Bagaimana Kita Telah Membangun Hidup Kita

Dear all, kita mungkin kurang menyadari, bahwa selama ini, diri kita sendirilah yang telah membangun realitas, kehidupan, dan dunia kita sejak kecil hingga hari ini. Bagaimana itu bisa terjadi?

Selama ini, kita telah melatih otak kita dalam memproses segala informasi yang datang ke dalam kehidupan kita, dan hasil dari latihan itu adalah proses kerja otak kita yang memiliki pola-pola tertentu. Pola-pola itu, disebut dengan meta program. Meta program adalah hal terpenting yang selama ini telah menjadikan diri kita sebagaimana diri kita yang hari ini. Meta program adalah "saya".

Memahami meta program diri sendiri, akan sangat menguntungkan.

Untuk kepentingan masa depan, meta program diri sendiri dapat digeser dan dilatih menjadi lebih fleksibel, hingga kita bisa mengkreasi kehidupan yang makin kaya dan dinamis.

Untuk kepentingan praktis masa sekarang, puncak performa dapat kita capai dengan menjadikan meta program sebagai strategi utama dalam mengkreasi kehidupan, sehingga kita bisa mencapai kehidupan yang sesuai harapan dengan lebih efektif dan efisien.

Berikut ini adalah ringkasan meta program ala NLP, LAB Profile, dan iWAM (Inventory for Work Attitude & Motivation). Reviewlah seluruh kehidupan kita selama ini dengannya, dan kembangkanlah fleksibilitas untuk masa depan yang lebih baik.

1. LEVEL TINDAKAN

a. Apakah kita bertindak pro aktif, atau
b. Reaktif.

Bagi kita yang meta programnya adalah pro aktif, kecepatan adalah utama. Bagi kita yang meta programnya reaktif, kepastian alias risiko yang kecil adalah utama.

2. PRIORITAS DAN FOKUS

a. Apakah kita termasuk orang yang berorientasi pada sasaran, atau
b. Kita termasuk orang yang berorientasi pada masalah.

Kita yang berorientasi pada sasaran adalah orang yang meta programnya toward (menuju). Kita yang berorientasi pada masalah, adalah orang yang meta programnya away (menghindar).

3. PENGAMBILAN KEPUTUSAN

a. Apakah kita orang yang mengambil keputusan dengan referensi eksternal, atau
b. Mengambil keputusan dengan referensi internal.

Kita yang meta programnya eksternal, adalah orang yang cenderung berkata "mereka benar". Kita yang meta programnya internal, cenderung berkata "saya tahu yang saya mau".

4. PROSEDUR DAN PILIHAN

a. Apakah kita cenderung mengikuti prosedur, atau
b. Cenderung membangun alternatif.

Kedua meta program ini sangat berpengaruh pada sikap kita terhadap tugas dan pekerjaan.

5. SUDUT PANDANG

a. Apakah kita cenderung memandang sesuatu dalam gambaran besar, atau
b. Kita lebih cenderung memperhatikan detil.

6. BAHASA TUBUH

a. Apakah kita termasuk orang yang lebih banyak dan lebih nyaman berkomunikasi secara verbal, atau
b. Lebih banyak dan lebih nyaman berkomunikasi secara non verbal.

7. KONTAK SOSIAL

a. Apakah kita lebih menyukai bekerja dan menjalani profesi secara individual, atau
b. Lebih menyukai kerja secara berkelompok.

8. DISTRIBUSI TANGGUNG JAWAB

a. Apakah kita cenderung mengambil tanggung jawab secara pribadi, atau
b. Kita lebih suka membagi dan sharing tanggung jawab.

9. SIKLUS KERJA

a. Apakah kita cenderung memilih karir dengan siklus kerja yang berubah dengan cepat, atau
b. Kita lebih menyukai siklus kerja yang stabil dan tetap untuk jangka waktu yang lama.

10. MOTIVASI DASAR

a. Apakah motivasi kita adalah power atau kekuatan, atau
b. Popularitas, atau
c. Unjuk Kerja.

11. PENDEKATAN KERJA

a. Apakah kita bekerja dengan orientasi kegunaan, atau
b. Konsep, atau
c. Struktur.

12. ORIENTASI WAKTU

a. Apakah kita cenderung berorientasi ke masa depan, atau
b. Ke masa lalu.

13. ATURAN DAN KESEPAKATAN

a. Apakah kita selama ini telah mengembangkan sikap hidup asertif (self assessment - mandiri), atau
b. Indifference atau netral, atau
c. Complacency atau memuaskan diri sendiri, atau
d. Toleran.

14. CARA MEYAKINKAN

a. Apakah kita selama ini lebih teryakinkan dengan melihat, atau
b. Mendengar, atau
c. Membaca, atau
d. Melakukan.

