Benih Terbaik Itu

Mungkin aku sedang nakal.

Ketika aku kesulitan, aku begitu sibuk merasakan.

Ketika aku dianugerahi tenang, senang, atau menang, rasaku cuma bilang, "Memang begitulah mestinya hadiah untukku."

Kuletakkan rasaku tak lagi di tempatnya. Padahal hatiku menasehati, agar aku sibuk merasakan Maha Baik-nya Tuhan.

Hatiku bilang, "itu benih terbaik yang bisa kutabur untuk rantai kesyukuran yang nanti pasti membahagiakan."

Ikhwan Sopa
Master Trainer E.D.A.N.
http://milis-bicara.blogspot.com
http://www.facebook.com/pages/Motivasi-Komunikasi-Leadership/196571006305

Who Is The Person?

Saya bertanya kepada E.D.A.N.-ers 71,

"Siapakah orang yang paling berpengaruh pada diri Anda? Siapakah orang yang paling bisa Anda pengaruhi?"

Ada yang menjawab orang tua, anak, suami, istri, dan sebagainya.

Saya meminta para peserta wanita mengeluarkan kotak bedaknya dan meminta mereka membukanya. Lalu saya bertanya hal yang sama sekali lagi.

Sukses selalu sahabat!

Ikhwan Sopa
Master Trainer E.D.A.N.
http://milis-bicara.blogspot.com
http://www.facebook.com/pages/Motivasi-Komunikasi-Leadership/196571006305

Indah Itu Baik

Aduh... nakal sekali aku ini. Ketika aku sulit menemukan keindahan di dalam kebaikan, maka lebih sulit lagi bagiku menemukan kebenaran. Bisa jadi, itu sebabnya aku mencari keindahan di luar kebaikan. Maka, makin jauhlah aku dari kebenaran. Ooo... harus terus kuyakini, bahwa baik itu indah.

Sahabat, you're beautiful.

Ikhwan Sopa
Master Trainer E.D.A.N.
http://milis-bicara.blogspot.com
http://www.facebook.com/pages/Motivasi-Komunikasi-Leadership/196571006305

Pertahankan Jati Dirimu Sahabat

Jika saja dirimu adalah orang yang tak beriman dan tak ber-Tuhan, tak tahu kebaikan dan kepantasan, tak peduli benar atau salah, tak ambil pusing pada moral atau etika, bukankah semua ini menjadi begitu mudah diselesaikan?

See!? Semua ini adalah ujian untuk semua jati dirimu itu!

Sukses selalu.

Ikhwan Sopa
Master Trainer E.D.A.N.
http://milis-bicara.blogspot.com
http://www.facebook.com/pages/Motivasi-Komunikasi-Leadership/196571006305

Salah Siapa?


Sahabat, ini kisah tentang empat manusia.

SETIAP ORANG, SESEORANG, SIAPAPUN, dan TAK SATU PUN.

Ada sebuah tugas penting yang harus dilaksanakan dan SETIAP ORANG diminta untuk melakukannya.

SETIAP ORANG sangat yakin bahwa SESEORANG akan melakukannya.

SIAPAPUN dapat melakukannya, tapi TAK SATUPUN melakukannya.

SESEORANG kemudian marah sebab itu adalah tugas SETIAP ORANG.

SETIAP ORANG tahu bahwa SIAPAPUN bisa melakukannya, tapi TAK SATUPUN menyadari bahwa SESEORANG tak mau melakukannya.

Akhirnya, SETIAP ORANG menyalahkan SESEORANG sebab TAK SATUPUN melakukan apa yang SETIAP ORANG bisa melakukannya.

Sahabat, bisa jadi, empat manusia itu sebenarnya hanya satu. Mari kita renungkan dan mari kita terus belajar.

Sumber: Internet Joke

Ikhwan Sopa
Master Trainer E.D.A.N.
http://milis-bicara.blogspot.com
http://www.facebook.com/pages/Motivasi-Komunikasi-Leadership/196571006305

E.D.A.N. Fun Gathering



Sahabat E.D.A.N.-ers, sahabat Alumni Workshop E.D.A.N., sahabat FB-ers, sahabat Milis, dan sahabat dunia maya. Berikut ini kami informasikan sebuah event re-kreasi yang Insya Allah dapat membahagiakan keluarga Anda. Event ini adalah sebuah event re-kreasi di mana kita semua bersama-sama akan mengkreasi ulang segala impian dan harapan.

EVENT:

E.D.A.N. FUN GATHERING
"Your Dreams And Goals Re-Creation"


*Bagedor = "Tenda" atau "Kemah" dalam bahasa Sunda

WAKTU:
Sabtu - Minggu
26-27 Juni 2010
Menginap 2 hari dan 1 malam

TEMPAT:
Bagedor Camp, Cisarua - Bogor

INVESTASI:
Lihat informasi di bawah

ACARA:

1. Rekreasi Keluarga
2. Aktivitas Outbound
3. Paintball Game
4. E.D.A.N. Motivation Clinic

Note: Setiap peserta wajib mengikuti acara yang ditetapkan oleh pihak penyelenggara.

A. PAKET:

I. PAKET TENDA EKSKLUSIF

1. UMUM

Rp 1.200.000,- per orang (Harga Istimewa!)
Harga pasaran rata-rata mencapai Rp 1.400.000,- per orang tanpa transport.
Boleh membawa anggota keluarga (berusia di bawah 10 tahun gratis)
Menginap 2 hari 1 malam di Tenda Eksklusif
Makan 3 kali
Coffee Break 2 kali
Transport Bolak-Balik dengan Bus AC (pooling)

2. ALUMNI WORKSHOP E.D.A.N.:

Rp 750.000,- per orang (Harga Super Istimewa!)
Boleh membawa anggota keluarga (berusia di bawah 10 tahun gratis)
Menginap 2 hari 1 malam di Tenda Eksklusif
Makan 3 kali
Coffee Break 2 kali
Transport Bolak-Balik dengan Bus AC (pooling)


Tenda Eksklusif, jumlah unit terbatas, hanya 12 unit!


