What Is "Critical Area" Of The Mind?

What Is "Critical Area" Of The Mind?

Dear all, saya sering sekali berhadapan dengan berbagai kontroversi tentang hypnosis. Para hypnotist beranggapan bahwa kondisi hypnosis bukanlah kondisi kehilangan kesadaran. Sebaliknya, mereka yang mengkritisi beranggapan bahwa kondisi hypnosis adalah seperti kesurupan atau mabuk, hingga dengan demikian tidak bisa dibenarkan. Sejauh yang saya temukan, biang dari kontroversi itu adalah sesuatu yang disebut dengan "critical area".

Pikiran adalah benda yang secara fisik sangat sulit diindera dengan panca indera. Itu sebabnya, seperti juga pada fenomena lain yang sulit diindera dengan panca indera, dibuatkanlah sebuah model. Model yang paling umum adalah pikiran sadar dan pikiran bawah sadar.

Pembedaan dua "macam" pikiran ini perlu dilakukan agar kita mudah memahami bagaimana pikiran kita bekerja. Jika kita hanya memahami pikiran sekedar sebagai "pikiran" saja, kita akan mudah memahami bagaimana sebuah gerakan bisa kita lakukan karena dipicu oleh pikiran untuk bergerak. Namun demikian, kita akan mengalami kesulitan ketika mencoba memahami bagaimana paru-paru bisa bergerak hingga kita bisa bernafas misalnya. Sesuatu yang "bukan sadar" adalah jawabannya.

Di antara dua "macam" pikiran ini ada sebuah wilayah yang disebut dengan "critical area" yang menjembatani pikiran sadar dan pikiran bawah sadar. Area ini adalah area sementara, tempat segala masukan dari luar - yang masuk lewat panca indera - mengalami pengujian, alias dikritisi, dianalisis, dan dilogikakan. Hasilnya jelas. Apa yang lulus uji, akan ditindaklanjuti menjadi sikap, keputusan, dan tindakan, atau menjadi keyakinan dan kepercayaan, atau disimpan secara jangka panjang sebagai bagian dari "operating system". Apa yang tidak lulus uji, akan ditolak.

Di wilayah inilah para hypnotist bernegosiasi dan mempersuasi, agar pengujian itu tidak dilakukan, tidak terjadi, atau tidak berlebihan menguji. Dalam pengertian yang sehat (hypnotherapy, motivasi, atau nasihat misalnya), masukan dari luar bertujuan membuat sistem uji ini mengalah, mengerti, teryakinkan atau memberi jalan agar masukan itu segera masuk ke wilayah pikiran bawah sadar. Dalam pengertian negatif (gendam, cuci otak, melalaikan, dan melengahkan), masukan dari luar bertujuan "melumpuhkan" sistem uji ini. Dari pemahaman inilah, kita dapat menyebut hypnotisme sebagai ilmu komunikasi dan persuasi.

Berikut ini adalah sebuah model yang disederhanakan dari sistem pikiran sadar dan bawah sadar, menurut riset Dr John G Kappas, hypnotherapist pendiri HMI (1968).

Pikiran dibagi ke dalam dua wilayah besar, yaitu:

- Pikiran sadar (12%)
- Pikiran bawah sadar (88%)

PIKIRAN SADAR

Pikiran sadar dapat diumpamakan seperti CPU komputer. Di sinilah "current rules of life" diletakkan. Segala bentuk keyakinan, kepercayaan, dan sistem tata nilai yang berlaku bagi hidup kita saat ini, dioperasikan di wilayah ini (penyimpanannya di pikiran bawah sadar). Fungsi utama bagian ini adalah berpikir, berlogika, merasakan, menganalisis, memutuskan, mengimplementasikan keputusan, dan mengontrol gerakan tubuh secara sadar.

Di wilayah ini, ditempatkan juga segala informasi tentang kejadian, pengalaman, dan perasaan yang terjadi pada diri kita selama kurang lebih 90 menit terakhir. Selanjutnya, segala informasi itu dilemparkan ke critical area untuk diproses lebih lanjut, jika tidak langsung ditolak sedari awal.

Ketika hari telah sore, dan kejadian tadi pagi masih mengganggu pikiran kita, ketika itulah kita dinyatakan mengalami information overload.

PIKIRAN BAWAH SADAR

Pikiran bawah sadar dapat diumpamakan seperti harddisk komputer yang berkapasitas amat besar. Di sinilah diletakkan detil-detil dari segala aturan kehidupan, pengalaman masa lalu termasuk segala emosi yang terkait, sistem tata nilai yang diyakini berjangka panjang, dan segala data base informasi yang diperlukan untuk segala aktivitas-aktivitas pikiran sadar di atas.

Di wilayah pikiran bawah sadar ini, ditempatkan segala ingatan tentang segala kejadian, pengalaman, dan perasaan sepanjang hidup kita. Di wilayah ini segala informasi itu disusun secara rapi menjadi berbagai bentuk pembelajaran yang menjadi berbagai konsep yang siap pakai, dan nanti digunakan lagi ketika kita mengalami pengalaman yang kurang lebih sama. Di wilayah ini jugalah segala kebiasaan dan habit terbentuk sebagai konsepsi-konsepsi, yang segera "naik" ketika pemicunya datang.

Jika information overload itu masih ada, tidur kita akan gelisah. Dan jika terbawa ke dalam tidur, maka kita mungkin akan mengalami mimpi buruk. Lebih buruk lagi, jika di pikiran bawah sadar informasi itu "terlanjur diterima", maka ia akan berkembang menjadi kebiasaan buruk atau limiting belief. Menjadi penyakit kehidupan menahun atau bahkan seumur hidup. Rata-rata kita punya contoh tentang ini.

CRITICAL AREA

Segala informasi terkait kejadian, pengalaman, perasan, dan masukan panca indera yang berasal dari dunia luar dan dari tubuh yang diterima pikiran sadar pada suatu saat, dan termasuk hasil-hasil dari olah pikir itu sendiri, ditampung secara sementara di wilayah yang disebut dengan "critical area". Di wilayah ini, segala pesan yang masuk itu diolah dan diproses oleh pikiran sadar, dan dibandingkan dengan segala data dari pikiran bawah sadar. Output dari wilayah kritis ini ada dua, yaitu "diterima" atau "ditolak". Dari sini kita bisa mengerti, mengapa yang baik tidak selalu menjadi kebiasaan, dan apa yang buruk bisa sangat mudah menjadi kebiasaan. Sangat tergantung pada "kerapihan" pembelajaran pikiran bawah sadar kita sebelumnya, sebagai basis pengambilan keputusan.


Dalam istilah komputer, cara kerja wilayah ini mirip dengan program TSR (terminate and stay residence, seperti anti virus misalnya).

Wilayah kritis ini adalah wilayah gabungan, setengahnya berasal dari pikiran sadar dan setengahnya lagi dari pikiran bawah sadar. Di sinilah kedua "macam" pikiran itu bekerjasama.

Wilayah kritis ini terbentuk sejak lahir sampai sekitar usia 8 tahun. Sebelum terbentuk, apapun yang masuk ke pikiran sadar cenderung akan diterima sebagaimana adanya dan langsung masuk ke wilayah permanen di pikiran bawah sadar, menjadi pengalaman berjangka panjang, menjadi keyakinan dan kepercayaan. Menjadi "operating system" kehidupan. Setelah wilayah ini terbentuk, sang anak akan mulai mempersepsi berbagai hal sebagai dualisme, misalnya baik dan buruk, benar dan salah, suka dan tidak suka, dan sebagainya. Di wilayah inilah terbentuk apa yang disebut dengan "belief system".

Wilayah kritis ini bekerja sebagai penjaga pintu gerbang dari pikiran sadar ke pikiran bawah sadar. Tugasnya adalah melindungi apa yang sudah tertanam di pikiran bawah sadar, terlepas dari baik atau buruknya segala sesuatu yang telah tertanam itu. Di sinilah peran korektif dari hypnotism dapat diterima sebagai sebentuk therapy (hypnotherapy), karena selama ini kita mungkin tak pernah secara sengaja melakukan filtrasi informasi, hingga muncullah berbagai problema mental kehidupan. Bisa jadi, selama ini kita sangat mengandalkan pembelajaran kita selama ini, yang mana pembelajaran itu sendiri sangat mungkin mengandalkan database dari berbagai konsepsi yang belum tentu memberdayakan.

Sebagai wilayah gabungan, wilayah kritis ini memiliki sub wilayah pikiran sadar dan sub wilayah pikiran bawah sadar. Sub wilayah pikiran sadar, menampung ingatan tentang segala kejadian, pengalaman, dan perasaan selama kurang lebih 24 jam terakhir. Segala informasi yang lulus uji di sub wilayah ini, akan dicemplungkan ke sub wilayah pikiran bawah sadar, untuk diperbandingkan dengan segala bentuk pembelajaran yang tertanam di wilayah pikiran bawah sadar.

Pada akhirnya, ketika informasi tentang kejadian, pengalaman, dan perasaan berhasil melewati ujian di kedua sub wilayah ini, maka semua itu akan dicemplungkan ke wilayah pikiran bawah sadar, menjadi ingatan-ingatan berjangka panjang atau permanen. Secara alamiah, proses pencemplungan ini terjadi ketika kita sedang tidur, yaitu ketika kita memasuki gelombang otak tertentu.

Maka hypnosis menemukan jalan... dengan memisahkan fenomena "tidur" dari "mencapai gelombang otak tertentu".

Tidur...!

Semoga bermanfaat.

Foto: Lifefirst.com

Ikhwan Sopa
Master Trainer E.D.A.N.
Hypno-E.D.A.N. - School Of Mind

Mental Juara Mendahului Kehidupan

KETIKA 300.000.000 sel sperma dikirim ayah, SEKETIKA ITU PULA semuanya bergerak aktif memburu permaisuri sang sel telur yang menunggu di rahim ibu.

