dengan segera?
Apa yang mampu menggenapkan kebahagiaan kita?
Apa yang dengan cepat dapat menutupi kekurangan kita?

Engkau boleh mengatakan, bahwa SIKAP-lah jawabannya.

Sikap itu sungguh penting.

Jika A=1%, B=2%, C=3%, dan seterusnya sampai Z=26%,
Maka A+T+T+I+T+U+D+E = 100%

Hanya sikap yang dapat menjadi milik kita DI SINI dan SEKARANG JUGA.

Sikap itu sebenarnya cukup murah, harganya hanya mau saja.
Ia menjadi mahal, karena kita memang tak mau membelinya.

Ikhwan Sopa
Master Coach MPdP
Master Trainer E.D.A.N.
http://qacomm.com

Menumbuhkan Harapan


Selamat pagi sahabat,

Tanda utama dari kehidupan adalah hidupnya harapan.

Pagi ini, seseorang mungkin sedang menunggu datangnya harapan yang menurut prasangkanya akan dibingkiskan oleh hidup baginya seperti hadiah berpita indah yang digeletakkan di depan pintu dunianya yang sedang sepi dari mimpi-mimpi.

Dirinya tak akan pernah tahu kapan akan bertemu dengan ujung dari penantiannya yang begitu panjang dan melelahkan. Ia sedang mengasihani dirinya sendiri hanya dengan berbekal sedikit sekali cinta. Saat matahari makin menyala, hidupnya justru makin meredup.

Dia sedang terbuai dan lupa bahwa harapan dikodratkan menitik setetes demi setetes persis seperti airmatanya yang mengalir saat ia menatap masa depan yang sungguh sulit untuk dipahami.

Padahal, harapannya justru tumbuh sejalan dengan kadar cintanya kepada atribut-atribut kemuliaan yang telah dititipkan oleh Sang Pencipta dalam dirinya.

Harapannya hanya bisa dihadirkan oleh keyakinan bahwa dirinya mampu menghadapi tantangan dan rasa percaya bahwa ia memang dibolehkan mencicipi keberhasilan.

Ia sedang salah mengisi waktu dengan mengira bahwa menunggu bisa dilakukan dengan melewatkannya bersama kekosongan tindakan.

Jika saja ia mau merenungkan, maka ia akan mengerti bahwa menunggu adalah menantikan datangnya akibat dari sebab-sebab yang mesti ia ciptakan sendiri.

Selain tentang yakin dan percaya, cinta adalah juga tentang pengorbanan.

Itu sebabnya ia perlu terus melatih dirinya agar makin mampu melakukan yang lebih baik lagi supaya ia tenteram dalam menuntut keberhasilan yang memang dipantaskan baginya. Ini, hanya dapat terjadi jika cinta itu telah diutuhkannya dengan menyemai keyakinan, rasa percaya diri, dan kemauan untuk berkorban. Ia tak boleh hanya berdiam diri sebab itu akan makin meletihkannya.

Dengan menyegerakan tindakan, ia sedang menumbuhkan harapan untuk nanti ia dipastikan akan menuai hasil-hasil.

Dia yang diam tak bekerja tidak menyukai dirinya sendiri, dan yang tak menyukai dirinya sendiri mungkin tidak mencintai Tuhan.

Dalam tindakanlah pantasnya ia menunggu dan dengan bekerjalah ia pantasnya menanti. Menunggu yang disukai namanya optimis, menunggu yang tak disukai namanya pesimis, tidak menunggu apa-apa namanya putus asa.

Begitulah, cinta adalah kata kerja.

Ikhwan Sopa
Master Coach MPdP
Master Trainer E.D.A.N.
http://qacomm.com

Jangan Marah

Selamat malam sahabat,

Mengendalikan marah adalah salah satu seni terpenting di dalam hidup kita.

Marah bisa terlihat atau tidak terlihat,
marah bisa sebentar atau bisa lama,
marah bisa hilang dan muncul,
dan yang pasti, marah berdampak merugikan.

Mengikuti marah setidaknya akan merugi dua kali.

Pertama ketika energi marah itu merampas rasa bahagia kita, dan kedua ketika marah itu hilang tapi menyisakan rasa bersalah di dalam diri kita.

Salah satu ciri kedewasaan kita, adalah kemampuan kita dalam mengendalikan marah. Bahkan, Rasulullah SAW junjungan kita bahkan bersabda dengan mengatakan "jangan marah" sampai tiga kali.

Dia yang marah, sebenarnya sedang turun kelas ke kualitas kemanusiaan yang setingkat lebih rendah dari yang aslinya. Sebab, ia sedang termakan oleh emosi sekundernya.

Kata "jangan" dalam sabda Rasululllah SAW di atas, menginspirasikan adanya suatu keadaan lain sebelum keadaan marah itu menjadi ada. Momen itu, letaknya di antara STIMULUS dari luar yang diterpakan kepada kita dan RESPON kita dari dalam sebagai reaksinya.

Maka orang mengatakan, mereka yang jarak antara stimulus dan respon-nya terbilang jauh, disebut "bersumbu panjang", dan yang jarak keduanya dekat disebut "bersumbu pendek".