Tenda Eksklusif, tampak depan.


Tenda Eksklusif, tampak samping.


Tenda Eksklusif, tampak samping.


Tenda Eksklusif, tampak depan.


Tenda Eksklusif, tampak depan.


Tenda Eksklusif, tampak depan.


Tenda Eksklusif, tampak depan.


Tenda Eksklusif, bagian dalam.


Tenda Eksklusif, bagian dalam. 4 tempat tidur plus 2 ekstra bed.


Tenda Eksklusif, shower mandi.


Tenda Eksklusif, wastafel.


Tenda Eksklusif, toilet.

II. PAKET COTTAGE EKSKLUSIF

1. UMUM

Rp 1.200.000,- per orang (Harga Istimewa!)
Harga pasaran rata-rata mencapai Rp 1.400.000,- per orang tanpa transport.
Boleh membawa anggota keluarga (berusia di bawah 10 tahun gratis)
Menginap 2 hari 1 malam di Cottage Eksklusif
Makan 3 kali
Coffee Break 2 kali
Transport Bolak-Balik dengan Bus AC (pooling)

2. ALUMNI WORKSHOP E.D.A.N.:

Rp 850.000,- per orang (Harga Super Istimewa!)
Boleh membawa anggota keluarga (berusia di bawah 10 tahun gratis)
Menginap 2 hari 1 malam di Cottage Eksklusif
Makan 3 kali
Coffee Break 2 kali
Transport Bolak-Balik dengan Bus AC (pooling)


Cottage Eksklusif, tampak depan.


Cottage Eksklusif, tampak depan.


Cottage Eksklusif, tampak depan.


Cottage Eksklusif, tampak depan.


Cottage Eksklusif, kamar tidur.


Cottage Eksklusif, kamar tidur.


Cottage Eksklusif, ruang tamu.


Cottage Eksklusif, ruang makan.


Cottage Eksklusif, dapur.


Cottage Eksklusif, kamar mandi.

B. FASILITAS SEMUA PAKET

1. Rekreasi Keluarga










2. Aktivitas Outbound



Dan sebagainya... !!! Fun! Fun! Fun!

3. Paintball Game







4. E.D.A.N. Motivation Clinic Bersama Master Trainer E.D.A.N. dan Master Trainer BMS











Buruan !!!

Tempat terbatas.

Hubungi:

Miss Titik, 0858-78200077

Workshop E.D.A.N.
QA Communication
School Of Motivational Communication

Melatih Kekuatan Memilih


"Trouble is a friend." - Lenka

Sahabat, setiap kita saat ini adalah hasil dari keputusan dan tindakan kita di masa lalu. Tindakan dan keputusan kita bertahun yang lalu, punya peran membentuk diri kita saat ini. Keputusan dan tindakan kita kemarin, telah menjadikan kita sebagaimana kita yang hari ini.

Maka sahabat, setiap keputusan dan tindakan kita hari ini, akan menentukan bagaimana kita di masa depan. Jika kita menginginkan kebaikan terjadi pada diri kita di hari esok, maka segala keputusan dan tindakan kita hari ini, juga harus menjadi keputusan dan tindakan yang baik-baik.

Keputusan dan tindakan yang baik, adalah keputusan dan tindakan yang sangat jelas memberi sinyal tentang arah di dalam rute yang benar menuju kepada kebaikan kita di masa depan. Keputusan dan tindakan yang baik adalah bukan yang berbelok arah, dan bukan pula yang berbalik arah dari rute itu.

Kita sering sekali merasakan kesulitan untuk meyakini tingkat kebaikan yang tepat terkait dengan keputusan yang kita ambil dan tindakan yang kita lakukan.

"Apakah keputusan yang saya ambil ini sudah baik dan tepat?"
"Apakah tindakan yang akan saya lakukan ini sudah baik dan tepat?"

Perasaan seperti itu bisa berakibat buruk pada kestabilan diri dan menciptakan keraguan serta kegamangan. Akibatnya, perjalanan kita menuju kepada kebaikan akan kita rasakan sebagai langkah-langkah yang terseok dan rapuh. Diri, pikiran, dan perasaan kita juga akan menjadi lebih rapuh, menjadi lebih rentan di hadapan badai kehidupan.

Itu sebabnya sahabat, kita memerlukan keyakinan yang lebih kuat di dalam mengambil keputusan dan melakukan tindakan. Hanya dengan ini, maka mata dan hati kita juga hanya akan tertuju ke depan. Dan tentunya, keadaan ini akan membuat kita bisa memudahkan jalan menuju kepada kebaikan yang kita cita-citakan.

Keyakinan, sering kita anggap sebagai sesuatu yang sulit kita capai tingkatan idealnya. Ini ada benarnya, sebab keyakinan adalah tiang penyangga yang kekuatannya tidak datang begitu saja. Kekuatan keyakinan, adalah kekuatan yang harus kita bangun setiap saat, setiap hari.

"Apakah keputusan yang saya ambil ini sudah baik dan tepat?"
"Apakah tindakan yang akan saya lakukan ini sudah baik dan tepat?"

adalah

"Apakah saya yakin bahwa keputusan yang saya ambil ini sudah baik dan tepat?"
"Apakah saya yakin tindakan yang akan saya lakukan ini sudah baik dan tepat?"