15. PROSES MEYAKINKAN

a. Apakah kita selama ini bisa teryakinkan lewat proses yang otomatis, atau
b. Lewat proses yang konsisten, atau
c. Lewat berbagai contoh, atau
d. Melewati jangka waktu tertentu.

16. PRIORITAS LINGKUNGAN

a. Apakah kita menekankan prioritas pada orang, atau
b. Alat, atau
c. Sistem, atau
d. Informasi, atau
e. Uang, atau
f. Lokasi, atau
g. Timing, atau
h. Tindakan.

Selamat mereview kehidupan kita, dan selamat membangun kehidupan yang makin baik, kaya, bahagia, dan sejahtera. Semoga bermanfaat.

Tetap semangaaat!!!

Ikhwan Sopa
Master Trainer E.D.A.N.
QA Communication - School Of Motivational Communication
Hypno-E.D.A.N. - School Of Mind
Penulis buku "Manajemen Pikiran Dan Perasaan"

Catatan Awal Tahun: Memulai 2011


Memulai 2011 (1):

"Insanity is doing the same thing over and over again and expecting different results."
Albert Einstein - Rita Mae Brown

Memulai 2011 (2):

"Belajar" adalah melakukan hal yang sama dengan cara berbeda.

"Hal yang sama" adalah apa-apa yang pernah atau telah dihadapi, ditemui, dijalani, atau dilakukan sebelumnya.

Apa yang pernah sekali kita lakukan adalah "hal yang sama".
Apa yang telah menjadi rutinitas kita selama ini adalah juga "hal yang sama".

Di dalam etika, tata cara, petunjuk kerja, prosedur, dan job description, selalu ada ruang untuk kreatifitas.

Memulai 2011 (3):

Untuk apapun yang kita belum pernah melakukannya, alias apapun yang bukan hal yang sama, mereka menemukan kata ini:

JUST DO IT

Memulai 2011 (4):

"Just Do It" belumlah belajar. Just do it hanya sekedar just do it, dan ia di perlukan sebagai sarana menciptakan pembanding, dan pembanding terbaik adalah diri sendiri, sebab setiap kita bersaing dengan diri sendiri.

Memulai 2011 (5):

Dan pembanding diperlukan, sebab esensi "belajar" adalah perubahan dan perbedaan. Adalah berbeda antara "belum bisa" dan "sudah bisa". Adalah berbeda antara "belum tahu" dan "sudah tahu".

Proses yang menjembatani "perbedaan" disebut "perubahan".

Memulai 2011 (6):

Bersegeralah menciptakan "pembanding". Bersainglah dengan diri sendiri. Mari "belajar".

JUST DO IT !!!

Memulai 2011 (7):

Sebab,

Cara terbaik untuk meningkatkan keyakinan, adalah "bertindak".

Semoga bermanfaat.

Ikhwan Sopa
Master Trainer E.D.A.N.
QA Communication - School Of Motivational Communication
Hypno-E.D.A.N. - School Of Mind
Penulis buku "Manajemen Pikiran Dan Perasaan"

Catatan Akhir Tahun: Apa Kabar Resolusi 2010?


Dear all, berikut ini saya sharing kabar tentang Resolusi 2010 saya.

Terkait dengan fenomena resolusi ini, di awal 2010, saya membuatkan sebuah grup di Facebook dengan judul "Resolution's Thing". Grup ini dibentuk dengan tujuan untuk kita bersama-sama menjaga resolusi masing-masing. Dalam kenyataannya, interaksi ini berjalan kurang mulus, namun demikian beberapa sahabat sangat antusias.

Kini memasuki 2011, sahabat bisa bergabung di grup tersebut dan membuat thread sahabat sendiri dengan format "Resolusi 2011: Nama_Anda" - http://www.facebook.com/group.php?gid=232464308961 - Saya sendiri sudah membuat thread pribadi saya, tapi belum kepikiran isinya. Ada di sini - http://www.facebook.com/topic.php?uid=232464308961&topic=14903 - Semoga dalam waktu dekat saya segera mendapat inspirasi dan tantangan.

Tantangan? Ya, tepat sekali. Bagi saya yang cenderung ingin hidup selalu bebas dan merdeka, tak punya resolusi sepertinya cukup berbahaya.

