Pikiran Bawah Sadar Dan Alam Bawah Sadar - Apaan Tuh?


Dear all, status saya sore ini, berisi sebuah ajakan untuk diskusi dan sharing. Awalnya hanya berupa status. Namun setelah saya sadari bahwa sharing saya akan cukup panjang, saya memutuskan untuk me-note-kannya di sini. Status itu berbunyi seperti ini,

"Dear all, mari kita rapikan dan kita perjelas konsepsi "pikiran bawah sadar" dan "alam bawah sadar". Sebelum itu, mohon jawab dulu tiga pertanyaan ini. Setelah Isya insya Allah saya lanjutkan: 1. Ketika saya menulis status ini, apakah saya "sadar"? 2. Ketika Anda mengendarai mobil atau motor, apakah Anda "sadar"? 3. Ketika Anda bermain badminton, apakah Anda "sadar"?"
http://www.facebook.com/motivasi/posts/10150116236764145

Ketika note ini mulai saya tulis, sudah ada sekitar 20-an komentar dari rekan-rekan. Mari kita lanjutkan di sini.

Adalah menarik, ketika hypnosis menjadi topik perdebatan, khususnya ketika menyangkut kata-kata "pikiran bawah sadar" dan "alam bawah sadar". Banyak benarnya, ketika dikatakan bahwa pro dan kontra hypnosis, justru berawal dari kata-kata itu.

Maka, salah satu poin terpenting dari note ini adalah sebagai berikut.

Apa yang dimaksud dengan "pikiran bawah sadar" dan "alam bawah sadar", adalah bukan TERMINOLOGI MORAL melainkan TERMINOLOGI TEKNIS yang diciptakan untuk kepentingan model atau pendekatan tentang pikiran manusia. Alias, tentang "sadar" atau "tidak sadar" itu, yang dimaksud adalah berhubungan dengan SENSORY AWARENESS dan bukan MORALITY AWARENESS atau SPIRITUALITY AWARENESS.

Bedakan dua ungkapan ini:

"Ia tidak menyadari, bahwa perilakunya sangat merugikan orang banyak."

"Ia tidak menyadari, bahwa punggungnya hanya berjarak 10 sentimenter saja dari sudut tajam itu."

Maka, pembedaan kedua jenis "kesadaran" atau "awareness" inilah, yang dapat membantu kita memperjelas soal "pikiran sadar dan bawah sadar" dan "alam sadar dan bawah sadar".

Kembali ke tiga pertanyaan dalam status saya itu, maka inilah yang ingin saya sampaikan:

1. Ketika saya mengetik status itu, saya dalam kondisi TIDAK SADAR.

Dari ujung bahu, alias pangkal lengan saya, sampai ke ujung jari, ada tidak kurang dari 152 otot yang membungkus tulang, dan kemudian menjadi lengan, tangan, dan jari. Kesadaran saya hanya berkata, "saya ingin menulis status ini, lakukanlah." Maka semua komponen itu bergerak sedemikian rupa mengikuti keinginan pikiran sadar saya.

Dalam pada itu, pikiran sadar saya tidak berfokus dalam cara seperti ini,

"Baiklah, otot nomor 1 silahkan bergerak. Lalu otot nomor 3 sampai 12 silahkan melakukan tugas. Otot nomor 2, bekerjasamalah dengan otot 37 sampai 88 lakukanlah tugasmu. Sisanya, silahkan mengikuti sampai ujung jari bergerak."

Saya tidak melakukan demikian, saya hanya berpikir dan melakukannya!

2. Ketika Anda mengendarai motor atau mobil, Anda juga melakukannya dengan TIDAK SADAR.

"Baiklah, di depan ada pertigaan. Saya ingin ke kiri. Jaraknya masih enam meter dan duapuluh tujuh senti. Lima detik lagi, saya akan menekan handle supaya lampu tanda berbelok menyala. Pada saat yang sama, rem saya tekan kurang lebih empatpuluh persen. Sedetik kemudian saya harus menekan kopling, dan langsung diikuti dengan menggeser persneling ke gigi dua. Baiklah, sekarang saatnya memutar stang stir sebesar 80 derajat."