Dari semua, pemenangnya HANYA SATU; yaitu AKU.

Aku baru diberi nyawa 120 hari kemudian.

Tuhanku meng-ilhamkan:

"Mental Juara Mendahului Kehidupan."

Inilah auto biografiku.

Kurang yakin apa, jika semua ini adalah keyakinanku di tingkat tertinggi - "haqqul yaqin" - sebab aku memang mengalaminya sendiri?

(Dari bukuku "Manajemen Pikiran dan Perasaan" yang belum jua diapprove oleh penerbit).

Ikhwan Sopa
Master Trainer E.D.A.N.

Hypnosis: Training Fundamental Hypnosis, Stage Hypnosis, And Hypnotherapy

Apa yang akan Anda peroleh dengan Training "Fundamental Hypnosis, Stage Hypnosis, dan Hypnotherapy" tanggal 8-9 Januari 2011 nanti: http://goo.gl/htWv7 adalah bonus dari esensi keilmuan yang sesungguhnya. Sebab, ilmu ini semestinya menjadi alat bagi kita untuk menjalankan tugas yang lebih mulia yaitu: http://on.fb.me/hjxTzD - Semoga bermanfaat.

Training ini adalah ujicoba kurikulum tanpa sertifikasi. Itu sebabnya iurannya murah sekali, hanya Rp 100.000,- per orang untuk dua hari termasuk lunch!

Tempatnya di dekat Snow Bay. Dari Pintu Utama, ke kiri terus ke jalan kecil sampe mentok, belok kanan.

Jika Anda mau bawa keluarga berekreasi ke TMII atau Snow Bay, monggo, tapi MOHON tidak sampai mengganggu acara training kita.

Untuk yang mau menginap membawa keluarga, di tempat training kita ada hostel super murah! Hanya Rp 10.000 sampai Rp 20.000 per malam (standar)!

Jika Anda menginap, Anda menginap di dalam TMII. Untuk menginap hubungi 021-8400418.

Untuk pendaftaran, silahkan kunjungi link-link di atas.

Ikhwan Sopa
Master Trainer E.D.A.N.
Hypno-E.D.A.N. - School Of Mind

Hypnosis: Kinesthetic Trance


Peserta ini bukanlah "korban" stage hypnosis. Alias, dia sendiri yang meminta diinduksi. Katanya, dia sangat ingin menjadi seorang ustadz yang sangat terkenal. Saya bilang, "gampang, maju aja ke sini."

Ini adalah kinesthetic induction yang menciptakan kinesthetic trance. Very powerful, sebab bukan hanya menciptakan "penampakan" tapi juga mempengaruhi fisik, dan biologi bahkan kimia tubuh. Sesuatu yang muncul dari dalam. Perhatikan suaranya, gesturenya, dan jika bisa melihat wajahnya, ekspresi dan otot matanya pun ikut berubah... Subhanallah... Ini bukan kesurupan.

Ada yang tahu, dia "kesurupan" siapa?

Ikhwan Sopa
Master Trainer E.D.A.N.
Hypno-E.D.A.N. - School Of Mind

The Danger Of Not Learning NLP And Hypnosis

Bahayanya Tidak Belajar NLP Dan Hypnosis

Jika setiap orang secara SADAR menginginkan kebaikan, kesehatan, kebahagiaan, ketenteraman, dan kesejahteraan, maka dalam konteks manusia yang sama-sama dianugerahi kemampuan, mengapakah tak setiap orang mendapatkannya?

Jika setiap orang secara SADAR tidak ingin menderita, sakit, tidak berbahagia, tidak tenteram, dan tidak sejahtera, maka dalam konteks manusia yang sama-sama dianugerahi kemampuan, mengapakah banyak orang justru hidup di bawah bayang-bayangnya?

Because there is something other than CONSCIOUS. Sebab rata-rata orang baru mengerahkan sebagian kecil dari kemampuan.

It has much more power than we ever thought!
It drives our daily lives.
We have to educate them.

"Akhlak adalah sifat yang tertanam dalam jiwa yang mendorongnya untuk melakukan perbuatan tanpa memerlukan pemikiran dan pertimbangan."
- Ibnu Miskawayh -

"Akhlak adalah sifat yang tertanam dalam jiwa yang menimbulkan macam-macam perbuatan dengan gampang dan mudah, tanpa memerlukan pemikiran dan pertimbangan."
- Al Ghazali -

Untuk mendidiknya, kita perlu mengenalnya dan mengetahui cara kerjanya. Agar kita tidak sekedar menjalankan ajaran tanpa mengetahui pemahamannya. Agar hati menjadi tenang dan akal terpuaskan.

Related notes:
http://on.fb.me/h5a8lm
http://milis-bicara.blogspot.com/2010/11/danger-of-learning-nlp-and-hypnosis.html
http://on.fb.me/hjxTzD
http://milis-bicara.blogspot.com/2010/11/update-danger-of-learning-nlp-and.html

Wallahua'lam.
Mohon koreksi dan pembelajaran.

Ikhwan Sopa
Master Trainer E.D.A.N.

UPDATE: The Danger Of Learning NLP And Hypnosis

Dear all,

Terkait tulisan sebelumnya, "The Danger Of Learning NLP And Hypnosis" alias "Bahayanya Belajar NLP dan Hypnosis":

http://on.fb.me/h5a8lm
http://milis-bicara.blogspot.com/2010/11/danger-of-learning-nlp-and-hypnosis.html

Inilah yang sebenarnya hendak saya sampaikan.

Mohon maaf dan koreksi jika ada kesalahan dan kekurangan khususnya kepada pihak yang mengerti agama.

Semoga bermanfaat.

Ikhwan Sopa
Master Trainer E.D.A.N.

The Danger Of Learning NLP And Hypnosis


BAHAYANYA BELAJAR NLP DAN HYPNOSIS

Bahayanya adalah, seseorang dapat beranggapan bahwa Tuhan hanyalah MAP dan bahwa AGAMA hanyalah TRANCE. The danger is that a person can perceive that God is only a MAP, and that Religion is only a TRANCE.

Betul, tapi tidak benar, true but not the truth.

Yang benar adalah, the truth is:

Kita mengenal Tuhan hanya berdasarkan informasi dari Tuhan SENDIRI tentang sifat dan nama-Nya di dalam kitab suci. We know God only by the information from HIMSELF in the Quran. Sejauh itulah pemahaman kita akan Tuhan. Itulah MAP kita. That is the limit of our knowledge about God. That is our MAP. Note: Tidak dalam pengertian hakikat.

GOD IS A MAP (SIFAT dan NAMA):

"Katakanlah: 'Dia-lah Allah, Yang Maha Esa.'"
(QS.112:1)

Katakanlah: "Serulah Allah atau serulah Ar-Rahman. Dengan nama yang mana saja kamu seru, Dia mempunyai al asmaaul husna (nama-nama yang terbaik) dan janganlah kamu mengeraskan suaramu dalam shalatmu dan janganlah pula merendahkannya dan carilah jalan tengah di antara kedua itu".
(QS.17:110)

"Dialah Allah, tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) melainkan Dia. Dia mempunyai al asmaaul husna (nama-nama yang baik)"
(QS.20:8)

"Dialah Allah Yang Menciptakan, Yang Mengadakan, Yang Membentuk Rupa, Yang Mempunyai Asmaaul Husna. Bertasbih kepadaNya apa yang di langit dan bumi. Dan Dialah Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana."
(QS.59:24)

Sebatas kemampuan manusia untuk memahami Tuhan adalah Asmaul Husna. Sebatas itulah MAP kita. Asmaaul Husna is the limit of our knowledge about God. Our MAP is Asmaaul Husna.

RELIGION IS A TRANCE:

"Kehidupan dunia ini hanyalah permainan dan senda gurau" dan "melalaikan"
(QS.6:32, 29:64, 47:36, 57:20) - (note: plus ungkapan "bunga" dan "perhiasan")

Kita hidup dari TRANCE ke TRANCE lain setiap saat dan setiap waktu. Kita tidak bisa lari dari TRANCE. TRANCE yang kita diminta hidup di dalamnya adalah DIEN dengan segala syariat dan Sunnah Nabi Muhammad SAW rasul-Nya.

We live "trance in-trance out" at any moment. God wants us to live in the RELIGIOUS TRANCE called DIEN with all of those syari'a, manners, and the Sunnah of Prophet Muhammad SAW.

Itu sebabnya kita butuh hati, heart, qalbu, dan butuh HIDAYAH. Itu sebabnya dinamakan AGAMA dan bukan ILMU PENGETAHUAN. That is why we need heart and HIDAYAH. That is why we called it RELIGION and not SCIENCE.

Note: Tulisan ini telah diupdate di sini:
http://milis-bicara.blogspot.com/2010/11/update-danger-of-learning-nlp-and.html

Wallahua'lam.

Ikhwan Sopa
Master Trainer E.D.A.N.

Kreatifitas: The Disney Strategy

Sahabat,


15 Mei 1928, Mickey Mouse lahir dalam keadaan bisu. Ia baru bisa bersuara setahun kemudian, tepatnya 17 Maret 1929. Film pertamanya berjudul "Plane Crazy". Sejak saat itu, Mickey Mouse menjadi legenda animasi dan kartun hingga hari ini.

Ayah Mickey Mouse adalah seorang Walter Elias Disney, atau lebih dikenal dengan nama "Walt Disney", yang kini juga dikenal sebagai rajanya taman bermain (theme park- disneyland) di berbagai pelosok dunia.

Robert Dilts, salah satu mbahnya dunia NLP, mencari tahu bagaimana fenomena Disney menjadi besar dan melegenda. Ia menggali strategi kreatifitas Walt Disney dalam menciptakan semua itu. Lahirlah "The Disney Strategy".

