Bagaimana Kita Telah dan Akan Membangun Kehidupan


"There is no such thing as failure. There are only results."
Anthony Robbins

Hidup adalah pilihan. Kehidupan kita dibangun oleh apa-apa yang kita pilih dan bagaimana cara kita memilih.

Setiap pilihan setidaknya memberi dua arah jalan, yang akan bermuara pada dua hal yang saling bertolak belakang. Bahagia atau sengsara, senang atau susah, berhasil atau gagal dan seterusnya.

Ada tujuh jalan utama dari rentetan pilihan, yang menentukan bagaimana kita membangun kehidupan dan bagaimana rasanya kehidupan yang kita ciptakan. Dengan tujuh jalan utama ini kita menggunakan pikiran, perasaan, panca indera, hati, dan tubuh fisik ragawi kita, membangun kehidupan di dunia.

1. Bagaimana kita menyimpan kenangan.

Untuk hal buruk, bukan tidak mungkin kita mengatakan, "saya tak akan pernah melupakan ini!". Kita telah secara sengaja menanamkan kuat-kuat ingatan yang tidak memberdayakan. Dan untuk hal yang baik, positif, dan memberdayakan, kita sering lupa mengatakan, "saya akan mengingat ini baik-baik, sebab semua ini menguatkan."

2. Bagaimana kita memutuskan segala sesuatu.

Memutuskan adalah menetapkan pilihan. Ini sama dengan menetapkan arah jalan bagi kehidupan. Ini sama dengan menciptakan kehidupan. Memutuskan adalah membentuk dan membangun kehidupan.

3. Bagaimana kita menanamkan pembelajaran.

Jika masalah adalah juga "hasil", maka setiap masalah adalah kita sendiri juga yang menciptakannya. Di hadapan segala masalah kehidupan yang jumlahnya tak lebih dari 127 jenis itu, kita menjalani proses pembelajaran. Belajar adalah melakukan hal yang sama dengan cara berbeda, hingga kita menemukan pilihan terbaik bagi kehidupan kita.

4. Bagaimana kita mengembangkan kreatifitas.

Kreatifitas adalah tentang bagaimana kita "menemukan" atau "menciptakan" sesuatu yang "baru" dari segala yang telah ada. Pengetahuan adalah dua pengetahuan yang disatukan dan dikolaborasikan.

5. Bagaimana kita membangun keyakinan.

Kita menjadi yakin dengan mendengar, lalu semakin yakin dengan melihat, dan semakin yakin dengan melakukan.

6. Bagaimana kita memotivasi diri.

Bagian terbesar dari motivasi diri, adalah kemampuan menjawab pertanyaan "mengapa". Terus, terus, dan terus menuju puncak dari pertanyaan besar "mengapa"? Motivasi adalah segala alasan yang mendorong kita membangun kehidupan.

7. Bagaimana kita membangun "realitas".

Secara sederhana, realitas kita adalah segala apa yang ada "di sini" dan "saat ini". Kita cenderung mengabaikan dari kehidupan, apa-apa yang tidak di sini dan tidak ada sekarang. Manusia yang kelaparan di belahan bumi lain, mungkin bukan realitas kita. Kekacauan di negeri seberang mungkin bukan kehidupan kita. Musibah dan bencana alam di suatu tempat mungkin bukan realitas kita. Kecuali, jika kita mampu terbang lebih tinggi dan melihat semua itu sebagai bagian dari kehidupan. Jika tidak, kita mungkin sedang terbang rendah ibarat burung mengepak-ngepakkan sayap di dalam harap menemukan cacing atau ulat demi sekedar untuk tetap bertahan hidup.

Dari mana kita menemukan bahwa hidup kita hanya terdiri dari 127 jenis masalah? Dua pangkat tujuh minus satu. Itulah kemungkinan kombinasi yang membentuk kehidupan. Di dalamnya, entah berapa banyak jumlahnya pilihan. Pilihan untuk menjalani kehidupan dengan tujuh jalan utama, dengan perangkat utama kemanusiaan kita.

Bila kita berhasil, maka kita telah menempuh tujuh macam jalan yang memberhasilkan.
Bila kita belum berhasil, maka kita sedang diberi tugas menemukan tujuh jalan yang memberhasilkan.

Dalam pada itu, kita perlu mengembangkan seratus dua puluh tujuh kombinasi seni kehidupan yang memberdayakan.

Semoga bermanfaat.

Ikhwan Sopa
Master Coach MPdP
Master Trainer E.D.A.N.
Author "Manajemen Pikiran dan Perasaan"
http://qacomm.com