E.D.A.N. Train Of Trainer - Batch 2 - Jakarta


TRAINING FOR TRAINERS
Angkatan 2 - Jakarta


Training Khusus untuk Para Trainer dan Calon Trainer
Lejitkan Potensi Para Trainer Anda
Roketkan Training Skill Anda
Jadikan Training Anda Istimewa dan Tak Terlupakan

WAKTU:

Senin - Jumat
28 Juni - 02 Juli 2010 (lima hari training)
08-00 - 19.00 WIB setiap hari

TEMPAT:

Hotel Grand Kemang
Jakarta Selatan

TRAINER/FASILITATOR:

1. Ikhwan Sopa
Master Trainer E.D.A.N.
Energy - Dignity - Anticipate - Nothing To Lose

2. Assue Kevin
Master Trainer B.M.S
Brain Model Strategy

MATERI:

Hari 1 - "The Trainee"

- Memahami Seluk Beluk Trainee
- Human Brain Works
- Brain Model Strategy
- Learning State
- Trainee's State
- Learning Styles
- VAKOG Inventory
- Eye Accessing Cues
- Johari Window
- Gordon's Competence Model
- Mind Mapping
- Kolb's Learning Styles

Hari 2 - "The Training Business"

- Menyelami dunia training
- Training/Trainer/Personal Branding
- Training Marketing
- Training Design
- Training Need Analysis
- Rundown Creation
- Instructional Design

Hari 3 - "The Trainer"

- Awakening a trainer
- Stretched Trainer
- Brain Model Strategy
- Trainer's State
- Relaxation
- Yoga Centering
- Rapporting
- Trust Building
- Meta Model
- Milton Model
- Socratic Questioning
- Metaphoric Reasoning
- Self Confidence And Self Mastery
- "Mind To Muscle" Method Creation
- The "Jackie Chan" Trainer

Hari 4 - "The Training Delivery"

- Games And Activity Generation
- Hypnotic Training Design And Delivery
- Class And Audience Handling And Management
- Charismatic Training Delivery
- Delivery Anchors
- Lecture, Discussion, Role Play, Group, Dyad Methods
- Spatial Anchors
- Outcome Generation
- Testimonies Generation
- Creating Ground Rules
- Creativity Generation
- Storytelling
- 9 Steps Instructional Technique
- Teaching Theory
- Power Framing / Re-Framing
- Body Language
- Yes Factor and Wow Effect
- Persuasion Technique
- Motivational Communication
- Presentation Skill
- Hypnotic Presentation
- Presentation Anchoring

Hari 5 - "The Trainer's Day"

- Your day!

INVESTASI:

Rp 5.000.000,- per person

Include:

- Menginap 4 (empat) malam di Hotel Grand Kemang
- Check in: Senin, 28 Juni 2010, pukul 14.00 WIB
- Check out: Jumat, 02 Juli 2010, pukul 13.00 WIB
- Lunch selama training
- Coffe break 2x sehari selama training
- Event Certificate

PENDAFTARAN:

Offline:
0858-78200077
0852-61190507
0813-18296400
021-70096855
021-7661348 (jam kerja)

Online:
http://milis-bicara.blogspot.com/2008/07/motivasi.html

Daftarkan diri Anda segera !!!

QA COMMUNICATION
School of Motivational Communication
Your Motivation, Communication, Leadership Solution
Aminta Plaza, 7th Floor, Suite 704, Jl. TB Simatupang Kav 10, Jakarta Selatan

Menguatkan Pilihan

Sahabat, untuk menguatkan pilihan, mari kita renungkan yang berikut ini:

"Memilih" adalah "mengharuskan" akal dan pikiran. Sebab, kita adalah pemilik yang diberi kuasa atas akal dan pikiran. Bukan sebaliknya.

To "choose" is to impose "must" to our mind, since we are the owner of the mind, not the other way.

Tetap semangaaat !!!

Ikhwan Sopa
Master Trainer E.D.A.N.
http://milis-bicara.blogspot.com
http://www.facebook.com/pages/Ikhwan-Sopa/121846967848694
http://www.facebook.com/Motivasi.Komunikasi.Leadership

Mengapa Harus Mencintai Profesi Dan Pekerjaan?