Lebih dari itu, mereka yang bijaksana mengatakan, di ruang itulah letaknya kedewasaan.

Marah adalah emosi sekunder, yang didahului oleh emosi primer. Emosi primer adalah pola berpikir yang sadar atau tidak sadar "telah dipersiapkan sebelumnya". Contoh emosi primer misalnya "merasa diserang", "merasa dirugikan", "merasa dihakimi", "merasa tidak dihormati", "merasa ditekan", "merasa dijebak", "merasa dibohongi", dan sebagainya.

Jika semua emosi primer itu adalah hasil dari pola berpikir yang "telah dipersiapkan sebelumnya", maka kini kita mengerti, mengapa membiasakan afirmasi positif dan sikap positif menjadi demikian penting bagi kita. Itu pula sebabnya, kita dinyatakan sebagai penanggung jawab dan pengkreasi kehidupan kita sendiri.

Maka, ada dua hal yang dapat kita lakukan untuk makin mampu mengendalikan marah, yaitu:

1. Membiasakan sikap positif dan afirmasi positif, agar kita tak terbiasa membangun dan "menyiapkan" pola-pola berpikir negatif yang menjadi bom waktu dan segera terpicu seolah kita tak punya pilihan lain untuk bereaksi.

2. Membiasakan diri berlatih memanjangkan "sumbu", sehingga kita tetap dipantaskan berurusan dengan emosi primer yang sepadan dengan kualitas diri kita sebagai makhluk yang pandai berpikir.

"Emotions are events, and events are meant to be short-lived."

Semoga kita makin dewasa dan makin "cool".

Ikhwan Sopa
Master Coach MPdP
Master Trainer E.D.A.N.
http://qacomm.com

Why Me? Mengapa Aku?


Selamat malam sahabat,

Bahkan dengan situasi, kita perlu bernegosiasi.
Bahkan dengan diri sendiri, kita perlu berpersuasi.

Konon, di dalam hidup kita ini hanya ada dua keadaan, terpersuasi atau mempersuasi. Di tengah-tengahnya, kita terus mencoba bernegosiasi.

Tajamnya anak panah yang dilesatkan oleh busur kehidupan memang tak pernah salah sasaran. Setiap cobaan yang kita rasakan, memang untuk kita.

Oleh sebab itu, semoga kita tidak menjadi pribadi yang terus menyukai bertanya dengan cara seperti ini,

"Why me?"

Pertanyaan yang demikian, hanyalah penghamburan amunisi.

"We cannot solve our problems with the same thinking we used when we created them."
- Albert Einstein -

Meminjam pendekatan Neuro Logical Level (NLL), kita bisa memaknai enam macam tingkat kesadaran.

6. Spiritualitas
5. Identitas dan Misi
4. Nilai dan Keyakinan
3. Kemampuan dan Strategi
2. Perilaku
1. Lingkungan

Menghemat amunisi energi untuk self negotiation dan self persuasion, dimulai dari tingkat yang terendah, lalu menaik sejalan dengan besarnya tantangan dan hambatan. Peluru kaliber ringan untuk yang kecil dan amunisi berat untuk yang besar. Kekuatan yang terendah, diakuisisi oleh yang lebih tinggi. Jika yang rendah tak berhasil mengatasi, kita boleh mengambil yang lebih tinggi dari gudang persediaan.

Maka, ciptakanlah "toolbox"-mu sendiri untuk self mastery.

Pertanyaan yang jujurnya kepada diri sendiri kurang total seperti di atas, justru mempertanyakan identitas dan misi diri kita sendiri di tingkat ke empat. Padahal, proses negosiasi dan persuasi baru saja dimulai.

Ada bagusnya, kita memulai seperti ini.

1. Mengapa ini terjadi di sini dan saat ini? Apa yang menjadi masalah di sini dan saat ini?

Jika jawaban yang kita temukan kurang memberhasilkan, kita bisa naik ke jenjang berikutnya.

2. Perilaku apa yang telah saya demonstrasikan bagi kehidupan, hingga ia memberi umpan balik seperti ini? Apa yang dapat saya lakukan?

Naik lagi,

3. Dalam hal apa saya masih belum mampu? Apa saja yang masih berada di luar batas kemampuanku?

Lagi,

4. Apa yang penting bagi saya terkait semua ini? Apakah saya memang meyakini itu? Apa saja yang aku yakini? Perlukah aku berganti keyakinan?

Lagi,

5. (Barulah) Why me? Mengapa saya yang mengalaminya? Siapakah saya hingga dipantaskan menerima semua ini?

Terakhir, kepasrahan kita kepada Tuhan,

6. Apa yang direncanakan Tuhan tentang semua ini, sebagaimana yang telah Ia firmankan? Apa perintah dan larangan-Nya untukku di dalam situasi seperti ini? Di mana sajakah aku bisa mengidentifikasi ke-MAHA-an-Nya?

Solusi bagi cobaan, selalu mengikuti cobaan.

