Happy Mother's Day


HAPPY MOTHER'S DAY

Moms Stats

There are 2 billion moms in the world.
4.3 babies are born each second from a mother.
At your 2nd birthday, she had changed your diapers at least 7,300 times.
Before your school age, you require mom's attention once every 4 minutes or 210 times a day.
She spend 2.7 hours/day on you vs. 1.2 hours/day for dads.
Each year, 88% of laundry job is done by moms, totaling 330 loads and 5,300 articles of clothing.

That should be one of the highest salaried jobs in the field, and money just can't afford.

The payment is pure love.

50 Years Of A Mom's Life

When you came into the world, she held you in her arms.
You thanked her by wailing like a banshee.

When you were 1 year old, she fed you and bathed you.
You thanked her by crying all night long.

When you were 2 years old, she taught you to walk.
You thanked her by running away when she called.

When you were 3 years old, she made all your meals with love.
You thanked her by tossing your plate on the floor.

When you were 4 years old, she gave you some crayons.
You thanked her by coloring the dining room table.

When you were 5 years old, she dressed you for the holidays.
You thanked her by plopping into the nearest pile of mud.

When you were 6 years old, she walked you to school.
You thanked her by screaming, "I'M NOT GOING!"

When you were 7 years old, she bought you a baseball.
You thanked her by throwing it through the next-door-neighbor's window.

When you were 8 years old, she handed you an ice cream.
You thanked her by dripping it all over your lap.

When you were 9 years old, she paid for piano lessons.
You thanked her by never even bothering to practice.

When you were 10 years old, she drove you all day, from soccer to gymnastics to one birthday party after another.
You thanked her by jumping out of the car and never looking back.

When you were 11 years old, she took you and your friends to the movies.
You thanked her by asking to sit in a different row.

When you were 12 years old, she warned you not to watch certain TV shows.
You thanked her by waiting until she left the house.

When you were 13, she suggested a haircut that was becoming.
You thanked her by telling her she had no taste.

When you were 14, she paid for a month away at summer camp.
You thanked her by forgetting to write a single letter.

When you were 15, she came home from work, looking for a hug.
You thanked her by having your bedroom door locked.

When you were 16, she taught you how to driver her car.
You thanked her by taking it every chance you could.

When you were 17, she was expecting an important call.
You thanked her by being on the phone all night.

When you were 18, she cried at your high school graduation.
You thanked her by staying out partying until dawn.

When you were 19, she paid for your college tuition, drove you to campus, carried your bags.
You thanked her by saying good-bye outside the dorm so you wouldn't be embarrassed in front of your friends.

When you were 20, she asked whether you were seeing anyone.
You thanked her by saying, "It's none of your business."

When you were 21, she suggested certain careers for your future.
You thanked her by saying, "I don't want to be like you."

When you were 22, she hugged you at your college graduation.
You thanked her by asking whether she could pay for a trip to Europe.

When you were 23, she gave you furniture for your first apartment.
You thanked her by telling your friends it was ugly.

When you were 24, she met your fiance and asked about your plans for the future.
You thanked her by glaring and growling, "Muuhh-ther, please!"

When you were 25, she helped to pay for your wedding, and she cried and told you how deeply she loved you.
You thanked her by moving halfway across the country.

When you were 30, she called with some advice on the baby.
You thanked her by telling her, "Things are different now."

When you were 40, she called to remind you of an relative's birthday.
You thanked her by saying you were "really busy right now."

When you were 50, she fell ill and needed you to take care of her.
You thanked her by reading about the burden parents become to their children.

And then, one day, she quietly died. And everything you never did came crashing down like thunder.

"Nina bobo... oh nina bobo...
Kalau tidak bobo... digigit nyamuk..."


Let us take a moment of the time just to pay tribute/show appreciation to the person called MOM though some may not say it openly to our mothers.

There's no substitute for her. Cherished every single moment.
Though at times she may not be the best of friends, may not agree to our thoughts, she is still your mother!