Sahabat, semoga engkau dalam keadaan berbahagia dan sejahtera di dalam kreatifitas profesi dan pekerjaan yang "menghanyutkan".

Berikut ini adalah sebuah inspirasi yang muncul dari sebuah diskusi kecil di wall FB saya. Tentang kebahagiaan. Tentang berbagai teori tentang kebahagiaan. Dan kini, saya sharing inspirasinya tentang kebahagiaan di dunia nyata, yaitu dunia profesi dan pekerjaan kita.

Mari kita mulai dengan Mihály Csíkszentmihályi dan Martin Seligman yang memperkenalkan "positive psychology" dan konsep "authentic happiness" (kebahagiaan yang orisinal). Dua pakar psikologi ini berontak dari kebiasaan lama di dunia psikologi yang memandang bahwa psikologi hanya berhubungan dengan "mental illness".

Keduanya mengusung pandangan bahwa psikologi semestinya juga bisa dimanfaatkan untuk hal-hal yang lebih positif, yaitu terkait dengan mereka yang sehat jiwanya sehingga bisa memaksimalkan potensi pengembangan dirinya.

Salah satu konsep penting yang diperkenalkan oleh keduanya adalah tentang "flow", yaitu sebuah fenomena mental yang erat hubunganya dengan "kebahagiaan".

"Flow is the mental state of operation in which a person in an activity is fully immersed in a feeling of energized focus, full involvement, and success in the process of the activity."
-Wikipedia-

Flow adalah sebuah keadaan mental di mana seseorang di dalam aktivitasnya sangat tenggelam di dalam perasaan yang sangat fokus, terlibat penuh, dan merasa berhasil di dalam proses aktivitasnya itu.

Menurut mereka berdua, ciri-ciri keadaan "flow" adalah:

1. Merasa punya target dan tujuan yang jelas terkait aktivitas yang dilakukan.
2. Sangat berkonsentrasi.
3. Tidak banyak mengkhawatirkan tentang diri.
4. Cenderung lupa waktu (time distortion).
5. Berinteraksi langsung antara tindakan dengan hasil atau umpan balik.
6. Merasa seimbang antara tujuan dengan kemampuan untuk mencapainya.
7. Merasa punya kontrol penuh terhadap situasi atau tindakan.
8. Merasa yakin ada kepuasan batin terkait tindakan.
9. Cenderung lupa kebutuhan fisik (misalnya lupa makan atau lupa mandi).
10. Tenggelam dalam aktivitas.

Kemudian, mereka juga menyatakan bahwa keadaan "flow" itu letaknya adalah di tengah-tengah antara "anxieties" dan "boredom", alias di tengah-tengah antara "cemas" dan "bosan".


Sahabat, di sinilah menariknya perihal "flow" ini.

Tim Brown, seorang disainer, berbicara di sebuah ajang yaitu "The 2008 Art Center Design Conference". Ajang itu lebih dikenal dengan sebutan populer "Serious Play Conference".

Di dalam konferensi itu, Tim Brown membicarakan tentang eratnya hubungan antara "kreatifitas" dengan "bermain". Ia mengatakan bahwa sesungguhnyalah kita bisa menggunakan "otak kiri" dan "otak kanan" secara bersamaan. Otak kiri bertugas untuk menangani hal-hal "serius" (seperti menganalisis, mengklasifikasi, menghitung, mengurut, mengontrol dan sebagainya). Otak kanan bertugas untuk sepenuhnya "bermain".

Tim Brown menyimpulkan bahwa, adalah penting bagi segala aktivitas yang "kreatif" untuk tetap berada dalam kondisi "bermain". Dengan bermain, kreatifitas akan mencapai puncak performanya.

Sahabat, mari kita renungkan.

Tidakkah setiap profesi dan pekerjaan yang kita jalani dan lakukan adalah proses kreatif? Itu sebabnya kita lebih senang melabeli berbagai aktivitas yang kita lakukan di dalam profesi dan pekerjaan kita itu dengan "berkarya" ketimbang "bekerja".