Bagaimana dengan resolusi saya 2010 itu? Saya tuangkan semua itu di grup di atas dengan link ini - http://www.facebook.com/topic.php?uid=232464308961&topic=11430 - Berikut ini adalah list dan sekaligus reviewnya:

1. Getting closer and more closer to my God.
2. Having more time with my family.
3. Be good in English.
4. Write at least one book on personal development.
5. More active on Twitter.
6. Sharping the saw: Hypnosis/Hypnotherapy.
7. Terjun sekali lagi di dunia MLM

1. Getting closer and more closer to my God.

Dari semua resolusi saya, yang satu ini adalah yang paling berat saya jalankan. Di bulan-bulan awal, saya menggeber begitu rupa perjalanan spiritual saya. Dengan itu saya bisa melakukan beberapa ritual yang sangat bernilai seperti sholat dhuha dan tahajjud, sholat lima waktu di masjid, bersedekah, menyantuni anak yatim dan sebagainya. Tentu saja, yang wajib juga saya usahakan untuk lebih intens dan khusyuk. Saya bahkan mendorong diri saya untuk "berlomba" dengan muadzin resmi di masjid, yang berdampak pada "perseteruan" memperebutkan mikropon. Ha...ha...ha...

Memasuki waktu setelah lebaran Idul Fitri, entah oleh sebab apa, segalanya cenderung mengendur. Mungkin ini bawaan penyakit lama, yang setelah digenjot selama puasa, lalu setelah lebaran mengendur. Apa yang wajib adalah tetap wajib saya laksanakan, namun demikian segala yang punya nilai plus seperti sholat dhuha, tahajjud, dan melaksanakannya di masjid itulah yang compang-camping. Baru beberapa minggu ini saja, saya aktif lagi dengan dhuha dan tahajjud. Puasa sunnah? Boro-boro! Duh...

Mau tidak mau, poin ini harus menjadi Resolusi 2011. Bahkan harus dengan massive action.

2. Having more time with my family.

I've done it! Berkantor di rumah dan berkantor di FB ternyata sangat memungkinkan saya melakukannya. Saya bisa mengantar anak-anak ke sekolah, menjemput mereka, menemani mereka berenang, dan membawa mereka berakhir pekan. Bersamaan dengan aktivitas "mengamen" untuk kepentingan masa depan dan mengepulkan asap dapur, saya tetap bisa melaksanakannya. Saya ke kantor offline alias kantor fisik di Aminta Plaza sana, hanya sebulan satu atau dua kali saja. Jika ada administrasi yang harus diurus atau jika harus membayar gaji karyawan.

3. Be good in English.

Secara teknis, yang satu ini gagal total, sebab awalnya cita-cita saya adalah mendapatkan coaching Bahasa Inggris berkecepatan tinggi. Bisa was wis wus dalam beberapa minggu atau beberapa bulan. Baru sebulan yang lalu, saya mendapatkan informasi, bahwa ada coach yang bisa melakukannya. Well, mungkin saya perlu bertemu dengannya di 2011. Lebih dari itu, saya mengkompensasinya dengan membaca sebanyak mungkin buku-buku berbahasa Ingrris. Hanya sedikit progres yang saya dapatkan.

4. Write at least one book on personal development.

I've done it !!!

Buku itu berjudul "Manajemen Pikiran Dan Perasaan", sudah masuk penerbit dan menunggu approval. Apapun yang terjadi, saya akan menerbitkannya.

Memulai menulis, khususnya buku, adalah tantangan yang sangat unik. Mau tau caranya bagaimana saya bisa menembus kendala? Hingga saya "berhasil" memulainya di bulan september 2010 dan menyelesaikannya di bulan oktober 2010?

Ketika saya merasakan betapa sulit memulai menulis buku, dan hanya berhasil menulis note-note atau posting blog yang pendek-pendek, saya menyadari betapa berbedanya menulis buku dari menulis artikel pendek. Saya mencari cara, dan saya menemukannya.

Di suatu malam, saya tetapkan bahwa untuk sementara, saya perlu meletakkan label motivator, pembicara, dan trainer, lalu menggeser diri menjadi seorang penulis - kalo perlu penulis yang hebat luar biasa. Saya menyadari, bahwa selama ini, saya menomorduakan menulis buku dan tetap menomorsatukan motivator, pembicara, dan trainer. Saya menomorduakan penulis dan menomorsatukan motivator, pembicara, dan trainer. Siapa yang saya nomorduakan? Saya sendiri! Saya lalu mengganti state dengan menomorsatukan posisi sebagai penulis. Hasilnya?

Saya menulis buku "Manajemen Pikiran Dan Perasaan" setebal 200-an halaman dengan 200-an literatur daftar pustaka dalam waktu kurang lebih sebulan. Dalam prosesnya, judul buku itu sempat berubah beberapa kali, dan begitu pula isinya mengalami beberapa kali perombakan. Sebabnya adalah, "keracunan" ide-ide dari beberapa pakar dan guru yang saya sambangi untuk belajar.

Buku itu sudah masuk penerbit sekarang, dan menunggu approval. Sampai kemarin malam, beberapa sahabat menawarkan alternatif. Namun bagi saya, resolusi saya pada intinya telah tercapai di bulan Oktober kemarin. Kini saya mematok hal baru, begitu buku itu terbit, perjalanan baru saja dimulai.