Inti kreatifitas ala Walt Disney sederhana. Ia membagi ruang berpikirnya menjadi beberapa kamar layaknya kamar di rumah kita. Ruang-ruang atau kamar-kamar itu adalah:

1. Ruang Dreamer
2. Ruang Critic
3. Ruang Realist

Ketika pikiran sedang mengembara masuk ke dalam ruang dreamer, apa yang ada adalah kreatifitas semata-mata. Di ruang ini, kreatifitas digenjot semaksimal mungkin tanpa melibatkan kritik atau kendala realitas. Yang ada hanyalah kreatifitas-kreatifitas dan segala kemungkinan opsinya. Liar, bebas.

Jika telah puas dengan pengembaraan liarnya, setelah berbagai kesimpulan kreatif dibuat, pikiran dipersilahkan masuk ke ruang kritik. Di sini, yang ada hanyalah kritik dan kritik. Segala ide kreatif itu dihadapkan adu kepala dengan segala kritik yang mungkin diungkapkan. Ide-ide itu dikritik habis-habisan.

Setelah itu, barulah pikiran memasuki dunia realistik. Ide dan kreatifitas yang telah dikritik habis-habisan digiring untuk menjadi realistik. Dengan demikian, ide dan kreatifitas itu akan menjadi realistis alias memang bisa direalisasikan.

Kekurangpahaman tentang pembagian ruang ini, atau ketidaksepakatan di dalam brainstorming dan pembahasan, seringkali mematikan ide dan kreatifitas.

Tips: Secara pribadi dan  organisasi, membiasakan The Disney Strategy seringkali menghasilkan ide-ide briliant, yang dalam sejarah telah terbukti banyak mengubah dunia!

Semoga bermanfaat.

Ikhwan Sopa
Master Trainer E.D.A.N.

Auto Save

Sahabat,

Saat engkau merasa lelah mendongak ke atas melihat orang lain, engkau mungkin sedang terlalu merendahkan diri sendiri.

Banguuuuuuuuuuuuuun !!!

Terus mengingat hal buruk yang terjadi di dalam hidup kita, ibarat memilih sebuah aplikasi program yang terbuka dan berjalan di atas komputer. Dalam setiap aplikasi komputer, ada yang namanya "Auto Save". Dengan itu, satu hurufpun akan semakin menguatkannya. Bayangkan komputer diri kita, yang hidup dan berjalan selama 24 jam tanpa pernah berhenti, dan menjalankan aplikasi yang buruk untuk diri sendiri.

Tetap semangat!

Ikhwan Sopa
Master Trainer E.D.A.N.

7 Hal Yang Paling Berpangaruh Di Dalam Hidup

Sahabat,

7 + 7 hal yang paling berpengaruh dalam membentuk realitas kehidupan:

1. Iman dan Keyakinan,
2. Hasrat dan Keinginan Kuat,
3. Harapan, 4. Cinta,
5. Semangat dan Antusiasme,
6. Romantika,
7. Seks.

Tujuh yang sebaliknya:

1. Ketakutan dan Ketidakyakinan,
2. Iri dan Dengki,
3. Kebencian,
4. Dendam,
5. Rakus dan Tamak,
6. Amarah tak terkontrol,
7. Takhyul dan Keyakinan Irrasional.

Tetap semangat!

Ikhwan Sopa
Master Trainer E.D.A.N.

Menyesal Itu Datangnya Belakangan

Sahabat,

Ibunda saya sering menasehati saya, "Menyesal itu datangnya belakangan." - Sekarang saya merasakan kedalaman dan pengaruhnya. Terlebih lagi jika begini, "Menyesal itu datangnya belakangan.. ingat, menyesal itu datangnya belakangan.. ingat, menyesal itu datangnya belakangan.. menyesal itu datangnya belakangan.. menyesal itu datangnya belakangan.. menyesal itu datangnya belakangan.. menyesal itu datangnya belakangan.."

Tetap semangat!

Ikhwan Sopa
Master Trainer E.D.A.N.

Definisi Stress

Sahabat,

Saya jadi teringat celetukan salah satu "dukun" saya. Katanya,

"Stress itu pikiran yang dirasain, atau perasaan yang dipikirin."

Setiap kita beroperasi di atas kebiasaan-kebiasaan. Di balik setiap kebiasaan, selalu ada pola pikir. Setiap pola pikir, adalah cara berpikir yang dibiasakan. Di dalam setiap pola pikir, ada tiang penyangga. Namanya keyakinan. Keyakinan itulah, yang perlu selalu kita jaga dan kuatkan. Pola pikir menciptakan realitas kehidupan.

Tetap semangat!

Ikhwan Sopa.
Master Trainer E.D.A.N.

5 Skill Manajemen Pikiran Dan Perasaan

Sahabat,

Lima skill "Manajemen Pikiran Dan Perasaan":

1. Cepat mereduksi stress.
2. Mengenali emosi diri.
3. Koneksi non verbal dengan orang lain.
4. Memiliki rasa humor berhadapan dengan tantangan.
5. Resolusi konflik dengan positif dan PD.

Tetap semangat!

Ikhwan Sopa
Master Trainer E.D.A.N.

Dua Sisi Diri

Sahabat,

Ada masanya,
Ketika menghadapi peluang baru,
Kita terdiam terpaku.

Kita bertanya pada diri sendiri,
Mungkinkah aku melakukannya?
Bisakah aku melakukannya?
Mampukah aku?

Kita berbicara dengan sisi lemah kita.
Bicaralah pada sisi kreatif yang kuat.

Hmm...
Aku penasaran,
Bisa nggak ya, aku melakukannya?
Wow... jika aku bisa...
Hmm...

Selalu ada dua sisi di dalam diri kita.
Wujud nyata, keadilan dan kasih sayang-Nya.

Tetap semangat!

Ikhwan Sopa
Master Trainer E.D.A.N.

Trance In - Trance Out


Sahabat,

Kehidupan dunia ini hanyalah permainan dan senda gurau yang melalaikan (QS.47:36, 57:20). Saya meyakini, permainan itu namanya "trance in-trance out". Saya menyadari, itu sebabnya kita diminta berdoa setiap kali "in" dan setiap kali "out".

Tetap semangat!

Ikhwan Sopa
Master Trainer E.D.A.N.

Here And Now


Sahabat,

Hidup menjadi sempit ketika apa-apa yang "bukan sekarang" dan "bukan di sini" mendominasi saat ini. Sebuah riset menunjukkan bahwa rata-rata orang mengalokasikan waktunya 40% untuk yang belum datang dan 40% untuk yang sudah lewat. Luaskan... luaskan...

Tetap semangat!

Ikhwan Sopa
Master Trainer E.D.A.N.

Lintas Komunitas Peduli

Dear all, telah bergabung lebih dari 20 komunitas (milis, facebook, dan offline) - dan terus bertambah. Silahkan bergabung dengan gerakan ini, untuk membantu saudara-saudara kita yang sedang mengalami musibah dan bencana.

http://www.facebook.com/pages/Gerakan-Kemanusiaan-Rp-10000/161971260509736

Terimakasih.

Ikhwan Sopa

Perasaan Itu Dikreasi, Dengan Pikiran


Sahabat,

Perasaan itu dikreasi, dengan pikiran.
Tak semuanya sedang tersenyum.

Sukses selalu!

Ikhwan Sopa
Master Trainer E.D.A.N.

Optimis, Pesimis, Putus Asa


Sahabat,

Menunggu yang disukai namanya optimis.
Menunggu yang tak disukai namanya pesimis.
Tak menunggu apa-apa namanya putus asa.

Tetap semangat!

Ikhwan Sopa
Master Trainer E.D.A.N.
http://milis-bicara.blogspot.com

Apa Yang HARUS Itu Hanya Satu

Sahabat,

"Apa yang harus itu hanya satu, dan bukan kita yang mengharuskannya. Namanya kematian. Selebihnya adalah ingin, perlu, atau butuh."

Sukses selalu.

Ikhwan Sopa
Master Trainer E.D.A.N.
http://milis-bicara.blogspot.com

Sempurna

Kesempurnaan itu punya kelemahan yang sangat mendasar, yaitu ketidakmungkinannya untuk dicapai. Kita tidak pantas memaksa diri untuk yang tidak mungkin.


Pilihan saya sulit: Tidak ada gambar yang bisa menjadi contoh untuk artikel ini, atau contohnya adalah seluruh gambar yang ada di internet.


Tetap semangat!


Ikhwan Sopa

Master Trainer E.D.A.N.

http://milis-bicara.blogspot.com

BAB PENUTUP BUKU SAYA

Sahabat, berikut ini adalah Bab Penutup dari buku saya.

Alhamdulillah, draftnya sudah selesai tinggal menunggu perbaikan kecil di sana-sini. Semoga bisa segera terbit menemani kehidupan sahabat semua.

Setiap paragraf dari bagian penutup ini adalah cerminan dan kesimpuan dari setiap bab yang ada di dalam buku. Setiap paragraf ini sengaja ditulis panjang rata-rata dengan hanya satu kalimat. Tidak demikian dengan isi masing-masing bab di mana saya berusaha sedapat mungkin menggunakan kalimat-kalimat pendek yang enak dan mudah dicerna.

Saya sangat berharap akan komentar, kritik, dan saran dari sahabat semua. Semua itu akan berpengaruh pada editing terakhir yang sedang saya lakukan. Semua itu bisa berpengaruh pada perubahan gaya tulisan, pada pilihan-pilihan kata dan kalimat, dan bahkan pada perombakan total buku ini.

Tentang judul kita tunggu saja, keywordnya adalah "mindset".

Terimakasih sebelumnya, semoga Allah SWT membalas pahala yang setimpal untuk sahabat semua.

Saya menunggu seminggu ini.