Tidakkah di dalam proses kreatif yang kita sebut dengan profesi dan pekerjaan itu kita selayaknya memperoleh kebahagiaan yang alamiah alias orisinal?

Maka sahabat, jika kita ingin berbahagia di dalam profesi dan pekerjaan kita, semestinyalah kita menempatkan profesi dan pekerjaan kita itu - dengan segala aktivitasnya, ke dalam peta "flow" sebagaimana yang dimaksud oleh "positive psychology" di atas.

Jika profesi dan pekerjaan kita adalah proses kreatif, maka "kreatifitas" akan menggantikan posisi "flow" dalam peta itu. Dan berikut inilah yang akan bisa menginspirasi kita.

Kreatifitas itu letaknya di antara "kecemasan" dan "kebosanan".

Ketika kreatifitas itu mulai menjadi berbagai bentuk kecemasan dan kekhawatiran, maka sebenarnya kreatifitas itu telah tidak dilekati lagi oleh sepuluh ciri flow di atas.

Ketika kreatifitas itu mulai bergeser menjadi berbagai bentuk kebosanan, maka sebenarnya kreatifitas itu tak lagi diwarnai oleh sepuluh ciri flow di atas.

Jika profesi dan pekerjaan kita adalah proses kreatif, maka profesi dan pekerjaan kita itu dengan segala aktivitasnya, juga harus selalu berposisi di tengah-tengah antara "cemas" dan "bosan". Ini menjadi sangat penting agar kita menjadi orang yang berbahagia dengan profesi dan pekerjaan kita.

(Kini kita tahu mengapa kantor dan atasan kita memberi kita bonus, komisi, insentif, hari libur, hari cuti, dan outbound activity. Begitu pula dengan pembinaan, coaching, teguran, peringatan, dan hukuman. Semuanya adalah untuk menjaga agar kita tetap berada di wilayah "flow")

Maka sesungguhnyalah sahabat:

ATURAN, BATASAN, DAN TARGET DICIPTAKAN UNTUK MENGOPTIMALISASI KREATIFITAS KITA. DICIPTAKAN UNTUK MEMAKSIMALISASI KINERJA KITA. KETIADAAN SEMUA ITU AKAN MEMBUAT KREATIFITAS MENJADI TAK BERGUNA DAN MEMBOSANKAN, SEMENTARA KE-BERLEBIHAN-NYA AKAN MENJADIKAN KREATIFITAS MATI DAN SIRNA. THOSE ARE FOR OUR OWN SAKE (OF HAPPINESS)!

Maka, sahabat:

Jika engkau adalah profesional atau karyawan, mulailah berkeyakinan bahwa mencintai profesi dan pekerjaanmu di dalam prasangka baik terhadap organisasi, manajemen, dan atasanmu terkait dengan disain dan kebijakan profesi, pekerjaan, posisi, dan jabatanmu, adalah cara terbaik yang akan membawamu mencapai puncak profesionalisme dan karirmu dan sekaligus kebahagiaanmu.

Jika engkau adalah pebisnis atau atasan, mulailah berkeyakinan bahwa berorientasi memajukan dan membahagiakan profesional dan karyawan serta bawahanmu, di dalam mengkreasi kebijakan, aturan, target, posisi, jabatan dan penugasan bagi mereka, adalah cara terbaik untuk mencapai keberhasilan organisasi dan bisnismu dan sekaligus kebahagiaanmu juga.

Kemampuan atau ability yang berada jauh di atas tantangan atau challenge, akan menciptakan kebosanan atau boredom. Tantangan atau challenge yang terlalu berat bagi kemampuan atau ability akan menciptakan kecemasan alias anxiety yang membahayakan.

Sahabat, apa yang penting dalam hal ini BUKANLAH besarnya tantangan atau challenge yang kita hadapi, karena setiap tantangan yang alamiah di dalam profesi dan pekerjaan kita dipastikan bersifat "bearable" alias bisa kita tanggung sepenuhnya dengan segala kemampuan dan upaya, dengan tujuan membesarkan kita.