Seorang sahabat, baru saja menawarkan untuk menterjemahkan buku itu ke dalam bentuk talking book untuk para tunanetra, saya berharap sekalian juga dalam bentuk huruf braille. Dahsyaaat! Saya setuju sekali.

Beberapa training terkait buku itu, malah sudah dilaksanakan.

Anyway, sahabat tunggu dan beli bukunya ya, ha...ha...ha...

5. More active on Twitter.

Saya membuat dua akun twitter, satu di sini - http://twitter.com/ikhwansopa - dan satu lagi di sini - http://twitter.com/Pembicara - Jujur saja, saya langsung bosan! Mungkin karena saya tipe manusia yang sangat visual.

6. Sharping the saw: Hypnosis/Hypnotherapy.

Resolusi ini salah satu yang paling menantang buat saya. Selama ini, saya cenderung mengalirkan saja skill di bidang ini. Praktek hypnosis dan hypnotherapy hanya saya lakukan berdasarkan pesanan atau jika ada yang meminta di tengah sesi training.

Tahun ini, alhamdulillah saya menyabet posisi sebagai instruktur bersertifikat untuk hypnosis dan hypnotherapy. Langkah berikutnya adalah mengaktivasi dan mengasah skill-nya.

Tanggal 11-12 Desember yang lalu, kami menggelar training uji coba untuk "Fundamental Hypnosis, Stage Hypnosis, dan Hypnotherapy". Pesertanya lumayan ada 47 orang. Tanggal 8-9 Januari mendatang, kami menggelar gelombang terakhir untuk training ini. Dan pesertanya membludak! Sampai sekarang sudah positif 137 peserta, dan cukup banyak yang tak kebagian seat. Dalam hal ini saya memohon maaf yang sebesar-besarnya, kepada sahabat yang tak kebagian kali ini.

Sebenarnya, saya merencanakan training uji coba ini hanya dua kali, namun sepertinya perlu saya timbang ulang, namun saya tidak bisa berjanji. Kalo sahabat mau melongok eventnya, silahkan kemari - http://goo.gl/htWv7 - tapi mohon maaf pendaftaran untuk gelombang kedua ini sudah ditutup. Sahabat tetap bisa bergabung di grupnya di sini - http://goo.gl/APval

Untuk 2011, rencana saya dengan QA Communication dan E.D.A.N. adalah menggelar training sertifikasi untuk hypnotist dan hypnotherapy dengan sertifikat ganda, yaitu CH dan CHt versi E.D.A.N. plus CH dan CHt versi Indonesian Board Of Hypnotherapy (IBH).

7. Terjun sekali lagi di dunia MLM

Resolusi ini muncul oleh sejarah panjang perjalanan saya di dunia MLM yang sampai detik ini, belum pernah masuk kategori berhasil. Saya resolusikan di 2010 dalam rangka untuk menjalani "perjuangan terakhir". Artinya, jika saya gagal juga di tahun 2010 lalu, maka saya akan berhenti dan melupakannya.

Dan saya, gagal jauh lebih cepat!

Bulan Februari, resolusi itu bahkan saya drop dari list saya. Perjuangan panjang dan niatan untuk melakukan perjuangan terakhir dalam bidang ini, membuat saya melakukan riset mendalam. Dan kesimpulannya, saya memang tidak cocok di dunia MLM ini. Alasan saya adalah soal spiritual - (mohon maaf jika Anda adalah pelaku MLM, it's ok). Saya hanya tidak sreg dengan ketentuan "dua kontrak di dalam satu akad". Itu saja.

Menilik sejarah, saya sendiri memang sudah mengikuti puluhan jenis MLM dan tak satupun yang memberhasilkan saya. So, akhirnya saya menetapkan bahwa saya telah meninggalkan dunia MLM dalam konteks sebagai pelaku atau pemain. Sebagai motivator, trainer, coach, dan pembicara saya tetap membuka diri. Selama 2010 saya tetap menghadiri undangan untuk berbicara dan menyemangati mereka yang terjun ke dunia MLM. Begitu pula, secara pribadi saya tetap membantu sahabat para pemain atau pelaku dunia MLM dengan segala kemampuan yang ada pada saya. Pilihan saya adalah pilihan pribadi dan tetap harus bersifat subyektif bagi pribadi saya, tapi harus tetap obyektif bagi profesi dan peran sumbangsih saya.

So sahabat, apa kabar resolusi 2010-mu? Bagaimana dengan 2011?

Tuangkan resolusimu di sini - http://goo.gl/wzaXW

Selamat tahun baru 2011.
Semoga kita semua makin sukses, bahagia, sehat, dan sejahtera.
You are the winner!

Ikhwan Sopa
Master Trainer E.D.A.N.
QA Communication
Hypno-E.D.A.N. - School Of Mind