Ikhwan Sopa
ikhwan.sopa@gmail.com
=================

PENUTUP

”Hidup adalah tentang mengorganisasi pola pikir dan mengukur kemajuan pola pikir menuju impian dan cita-cita.”
- Ikhwan Sopa -

Hidup kita berbahagia dan mengalami kemajuan yang terus bergerak ke arah tercapainya impian dan cita-cita, ketika kita menyadari bahwa berbagai pola pikir kehidupan telah kita organisasikan sedemikian rupa di mana secara keseluruhan mencerminkan sinyal kemajuan.

Ukuran kemajuan untuk pola pikir adalah pola rasa yang diciptakannya. Ukuran kemajuan untuk pola rasa adalah rasa kesesuaiannya dengan segala keyakinan yang indah, baik, dan benar. Keyakinan yang indah, baik, dan benar adalah keyakinan sebagaimana yang telah dipedomankan oleh Tuhan tentang ketiganya, di mana Tuhan menggariskan bahwa ketiganya harus ada secara bersama-sama.

Ukuran akhir dari segala kemajuan peradaban manusia adalah makin dekatnya peradaban itu kepada Tuhan. Semua kemajuan ini ada tandanya. Tanda-tanda dari kemajuan pola pikir dan pola rasa adalah kesadaran.

Ketika kita menyadari bahwa kita diciptakan di dunia ini dengan mengemban tugas besar menggapai kemuliaan dan kehormatan. Di antara kemuliaan dan kehormatan itu adalah keberhasilan mencapai impian dan cita-cita yang memajukan peradaban dan bukan sebaliknya.

Ketika kita menyadari bahwa kita adalah pribadi-pribadi unik dengan keunikan impian dan cita-cita, yang dengan keunikan itu kita bisa bermimpi dan bercita-cita sendirian tapi untuk mencapainya kita harus melibatkan kebersamaan.

Ketika kita menyadari bahwa keseimbangan antara kehidupan pribadi dan kehidupan sosial sebagai syarat tercapainya impian dan cita-cita hanya bisa kita ciptakan dengan memelihara pola-pola pikir tertentu.

Ketika kita menyadari bahwa keterbatasan fisik hanya bisa dilengkapi dengan pikiran yang lebih kuat, di mana pikiran-pikiran kita perlu diorganisir sehingga memiliki pola-pola dan kebiasaan berpikir yang akan memudahkan upaya kita mengejar impian dan cita-cita, di mana tanda kemudahaan itu ada pada segala perasaan.

Ketika kita menyadari bahwa isi kepala kita hanya terdiri dari dua kelompok besar pikiran yang harus kita pilih, yaitu pikiran-pikiran yang mendekatkan kita kepada impian dan cita-cita atau sebaliknya menjauhkan kita darinya.

Ketika kita menyadari bahwa kebahagiaan yang sesungguhnya yang bisa kita gapai di dunia yang fana ini adalah tentang pergeseran dan transformasi kehidupan untuk menjadi lebih baik dan lebih baik lagi.

Ketika kita menyadari bahwa kita telah dianugerahkan Tuhan sebuah kekuatan besar terkait dengan kebesaran kita sebagai makhluk yang letaknya ada pada hati nurani dan akal yang membedakan kita dari makhluk lain ciptaan-Nya, di mana kekuatan itu adalah kekuatan untuk secara sadar memilih jalan yang mendekatkan atau menjauhkan kita dari tujuan.

Ketika kita menyadari bahwa perubahan keadaan adalah akibat dari pengaruh-pengaruh yang kita ciptakan di mana setiap diri kita sendirilah yang menjadi makhluk paling berpengaruh di muka bumi.

Ketika kita menyadari bahwa segala pilihan jalan berpikir yang kita ambil akan dihadapkan dengan berbagai ujian dan cobaan - bukan azab dan hukuman, di mana azab dan hukuman hanya diberikan kepada pribadi yang memutuskan jalan yang jauh dari kebaikan dan kebenaran.

Ketika kita menyadari bahwa segala masalah, konflik, keterbatasan, kelemahan dan ancaman justru merupakan bagian-bagian penting dari kebutuhan kita untuk membangun diri menjadi pribadi-pribadi yang besar dan memenangkan kehidupan.

Ketika kita menyadari bahwa diri kita yang ideal sesuai impian dan cita-cita adalah bukan diri kita yang ada dan hidup pada hari ini, yang dengan demikian kita perlu melakukan perubahan terhadap diri dan lingkungan.

Ketika kita menyadari bahwa sebagai manusia kita dilengkapi dengan perasaan yang dengan perasaan itulah segala perubahan dimulai sesuai tuntutan kemanusiaan yang sebagai makhluk pikiran adalah juga makhluk perasaan.

Ketika kita menyadari bahwa kenyamanan dan merasa terlalu cepat puas terhadap apa yang telah menjadikan diri kita kini dan apa yang telah kita miliki sekarang adalah ilusi zona nyaman yang sangat rentan terhadap perubahan, di mana satu-satunya cara bagi kita untuk tetap hidup di dalam kenyamanan dan peningkatan kepastian adalah dengan menyesuaikan diri terhadap segala perubahan di dalam batas-batas kebaikan dan kebenaran.

Ketika kita menyadari bahwa risiko ada di mana-mana sebagai bagian alamiah dari keseimbangan kehidupan, di mana setiap risiko bisa di atasi dengan menjalani risiko lain yang berpeluang lebih membesarkan diri kita.

Ketika kita menyadari bahwa kesempurnaan adalah bukan milik kita dan kesempurnaan kita ada pada ketidaksempurnannya, di mana seluruh segi kehidupan adalah tentang menari dan berlari di dalam ketidaksempurnaan demi kehidupan itu sendiri yang esensinya adalah pergeseran dan transformasi.

Ketika kita menyadari bahwa di dalam kekhawatiran dan ketakutan, kita harus tetap adil dan bijaksana kepada diri sendiri dengan mengutamakan harapan dan cita-cita di atas segala kekhawatiran dan ketakutan itu.

Ketika kita menyadari bahwa tindakan yang nyata adalah cara terbaik bagi kita untuk mencapai tingkat keyakinan yang makin tinggi dan makin tinggi lagi tentang tercapainya impian dan cita-cita.

Ketika kita menyadari bahwa segala sesuatu diciptakan dua kali sebelum ia menjadi kenyataan di dalam kehidupan, di mana tahap pertama adanya di dalam pikiran dan di dalam hati kita dalam bentuk keinginan, impian, cita-cita dan idealisme, dan tahap kedua adanya di dalam tindakan-tindakan yang nyata.

Ketika kita menyadari ke-Maha-Besar-an Tuhan yang telah menciptakan segala sesuatu ada di sini di dalam kehidupan, termasuk apapun yang kita anggap belum ada, di mana tugas kita menjadi lebih mudah dengan memposisikan diri sebagai pemelihara, pengejar, dan pekerja yang semata-mata hanya untuk menemukan dan menyatukan berbagai komponen impian dan cita-cita, yang jauh dari orientasi pengrusakan dan penghancuran.

Ketika kita menyadari bahwa makna kehidupan adalah tentang perubahan, pergeseran, dan transformasi, di mana kita sebenarnya selalu berada di puncak-puncak kehidupan berdasarkan apa yang kita pikirkan dan kita lakukan di masa lalu, yang dengan demikian demi masa depan di puncak-puncak yang lebih tinggi kita diharuskan menciptakan pikiran dan tindakan yang makin meninggikan.

Ketika kita menyadari bahwa kesuksesan dan keberhasilan adalah tentang kerjasama dan organisasi yang baik antara diri kita dan segala sesuatu yang bukan kita, di mana untuk mengembalikan semua kesuksesan dan keberhasilan itu kepada diri kita sendiri, kita harus menitipkannya terlebih dahulu kepada apapun yang bukan diri kita.

Ketika kita menyadari bahwa kita semua dalam kenyataannya terlahir sebagai pribadi-pribadi yang juara yang akan tetap menjadi juara selama kita tetap menginginkan diri kita sebagai juara.

Ketika kita menyadari bahwa sebagai pribadi-pribadi juara setiap saat kita selalu berada di dalam keadaan siap tempur sekalipun berjalan dalam terpaan berbagai cobaan dan ujian kehidupan.

Ketika kita menyadari bahwa segala sesuatu bisa tercipta di dalam kehidupan nyata dengan dimulai dari kemauan dan keinginan yang diubah menjadi kebutuhan di mana jika kita memang butuh sebenarnya kita memang mampu.

Ketika kita menyadari bahwa semangat adalah sesuatu yang sangat menular kepada diri kita sendiri dan kepada lingkungan di sekitar kita, di mana semangat itu bisa menjadi semangat yang membangkitkan atau sebaliknya semangat yang mematahkan.

Ketika kita menyadari bahwa sabar, syukur, dan sikap menerima bukanlah semata-mata ajaran yang dogmatis, melainkan hukum alam sebagaimana panasnya api dan dinginnya es, di mana satu-satunya yang bisa kita lakukan adalah memuliakan dan menghormatinya dengan hidup di dalamnya sehingga menjadikan kita sebagai pribadi yang mulia lagi terhormat.

Ketika kita menyadari bahwa hidup yang maknanya yang perubahan, pergeseran, dan transformasi adalah identik dengan pembelajaran.

Ketika kita menyadari bahwa segala kesalahan yang tidak melukai kebaikan dan kebenaran adalah fenomena-fenomena pembelajaran yang indah yang dengannya kita menarik berbagai hikmah untuk perbaikan.

Ketika kita menyadari bahwa kegagalan sebenarnya hanyalah umpan balik yang dipadati oleh pelajaran, di mana kita akan benar-benar menjadi pribadi yang gagal hanya jika kita berhenti di tengah perjalanan.