Sahabat, apa yang penting dalam hal ini ADALAH akurasi kita dalam mengukur kemampuan diri atau ability. Dan yang lebih sering terjadi, adalah kecenderungan kita untuk menilai terlalu rendah kemampuan diri sendiri.

Dan sahabat, cara yang paling ampuh untuk bisa lebih jernih di dalam menilai kemampuan diri dan SEKALIGUS menaikkan kemampuan itu sendiri, adalah dengan MENCINTAI !!!

Cintailah profesi dan pekerjaanmu!

(Saya benar-benar merasa sedang "flow" ketika menulis ini...)

Note: Saya bukan psikolog, dan jika Anda merasa perlu memberi masukan, monggo silahkan dengan senang hati saya menerimanya.

Ikhwan Sopa
Master Trainer E.D.A.N.
http://milis-bicara.blogspot.com
http://www.facebook.com/pages/Ikhwan-Sopa/121846967848694
http://www.facebook.com/Motivasi.Komunikasi.Leadership

The Science Of Gratitude


Bersyukur itu sungguh luar biasa, ia membebaskan kita dari jeratan penyesalan terkait masa lalu dan sekaligus dari segala kekhawatiran terkait masa depan, membebaskan kita dari kecemburuan dan kedengkian tentang segala yang kita belum punya dan segala yang kita belum menjadi. Sekarang, saat ini, kita sudah memiliki dan kita sudah cukup. (Dr Robert Emmons - The Science Of Gratitude.)

Bersyukur sama sekali tidak bisa diartikan sebagai "gampang menyerah", "terlalu cepat puas", atau "lemah". Perhatikanlah bagaimana kita memulai segala tindakan: Memuji -> Memohon Ampun -> Meminta -> Bertindak. Bersyukur adalah bagian tak terpisahkan dari TINDAKAN. Bersyukur adalah pembebasan jiwa dari beban yang tak perlu, agar kita bisa melangkah maju dengan lebih mampu.

Tetap semangaat !!!

Ikhwan Sopa
Master Trainer E.D.A.N.
http://milis-bicara.blogspot.com

Selamat Menyongsong Hari Senin


Salah satu "syarat" masuk surga adalah mati.

Jika aku memang mau surga beneran, aku harus mati beneran.

Aku sebenarnya anggota resmi "pasukan berani mati".

Inilah jati diri.

Maka, jika aku mau "surga-surgaan", aku harus mau mati-matian. Jika aku mau "setengah surga" maka aku harus mau setengah mati.

The question is, how this is gonna be fun? Selamat menyongsong hari Senin. Tetap semangaaaaaat !!!

Ikhwan Sopa
http://milis-bicara.blogspot.com

Manifesto Kebangkitan Pribadi Indonesia


MANIFESTO KEBANGKITAN PRIBADI INDONESIA

1. Pribadi yang "BANGKIT" adalah pribadi yang tak kalah oleh lelah di setiap PERJUANGAN untuk MEMBANGUN segala sumber daya yang telah disemai di dalam dirinya demi KEMERDEKAAN pribadi dan bagi KEMAJUAN orang lain.

2. Pribadi yang "BANGKIT" adalah pribadi yang selalu TERBANGUN di dalam ingatan tentang hari di mana dirinya akan DIBANGKITKAN KEMBALI untuk KEADILAN dan PERTANGGUNGJAWABAN yang mutlak.

Indonesia,
Hari Kebangkitan Nasional, 20 Mei 2010.

Kesepakatan Kelima Dengan Diri Sendiri


Sahabat, semoga di jalan kita menuju ke kebahagiaan dan akhir kebaikan, kita masih bisa mengingat tentang pelajaran yang pernah kita gali bersama sebelumnya, yaitu "Empat Kesepakatan Dengan Diri Sendiri".

Sahabat juga bisa membacanya sekali lagi di sini: http://bit.ly/9uB0Xl.

Ringkasan dari bahan pelajaran bersama kita itu adalah sebagai berikut.