Dan sungguh sahabat, Tuhan begitu menyayangi kita dengan menganugerahkan sebuah kemampuan yang memang sesuai dengan kesanggupan setiap manusia. Dengan kemampuan itu, setiap kita telah diciptakan untuk mampu membangun keyakinan. Kemampuan itu, adalah kemampuan untuk MEMILIH.

HAL TERPENTING DI BALIK SETIAP KEPUTUSAN DAN TINDAKAN

Hal terpenting di balik setiap keputusan dan tindakan, adalah PILIHAN. Dengan kata lain, setiap keputusan dan tindakan adalah identik dengan PILIHAN. Dan kita sama mengetahui, bahwa setiap penyimpangan, kemunduran, atau terhentinya perjalanan menuju kepada kebaikan, hanya disebabkan oleh kegagalan dalam mengambil keputusan dan dalam melakukan tindakan. Maka sesungguhnya, kegagalan itu adalah kegagalan di dalam menetapkan PILIHAN.

Dengan kata lain sahabat, berhasil atau tidaknya kita mencapai tujuan dan cita-cita kebaikan, adalah ditentukan oleh besarnya kekuatan dari PILIHAN yang kita tetapkan.

PILIHAN itu sendiri adalah fenomena obyektif yang dihamparkan di hadapan kita setiap saat, setiap waktu. Dengan obyektifitasnya itu, maka PILIHAN adalah sesuatu yang netral dan apa adanya. Dalam pada itu, segala pilihan kebaikan yang kita tetapkan sebagai tujuan di dalam kehidupan, adalah sesuatu yang amat subyektif sifatnya, di mana untuk menuju kepada kebaikan ada begitu banyak pintu-pintu kebaikan. Apa yang perlu kita tempuh dengan demikian, adalah menjadikan diri kita sebagai pribadi-pribadi yang mempunyai kekuatan di dalam MEMILIH.

BERDIRI ATAU JATUH DI HADAPAN PILIHAN

Setiap kali kita dihadapkan pada PILIHAN, maka pada ketika itu SESUNGGUHNYALAH fungsi kemanusiaan kita sedang berada di titik PUNCAKNYA. Ketika kita berada di tengah masalah, kita berada di tengah hutan rimba PILIHAN. Segala hal yang berkecamuk di dalam pikiran dan perasaan kita, adalah hamburan-hamburan PILIHAN. Ketika itulah, kekuatan kita di dalam menetapkan PILIHAN menjadi sangat berperan.

Pada ketika itu, inilah yang berlangsung dan terjadi pada diri kita sebagai normalnya manusia:

1. Kita sebenarnya TEGAK BERDIRI sebagai manusia dengan keaktifan PERASAAN di titik puncak.

2. Kita sebenarnya TEGAK BERDIRI sebagai manusia dengan keaktifan PIKIRAN di titik puncak.

Hanya PERASAAN yang mendominasi lebih dari proporsinyalah, yang membuat kita TERJATUH ke dalam PILIHAN yang impulsif, kompulsif, atau obsesif, yang akan menjadi sebab bagi penyesalan kita di kemudian hari. Penyesalan yang terjadi karena gagalnya upaya untuk tetap mengarah kepada kebaikan. Penyesalan yang terjadi akibat pengambilan keputusan yang berujung pada tindakan yang justru mensabotase kebaikan. Kita sering menyebut hal ini sebagai keputusan dan tindakan yang kurang menggunakan AKAL SEHAT.

Hanya PIKIRAN yang mendominasi lebih dari proporsinyalah, yang membuat kita TERJATUH ke dalam PILIHAN yang rigid alias kaku dan berdarah dingin, yang juga akan menjadi sebab bagi penyesalan kita di kemudian hari. Penyesalan yang juga terjadi karena gagalnya upaya untuk tetap mengarah kepada kebaikan. Penyesalan yang terjadi akibat pengambilan keputusan yang berujung pada tindakan yang justru juga mensabotase kebaikan. Kita sering menyebut hal ini sebagai keputusan dan tindakan yang KURANG BERPERASAAN.

Lebih dari itu sahabat, hanya PERASAAN dan PIKIRAN yang mendominasi JIWA lebih dari proporsinyalah, yang membuat kita TERJERUMUS ke dalam pilihan yang buruk, yang jauh dari kebaikan, yang dipastikan akan menjadi sebab bagi penyesalan kita di kemudian hari. Penyesalan yang terjadi karena KEGAGALAN KEMANUSIAAN yang meng-gagal-total-kan kebaikan. Kita akan menyebut hal ini sebagai keputusan dan tindakan yang TIDAK BERPERIKEMANUSIAAN.

Dari itu sahabat yang baik, apa yang perlu kita lakukan adalah terus belajar di dalam kebaikan, dengan terus berlatih guna menguatkan KEKUATAN MEMILIH, agar perasaan dan pikiran tetap menjadi "alat" kita dan tidak sebaliknya malah "memperalat" kita yang sebenarnya sedang menuju kepada cita-cita kebaikan.

MELATIH KEKUATAN MEMILIH

Demi ekologisnya PILIHAN keputusan dan tindakan kita saat ini, dan demi ekologisnya semua itu dengan masa depan, maka kita perlu berhati-hati menetapkan PILIHAN keputusan dan PILIHAN tindakan. Agar kita sebagai manusia yang baik-baik, tidak TERJATUH atau TERJERUMUS dan kemudian terlepas dari kebaikan kemanusiaan.

Sahabat, "ekologis" itu mudahnya adalah, "tetap melekat pada kebaikan dan terus membawa kebaikan, kapanpun dan dimanapun."

Mari kita sama-sama belajar dan berlatih.