She will be there for you...to listen to your woes, your braggings, your frustations, and whatever.

Ask yourself.....have you put aside enough time for her, to listen to her "blues" of working in the kitchen, her tiredness?

Be tactful, loving and still show her due respect though you may have a different view from hers.

Once gone, only fond memories of the past and also regrets will be left.

DON'T TAKE FOR GRANTED THE THINGS CLOSEST TO YOUR HEART. CLING TO THEM AS U WOULD YOUR LIFE, FOR WITHOUT THEM, LIFE IS MEANINGLESS.

Say "I love you!" to your moms!

Note: Jika kamu feel guilty, atau bahkan tidak sama sekali; maka MERASALAH!
Setahun sekali, untuk cintamu pada ibu.

Source: Unknown

Ikhwan Sopa
Master Trainer E.D.A.N.
http://milis-bicara.blogspot.com
http://www.facebook.com/pages/Motivasi-Komunikasi-Leadership/196571006305

Teamwork: Halo, Nama Saya Adalah...


SUYU UDULUH UNGGOTU SEBUUH TIM YUNG TERDIRI DURI 26 INDIVIDU DENGUN BERUGUM FUNGSI DUN PERUN.

CUKUP MENGHERUNKUN BUGI SUYU, BUHWU TIM SUYU BEGITU BESUR JUMLUH UNGGOTUNYU. SEINGUT SUYU, SEBUUH TIM YUNG IDEUL BIUSUNYU BERUNGGOTUKUN HUNYU SEKITUR LIMU SUMPUI SEPULUH ORUNG.

TUPI UPU PEDULI SUYU, DENGUN BERUPUPUN JUMLUH UNGGOTU TIM, SUYU DI DULUMNYU TETUP MERUSU TUK PUNYU PERUN YUNG TERLULU SIGNIFIKUN. BUUT SUYU, UPU SIH PERUN SUYU? JIKU SUYU TUK BEKERJU DUN TERLIBUT DENGUN UNTUSIUSME TINGGI SEBUGUIMUNU YUNG SERING DIKUTUKUN PURU PUKUR, TOH TUK UDU PENGURUHNYU UNTUK UNJUK KERJU TIM SUYU.

SUYU SERING MERUSU, LEBIH BUIK SUYU BEKERJU SENDIRI. DENGUN BEGITU, BERBUGUI PEKERJUUN LEBIH SERING SUYU SELESUIKUN DENGUN TEPUT WUKTU DUN BUIK HUSILNYU. BEKERJU DI DULUM TIM, MULUH LEBIH SERING MEMBUUT SUYU KURUNG BERUNJUK KERJU. SUDUH BUNYUK ORUNG HEBUT DI SEKITUR SUYU. UNTUK UPULUGI HURUS UDU SUYU?

UPULUGI DI DULUM TIM INI. SUYU HUNYULUH SUTU DURI 26 INDIVIDU YUNG MUSING-MUSING MEMILIKI PERUN DUN FUNGSINYU SENDIRI. TUGUS SUYUPUN HUNYU SUTU, YUITU HUNYU SEKEDUR MEMUNCULKUN KURUKTER TERTENTU SETIUP KULI DIMINTU OLEH SITUUSI DUN KEUDUUN. LHU WONG DULUM TIM YUNG LEBIH KECIL SUJU SUYU TUK BERURTI UPU-UPU, UPULUGI DULUM TIM BESUR SEPERTI INI.

BEGITULUH SUYU DUN PERSEPSI SUYU SELUMU INI. SUMPUI KEMURIN SUYU MUSIH SUNGUT MEYUKINI BETUPU KECILNYU PERUN SUYU DI DULUM TIM INI. LULU TIBU-TIBU SUYU DIINGUTKUN, BETUPU SUYU YUNG BUKUN SIUPU-SIUPU, TERNYUTU SUNGUT DIBUTUHKUN DI DULUM TIM INI.

