Catatan Akhir Tahun: Apa Kabar Resolusi 2010?


Dear all, berikut ini saya sharing kabar tentang Resolusi 2010 saya.

Terkait dengan fenomena resolusi ini, di awal 2010, saya membuatkan sebuah grup di Facebook dengan judul "Resolution's Thing". Grup ini dibentuk dengan tujuan untuk kita bersama-sama menjaga resolusi masing-masing. Dalam kenyataannya, interaksi ini berjalan kurang mulus, namun demikian beberapa sahabat sangat antusias.

Kini memasuki 2011, sahabat bisa bergabung di grup tersebut dan membuat thread sahabat sendiri dengan format "Resolusi 2011: Nama_Anda" - http://www.facebook.com/group.php?gid=232464308961 - Saya sendiri sudah membuat thread pribadi saya, tapi belum kepikiran isinya. Ada di sini - http://www.facebook.com/topic.php?uid=232464308961&topic=14903 - Semoga dalam waktu dekat saya segera mendapat inspirasi dan tantangan.

Tantangan? Ya, tepat sekali. Bagi saya yang cenderung ingin hidup selalu bebas dan merdeka, tak punya resolusi sepertinya cukup berbahaya.

Bagaimana dengan resolusi saya 2010 itu? Saya tuangkan semua itu di grup di atas dengan link ini - http://www.facebook.com/topic.php?uid=232464308961&topic=11430 - Berikut ini adalah list dan sekaligus reviewnya:

1. Getting closer and more closer to my God.
2. Having more time with my family.
3. Be good in English.
4. Write at least one book on personal development.
5. More active on Twitter.
6. Sharping the saw: Hypnosis/Hypnotherapy.
7. Terjun sekali lagi di dunia MLM

1. Getting closer and more closer to my God.

Dari semua resolusi saya, yang satu ini adalah yang paling berat saya jalankan. Di bulan-bulan awal, saya menggeber begitu rupa perjalanan spiritual saya. Dengan itu saya bisa melakukan beberapa ritual yang sangat bernilai seperti sholat dhuha dan tahajjud, sholat lima waktu di masjid, bersedekah, menyantuni anak yatim dan sebagainya. Tentu saja, yang wajib juga saya usahakan untuk lebih intens dan khusyuk. Saya bahkan mendorong diri saya untuk "berlomba" dengan muadzin resmi di masjid, yang berdampak pada "perseteruan" memperebutkan mikropon. Ha...ha...ha...

Memasuki waktu setelah lebaran Idul Fitri, entah oleh sebab apa, segalanya cenderung mengendur. Mungkin ini bawaan penyakit lama, yang setelah digenjot selama puasa, lalu setelah lebaran mengendur. Apa yang wajib adalah tetap wajib saya laksanakan, namun demikian segala yang punya nilai plus seperti sholat dhuha, tahajjud, dan melaksanakannya di masjid itulah yang compang-camping. Baru beberapa minggu ini saja, saya aktif lagi dengan dhuha dan tahajjud. Puasa sunnah? Boro-boro! Duh...

Mau tidak mau, poin ini harus menjadi Resolusi 2011. Bahkan harus dengan massive action.

2. Having more time with my family.

I've done it! Berkantor di rumah dan berkantor di FB ternyata sangat memungkinkan saya melakukannya. Saya bisa mengantar anak-anak ke sekolah, menjemput mereka, menemani mereka berenang, dan membawa mereka berakhir pekan. Bersamaan dengan aktivitas "mengamen" untuk kepentingan masa depan dan mengepulkan asap dapur, saya tetap bisa melaksanakannya. Saya ke kantor offline alias kantor fisik di Aminta Plaza sana, hanya sebulan satu atau dua kali saja. Jika ada administrasi yang harus diurus atau jika harus membayar gaji karyawan.

3. Be good in English.

Secara teknis, yang satu ini gagal total, sebab awalnya cita-cita saya adalah mendapatkan coaching Bahasa Inggris berkecepatan tinggi. Bisa was wis wus dalam beberapa minggu atau beberapa bulan. Baru sebulan yang lalu, saya mendapatkan informasi, bahwa ada coach yang bisa melakukannya. Well, mungkin saya perlu bertemu dengannya di 2011. Lebih dari itu, saya mengkompensasinya dengan membaca sebanyak mungkin buku-buku berbahasa Ingrris. Hanya sedikit progres yang saya dapatkan.

4. Write at least one book on personal development.

I've done it !!!

Buku itu berjudul "Manajemen Pikiran Dan Perasaan", sudah masuk penerbit dan menunggu approval. Apapun yang terjadi, saya akan menerbitkannya.

Memulai menulis, khususnya buku, adalah tantangan yang sangat unik. Mau tau caranya bagaimana saya bisa menembus kendala? Hingga saya "berhasil" memulainya di bulan september 2010 dan menyelesaikannya di bulan oktober 2010?

Ketika saya merasakan betapa sulit memulai menulis buku, dan hanya berhasil menulis note-note atau posting blog yang pendek-pendek, saya menyadari betapa berbedanya menulis buku dari menulis artikel pendek. Saya mencari cara, dan saya menemukannya.

Di suatu malam, saya tetapkan bahwa untuk sementara, saya perlu meletakkan label motivator, pembicara, dan trainer, lalu menggeser diri menjadi seorang penulis - kalo perlu penulis yang hebat luar biasa. Saya menyadari, bahwa selama ini, saya menomorduakan menulis buku dan tetap menomorsatukan motivator, pembicara, dan trainer. Saya menomorduakan penulis dan menomorsatukan motivator, pembicara, dan trainer. Siapa yang saya nomorduakan? Saya sendiri! Saya lalu mengganti state dengan menomorsatukan posisi sebagai penulis. Hasilnya?