Sahabat, perhatikanlah daftar berikut ini dan jika perlu tambahkanlah sendiri daftar ini sesuai dengan kondisi dan keadaan sahabat, apapun kondisi dari PERASAAN dan PIKIRAN sahabat saat ini.

01. TAQWA versus FUJUR
02. BENAR versus SALAH
03. PAHALA versus DOSA
04. BERMORAL versus AMORAL
05. BAIK versus BURUK
06. PINTAR versus BODOH
07. SMART versus STUPID
08. CANTIK versus TIDAK CANTIK (bukan tentang fisik)
09. COOL versus NOT COOL
10. KEREN ABIEZ versus NORAK ABIS
11. GUE BANGET versus BUKAN GUE BANGET (di dalam kebaikan)
12. AMAN versus TIDAK AMAN (bagi kebaikan)
13. MEMULUSKAN versus MENGHAMBAT (proses menuju kebaikan)
14. NYAMAN versus TIDAK NYAMAN (untuk kebaikan diri sendiri)
15. BERANI (karena benar) versus TAKUT (karena salah)
16. HIDUP versus MATI
17. BERSYUKUR versus TIDAK BERSYUKUR
18. SABAR versus AMARAH
19. ENAK versus MEMUAKKAN
20. BIJAK versus TIDAK BIJAK
21. CINTA versus BENCI
22. ADIL versus DZALIM
23. KAYA versus MISKIN (bicara akibat)
24. KEBAHAGIAAN versus PENDERITAAN (bicara akibat)
25. KETERATURAN versus KEKACAUAN
26. MENANG versus KALAH
27. SELESAI versus TAMBAH RUNYAM
28. Dan seterusnya.

Sahabat bisa menambahkan pasangan-pasangan kontras sebanyak yang sahabat mau, sesuai yang bisa sahabat PIKIRKAN dan RASAKAN saat ini. Semakin sahabat menambahkannya, semakin banyak pintu-pintu kebaikan yang berpotensi sahabat masuki.

Sahabat, apa yang kita lakukan setiap saat adalah memberi MAKNA, sebab kehidupan adalah tentang MAKNA. Dan kita, baru saja memberi MAKNA bagi berbagai kemungkinan keputusan dan tindakan yang dihadapkan kepada kita setiap saat dan setiap hari.

MAKNA-MAKNA itu, akan kita jadikan LABEL alias penanda bagi berbagai kemungkinan sebagai calon PILIHAN. LABEL-LABEL itu, adalah PINTU-PINTU menuju kepada kebaikan.

Pasangan LABEL itu secara sengaja dan khusus saling kita hadapkan sebagai dua kutub yang bertentangan. Di dalam teknik persuasi, upaya ini disebut dengan "the power of contrast".

Ingatlah sahabat, bahwa ketika kita me-LABEL-kan sebuah makna, maka LABEL itu melekat pada berbagai kemungkinan dan BUKAN pada DIRI KITA. LABEL-LABEL itu mewakili karakteristik, sifat, dan potensi dari berbagai PILIHAN kita nantinya.

Ketika kita berhadapan dengan berbagai kemungkinan keputusan dan tindakan kehidupan, tahan dirilah sejenak untuk tidak langsung menetapkan PILIHAN KEPUTUSAN atau bahkan langsung melakukan apa yang menjadi PILIHAN TINDAKAN. Tuailah manfaat terbesar dari kesabaran, yaitu KEKUATAN UNTUK MEMILIH. Dan inilah yang perlu sahabat lakukan di saat JEDA itu.

Pertama, urutkanlah ulang semua koleksi LABEL di atas.

Ketika sahabat melakukannya, jangan lupa untuk MENGAMBIL angka nol (0) yang berada di depan semua angka di atas. Angka nol itu tidak kita buang, melainkan kita tanamkan kepada diri kita, bahwa itu adalah sebuah SIMBOL bagi jiwa kita yang baik, bahwa kita sedang dengan sengaja berdiri di titik nol, alias di titik NETRAL. Dengan tidak lagi mengandung angka "nol" di depannya, hasil pengurutan ulang yang sahabat lakukan, akan sangat mencerminkan tingkat kepentingannya bagi sahabat sendiri.

Mengurutkan ulang ini bisa kita lakukan dengan merasakan pengaruh terbesar dari pasangan LABEL terhadap perasaan dan pikiran kita. Misalnya saja, kita sangat benci disebut "BODOH" maka tentunya kita akan sangat senang disebut "PINTAR". Pada hari-hari yang lain, kita mungkin lebih senang disebut "ADIL" dan sangat tidak senang disebut "DZALIM". Ini sangat tergantung pada mood, atau kondisi perasaan dan pikiran kita pada suatu saat.

Apa yang biasanya terjadi, adalah otomatisnya kita melekatkan berbagai LABEL itu ke diri kita sendiri. Jika orang lain yang melakukannya, maka kita cenderung meng-ya-kannya. Maka kita bisa memaklumi, bahwa akibatnyapun akan sangat mungkin menjadi keputusan dan tindakan yang juga otomatis, yang justru menjatuhkan atau menjerumuskan.

Itulah keadaan di mana kita sedang "diperalat" oleh pikiran dan perasaan kita sendiri. Salah satu ciri dari kondisi "diperalat", adalah ketika kita berada dalam situasi "miskin pilihan pasangan LABEL". Misalnya, ketika kita melihat suatu persoalan hanya sebagai "MENANG versus KALAH". Padahal, belum tentu bahwa "MENANG versus KALAH" adalah di puncak peringkat.

Menjalani proses jeda dan mengurutkan ulang ini, adalah upaya awal bagi kita untuk menggeser semua LABEL agar tidak lagi "memperalat" melainkan menjadi "alat" yang bisa kita gunakan untuk mengelola PILIHAN-PILIHAN.