Ketika kita menyadari bahwa waktu bukan hanya perlu dihargai, melainkan lebih dari harus dihormati karena kebesaran, ketinggian, dan kecepatannya yang tak tertandingi oleh apapun dan siapapun di alam semesta.

Ketika kita menyadari bahwa kredibilitas diri kita sebagai pribadi-pribadi lebih didominasi oleh berbagai karakter yang dinilai secara subyektif yang justru dengan demikian kita memiliki kendali untuk mengarahkan dan membangunnya menjadi lebih kuat dan lebih baik.

Ketika kita menyadari bahwa pentingnya impian dan cita-cita tidak secara langsung menjadikan kita sebagai pribadi yang bergerak untuk menggapainya, di mana keterlibatan penuh secara fisik dan mental adalah jalan terbaik untuk sampai ke sana.

Ketika kita menyadari bahwa mempercayai orang lain secara adil adalah ajaran yang mulia, di mana ia perlu didahulukan sebelum apapun yang menjadi sebab ketidakpercayaan muncul dan terbukti sebagai sesuatu yang nyata.

Ketika kita menyadari bahwa setiap diri kita adalah pribadi-pribadi pemimpin yang harus bertanggungjawab, di mana tanggungjawab itu adalah keharusan mempertahankan hakikat kepemimpinan di dalam segala posisi struktural yang kita ciptakan sendiri di dalam kehidupan pribadi dan organisasi, dengan menjaga dan memelihara pola pikir yang tetap menjadi pemimpin dan memegang kendali kehidupan.

===========

NLP For Jemaah Calon Haji - NLP - Download

NLP untuk para jemaah calon haji. Ilmu komunikasi, berkomunikasi dengan pikiran dan perasaan di tanah suci di puncak ibadah fisik. Silahkan di download, semoga bermanfaat.

http://www.scribd.com/doc/38735914/NLP-For-Jemaah-Calon-Haji-Berkomunikasi-dengan-Pikiran-dan-Perasaan-di-Tanah-Suci

http://www.slideshare.net/IkhwanSopa/nlp-for-jemaah-calon-haji-berkomunikasi-dengan-pikiran-dan-perasaan-di-tanah-suci

Ikhwan Sopa
Master Trainer E.D.A.N.
http://milis-bicara.blogspot.com

100 Tips And Articles On Public Speaking - Download

Powerpoint - "100 Tips And Articles On Public Speaking"

http://apps.facebook.com/files/shared/49rck3r4yz

Semoga bermanfaat.

Ikhwan Sopa
Master Trainer E.D.A.N.
http://milis-bicara.blogspot.com

Islamic NLP - Time Perspective - Download

Powerpoint on "Time Perspective- Islamic NLP"

http://apps.facebook.com/files/shared/ts8xl4sf9d

Semoga bermanfaat.

Ikhwan Sopa
Master Trainer E.D.A.N.
http://milis-bicara.blogspot.com

Entrepreneurship - Powerpoint Download

Powerpoint On Entrepreneurship:

http://apps.facebook.com/files/shared/qf0memupxn

Semoga bermanfaat.

Ikhwan Sopa
Master Trainer E.D.A.N.
http://milis-bicara.blogspot.com

Masalah Dan Solusinya


Dear sahabat,

Selesainya masalah adalah fenomena perubahan keadaan.

Masalah hanya bisa diselesaikan dengan berubah.

Tetap semangat!

Ikhwan Sopa
Master Trainer E.D.A.N.
http://milis-bicara.blogspot.com

Teknik Motivasi - Macro Motivation Dan Micro Motivation


Dear all,

Dalam rangka menulis sebuah buku motivasi dan pengembangan diri, saya belajar keras meneladani para pembicara dan penulis motivasi, tentang bagaimana cara mereka menyampaikan materinya.

Selama ini, kita mengenal ada dua macam pembicara motivasi terkait dengan teknik-teknik motivasinya:

1. Ada pembicara motivasi yang mengambil jalur "inspirational speaker" seperti yang ditempuh Pak Jamil Azzaini yang dengan tegas membranding diri sebagai Inspirator SuksesMulia.

Ciri dari gaya ini adalah banyaknya mereka menggunakan pendekatan metafora, indirect command, permainan emosi, dan story telling.

Keindahan mereka ada pada kemampuan mereka dalam menyiratkan sesuatu secara halus dan bisa langsung masuk ke wilayah bawah sadar - kita tahu, bawah sadar punya dominasi kuat pada sikap dan perilaku.

2. Ada pembicara motivasi yang kita kenal dengan sebutan "motivational speaker". Saya cukup yakin bahwa sebagian besar pembicara motivasi dan para trainer adalah termasuk kelompok ini.

Ciri dari gaya ini adalah positioning mereka yang lebih banyak menjadi pendorong semangat dengan pendekatan-pendekatan logis dan masuk akal, atau dengan pendekatan direct command.

Keindahan mereka terletak pada kemampuan mereka untuk mempengaruhi orang lain untuk teryakinkan atau melakukan sebuah tindakan.

Saya menemukan, bahwa lebih jauh lagi dari kedua hal di atas, fenomena budaya Indonesia dan sekaligus fenomena Bahasa Indonesia, ternyata memberi peluang lebih luas dan lebih dalam terkait dengan teknik-teknik motivasi yang mungkin kita kembangkan di negeri ini.

Saya menyederhanakannya dengan dua pendekatan:

1. Macro Motivation

Yaitu sebuah model pendekatan teknik motivasi, yang berfokus pada gambaran besar suatu topik motivasional. Seorang pembicara motivasi yang berbicara tentang "Kita Pasti Bisa", akan mengeksplorasi segala hal di seputar topik itu, dalam rangka mempersuasi pembaca atau audiencenya untuk mengadopsi sebuah keyakinan atau mengambil tindakan. Dalam pendekatan ini, yang cenderung praktis, sang pembicara motivasi tidak terlalu memperhatikan bagaimana ia menggunakan kata-kata dan sistematikanya, melainkan hanya berfokus pada hasil akhirnya yaitu audience yang teryakinkan untuk mengambil tindakan. Rata-rata pembicara motivasi bergerak di wilayah ini.

Keindahan gaya ini terletak pada pergeseran massive yang diciptakan, setidaknya di ruang kelas, dari audience yang seperti menjadi orang lain dan berbeda antara pagi hari ketika mereka memasuki kelas dan sore hari ketika mereka meninggalkan ruangan.

2. Micro Motivation

Yaitu sebuah model pendekatan teknik motivasi, yang berfokus tidak hanya pada gambaran besar topik, melainkan juga mempertimbangkan berbagai detil bahkan sampai yang terkecil. Bukan tidak mungkin, sang pembicara motivasi dalam hal ini, melakukan riset yang mendalam tentang alternatif-alternatif proyeksi dampak dari berbagai cara penyampaian materi.

Keindahan gaya ini, adalah pada kemampuan pembicara motivasi itu sendiri dalam menggiring audience atau pembaca memasuki sebuah state, dan dengan handalnya mereka dipertahankan tetap berada di sana secara asosiatif. Selain itu, pembicara motivasi yang demikian sangat piawai dalam meng-utilisasi berbagai konsep paling mendasar di dalam dunia motivasi, yang terus mereka pertahankan di sepanjang sesinya, melalui disain yang apik.

Saya punya dua contoh yang menarik tentang model ini. Dua contoh itu adalah dua orang pembicara motivasi yang sangat luar biasa. Saya pribadi belum pernah belajar langsung kepada mereka, saya hanya baru belajar dari kata-kata mereka yang saya dengar atau saya baca.

Yang pertama adalah Kang Zen alias Nunu Zainul Fuad, yang selalu dan selalu memperhatikan rhyme di dalam materi-materi motivasinya. Rhyme adalah keindahan bunyi dari kata-kata, yang secara hipnotik membuat orang sangat menikmati iramanya, sehingga tidak punya kesempatan untuk melakukan "penolakan" terhadap isi dari materi. Pendekatan ini mirip dengan teknik metafora dan story telling yang punya dampak sama; jalur bebas hambatan melewati RAS dan langsung menuju ke wilayah bawah sadar.

Yang kedua, tentu saja Pak Mario Teguh, yang tak bisa dipungkiri menjadi salah satu yang terbaik saat ini. Saya cukup detil mengobservasi beliau demi pembelajaran saya, dan saya sharing sedikit di sini.

Pak Mario sangat super dalam memperhatikan dampak dari SETIAP kata-kata. Saya yakin beliau punya metodologi riset untuk yang satu ini. Kata-kata yang meluncur dari mulutnya, selalu berdampak pada hal-hal berikut ini:

- Menggiring audience atau pendengar memasuki sebuah state terkait konsep motivasi.
- Membuat audience atau pendengar terbuai dengan keindahan rhyme dan ritme dari kata-katanya.
- Mampu mempertahankan state itu di sepanjang sesi motivasinya.
- Mempu tetap menyuntikkan berbagai konsep dasar motivasi yang sebenarnya tidak langsung berhubungan dengan topik yang sedang di sampaikan, topik-topik mendasar yang menjadi keyakinan dasar setiap orang.

Contoh yang paling sederhana adalah seperti yang berikut ini.

Kita sangat terbiasa menggunakan pasangan kata-kata seperti "kekurangan" dan "kelebihan".

Pak Mario Teguh menggunakannya dengan berorientasi pada micro motivation.

Menggunakan pasangan kata itu, Pak Mario akan menyampaikannya begini:

"Kekurangan" dan "Pelebihan"

Dengan cara seperti di atas, inilah yang bisa saya amati:

- Kedua kata itu menjadikan konsep dasar motivasi "the power of contrast" - sebagai bagian dari teknik persuasi, menjadi lebih kuat.

- Cara penggunaan pasangan kata seperti itu, makin menonjolkan konsep dasar motivasi "sabar, syukur, menerima" terimplikasi di dalamnya, dan secara tidak langsung berkonotasi dengan "kebaikan" dan "kepantasan" - dua kata yang menjadi favorit beliau.