Saya menulis buku "Manajemen Pikiran Dan Perasaan" setebal 200-an halaman dengan 200-an literatur daftar pustaka dalam waktu kurang lebih sebulan. Dalam prosesnya, judul buku itu sempat berubah beberapa kali, dan begitu pula isinya mengalami beberapa kali perombakan. Sebabnya adalah, "keracunan" ide-ide dari beberapa pakar dan guru yang saya sambangi untuk belajar.

Buku itu sudah masuk penerbit sekarang, dan menunggu approval. Sampai kemarin malam, beberapa sahabat menawarkan alternatif. Namun bagi saya, resolusi saya pada intinya telah tercapai di bulan Oktober kemarin. Kini saya mematok hal baru, begitu buku itu terbit, perjalanan baru saja dimulai.

Seorang sahabat, baru saja menawarkan untuk menterjemahkan buku itu ke dalam bentuk talking book untuk para tunanetra, saya berharap sekalian juga dalam bentuk huruf braille. Dahsyaaat! Saya setuju sekali.

Beberapa training terkait buku itu, malah sudah dilaksanakan.

Anyway, sahabat tunggu dan beli bukunya ya, ha...ha...ha...

5. More active on Twitter.

Saya membuat dua akun twitter, satu di sini - http://twitter.com/ikhwansopa - dan satu lagi di sini - http://twitter.com/Pembicara - Jujur saja, saya langsung bosan! Mungkin karena saya tipe manusia yang sangat visual.

6. Sharping the saw: Hypnosis/Hypnotherapy.

Resolusi ini salah satu yang paling menantang buat saya. Selama ini, saya cenderung mengalirkan saja skill di bidang ini. Praktek hypnosis dan hypnotherapy hanya saya lakukan berdasarkan pesanan atau jika ada yang meminta di tengah sesi training.

Tahun ini, alhamdulillah saya menyabet posisi sebagai instruktur bersertifikat untuk hypnosis dan hypnotherapy. Langkah berikutnya adalah mengaktivasi dan mengasah skill-nya.

Tanggal 11-12 Desember yang lalu, kami menggelar training uji coba untuk "Fundamental Hypnosis, Stage Hypnosis, dan Hypnotherapy". Pesertanya lumayan ada 47 orang. Tanggal 8-9 Januari mendatang, kami menggelar gelombang terakhir untuk training ini. Dan pesertanya membludak! Sampai sekarang sudah positif 137 peserta, dan cukup banyak yang tak kebagian seat. Dalam hal ini saya memohon maaf yang sebesar-besarnya, kepada sahabat yang tak kebagian kali ini.

Sebenarnya, saya merencanakan training uji coba ini hanya dua kali, namun sepertinya perlu saya timbang ulang, namun saya tidak bisa berjanji. Kalo sahabat mau melongok eventnya, silahkan kemari - http://goo.gl/htWv7 - tapi mohon maaf pendaftaran untuk gelombang kedua ini sudah ditutup. Sahabat tetap bisa bergabung di grupnya di sini - http://goo.gl/APval

Untuk 2011, rencana saya dengan QA Communication dan E.D.A.N. adalah menggelar training sertifikasi untuk hypnotist dan hypnotherapy dengan sertifikat ganda, yaitu CH dan CHt versi E.D.A.N. plus CH dan CHt versi Indonesian Board Of Hypnotherapy (IBH).

7. Terjun sekali lagi di dunia MLM

Resolusi ini muncul oleh sejarah panjang perjalanan saya di dunia MLM yang sampai detik ini, belum pernah masuk kategori berhasil. Saya resolusikan di 2010 dalam rangka untuk menjalani "perjuangan terakhir". Artinya, jika saya gagal juga di tahun 2010 lalu, maka saya akan berhenti dan melupakannya.

Dan saya, gagal jauh lebih cepat!

Bulan Februari, resolusi itu bahkan saya drop dari list saya. Perjuangan panjang dan niatan untuk melakukan perjuangan terakhir dalam bidang ini, membuat saya melakukan riset mendalam. Dan kesimpulannya, saya memang tidak cocok di dunia MLM ini. Alasan saya adalah soal spiritual - (mohon maaf jika Anda adalah pelaku MLM, it's ok). Saya hanya tidak sreg dengan ketentuan "dua kontrak di dalam satu akad". Itu saja.

Menilik sejarah, saya sendiri memang sudah mengikuti puluhan jenis MLM dan tak satupun yang memberhasilkan saya. So, akhirnya saya menetapkan bahwa saya telah meninggalkan dunia MLM dalam konteks sebagai pelaku atau pemain. Sebagai motivator, trainer, coach, dan pembicara saya tetap membuka diri. Selama 2010 saya tetap menghadiri undangan untuk berbicara dan menyemangati mereka yang terjun ke dunia MLM. Begitu pula, secara pribadi saya tetap membantu sahabat para pemain atau pelaku dunia MLM dengan segala kemampuan yang ada pada saya. Pilihan saya adalah pilihan pribadi dan tetap harus bersifat subyektif bagi pribadi saya, tapi harus tetap obyektif bagi profesi dan peran sumbangsih saya.

So sahabat, apa kabar resolusi 2010-mu? Bagaimana dengan 2011?

Tuangkan resolusimu di sini - http://goo.gl/wzaXW

Selamat tahun baru 2011.
Semoga kita semua makin sukses, bahagia, sehat, dan sejahtera.
You are the winner!

Ikhwan Sopa
Master Trainer E.D.A.N.
QA Communication
Hypno-E.D.A.N. - School Of Mind