Mengurutkan ulang ini, juga bisa dilakukan dengan menjawab pertanyaan, "Apa yang paling penting buat saya saat ini?" - Apapun jawaban yang sahabat dapatkan, selalulah menjadikannya sebagai pasangan LABEL yang saling bertentangan. Misalnya, jika yang paling penting bagi sahabat pada suatu saat adalah "SELESAINYA MASALAH", maka pasangan kontrasnya adalah "MASALAH TAMBAH RUNYAM".

Sahabat, apapun hasil dari mengurutkan ulang di atas, adalah cerminan dari kondisi dan situasi diri sahabat pada saat itu. Dan manapun pasangan LABEL yang berada di puncak peringkat, hanya berarti satu, yaitu bahwa sahabat sedang berada di puncak performa sebagai pribadi yang sesungguhnya baik.

Maka sahabat, mengurutkan ulang semua pasangan LABEL sebagaimana di atas, adalah upaya mengakomodasi perasaan dan sekaligus pikiran dengan tetap berada di dalam kerangka kebaikan.

Kedua, ambillah satu pasangan LABEL yang sedang berada di puncak peringkat. Misalnya "BAIK versus BURUK". Mulai dari sini, konsistenlah HANYA dengan pasangan LABEL ini saja (lihat note di bagian bawah ini).

Ketiga, bersiaplah untuk melekatkan pasangan LABEL itu kepada kemungkinan-kemungkinan keputusan dan tindakan yang sedang sahabat hadapi. Tapi, tunda dulu proses ini.

Keempat, PILIHLAH SATU LABEL untuk MEMAKNAI setiap kemungkinan keputusan dan tindakan yang kita hadapi.

Kemudian, mulailah sahabat melakukan LABELLING. Misalnya, "kemungkinan A" berlabel "BAIK", "kemungkinan B" berlabel "BAIK", "kemungkinan C" berlabel "BURUK" dan seterusnya.

Di awal proses, kemungkinan keputusan dan tindakan itu mungkin saja lebih dari dua, atau bahkan banyak. Akan tetapi, lekatilah dengan HANYA salah satu dari dua PILIHAN LABEL MAKNA di puncak peringkat. Jangan gunakan LABEL dari pasangan LABEL di peringkat yang lain, sebab itu akan memicu "konflik internal" di dalam perasaan dan pikiran sahabat.

Sejalan dengan waktu, sahabat akan menemukan bahwa setiap masalah sebenarnya hanya akan bermuara pada dua ujung yang sifat, karakter, dan potensinya bertolak belakang.

Kelima, simpulkan.

Kini sahabat memiliki cara yang lebih mudah dan lebih bijak untuk menetapkan PILIHAN keputusan dan PILIHAN tindakan, sehingga Insya Allah keputusan dan tindakan sahabat memang bisa sahabat yakini mengarah kepada tujuan kebaikan.

Note: Dalam hal terjadi keseimbangan hasil di antara dua LABEL kontras, barulah sahabat bisa bergeser ke pasangan LABEL di peringkat berikutnya. "Tata tertib" ini memang diperlukan agar tidak memicu "konflik internal" sebagaimana diungkapkan di atas.

Peringkat dari pasangan-pasangan LABEL itu juga akan berubah-ubah urutannya, tergantung pada situasi dan keadaan pikiran dan perasaan sahabat di setiap saat. Peringkat hari ini mungkin akan berbeda dengan peringkat besok. Apa yang penting, adalah sahabat selalu mempunyai pasangan kontras, di mana yang satu menuju kepada cita-cita kebaikan dan satu lagi sebaliknya.

Semoga, kita semua bisa lebih banyak berlatih dan belajar setiap hari, ketika kita dihadapkan pada berbagai PILIHAN kemungkinan dari keputusan dan tindakan di dalam hidup yang menuju kepada kebaikan. Sehingga, apapun LABEL yang sedang kita lekatkan kepada berbagai kemungkinan itu secara obyektif, sahabat tetap berdiri sebagai pribadi yang secara subyektif baik.

Semoga sahabat semua menjadi lebih mudah menemukan cara yang memuluskan jalan menuju kepada cita-cita kebaikan. Aamiin. Aamiin.

O ya sahabat, bukankah semua pelajaran di atas sesungguhnya adalah tentang MELATIH HATI NURANI?

Ikhwan Sopa
Master Trainer E.D.A.N.
http://milis-bicara.blogspot.com
http://www.facebook.com/pages/Motivasi-Komunikasi-Leadership/196571006305

Menjadi Diri Yang Merdeka


Sahabat, pernahkah engkau mendengar ungkapan semacam ini?

"Saya tidak pernah membayangkan bisa melakukan ini semua, he...he...he... tapi ternyata bisa ya?"

Imajinasi kita nyaris tak berbatas. Tapi, kapasitas yang menampung imajinasi itu; selalu jauh lebih luas.

1. Kapasitas kita di dalam kebaikan adalah kemampuan untuk belajar, untuk mencintai, dan untuk bertindak, plus keberanian, kesabaran, dan antusiasme. Kita memilikinya sejak bayi dan semua itu tak akan hilang hingga kita mati.

2. Apa yang menjadi penghalang bagi kemajuan kita saat ini, adalah ibarat karat-karat yang menutupi.

Dan sahabat, bukankah itu berarti bahwa keberadaan semua karat itu justru menjadi sebab agar kita bisa........... MEMILIH?

Jika bajumu hanya satu, bagaimanakah rasanya?
Kemudian, apa yang sahabat AKAN lakukan?

Jika uangmu banyak, bagaimanakah rasanya?
Kemudian, apa yang BISA sahabat lakukan?