- Kata "kekurangan" terasosiasi sebagai sesuatu yang melekat pada diri sendiri, dan kata "pelebihan" terasosiasi sebagai sesuatu yang diberikan oleh pihak lain, yaitu Tuhan. Di sinilah, permainan state beliau menjadi sangat luar biasa, terlepas dari segala kontroversi tentang tata bahasa.

Menarik bukan?

Ruang lain untuk diskusi topik ini ada di sini:

http://www.facebook.com/topic.php?uid=259039765215&topic=16072

Semoga bermanfaat.

Ikhwan Sopa
Master Trainer E.D.A.N.
http://milis-bicara.blogspot.com

Definisi Bahagia

Sahabat,

Kata orang, definisi "bahagia" adalah: Sebuah kesadaran bisa merasakan adanya kemajuan. Untuk menyadari kemajuan, tiga hal harus diketahui; tahu mau kemana, tahu sekarang ada di mana, tahu berangkat dari mana.

Maka sekecil apapun itu, sepanjang bisa dipahami sebagai kemajuan, pada dasarnya bisa membahagiakan. Sekecil apapun itu karena ia membahagian, amatlah patut kita syukuri.

Tetap semangat!

Ikhwan Sopa
Master Trainer E.D.A.N.
http://milis-bicara.blogspot.com

Hidup Ini Pasti


Sahabat,

Hidup ini pilihan, dan setiap pilihan menentukan. Lebih tepat lagi; setiap pilihan memastikan.

Memastikan kekuatan dan kelemahan, memastikan peluang dan ancaman.

Memilih hidup di dunia bisnis, kita dipastikan berhadapan dengan fenomena bisnis. Memilih memasuki dunia usaha, kita dipastikan berhadapan dengan keuntungan dan kerugian usaha. Memilih profesi kita dipastikan berhadapan dengan fenomena profesi. Memilih teman, kita dipastikan berurusan dengan pilihan karakter teman. Memilih jalan, kita dipastikan berhadapan dengan fenomena jalan.

Hidup ini pilihan, dan setiap pilihan memastikan.

Hidup ini pasti.

Pasti akan naik dan turun. Pasti akan pasang dan surut. Pasti akan ramah dan tak bersahabat. Pasti tentang senang dan susahnya. Pasti membuat bahagia dan menderita.

Bagaimana kita mengatakan tidak siap setelah menjatuhkan pilihan?

Ikhwan Sopa
Master Trainer E.D.A.N.
http://milis-bicara.blogspot.com

Yang Tetap Dan Yang Sementara

Dear all,

Jika berharap segala impian dan cita-cita TETAP melekat pada diri dan kehidupan, maka sebelum mencapainya segala hal adalah SEMENTARA.

Tak pantas terlalu cepat puas, tak boleh begitu mudah menyerah.

Tetap semangat !!!

Ikhwan Sopa
Master Trainer E.D.A.N.
http://milis-bicara.blogspot.com

Selamat Hari Raya Idul Fitri


Minal 'aidin wal-faizin, mohon maaf lahir dan batin. Taqabbalallahu minna wa minkum, shiyamana wa shiyamakum. Kulu 'amin wa antum bi khair.

-Ikhwan Sopa dan Keluarga-

Sesuatu Yang Paling Menular Sedunia

Sahabat,

Ketika semangat menurun, dunia melambat. Ketika semangat meredup, ruang hidup kita ini berubah menjadi gelap - masalahmu menjadi lebih besar dari proporsinya, kendalamu menjadi makin berat dari semestinya - tubuhmu makin letih, jiwamu makin lelah - impian dan cita-citamu seolah menjauh - dirimu terasa mengecil mengelabui kebesaranmu yang sesungguhnya.

Tetap semangat!

Ikhwan Sopa
http://milis-bicara.blogspot.com

Lihatlah Dengan Benar

Sahabat, seperti yang pernah kuceritakan; jika saja engkau tak beriman, tak peduli etika dan moral, tak kenal baik atau buruk dan benar atau salah, tak ambil pusing akan kepantasan dan tata nilai manusia yang indah, bukankah semua ini akan lebih mudah diselesaikan?

See? Ini namanya ujian.

Tetap semangat !

Ikhwan Sopa
Master Trainer E.D.A.N.
http://milis-bicara.blogspot.com

Orientasi Berbicara: Dari Sinilah Perbincangan Anda Bermula!

Kapan terakhir kalinya Anda diundang menjadi pembicara? Atau, kapan terakhir kalinya Anda berbicara dengan orang lain?

Entah Anda berbicara untuk sekelompok orang atau sekedar ngobrol dengan satu orang saja, menjadi semakin penting untuk kita pahami mengenai orientasi kita dalam berbicara. Sejak semula, sebagai pembicara publik, apa orientasi Anda ketika berbicara kepada sekelompok pendengar? Ada tiga pilihan di sini. Orientasi kepada diri sendiri, pada isi ceramah. Dan yang terakhir berorientasi kepada pendengar.

Oke, kita mulai dari yang pertama. Ketika Anda berorientasi pada diri sendiri, Anda berada di atas panggung untuk diri Anda sendiri. Anda ingin dikenang dan Anda ingin disukai. Tentu saja, Anda mungkin peduli dengan pendengar, dan Anda mungkin berpikir bahwa setiap orang di planet biru ini perlu mendengar pesan Anda. Tetapi Anda tetap ada di panggung untuk diri Anda. Anda perlu terlihat keren, Anda perlu disorot lampu, Anda pun menjadi pusat perhatian. Semuanya tentang Anda.

Bagi banyak pembicara, sulit untuk melalui tahap ini. Sebagian besar dari kita ingin terlihat hebat… oke, oke, kita semua ingin terlihat hebat. Dan tak seorang pun pernah menyalahkan seorang pembicara karena kurang egois. Namun, jika hal itu adalah alasan utama Anda berada di atas panggung, berhati-hatilah, tikungan berbahaya ada di depan Anda! Alasan begitu banyak orang takut berbicara di depan banyak orang adalah karena mereka takut terlihat bodoh. Enyahkan perasaan itu. Anda cukup hebat, cukup pintar, percayalah!

Yang kedua, ketika Anda berorientasi pada isi ceramah, bahan ceramah menjadi raja. Akhirnya, fokusnya tidak lagi pada diri Anda; sekarang fokusnya adalah pada materi Anda. Sekaranglah saatnya menyampaikan apa saja yang Anda ketahui. Wow, saya yakin Anda pun mengetahui banyak hal! Anda memiliki pesan yang ingin Anda bagikan, dan Anda akan memastikan hal itu tercapai. Mungkin Anda masih memerlukan persetujuan dari para pendengar Anda, tetapi menyampaikan pesan Anda kepada pendengar adalah suatu hal yang sangat-sangat-sangat penting.

Sebagian besar pelatih, kebalikan dari pembicara/penceramah, berorientasi pada isi ceramah. Banyak pernyataan atau janji yang cukup nyata tentang apa yang Anda harapkan untuk dibawa pulang oleh pendengar. Misal: 8 cara untuk melahirkan produk yang diinginkan pasar; 11 rahasia untuk meningkatkan keahlian persuasi Anda; 101 tip untuk menjadi pelatih hebat. Ups, maaf… itu salah satu bahan pelatihan saya.

Anda tahu bahwa Anda berhasil saat Anda menyampaikan semua yang Anda janjikan. Orang-orang menghampiri Anda setelahnya dan berkata, “Saya telah sangat banyak belajar kali ini,” serta memberi tahu Anda betapa banyak pelajaran berharga yang Anda sampaikan untuk dibawa pulang. Dalam pendekatan yang berpusat pada isi ceramah, isi ceramah memang berkuasa.

Atau pilihlah yang ketiga. Tentu saja, Anda bisa berorientasi kepada pendengar Anda. Semuanya bukan tentang Anda; bukan tentang bahan ceramah Anda; tetapi tentu saja tentang mereka. Fokusnya adalah membawa pesan unik Anda kepada sekelompok orang unik ini. Anda merasa nyaman dengan siapa diri Anda, Anda menguasai isi ceramah, dan Anda menciptakan sebuah momen ketika hubungan sejati tercipta di antara Anda dan mereka. Ikatan yang sebenarnya telah terjalin. Kepuasan pun terjamin.

Pada pendekatan yang terakhir ini, Anda berbicara dengan pendengar Anda sesuai kapasitas komunikasi mereka. Anda bersikap fleksibel dalam menentukan gaya, cara, dan sikap bekomunikasi. Ujung-ujungnya Anda lebih diterima sebagai seorang pribadi yang baik, dan pesan Anda pun mendapatkan perhatian dan respon positif dari pendengar Anda. Betapa bahagianya bila kita bisa melakukan hal ini.

Pilihan manakah yang Anda inginkan?
Ironis ya? Memang!

Ketika orang merasa ingin diterima, mereka cenderung mulai dengan berorientasi kepada diri sendiri. Ketika mereka berorientasi kepada diri sendiri, peluang untuk bisa diterima menjadi berkurang. Jika saja mereka mengubah orientasinya menjadi kepada pendengar, mereka kemungkinan besar akan diterima. Tentunya hal inilah yang sangat mereka damba-dambakan.

Lain kali saat kita akan mulai berbicara, kita sudah bisa memutuskan orientasi kita dalam berbicara. Kita bisa berorientasi kepada diri sendiri, pada isi ceramah, atau -tentu saja yang terakhir- berorientasi kepada pendengar.

Bagaimana dengan Anda?