SUYU PIKIR. JIKU SUYU TERNYUTU SUNGUT BERPERUN DI DULUM SEBUUH TIM YUNG BEGITU BESUR UNGGOTUNYU, SUDUH TENTU SUYU MUKIN BERPERUN DUN PUNYU URTI DI DULUM TIM YUNG IDEUL DENGUN JUMLUH UNGGOTU YUNG LEBIH KECIL.

PERUBUHUN KEYUKINUN SUYU INI TERJUDI, SUUT SUYU MENEMUKUN, BUHWU TUNPU SUYU, TIM KUMI DUN VISINYU UKUN MENJUDI KURUNG BERMUKNU DUN MENJUDI SULIT DIMENGERTI. PUDUHUL SUYU TUHU, TIM KUMI JELUS PUNYU MUKNU. DUN VISINYU, SUDUH BURUNG TENTU UDULUH SESUUTU YUNG SUNGUT PENTING BUGI KUMI SEMUU, TERMUSUK JUGU BUGI SUYU PRIBUDI, DUN BUGI SETIUP PIHUK YUNG BERKEPENTINGUN DENGUN KUMI.

SUYU SEGERU SUDUR BUHWU SEKECIL UPUPUN PERUN SUYU DUN SERENDUH UPUPUN POSISI SUYU DI DULUM TIM INI, TETUP SUJU SUYU UDULUH UNGGOTU YUNG PUNYU URTI. URTI YUNG PENTING UNTUK TIM INI, DUN PENTING UNTUK PENCUPUIUN VISINYU.

KINI SUYU SUNGUT YUKIN, SEYUKIN-YUKINNYU. JIKU SUYU TIDUK MEYUKINI INI, MUKU SUYU UKUN BERUBUH PERUN, DUN MENJUDI GUNJULUN UNTUK TERCUPUINYU VISI TIM SUYU.

SIUPUPUN SUYU, DI DULUM TIM INI, SUYU PUNYU PERUN DUN URTI.

SEKURUNG JUGU SUYU HURUS MENGUBUH PERSEPSI TENTUNG PERUN DUN URTI SUYU DI DULUM TIM.

NAMA SAYA ADALAH "A".
TIM SAYA ADALAH "ALFABET".
VISI TIM SAYA ADALAH "MENJADI BERMAKNA".
SAYA PUNYA ARTI, DAN SAYA PUNYA PERAN.

Semoga bermanfaat.

Inspirasi: Don Clark.

Ikhwan Sopa
Master Trainer E.D.A.N.
http://milis-bicara.blogspot.com
http://www.facebook.com/pages/Motivasi-Komunikasi-Leadership/196571006305

Leadership: Bedanya Bosan Dan Malas

"Waspadalah jika Anda mudah jenuh atau gampang bosan! Bakat leadership Anda mungkin cukup tinggi."

Semalam, setelah menyiapkan materi leadership "Tranforming Leaders" untuk para anggota dewan, saya merenungi sesuatu. Sesuatu yang benar-benar menarik karena menciptakan sebuah cara pandang baru. Cara pandang yang menurut saya lebih empowering alias memberdayakan. Cara pandang yang bisa merubah paradigma kita selama ini tentang rasa bosan. Saya lalu mengupdate status dengan ungkapan sebagaimana paragraf pertama di atas.

John Adair, dalam salah satu buku leadershipnya, mengungkapkan bahwa salah satu karakteristik seorang leader yang ideal dan terus tumbuh, adalah memiliki kualitas toughness atau keras hati (dan mungkin juga keras kepala) yang sehat. Para leader dengan kualitas pribadi yang demikian, adalah mereka yang demanding alias penuntut, dan pada saat yang sama sering merasa tidak nyaman di dalam lingkungannya.

Ya, tidak nyaman alias bosenan!

Rasa tidak nyaman itu muncul karena standar tinggi yang mereka ciptakan sendiri. Segala hal di sekitar mereka, cenderung lebih cepat menjadi membosankan karena di mata mereka semua itu segera menjadi di bawah standar.