Anda tidak melakukannya demikian. Kesadaran Anda hanya memerintah, dan Anda hanya melakukan saja!

3. Ketika Anda bermain badminton, Anda juga melakukannya dengan TIDAK SADAR.

Anda hanya melakukannya, dan kesadaran Anda hanya berkata, "lawan saya melakukan smash, dan saya harus menangkis." Anda tidak melakukannya begini,

"Smashnya menukik nyaris empat puluh lima derajat mengarah ke sudut kanan sisi lapangan saya dengan kecepatan delapan puluh kilo meter per jam. Saya harus bergeser setengah langkah dan meregangkan kedua kaki, menarik bahu agak ke belakang, dan sesegera mungkin mengangkat permukaan raket menghadapi cock yang datang."

Keburu nyungsep Bro!
Anda hanya melakukannya saja!

"Sadar" dan "tidak sadar" adalah fenomena FOKUS dari pikiran di suatu saat.

Ketika mengetik, ketika mengendarai kendaraan, dan ketika bermain badminton, pikiran SADAR kita hanya berfokus pada makna-makna besar (chunk up) dari apa yang kita maksud dan kita inginkan agar otot-otot kita bekerja.

Dan ketika "sesuatu" terjadi di luar maksud atau keinginan kita, maka sebenarnya, pikiran kita menerima feedback dari fenomena itu. Untuk mudahnya, pikiran kita menerima masukan informasi dari fenomena sekitar kita, yaitu lingkungan, ukuran relatif (jarak, tempat, waktu, dan segala bentuk informasi panca indera), dan dari otot-otot kita sendiri.

Bagaimana itu bisa terjadi?

Para neurolog menyebut, bahwa yang terjadi adalah umpan balik dalam bentuk sinyal listrik. Pertanyaannya, bagaimana mungkin sebuah sinyal listrik yang begitu kecil (mikro dan chunk down), bisa bermakna sangat spesifik bagi pikiran SADAR kita? Bahwa jari kita telah salah mengetikkan sebuah huruf, bahwa jarak kendaraan Anda terlalu dekat dengan persimpangan jalan, bahwa kita memang sudah pas menempatkan diri dan posisi tangan untuk menangkis smash lawan?

Di sinilah, ada PORSI dari keseluruhan PIKIRAN kita, yang berjalan dan bekerja di belakang layar - nyaris tanpa sepengetahuan kita. Alias, itulah yang disebut dengan PIKIRAN BAWAH SADAR alias ALAM BAWAH SADAR. Ini soal FOKUS pikiran, di mana sebagian dari kecerdasan berfokus tentang "ini" dan sebagian lagi berfokus tentang "itu" di belakang layar.

Bagaimana pula ini bisa terjadi?

Pikiran kita secara keseluruhan adalah manifestasi makna dari proses kerja PANCA INDERA (dengan informasi dari luar dan dari dalam diri) yang juga harus dan mau tidak mau hanya BERFOKUS pada obyek tertentu saja.

Ketika mata Anda melihat obyek di depan, pada saat yang sama mata Anda tidak bisa melihat obyek di belakang. Ketika hidung Anda mencium suatu aroma, hidung Anda itu tidak bisa mencampurnya dengan aroma yang lain demi presisinya informasi. Ketika kulit Anda merasakan panasnya api, kulit di titik yang sama tak bisa merasakan dinginnya udara.

Apa dampaknya?

Pikiran Anda-pun, mau tak mau dibuatnya menjadi FOKUS hanya kepada sedikit sekali informasi dari sekitar dan dari database informasi dalam diri Anda sendiri (memori).