Jika perasaanmu sedang tak karuan, bagaimanakah rasanya?
Kemudian, apa yang sahabat INGINKAN?

Di Jakarta ada banyak PILIHAN jalan tikus. Jalanmu sedang macet, bagaimanakah rasanya?
Kemudian, apa yang MUNGKIN sahabat lakukan?

Sahabat,

"BISA MEMILIH" adalah akhir dari apapun pengejaran yang engkau lakukan. Setiap pengejaran, punya harapan agar kita pada akhirnya BISA MEMILIH dan makin memperluas PILIHAN.

Sebab, "BISA MEMILIH" adalah MERDEKA. Bukankah yang engkau kejar adalah apa-apa yang ada kata "freedom"-nya?

Financial...,
Health...,
Time...

Manakah yang akan kita pilih sahabat; satu... atau dua?

Mari kita merdekakan diri kita, yang pastinya semata-mata DEMI kebebasan tertinggi di sisi-Nya kelak.

Ikhwan Sopa
Master Trainer E.D.A.N.
http://milis-bicara.blogspot.com
http://www.facebook.com/pages/Motivasi-Komunikasi-Leadership/196571006305

Kita Butuh Konflik


Sahabat, rata-rata kita yang normal cenderung tidak menyukai konflik. Konflik membuat kita menderita dan merasa tidak nyaman. Konflik bahkan bisa membuat kita berani mengatakan bahwa dunia seperti mau kiamat, atau kehidupan sudah seperti neraka yang menyala-nyala.

Dalam beberapa segi, konflik ternyata punya manfaat, sebab segala sesuatu tidak tercipta dengan sia-sia.

Yang berikut ini saya terjemahkan dari tulisan Carter McNamara MBA, PhD yang diadaptasi dari "Field Guide to Leadership and Supervision". Semoga bermanfaat.

KARAKTERISTIK KONFLIK

Konflik terjadi ketika ada dua atau lebih nilai, sudut pandang, prinsip, atau pendapat berkontradiksi satu sama lain.

Konflik dapat terjadi:

1. Di dalam diri kita sendiri (konflik internal), yaitu ketika merasa tak lagi hidup di dalam sistem nilai yang kita yakini sebagai kebaikan dan kebenaran.

2. Ketika kita merasa bahwa nilai, sudut pandang, prinsip, atau pendapat kita sedang terancam (konflik eksternal).

3. Ketika kita merasa terancam oleh ketakutan dan kekhawatiran akibat kekurangtahuan atau oleh sesuatu yang tidak kita ketahui, atau oleh rasa kurangnya pencapaian (konflik eksternal). Ini bisa diselesaikan dengan terus belajar.

Konflik adalah bagian tak terpisahkan dari kehidupan. Di dalam konsep kerjasama tim ada "form, storm, norm, perform". Selain "pembentukan", "penciptaan norma dan standar", dan "berunjuk kerja", ada juga "badai". "Di dalam konsep perubahan ada "pain, isolate, heal, dan commitment." Selain "mengisolasi diri", "penyembuhan", dan "berkomitmen", ada juga "merasakan sakit". Semua fase di dalam kerjasama tim dan perubahan itu adalah tahapan-tahapan yang paling alamiah di dalam kehidupan.

Maka, konflik sebenarnya juga membawa kebaikan di baliknya. Di manakah letak kebaikannya?

MANFAAT KONFLIK

1. Konflik membantu memunculkan dan mempertegas persoalan.
2. Konflik memberi kekuatan untuk lebih fokus pada isu-isu dari persoalan.
3. Konflik membantu kita untuk tetap hidup realistis "di dunia nyata" yang tidak sempurna.
4. Konflik membantu kita untuk belajar dan mengambil manfaat dari berbagai perbedaan.

Lantas, di manakah letak bahaya dari konflik?

BAHAYA KONFLIK

1. Ketika konflik menjadi penghambat produktifitas.
2. Ketika konflik merusah moral di dalam keseharian.
3. Ketika konflik menjadi berkepanjangan dan seakan tak berujung.

Di manakah titik kritis dari mulai merebaknya bahaya konflik di atas?

Titik kritis itu ada pada dampak konflik yang menciptakan rasa tidak nyaman. Manusia adalah makhluk perasaan. Maka, bukanlah konflik yang menjadi persoalan melainkan dampak buruknya pada perasaan.

PERAN ORGANISASI DAN MANAJEMEN DALAM MENCIPTAKAN KONFLIK

1. Budaya komunikasi yang buruk. Misalnya:

- Ketika orang-orang di dalam organisasi terus-menerus mengalami "shock" karena keputusan dan tindakan manajemen yang mengejutkan atau mendadak, sementara mereka tidak menerima informasi yang cukup jelas dan tepat waktu tentang semua keputusan dan tindakan itu.

- Ketika orang-orang di dalam organisasi kurang memahami alasan di balik berbagai keputusan dan tindakan manajemen. Lebih dari itu, mereka mungkin merasa kurang dilibatkan di dalam pengambilan keputusan.

- Ketika mereka, akibat segala fenomena di atas, mulai lebih mempercayai "pabrik gosip" ketimbang informasi resmi dari manajemen.

2. Kesimpangsiuran peran sumber daya. Misalnya:

- Tidak jelas "siapa" mengerjakan "apa".
- Rasa frustrasi akibat berbagai keterbatasa di dalam sumber daya (komputer berebut, komputer ngadat, sering mati listrik, telepon bisnis dengan pulsa sendiri, pergi keluar urusan dinas tidak diongkosi, dan sebagainya).

3. Perbedaan-perbedaan di dalam karakter pribadi. Misalnya:

- Perbedaan budaya asal, perbedaan usia, sistem nilai pribadi dan sebagainya.
- Rasa tidak suka terhadap "sesuatu" di dalam diri sendiri, yang mengakibatkan rasa tidak suka terhadap "sesuatu" itu yang juga ada pada diri orang lain.

