Motivasi: Positive Thinking


Berpikir positif adalah pilihan terbaik bagi setiap orang dalam setiap situasi. Berpikir positif itu husnu dzon. Berpikir positif adalah berpihak pada apapun yang sifatnya positif dan lebih baik. Keberpihakan itu, Insya Allah selalu menghasilkan output yang positif dan lebih baik.

Maka perhatikanlah, bahwa berpikir positif memerlukan input. Input itu adalah keberpihakan yang telah menjadi keterampilan. Penekanan ini penting adanya, mengingat belakangan, berbagai pihak sering mengingatkan untuk berhati-hati dengan dampak (buruk) berpikir positif.

Jika Anda sedang dalam mood buruk, kemudian orang lain mengatakan kepada Anda,

"Sudahlah, berpikir positif saja."

Sangat mungkin mood Anda akan tambah buruk atau bahkan Anda menjadi marah.

Apa yang salah bukan pada berpikir positifnya, melainkan pada kurangnya penguasaan terhadap elemen-elemen mendasar dalam keterampilan berpikir positif, yakni:

1. Berpikir positif harus berakhir dengan sikap dan tindakan positif. Buat apa lagi jika bukan untuk itu?

2. Berpikir positif tidak langsung menghasilkan sikap dan tindakan positif. Ada peta jalan yang harus dilalui.

3. Rute dari peta jalan itu adalah pikiran, kemudian pembahasaan, kemudian pemaknaan, dan muaranya adalah sikap dan tindakan positif.

Dengan melengkapi semua elemen di atas, apa yang diharapkan tumbuh dalam diri seseorang, dari kebiasaannya selalu berpikir positif adalah:

1. Kebiasaan bersikap dan bertindak positif.
2. Keyakinan-keyakinan yang kuat dan positif.

KARAKTERISTIK POSITIVE THINKING

1. Berani dan Mandiri

Anda adalah positive thinker jika Anda lebih memilih menikmati hidup ketimbang mengeluhkan hidup. Anda adalah positive thinker jika Anda mau dan berani menghadapi kenyataan hidup.

Anda bukan positive thinker jika Anda hanya pandai menyembunyikan emosi. Anda adalah positive thinker jika Anda menghadapinya, dan Anda pandai menanganinya. Jika Anda mau menghadapi emosi negatif, merasakan, dan belajar darinya. Jika Anda mau bertanggung jawab atasnya, dan tidak menyalahkan apa dan siapa pun di luar diri Anda sendiri.

Anda adalah positive thinker jika Anda berani dan mandiri.

2. Memahami Emosi

Anda adalah positive thinker jika Anda menghadapi emosi negatif dengan kemauan untuk belajar. Jika Anda memahami, bahwa emosi adalah sinyal yang menjadi salah satu panduan dalam menentukan sikap dan tindakan.

Anda adalah positive thinker jika Anda bisa mengidentifikasi bahwa emosi adalah pesan. Jika Anda merasa nyaman, Anda tahu bahwa Anda telah mengerjakan hal yang benar, dan Anda meneruskan atau mengulanginya. Jika Anda merasa tidak nyaman, Anda tahu ada sesuatu yang salah. Anda tahu bahwa Anda harus berhenti, melakukan analisis terhadap perilaku diri, belajar dari kesalahan, merubah strategi, dan kemudian melanjutkan hidup Anda.

Anda adalah positive thinker jika Anda mau belajar memahami emosi Anda.

3. Action Oriented

Anda adalah positive thinker jika Anda berorientasi pada tindakan yang mengarah ke cita-cita. Jika Anda melihat kekurangan, Anda bertindak untuk mengisinya. Jika Anda menghadapi hambatan, Anda bertindak untuk menyingkirkannya. Jika Anda merasakan ancaman, Anda bertindak untuk mengantisipasinya. Jika Anda melihat peluang, Anda bertindak untuk mengambilnya. Jika Anda merasa berkelebihan, Anda bertindak untuk mempertahankan dan berbagi dengan orang lain.

Anda adalah positive thinker jika tidak terpaku dan berhenti hanya pada retorika "Saya bisa!" "Saya bisa!" "Saya bisa!"

Anda adalah positive thinker jika Anda melanjutkannya dengan berkata: "Sikat bleh...!"

4. Bersyukur dan Bersabar

Anda adalah positive thinker jika Anda membiasakan diri untuk menjaga stamina. Stamina terbaik Anda adalah bersyukur di kala senang atau berhasil; dan bersabar di kala susah atau belum berhasil.

Anda adalah positive thinker jika Anda membiasakan diri untuk ridha dan mencari ridha.

JEBAKAN NEGATIVE THINKING

Positive thinking adalah sesuatu yang jelas lebih baik. Ia lebih identik dengan kebahagiaan dan kesuksesan, dan negative thinking identik dengan yang sebaliknya.

Kebiasaan berpikir akan menentukan kebiasaan bersikap dan bertindak.

Kebiasaan berpikir negatif yang dilakukan dan terjadi bertahun-tahun, bisa menjadi jalan hidup. Saat berpikir negatif telah menjadi jalan hidup, maka itulah jalan hidup yang normal bagi negative thinker.

Dengan jalan hidup yang dianggap "normal" itu, mereka merasa bahwa apa yang perlu diubah adalah dunia, dan bukan diri mereka sendiri.

Bukankah jauh lebih mudah mengubah diri sendiri dari pada merubah dunia dan seisinya?

Memahami kenyataan itu dengan lebih baik, akan menaikkan kecerdasan emosi Anda, kecerdasan spiritual Anda, dan sekaligus kecerdasan intelektual Anda.

Itu artinya, Anda akan menaikkan kecerdasan individual Anda, kecerdasan relationship Anda, kecerdasan sosial Anda, kecerdasan profesional Anda, dan bahkan kecerdasan finansial Anda.

Bukankah keberhasilan dalam semua hal itulah yang akan membuat Anda sukses dan berbahagia?

Oleh sebab itu, waspadailah jebakan negative thinking yang akan membuat hidup Anda menjadi sengsara dan lebih sulit dari semestinya. Kebahagiaan dan sukses Anda ada di depan mata, dan untuk mendapatkannya Anda tidak perlu merubah dunia. Ubahlah diri Anda.

Be positive!

Semoga bermanfaat.

Ikhwan Sopa
Master Trainer E.D.A.N.
Artikel lain:
http://milis-bicara.blogspot.com
http://www.facebook.com/pages/Motivasi-Komunikasi-Leadership/196571006305