Rasa tidak nyaman inilah yang seringkali menciptakan fenomena "out of the box", "terobosan", "breakthrough", "kreatifitas", "trend", dan sebagainya. Dengan kata lain, kebosanan yang dikontrol dengan baik dan terarah sangat mungkin akan menciptakan fenomena kebangkitan atau terobosan.

Maka, jika Anda mulai merasa bosan dengan pekerjaan, profesi, atau bisnis Anda saat ini, waspadalah! Anda mungkin punya bakat leadership yang tinggi. Jika Anda bisa mengontrol, menginvestigasi, dan mengelola kebosanan dengan baik dan terarah, sangat mungkin rasa bosan Anda itu, yang selama ini adalah "kendala" dan "masalah", akan berbalik 180 derajat menjadi "peluang" dan "tantangan".

Agar kita bisa melakukan pergeseran "paradigma kebosanan" dari masalah dan kendala, menjadi peluang dan tantangan, maka poin-poin berikut ini layak Anda pertimbangkan.

1. Segala sesuatu tidak diciptakan dengan sia-sia. Segala sesuatu punya makna untuk memantaskan dan membesarkan Anda.

2. Rasa bosan harus dibedakan dari rasa malas.

3. Kemampuan membedakan bosan dari malas, bisa berarti perbedaan besar dalam hidup Anda, saat ini dan di masa depan.

BOSAN

Jika Anda merasa bosan, Anda cenderung meninggalkan yang ada dan mencari yang baru. Anda cenderung melupakan yang di tangan dan mulai mencari dunia luar. Jika Anda bosan, apa yang ada mulai terasa tidak nyaman, dan kemudian Anda mulai mencari-cari alternatif. Anda bosan jika Anda merasakan sesuatu yang monoton dan begitu-begitu saja.

Anda harus memastikan, apakah Anda benar-benar merasa bosan atau hanya merasa malas. Anda harus melakukan uji kriteria.

Yang berikut ini adalah pertanyaan yang merupakan turunan dari konsep John Adair, tentang elemen mutlak di dalam leadership, yaitu The Leader, The Situation, The Team.

"Apa yang sebenarnya saya inginkan?"
"Apa yang bisa saya lakukan sekarang?"
"Siapa yang bisa membantu saya?"


The Team - Pertanyaan terakhir itu krusial, sebab ciri dari seorang leader adalah kemampuannya untuk mendapatkan pengikut dan pendukung.

The Situation - Pertanyaan yang di tengah juga krusial, sebab memulai segala bentuk transformasi harus dimulai dari diri sendiri.

The Leader - This is You - Pertanyaan pertama paling krusial, sebab itu adalah tentang kejelasan visi alias vision clarity. Paling krusial karena secara langsung mengacu kepada eksistensi dan tujuan keberadaan diri.

Jika jawaban yang Anda peroleh dari ketiga pertanyaan itu, ternyata masih terkait sangat erat dengan segala hal yang melekat pada diri Anda saat ini, yaitu pekerjaan Anda, profesi Anda, karir Anda, bisnis Anda, lingkungan dan organisasi Anda, maka bisa jadi; Anda cuma malas!

Jika Anda yakin bahwa jawaban Anda memang mengacu kepada berbagai hal baru dan berada di luar sana, maka sangat mungkin Anda perlu menetapkan ulang visi dan misi Anda.

Bosan adalah tentang kejelasan visi, tentang keyakinan dan tentang keterikatan Anda pada visi itu.

Bosan adalah tentang WHAT.

MALAS

Secara sederhana, fenomena kemalasan bisa dideskripsikan begini.

Anda tahu bahwa itu baik, pantas, dan layak untuk Anda. Anda berhak, Anda sebenarnya menginginkannya, dan Anda sebenarnya tahu bahwa Anda memang bisa mendapatkannya.

Anda hanya sedang terkooptasi oleh keadaan temporer. Anda hanya sedang kebingungan dalam memilih cara untuk menuju ke sana. Dalam konteks ini, Anda hanya perlu berfokus untuk kreatif dalam menjawab pertanyaan yang di tengah.