Jiwa yang akan menangguk kebahagiaan, adalah jiwa yang telah bersepakat dengan dirinya sendiri di dalam empat substansi:

1. Untuk berhati-hati dengan kata-kata.
2. Untuk tidak menjadikan segala sesuatu menjadi terlalu pribadi.
3. Untuk tidak membuat asumsi-asumsi yang berlebihan tentang kehidupan.
4. Untuk melakukan apa yang terbaik untuk dilakukan.

Dan jika sahabat bertanya tentang empat kesepakatan itu dengan pertanyaan "mengapa?", maka inilah jawabannya.

KESEPAKATAN KELIMA

Jiwanya bersepakat dengan dirinya untuk tidak begitu saja mempercayai apa-apa yang dikatakan, diceritakan, dan dialami oleh akal, pikiran, dan panca inderanya.

Jiwanya bersepakat dengan dirinya untuk menjadikan semua yang dikatakan, diceritakan, dan dialami oleh akal, pikiran, dan panca inderanya hanya sebagai tanda-tanda yang menjadi bahan pelajaran guna menuju ke kebahagiaan dan akhir kebaikan yang sebenarnya di sisi Tuhan.

Jiwanya meyakini bahwa jika Tuhan telah berfirman "lakukan" dan "jangan lakukan", maka akal, pikiran, dan panca inderanya tidak boleh memilih selain mendengar dan kemudian berkata "ya" dan lalu membenarkannya di dalam tindakan-tindakan kebenaran dan kebaikan.

Jiwanya meyakini bahwa jika Tuhan telah berfirman "berpikirlah" atau "gunakan akal", maka akal, pikiran, dan panca inderanya adalah menjadi alat baginya untuk makin dalam mempelajari berbagai hal di setiap sudut kehidupan sebagai tanda-tanda kekuasaan-Nya, yang akan membimbingnya menemukan kebaikan dan kebenaran.

Jiwanya menyadari bahwa akal, pikiran, dan panca indera adalah terbatas sifatnya bagi segala kebenaran dan kebaikan yang sesungguhnya, hingga keterbatasan itu tidak berbalik memperalat jiwa sucinya.

Jiwanya mengerti bahwa cerita dan kata-kata akal, pikiran, dan panca indera dipenuhi dengan berbagai pengalaman, keyakinan, dan kesepakatan-kesepakatan sementara yang membangun berbagai realitas yang masih relatif sifatnya, akibat saringan-saringan keterbatasan segala bentuk distorsi, generalisasi, bias, dan asumsi-asumsi.

Jiwanya menyadari bahwa semua bentuk realitas yang diciptakan oleh akal, pikiran, dan panca inderanya, adalah sama sekali belum akurat, sampai nanti ketika jiwa itu bertemu kembali dengan Tuhannya, Yang Maha Pemurah, Yang telah memberinya petunjuk, Yang Maha Menciptakan dirinya, Yang mengajarinya pandai berbicara, berkata, dan bercerita.

Jiwanya menyadari bahwa segala kerendahan akal, pikiran, dan panca inderanya akibat segala ketidakakuratannya, diciptakan untuk belajar dan terus belajar agar menjadi pandai untuk tidak melampaui batas keadilan dan untuk tidak mendustakan segala nikmat yang telah diberikan Tuhannya.

Sahabat, semoga segala kesepakatan yang kita buat dengan diri kita sendiri, menjadikan diri kita sebagai pembelajar bagi segala tanda-tanda kekuasaan-Nya, agar kita mampu mempertahankan keadilan di mana diri kita adalah makhluk yang serba rendah, tidak akurat, dan terbatas, hingga kita terbiasa menjadi ciptaan yang paling cerdas di alam semesta, yang juga paling pandai mensyukuri segala nikmat-Nya.

Semoga kita semua menjadi jiwa-jiwa yang bersepakat untuk berakhir bahagia dengan ujung kebaikan. Aamiin. Aamiin.

Ringkasan dari "The Fifth Agreement - A Practical Guide To Self mastery" - Don Miguel Ruiz

Ikhwan Sopa
Master Trainer E.D.A.N.
http://milis-bicara.blogspot.com
http://www.facebook.com/pages/Motivasi-Komunikasi-Leadership/196571006305