Sungguh, jika Tuhan telah berfirman bahwa kita akan dicoba dengan apa-apa yang tingkatannya di bawah kemampuan yang telah dititipkan-Nya kepada kita, maka cobaan kita yang sesungguhnya adalah "bagaimana kita menerima cobaan".

Ikhwan Sopa
Master Coach MPdP
Master Trainer E.D.A.N.
http://qacomm.com

Mengejar Cita-cita


Selamat sore sahabat,

Jika engkau melihat orang berlari mundur, mungkin ini yang sedang dilakukannya.

1. Ia sedang membayangkan dirinya menjadi undur-undur.
2. Ia sedang mengikuti turnamen di http://reverserunning.com/
3. Ia sedang terlalu fokus pada masa lalunya.
4. Ia sedang mengejar cita-cita dengan memunggunginya.

Untuk apapun masa depan yang indah dan pantas, hadapkanlah diri kita kepadanya, dan kita patut berhenti bergerak hanya karena ingin menghindar atau melarikan diri.

Apa yang kita inginkan, bukan apa yang tidak kita inginkan.

Ingin berhasil, atau tidak ingin gagal?

Perhatikanlah kemana arahnya fokus kita.

Saya ingin berhasil sebab...
Bertambahnya daftar jawaban, menunjukkan kecondongan.
Semakin panjang daftarnya, itulah batu bata kehidupan.

Saya tidak ingin gagal sebab...
Bertambahnya daftar jawaban, menunjukkan kecondongan.
Semakin panjang daftarnya, itulah batu bata kehidupan.

Pikiran, perasaan, dan perbuatan yang kita fokuskan, biasanya menjadi kenyataan.

Yang bebas dari hukum ini, hanyalah kekuasaan Tuhan.
Sebab cabang manapun yang kita pilih, ujungnya adalah ke-ESA-an.
Sisanya, adalah kesempatan untuk berkontribusi memenuhi takdir kita di dunia.

Fokus adalah arah kemudi.

Ikhwan Sopa
Master Coach MPdP
Master Trainer E.D.A.N.
http://qacomm.com

Menunda-Nunda

Besarnya rencana kebaikan yang terus ditunda pelaksanaannya, tak akan pernah mampu melunasi hutang-hutang kemalasan.

Ini bukan semata tentang kemampuan, tapi juga tentang kecerdasan.

Perasaanku mengatakan bahwa aku bisa melakukannya nanti. Tapi sadarilah wahai diri, bahwa pikiranmu sangat jernih untuk tahu selalu ada yang bisa dilakukan sekarang.

Manakah yang lebih berharga, sejuta sekarang atau sejuta nanti?

Bukan tentang jumlah tapi nilai terbaik di atas waktu.
Saat yang terbaik adalah sekarang.

Apa yang bisa engkau lakukan sekarang?

"Tidak ada!"

Bah, rencanapun engkau tak punya.

Ikhwan Sopa
Master Coach MPdP
Master Trainer E.D.A.N.
http://qacomm.com

Kekurangan dan Ketidaksempurnaan

Selamat pagi sahabat,

Jika engkau ingin dunia ini gelap dan mencekam, tak perlu engkau repot mengecatnya dan cukuplah engkau mengganti kacamata. Begitu pula, jika engkau ingin dunia ini indah maka pilihlah kacamata yang cerah.

Kelemahan terbesar dari kesempurnaan adalah ketidakmungkinannya untuk dicapai.

Sungguh, ketidaksempurnaanlah yang membuat dunia ini tetap berjalan dan di dalam ketidaksempurnaanlah letaknya segala keindahan.

Ketidaksempurnaanlah yang membuat handphonemu kini setipis gelas, sebab jika yang sebelumnya telah sempurna, maka yang engkau genggam sekarang hanyalah benda berat yang besar seperti botol air mineral.

Ketidaksempurnaanlah yang membuat mobilmu kini super hemat, cepat, dan ringan, sebab jika yang sebelumnya telah sempurna, maka yang engkau kendarai sekarang bukanlah Innova tapi Kijang Doyok.

Ketidaksempurnaanlah yang membuat jarimu kini mengetik di tuts keyboard yang mungil, sebab jika yang sebelumnya telah sempurna engkau pasti tidak bekerja dengan laptop dan necktopmu masih bermain dengan desktop. Itu pun, dengan Windows 3.1 di dalamnya dan bukan Vista.

Mereka yang kaya, yang sukses dan berhasil, telah berhasil mengepaskan kacamatanya dan dengan cerdas mencari dan menemukan ketidaksempurnaan, lalu merubahnya menjadi peluang dan kesempatan.

Adanya pesawat karena kita kurang cepat. Komputer lahir karena kita kurang mahir. Handphone muncul supaya kita makin mudah bergaul. Ada yang menjual karena ada yang membeli. Ada yang menawarkan karena ada yang membutuhkan. Bisnis lahir untuk menyempurnakan ketidaksempurnaan.

Sahabat, semua itu berlaku juga untuk fenomena diri.

Segala kekurangan dan ketidaksempurnaan, adalah peluang dan kesempatan.

Justru itu !!!

Ikhwan Sopa
Master Coach MPdP
Master Trainer E.D.A.N.
http://qacomm.com