Maka, orang pun membuat modelnya.

Seperti gunung es, dengan bagian atasnya disebut sebagai PIKIRAN SADAR, dan bagian bawahnya PIKIRAN BAWAH SADAR atau ALAM BAWAH SADAR. Atau,


Seperti gambar fokus berikut ini, di mana titik tengahnya adalah PIKIRAN SADAR, dan sekelilingnya adalah PIKIRAN BAWAH SADAR atau ALAM BAWAH SADAR. Atau,


Seperti seseorang memasuki sebuah ruang perpustakaan yang begitu gelap dan membawa senter, di mana bagian yang terang tersorot oleh senter adalah PIKIRAN SADAR dan sisanya adalah PIKIRAN BAWAH SADAR atau ALAM BAWAH SADAR.


Sadarkah Anda, betapa berbahayanya, jika pada detik ini, pikiran Anda dipaksa menampung informasi dari mata Anda yang begitu awas, dan MENYADARI keberadaan SEGALA SESUATU di tempat Anda berada kini dengan seluruh detil SEDETIL-DETILNYA? Sekian milyar informasi sampai ke titik-titik terkecil yang memantulkan cahaya ke mata Anda?

Apa jadinya, jika telinga Anda menyampaikan informasi pendengaran dari seluruh suara yang terdengar saat ini, dari yang dekat sampai yang jauh, dengan intensitas yang sama? Anda bisa gila!

Di sinilah, KEBESARAN TUHAN itu. Panca indera kita merekam informasi JAUH... JAUH.. JAUH lebih banyak dari apa yang bisa disadari oleh pikiran kita. Dan nanti, kita semua harus mempertanggungjawabkannya, sampai sedetil-detilnya.

Apa bedanya status dan note, jika keduanya lebih dari 420 karakter? Disinilah, pengaruh hipnotik dari sebuah status. Ia MEMBOLEHKAN Anda memberi makna.

Begitu pula kerja hypnosis, sebuah proses, di mana klien berfokus pada TELINGA di latar depan, dan mengembangkan sendiri MATA dan RASA-nya di latar belakang. Dengan telinganya, ia SANGAT SADAR, dan dengan sisanya ia TIDAK SADAR akan dunia luar (technically, once again please...).

Sang TELINGA berfokus pada "dunia luar" alias SADAR, dan MATA serta RASA fokus pada "dunia dalam", sehingga TIDAK SADAR pada "dunia luar". Sederhana sekali kan?

Hati nurani dan keyakinan dasarnya, TAK PERNAH lalai dan selalu SADAR dan tetap menjadi panglima yang menentukan (kalo ini barulah morality and spirituality awareness). Itu sebabnya, ada orang jenius tapi tak beriman. Sebab konon, letaknya memang bukan di kepala!

Maka ditanyalah ia, "tidakkah kamu berpikir? dan bukankah dulu jiwamu pernah teken kontrak?" Dan ia, harus menjawabnya dengan spirituality awareness, morality awareness, dan sekaligus dengan sensory awareness.

Bersyukurlah! Konsep "pikiran bawah sadar" dan "alam bawah sadar" justru mengayakan dan makin memberdayakan hidup Anda! Dengannya, Anda bisa lebih baik menata informasi di otak Anda!

Dengannya Anda bisa lebih baik dalam memahami dan menata MASA LALU Anda.
Dengannya Anda bisa lebih baik dalam memahami dan menata SAAT INI Anda.
Dengannya Anda bisa lebih baik dalam memahami dan menata MASA DEPAN Anda.

Dan dengannya, Anda bisa lebih baik menata REALITAS KEHIDUPAN Anda!

"Manfaat Hypnosis Untuk Diri Sendiri" - http://goo.gl/I1eoe

Semoga bermanfaat.

Ikhwan Sopa
Master Trainer E.D.A.N.
Penulis Buku "Manajemen Pikiran Dan Perasaan"