Penulis: Rio Purboyo
Seorang pembicara dengan prinsip pelatihan yang menghibur, memberdayakan, dan menggerakkan, sekaligus seorang penulis yang terus menajamkan inspirasi menjadi lingkaran pengaruh seluas mungkin. Mendengarkan peserta dengan aktif-positif dan melontarkan umpan balik melalui humor yang pas, membuat pendengar membuka pikiran dan perasaannya –dan seringkali, ketika para pendengar tertawa, tanpa terasa mereka telah menerima pesan pentingnya. Anda bisa hubungi MasRio di +62.858.1531.1207 - riopurboyo@gmail.com (Link)

I Love My Job

Tulisan ini terinspirasi dari curhatan seorang sahabat.

Semua orang pasti punya pekerjaan & karir masing-masing. Mau di swasta atau jadi PNS seperti saya. Pekerjaannya pun pasti juga beragam jenisnya, pun tingkat kesulitannya. Namun tak jarang ditengah-tengah pekerjaan yang kita lakukan secara rutin ada kalanya muncul kejenuhan. Jenuh dengan lingkungan & suasana kerjanya, jenuh dengan jenis pekerjaannya, pun penyebab jenuh lainnya.

Tergelitik dengan pernyataan seorang teman, “aku tuh lama-lama bosan dengan pekerjaanku. Tapi kalau aku nggak kerja aku akan jauh lebih bosan..”, keluhnya di suatu sore. Saya paham dengan apa yang dia rasakan. Kebosanannya disebabkan dengan pekerjaan yang nyaris monoton & kurang ada variasi. Lah dipikir saya juga banyak variasinya? Enggak juga. Pekerjaan saya juga sama monotonnya. Mengerjakan jenis pekerjaan yang sama hampir setiap hari. Apa lama-lama nggak bosan? Tapi ya itu pinter-pinternya kita mengelola kejenuhan & kesibukan yang “itu-itu melulu”.

Untungnya saya selama bekerja bukan tipe “kutu loncat”, yang sering pindah kerja sana-sini. Karir saya kebanyakan bertahan lama, lebih dari 2 tahun. Saya dulu sempat bekerja sebagai seorang fashion designer di sebuah perusahaan garment di Malang. Itu saya jalani hampir 3 tahun lamanya. Bosan? Pernah. Jenuh? Saya nggak bilang enggak. BT karena bos sering marah-marah? Hmm, pasti. Jenuh banget sehingga tidak ada satu ide mode apapun yang dilahirkan hari itu juga pernah . Intinya ketidaknyamanan ketika bekerja itu pasti ada.

Atau ketika saya bekerja di perusahaan telekomunikasi yang itu, yang namanya jenuh, stress, capek, makan ati, itu juga pasti ada. Tapi ya namanya bekerja di bidang public service ya pasti begitu. Dimarahi pelanggan sudah makanan sehari-hari. Kalau nggak ada yang marah-marah justru malah aneh. Lho?! . Atau ketika saya pindah ke back office & saya memegang pekerjaan yang menuntut jiwa leadership dengan sekian anak buah. Yang namanya stress & under pressure itu pasti ada. Deadline di setiap akhir bulan, yang kalau laporannya nggak selesai efeknya anak buah kita gajiannya juga bakal terlambat. Nah, itu kan juga bentuk tanggung jawab yang besar. Stress? Pasti ada..

Ada satu hal yang membuat saya awet berkarir dalam sebuah pekerjaan, bagaimana caranya supaya saya enjoy dengan pekerjaan saya, lingkungan saya, teman-teman saya. Nggak mungkin sebagai orang baru saya menuntut lingkungan yang harus berubah untuk saya, tapi justru sayalah yang harus menyesuaikan diri dengan lingkungan baru saya. Beruntung saya orangnya mudah menyesuaikan diri sehingga dalam waktu yang tidak terlalu lama saya sudha bisa membaur dengan orang-orangnya & pekerjaan baru saya.

Ada hal unik yang saya rasakan ketika berpindah dari karyawan swasta menjadi pegawai negeri. Ada banyak hal signifikan yang saya rasakan juah berbeda dengan pekerjaan saya sebelumnya. Mulai lingkungannya, jenis pekerjaannya, kultur & budaya kerjanya, orang-orangnya, aplikasi & alur kerjanya.. Ah, banyaklah pokoknya. Sempat mengalami “culture shock”? Pernah, tapi ya itu tadi, alhamdulillah nggak sampai terlalu lama. Apakah lantas saya merasa bosan setelah sekian bulan saya berkarir di sini? Ada banyak hal yang membuat saya belajar. Ada banyak hal menarik yang bisa membuat diri saya berkembang. Salah satunya adalah ketika saya diajak bergabung dalam tim keprotokolan di biro kepegawaian. Yang tugasnya mempersiapkan acara pelantikan pejabat di lingkungan Sekretariat Negara. Ada banyak hal yang bisa saya pelajari disana ketika bertugas sebagai pembawa acara (MC) atau pembaca Surat Keputusan Presiden/Menteri.

Tapi terlepas dari itu, dari semua karir yang pernah saya jalani ada beberapa hal yang saya ingat:

1. tidak ada satu pun ilmu yang telah kita pelajari di bidang pekerjaan sebelumnya yang akan terbuang percuma, pasti ada yang akan terpakai;

2. ketika kita menjadi orang baru, cepatlah beradaptasi, jangan menuntut lingkungan yang harus beradaptasi dengan kita;

3. terapkan can do attitude, ketika mendapat tugas baru jangan langsung bilang “nggak bisa!”, karena ketika kita bilang “nggak bisa” itu akan menjadi pemicu ketidakbisaan-ketidakbisaan berikutnya, yang penting berusaha dulu;

4. semua ilmu yang kita dapatkan di dalam dunia kerja adalah ilmu yang bisa dipelajari, asalkan kita tekun pasti bisa;

5. jika ada banyak hal yang perlu diingat berkenaan dengan prosedur kerja, jangan segan untuk mencatat, karena yang namanya memory otak pasti ada kapasitasnya;

6. ketika kita merasa kurang nyaman atau mengalami kendala dengan pekerjaan & tidak bisa kita selesaikan sendiri, diskusikanlah dengan atasan, walau bagaimana pun mereka atasan kita & perlu tahu apa yang dialami bawahannya;

7. pimpinan akan melakukan review & menilai hasil kerja kita, just give & do your best..

8. kalau memang kita jenuh atau bosan ambillah cuti, refreshing-lah, semoga ada kesegaran baru nantinya ketika selesai cuti;

9. jika memang ternyata ada karir yang jauh lebih baik di luar sana atau ada bisnis wiraswasta yang jauh lebih menjanjikan ya kenapa tidak? Ambiiill..

10. ketika belum ada pekerjaan baru yang lebih baik, jalanilah pekerjaan yang sekarang dengan sebaik-baiknya & jangan lupa bersyukur karena kita masih diberikan kesempatan memiliki pekerjaan padahal di luar sana ada banyak sekali orang yang kesulitan mencari pekerjaan.

Penulis: Devi Eriana Safira
Seorang blogger, mantan penari, pemerhati fashion, high heels lover & coffee addict. Tinggal bersama keluarga kecilnya di Jakarta Selatan. Berkarir sebagai Pegawai Negeri Sipil di Sekretariat Negara RI setelah sebelumnya lama berkarir di bidang telekomunikasi. (Link)

Kalo Nggak Bisa Berarti Belum E.D.A.N.


Sahabat, berikut ini sedikit cerita dari keseharian profesi kami.

"Kalo nggak bisa berarti belum E.D.A.N."

Itu yang dikatakan salah satu klien kami, ketika meminta kustomisasi berat untuk training yang akan diselenggarakan di kantornya.

Jargon itu kini kami gunakan sehari-hari di kantor kami.

Saya menganjurkan Anda untuk menggunakannya juga, sebab E.D.A.N. adalah Energized, Dignitized, Anticipate, dan Nothing To Lose.

Ingat, "Kalo nggak bisa berarti belum E.D.A.N."

Tetap semangat!

Ikhwan Sopa
Master Trainer E.D.A.N.
http://milis-bicara.blogspot.com
http://www.facebook.com/motivasi.komunikasi.leadership

Stay Connected To Your Dreams


Sahabat yang baik pengejar impian dan cita-cita.

Saban kali diminta mengisi "Corporate Value Internalization", saya menemukan bahwa pernyataan visi dan misi organisasi selalu dilekati oleh dua keyword terpenting, yaitu MEMILIKI dan MENJADI.

Sahabat, mari kita renungkan ini: MEMILIKI, identik dengan "kejar" dan "kerja", maka diam adalah pembunuh impian. MENJADI, identik dengan "pergeseran" dan "perubahan", maka siapapun kita yang ideal bukanlah kita saat ini.

Stay connected, keep moving.

Tetap semangat !

Ikhwan Sopa
http://milis-bicara.blogspot.com

Any Dream Is Alive


Sahabat,

Apapun yang menjadi impian dan cita-citamu adalah tentang "siapa" dirimu. Siapapun dirimu yang sekarang atau nanti adalah "dia" yang hidup selama diberi waktu.

Maka sahabat, berilah ia warna, suara, dan rasa. Hidupkanlah mimpi dan cita-citamu agar cinta tumbuh hingga engkau selalu rindu untuk bertemu.

Sebab sahabat, kita selalu punya energi untuk apapun yang kita cintai.

Tetap semangat !

Ikhwan Sopa
http://milis-bicara.blogspot.com

Di Manakah Letaknya Masalah?


Sahabat,

Status dahsyat Pak Mario Teguh pagi ini: "Orang yang BERHENTI di hadapan masalah, menjadikannya sebagai PENGHALANG. Orang yang MENGUPAYAKAN CARA untuk melampaui masalahnya, menjadikannya sebagai PIJAKAN NAIK."

Mohon ijin Pak Mario yang super, saya pake untuk sesi "Awareness" di "Training For Trainers" pagi ini.

What is "awareness"? - It is when you confirmed that something "IS" there.