4. Aspek kepemimpinan. Misalnya:

- Kebiasaan menghindari konflik.
- Kebiasaan tidak cukup memfollow-up keputusan.
- Terulangnya persoalan yang sama dan berkepanjangan.
- Kekurangpahaman supervisor terhadap karakteristik pekerjaan timnya (sindrom "orang meja versus orang lapangan" atau "orang admin versus staf operasional").

CARA ORANG BERURUSAN DENGAN KONFLIK

1. Menghindar. Berpura-pura tidak melihat atau tidak merasakan keberadaan masalah.
2. Mengakomodir secara negatif. Menyerahkan persoalan kepada orang lain atas nama pelimpahan wewenang dan otorisasi.
3. Berkompetisi. Menyelesaikan persoalan dengan cara sendiri.
4. Berkompromi, demi berlalunya isu dan persoalan.
5. Berkolaborasi, demi rasa kebersamaan dan komitmen.

CARA BERURUSAN DENGAN KONFLIK INTERNAL

1. Identifikasi konfliknya, jika perlu jadikan proyek dan beri nama. Ingatlah bahwa "nama=makna". Tanpa nama, sulit memberi makna. Dan tanpa makna, yang ada adalah kebingungan dan ketidakjelasan.

2. Berbicaralah kepada seseorang. Ini diperlukan untuk meringkaskan konflik menjadi deskripsi yang lebih pendek dan akurat.

3. Ambillah sebuah sudut pandang terhadap konflik. Gunakan sebuah "kacamata", misalnya "pengembangan diri", "kemajuan karir", "pribadi", "masa depan profesi", "karyawan", "pebisnis", dan sebagainya. Seberapa pentingkah terselesaikannya konflik ini? Apakah memburuknya konflik ini terjadi karena kita lelah, karena kita marah, atau karena hal lain? Apa peran diri kita di dalam konflik ini? Pemicu, penyebab, memperparah, meringankan, memperjelas, memperberat? Ini diperlukan untuk memutuskan apakah kita perlua melakukan yang nomor 2 di atas.

4. Lakukan apa yang bisa kita lakukan secara konstruktif terkait dengan konflik. Uraikan deskripsi konflik (poin 2 di atas) menjadi poin-poin isu. Pilih setidaknya satu isu yang bisa kita garap untuk keluar dari konflik. Lalu tentukan setidaknya tiga tindakan terkait dengan isu itu. Untuk setiap tindakan, tentukan minimal tiga pro dan kontranya. Pilih tindakan yang paling meringankan konflik.

5. Lakukan. Tunggu perkembangan setidaknya satu hari, guna menentukan tindakan lain.

CARA BERURUSAN DENGAN KONFLIK EKSTERNAL

1. Segeralah menemukan hal-hal yang tidak kita sukai di dalam diri kita sendiri. Tuliskan jika perlu. Sadarilah bahkan ini sering menjadi pemicu bagi sensasi tidak nyaman yang kita rasakan.

2. Belajarlah untuk "calm". Berbicaralah seolah-olah orang lain "calm", apapun situasinya.

3. Hindari kata-kata "kamu", "anda", "kau", dan sebagainya guna menghindari tuding-menuding.

4. Gunakan bahasa tubuh yang menyamankan, beri tanda yang jelas dengan bahasa tubuh kita.

5. Gunakan tatapan mata, hanya ketika kita merasa "calm".

6. Jika perlu berdiskusi cukup panjang, manfaatkan ruang yang punya privasi.

7. Beri kesempatan pada orang lain untuk berpikir sejenak, menarik nafas, atau menimbang-nimbang sesuatu.

8. Tidak menginterupsi atau menghakimi. "Apa kubilang!", "Makanya!", "Tuhkan!", "Lagi-lagi", "Kamu selalu saja...", lebih baik gunakan "oleh sebab itu" atau "justru karena itulah". Kalimat yang sedikit lebih panjang ini akan membuat suara kita lebih ritmis dan tidak berasosiasi pada teriakan.

9. Jangan menembak dengan "kenapa?" atau "mengapa?", lebih baik gunakan pertanyaan terbuka, "menurut kamu...", "apakah jika...?", atau "apa yang perlu kita lakukan...?" - Kita perlu latihan paraphrasing atau re-phrasing untuk digunakan sebelum kalimat-kalimat di atas. "Ok, kamu tadi bilang...", "tadi kamu mengatakan...", "jadi, ....".

10. Gunakan "I message" bukan "You message", "Kamu anggap saya ini...!", "Saya merasa dianggap...", "saya bisa merasakan bahwa..."

11. Sebisa mungkin bicarakan "yang sekarang" dan "yang di sini". Jangan bawa-bawa masa lalu yang tak perlu.

12. Biasakan mengungkapkan "rasa", seperti poin 10 di atas.

13. Perjelas ketika kita menyetujui atau tidak menyetujui sesuatu, gunakan bahasa yang bijak dan menenteramkan.

14. Urusilah isunya, bukan orangnya.

15. Biasakan menyelipkan kalimat, "apa yang bisa kita lakukan?"

16. Ketika "pencairan" sudah terjadi, sepakatilah setidaknya satu tindakan, dan mintalah setiap orang mendukung tindakan itu. Jika belum bisa, tetapkanlah "time out" untuk mendinginkan suasana.

17. Jangan lupa, berterimakasihlah untuk setiap keterlibatan orang lain.

18. Jika konflik masih berkepanjangan, kembalilah ke kebijakan dan prosedur resmi tentang sikap dan perilaku yang diperbolehkan. Naikkan konflik ke jenjang hirarki yang lebih tinggi. Pertimbangkan keterlibatan pihak ketiga untuk membantu menyelesaikan konflik.

