Idealisme


1. Jika keadaan diri pribadi, keluarga, masyarakat, dan bangsa ini belumlah se-ideal yang kita inginkan, bukankah itu justru mempertegas bahwa "idealisme"-lah yang sesungguhnya memang kita butuhkan?

2. Lawan dari "idealisme" adalah "materialisme". Lucunya, mereka yang secara materi pas-pasan, malah cenderung memiliki kekayaan "idealisme" yang berlimpah. Dan ketika sebagian orang berkata, "justru karena bersikap ideal itulah mereka menjadi pas-pasan," mereka yang berkata ini justru sedang terjebak mempertentangkan "idealisme" dan "realisme".

3. Maka ada baiknya, mari kita lihat secara "realistik" apa yang sedang terjadi pada bangsa ini; kejatuhan.

4. Dari sudut olah rasa dan olah pikir, dari kacamata neurological level, bangsa ini sedang beroperasi di dua tingkat yang paling rendah, yaitu "lingkungan" dan "perilaku" - Menyedihkan, menyedihkan.

5. Dan jika saya sok ngomong gede tentang bangsa, ketimbang sibuk dengan urusan pribadi, saya hanya meyakini ini: "Kita tidak bisa mencapai segala cita-cita dengan sendirian."

6. Bukankah bangsa ini adalah sebuah "teamwork" besar yang mestinya "bekerjasama" dan bukan cuma "bekerja sama-sama" atau "sama-sama bekerja"? - Apa yang perlu diyakini dan dipegang, adalah apa yang lebih besar dari kepentingan pribadi dan golongan. Sekali lagi; idealisme.

He...he...he... ada yang komen, "borongan neh Pak?". Thanks sahabat, ini cuma cerminan betapa semua ini sudah begitu memprihatinkan. Masih untung saya belum sampai ke tingkat "speechless". Jika kita sudah sampai di tingkat terakhir ini, dijamin saya juga bakal masuk ke "ignorance".

Ikhwan Sopa
http://milis-bicara.blogspot.com