Setelah engkau menemukan bahwa "penghalang" atau "pijakan naik" itu memang "ada", mulailah bertanya, "adakah dua hal itu yang memang menjadi masalah, atau-kah beban masa lalu Anda dan kekhawatiran Anda tentang masa depan-lah yang menjadi masalah sesungguhnya?"

Tetap semangat!

Ikhwan Sopa
http://milis-bicara.blogspot.com

Free Ramadhan Sharing


Assalamu'alaikum wr.wb.

Sahabat,

Bismillah. Terhitung hari ini, beredar di luar rumah selama dua minggu, setelah itu Ramadhan Sharing (Free Seminar): "Pengaruh Puasa Pada Otak dan Pikiran" dan "Islamic NLP" - "Islamic Law Of Attraction" - http://www.facebook.com/note.php?note_id=119138007065 dan http://bit.ly/3ItNYC - Gratis khusus di bulan puasa, mau? First book first serve.

Tetap semangat!

Wassalamu'alaikum wr.wb.

Ikhwan Sopa
Master Trainer E.D.A.N.
http://milis-bicara.blogspot.com

Hidup Ini Indah Dan Cantik


Sahabat,

Dia Yang Maha Menciptakan, sungguh Maha Mengetahui tentang segala sesuatu, termasuk tentang inginnya kita hidup berbahagia - di mana bahagia yang sesungguhnya, cuma ada "di sana".

Dia telah berfirman bahwa kehidupan dunia hanyalah permainan dan senda gurau; agar kita bersabar dan bersyukur; agar kita bercermin tentang akhirat ke atas dan bercermin tentang dunia ke bawah; agar kita tak terlalu bersedih tentang apa-apa yang luput dan tak terlalu bergembira tentang apa-apa yang didapat.

Setiap permainan, mestinya dimainkan dengan indah dan cantik.

Maka sudah semestinya, hidup ini indah dan cantik bukan?

Tetap semangaaat !!!

Ikhwan Sopa
http://milis-bicara.blogspot.com

Menerima Diri


Sahabat, penerimaan akan memampukan.

Setiap potensi akan teridentifikasi dan terbangkitkan ketika kita bisa menerima diri "sebagaimana adanya".

Hanya itulah titik awal yang paling tepat untuk mulai mengejar dan mencapai diri "sebagaimana yang seharusnya".

Tanpa itu, yang ada hanyalah hidup yang sibuk di dalam penghindaran dan penolakan.

Hanya dengan menerima diri, kita akan bisa memberi untuk orang lain.

Tetap semangat !!!

Ikhwan Sopa
http://milis-bicara.blogspot.com

Idealisme


1. Jika keadaan diri pribadi, keluarga, masyarakat, dan bangsa ini belumlah se-ideal yang kita inginkan, bukankah itu justru mempertegas bahwa "idealisme"-lah yang sesungguhnya memang kita butuhkan?

2. Lawan dari "idealisme" adalah "materialisme". Lucunya, mereka yang secara materi pas-pasan, malah cenderung memiliki kekayaan "idealisme" yang berlimpah. Dan ketika sebagian orang berkata, "justru karena bersikap ideal itulah mereka menjadi pas-pasan," mereka yang berkata ini justru sedang terjebak mempertentangkan "idealisme" dan "realisme".

3. Maka ada baiknya, mari kita lihat secara "realistik" apa yang sedang terjadi pada bangsa ini; kejatuhan.

4. Dari sudut olah rasa dan olah pikir, dari kacamata neurological level, bangsa ini sedang beroperasi di dua tingkat yang paling rendah, yaitu "lingkungan" dan "perilaku" - Menyedihkan, menyedihkan.

5. Dan jika saya sok ngomong gede tentang bangsa, ketimbang sibuk dengan urusan pribadi, saya hanya meyakini ini: "Kita tidak bisa mencapai segala cita-cita dengan sendirian."

6. Bukankah bangsa ini adalah sebuah "teamwork" besar yang mestinya "bekerjasama" dan bukan cuma "bekerja sama-sama" atau "sama-sama bekerja"? - Apa yang perlu diyakini dan dipegang, adalah apa yang lebih besar dari kepentingan pribadi dan golongan. Sekali lagi; idealisme.

He...he...he... ada yang komen, "borongan neh Pak?". Thanks sahabat, ini cuma cerminan betapa semua ini sudah begitu memprihatinkan. Masih untung saya belum sampai ke tingkat "speechless". Jika kita sudah sampai di tingkat terakhir ini, dijamin saya juga bakal masuk ke "ignorance".

Ikhwan Sopa
http://milis-bicara.blogspot.com

Pesan Kebijaksanaan Dari Kota Mati


"Keep in mind that neither success nor failure is ever final. Property may be destroyed and money may lose its purchasing power; but, character, health, knowledge and good judgement will always be in demand under all conditions."
Roger Babson

Sahabat, kita sering sekali lupa akan berbagai pesan kebijaksanaan yang meninggikan dan memuliakan, ketika kita disibukkan oleh rutinitas yang menyedot habis tenaga dan pikiran. Terlebih lagi, bukan tidak mungkin kita bahkan dengan sengaja melupakan panggilan-panggilannya. Melupakannya begitu rupa, hingga menjadi pengabaian yang justru kontradiktif; dengan impian dan dengan cita-cita.

Ketika kita jatuh terlentang, atau terengah-engah menggeletak kelelahan, atau terlena dalam lamunan kekecewaan, kita mungkin sedang membawa beban terlalu berat di pundak, atau terlalu kuat terikat pada penyesalan di masa lalu yang sepertinya benar-benar tak mau membebaskan.

Saat itulah, apa yang bisa kita lihat hanyalah ketinggian langit dan awan; yang sebentar cerah menggembirakan, sebentar gelap dan berhujan, dan sebentar pula terik menyengat.

Saat itulah sahabat, kita sebenarnya sedang diingatkan, untuk selalu kembali menyelami pesan-pesan kebijaksanaan yang meninggikan dan memuliakan.

Ketika kita jatuh terjerembab, atau sulit bernafas dengan kepala tenggelam di dalam lumpur, atau tengkurap meratap-ratap memeluki bumi, kita mungkin sedang membawa beban terlalu berat di dada, atau terlalu kuat terikat pada keinginan di masa depan yang sepertinya benar-benar tak mau meninggalkan.

Saat itulah, apa yang bisa kita lihat hanyalah kerendahan yang gelap dari tanah dan lumpur; yang sebentar begitu subur dan membahagiakan, sebentar becek dan berlumpur, dan sebentar pula retak-retak merekah kering kerontang.

Saat itulah sahabat, kita sebenarnya sedang diingatkan, untuk selalu menyelami kembali pesan-pesan yang meninggikan dan memuliakan.

Pesan-pesan yang meninggikan dan memuliakan itu datang dari kesunyian dan kehampaan, ketika kita terjengkang terlentang atau ketika kita terjerembab tengkurap.

Pertanyaannya sahabat, kepada apakah hati, pikiran, perasaan, tubuh, dada, dan kepala kita akan terbanting dan menghunjam? Apakah kepada batu-batu yang keras dan mematikan? Kepada karang-karang tajam yang begitu mudah merobek-robek harapan? Atau ke hamparan rumput hijau segar yang melegakan? Atau ke lumpur lembut yang harumnya begitu membumi? Atau ke kesunyian hati, pikiran, dan perasaan yang segera bisa memantulkan diri untuk bangkit kembali?

Tersebutlah seorang Roger Ward Babson (6 Juli 1875 – 5 Maret 1967), seorang ekonom lulusan MIT, yang dengan presisi di tanggal 5 September 1929 meramalkan kehancuran pasar saham Amerika Serikat yang berujung pada sejarah ekonomi terburuk di negeri itu.

Tersebutlah sebuah kota bernama Dogtown di negara bagian Massachusetts Amerika Serikat, yang tanahnya begitu keras berbatu dan sama sekali dianggap tidak cocok untuk pertanian, yang penghuninya adalah orang-orang yang dihormati yang mulai datang ke sana sejak tahun 1693, yang kemudian mencapai puncak populasinya sekitar tahun 1750, dan yang akhirnya menjadi kota mati yang ditinggalkan penghuni kecuali seorang Cornelius "Black Neil" Finson yang ditemukan hampir beku kedinginan di musim salju.

Di kota itulah, di titik terendah dalam sejarah kehidupan sebuah bangsa, di kesunyian Dogtown sebagai kota mati, Roger Babson meninggalkan pesan-pesan ketinggian, yang dengan keluasan hatinya, telah membangkitkan harapan para pemahat yang hampir tak punya apa-apa lagi karena menganggur terlalu lama, agar bisa bangkit kembali dengan tetap memegang kuat-kuat segala impian.

Babson membayar mereka untuk mengukirkan pesan-pesan ketinggian pada batu dan karang di berbagai sudut kota itu, yang sekalipun kini telah terjerembab dan tengkurap menjadi hutan semak belukar yang begitu sunyi, namun penuh dijejali pesan-pesan kebijaksanaan yang meninggikan dan memuliakan.

Sahabat, pesan-pesan yang meninggikan dan memuliakan memang sering kali datang di tengah kesunyian hati dan perasaan, di tengah terhentinya kesibukan tubuh dan pikiran, ketika kita sedang jatuh terlentang dan tersuruk terjerembab.

Dan sahabat, jika engkau jatuh, sesungguhnyalah engkau bisa memilih untuk tidak jatuh dengan keras ke batu-batu dan karang-karang. Sesungguhnyalah, engkau bisa memilih untuk jatuh dengan lembut hingga memantul, kepada pesan-pesan kebijaksanaan yang terukir abadi di atasnya.























Tetap semangaaaaaat !!!

Ikhwan Sopa
Master Trainer E.D.A.N.
http://milis-bicara.blogspot.com