Sahabat, semua yang di atas berakar pada dampak konflik terhadap perasaan. Konflik itu sendiri justru sering kita butuhkan. Apa yang perlu kita hindari adalah perannya dalam memicu perasaan tidak nyaman, yang mengakibatkan konflik berkembang dan melebar makin menyakitkan.

Kita adalah makhluk perasaan, dan perasaan adalah bahasa pikiran yang telah sampai ke dunia fisik.

Jika perasaan itu adalah "tidak karuan", maka sebabnya adalah pikiran yang "tidak fokus" atau "simpang siur".

Jika perasaan itu adalah "amarah atau emosi" karena "sesuatu", maka sebabnya adalah pikiran yang "terlalu berfokus" pada sesuatu yang kita anggap "buruk".

Uraian di atas, sangat membantu kita untuk menata ulang kembali berbagai hal yang berkecamuk di kepala, dan untuk memusatkan fokus pada masalah yang sebenarnya.

Dengan begitu, Insya Allah konflik justru akan menjadi teman yang menguatkan. Aamiin. Aamiin.

Semoga bermanfaat.

Ikhwan Sopa
Master Trainer E.D.A.N.
http://milis-bicara.blogspot.com
http://www.facebook.com/motivasi
http://www.facebook.com/pages/Motivasi-Komunikasi-Leadership/196571006305

Empat Kesepakatan Dengan Diri Sendiri


Sahabat, ketika manusia masih di dalam rahim, jiwanya telah bersepakat dengan Tuhan-nya yang Maha Menciptakan. Ketika dia lahir, dia belajar tentang fenomena dunia yang fana. Ketika dia beranjak dewasa, dia mulai bersepakat dengan dunia dan dengan orang lain yang hadir di dalam kehidupannya.

Ketika itu pula, jiwa yang bijaksana mulai membangun kesepakatan dengan dirinya sendiri. Kesepakatan terbaik di dunia di bawah kesepakatannya dengan Tuhan.

KESEPAKATAN PERTAMA

Jiwanya bersepakat dengan dirinya untuk berhati-hati dengan perkataannya. Jiwanya bersepakat dengan dirinya untuk berbicara di dalam keutuhan mulut, hati, pikiran, dan tindakan. Jiwanya bersepakat dengan dirinya untuk mengatakan hanya apa yang mereka maksudkan. Jiwanya bersepakat dengan dirinya untuk tidak mengatakan apa-apa yang menjadi lawan bagi dirinya sendiri. Jiwanya bersepakat dengan dirinya untuk tidak mengatakan apa yang akan menyakiti hati orang lain. Jiwanya bersepakat dengan dirinya untuk menggunakan kata-katanya di dalam arah yang menuju kepada kebenaran, kebaikan, dan cinta.

KESEPAKATAN KEDUA

Jiwanya bersepakat dengan dirinya untuk tidak menjadikan berbagai hal menjadi terlalu pribadi sifatnya. Dirinya meyakini bahwa apa yang dikatakan dan dilakukan orang orang lain, bukanlah karena dirinya. Dirinya yakin bahwa apa yang dikatakan dan dilakukan orang lain, adalah cerminan dari kenyataan hidup orang itu sendiri, dan dari impian orang itu sendiri. Ketika hatinya bisa bersepakat tentang hal ini, dirinya akan memiliki daya tahan yang menguatkannya di hadapan perbuatan dan pendapat orang lain. Dan jiwanya, tak akan menanggung beban berat penderitaan yang memang tidak patut bagi dirinya.

KESEPAKATAN KETIGA

Jiwanya bersepakat dengan dirinya untuk tidak membuat asumsi-asumsi berlebihan tentang kehidupan. Jiwanya bersepakat dengan dirinya untuk berani bertanya dan mengekspresikan apa-apa yang diinginkannya terjadi di dalam kehidupan. Jiwanya bersepakat dengan dirinya untuk berkomunikasi sejernih mungkin, semampu yang bisa dilakukannya untuk menghindari kesalahpahaman, kesedihan, dan drama yang menyakitkan.

KESEPAKATAN KEEMPAT

Jiwanya bersepakat dengan dirinya untuk melakukan apa-apa yang terbaik yang bisa dilakukannya. Jiwanya bersepakat dengan dirinya untuk meyakini bahwa apa yang terbaik adalah berubah menjadi lebih baik dari satu momen kehidupan ke momen kehidupan berikutnya. Jiwanya bersepakat dengan dirinya bahwa di bawah segala situasi dan keadaan, akan melakukan yang terbaik demi terhindar dari penghakiman kepada diri sendiri, dari penyiksaan diri, dan dari penyesalan-penyesalan di masa depan.

Sahabat, jika engkau mau bersepakat dengan diri sendiri di bawah kesepakatanmu dengan Tuhanmu, maka seluruh alam semesta Insya Allah akan bersepakat di dalam meluruskan, membantu, dan memuluskan perjalananmu menuju kepada kebaikanmu.

Semoga setiap kesepakatan yang kita buat dengan diri kita sendiri, adalah kesepakatan yang menaikkan derajat kebaikan kita di hadapan-Nya. Aamiin. Aamiin.

Ringkasan dari "The Four Agreement" - Don Miguel Ruiz's Code For Life.

Kelanjutannya di sini: "Kesepakatan Kelima Dengan Diri Sendiri"

Ikhwan Sopa
Master Trainer E.D.A.N.
http://milis-bicara.blogspot.com
http://www.facebook.com/pages/Motivasi-Komunikasi-Leadership/196571006305