"Apa yang sekarang bisa saya sikapi, putuskan, dan lakukan tentang semua ini?"

Malas adalah tentang motivasi.

Malas adalah tentang HOW.

Waspadalah dalam mengindentifikasi perasaan Anda.

Bosan adalah tentang vision clarity, malas adalah tentang motivasi.
Bosan adalah tentang WHAT, malas adalah tentang HOW.

Semoga bermanfaat.

Ikhwan Sopa
Master Trainer E.D.A.N.
Artikel lain:
http://milis-bicara.blogspot.com
http://www.facebook.com/pages/Motivasi-Komunikasi-Leadership/196571006305

Motivasi: Menghindari Negative Thinking


Perhatikan topi yang dipakainya. Di situ ada "L7", artinya adalah "letih, lesu, lemah, lelah, lunglai, letoy... ", Anda lengkapi sendiri. Jika Anda sebenarnya secara fisik cukup sehat tapi mengalami gejala yang sama, sangat mungkin Anda telah termakan penyakit lama, yaitu negative thinking. Dan bisa jadi, penyakit itu sudah cukup parah mengendon di dalam diri Anda.

Seperti yang telah diungkap dalam note ini, "Menjadi Positive Thinker", negative thinking yang telah menjadi kebiasaan dan berlangsung selama bertahun-tahun, akan menjadi jalan hidup.

Ketika negative thinking menjadi jalan hidup, maka jalan hidup itu adalah "normal" menurut kacamata negative thinker yang bersangkutan. Artinya, yang bersangkutan sudah tak bisa melihat atau menyadari lagi bahwa jalan hidupnya, sebenarnya menyimpang dan kurang sehat.

Sekali waktu, kita perlu juga melakuan sedikit check up terhadap diri sendiri, untuk mengetahui dan menguji, apakah negative thinking telah menjadi kebiasaan kita atau telah terlanjur menjadi jalan hidup kita. Ini perlu kita lakukan, agar kita tidak terjebak menjadi negative thinker yang lebih banyak ruginya ketimbang untungnya.

Perangkat-perangkat diagnosis di bawah ini bisa Anda gunakan untuk melakukan general check up terhadap diri sendiri .

MENYIKAPI KESALAHAN DAN KEGAGALAN

Apakah Anda terbiasa menyikapi kesalahan dan kegagalan dengan bentuk-bentuk sikap semacam ini?

"Ya sudahlah, saya memang begini."
"Saya memang loser."
"Gua emang salah mulu!"
"Saya ternyata bodoh."
"Saya memang hanya bisa segitu..."


Ketahuilah bahwa Anda bukan kegagalan itu sendiri. Ketahuilah bahwa Anda bukan kebodohan itu sendiri. Anda dan kegagalan atau kebodohan adalah dua hal yang berbeda. Anda adalah identitas yang permanen, dan kegagalan atau kebodohan adalah fenomena yang temporer.

Anda tidak serta merta menjadi gagal atau bodoh hanya karena rencana yang meleset. Anda hanya mengalami "temporary defeat" alias kekalahan sementara. Semua kegagalan dan kesalahan adalah bagian dari pelajaran dan pelatihan kehidupan Anda.

Gagal dan bodoh yang temporer, hanya akan menjadi identitas permanen, jika Anda berhenti untuk selamanya.

MENGELOLA AMARAH

Apakah Anda menahan amarah Anda, melampiaskan amarah Anda, atau melepaskan amarah Anda?

Menahan amarah itu tidak sehat. Melampiaskannya juga. Melepaskan amarah adalah lebih baik, dan lebih baik lagi jika Anda mentransformasi energi amarah yang sebenarnya netral, menjadi energi yang positif.

Amarah adalah energi netral yang diciptakan sebagai sinyal dan kekuatan agar Anda tetap mampu bertahan di jalur yang telah Anda pilih untuk mengejar target dan cita-cita. Jika Anda berhasil mentransformasinya dengan benar, maka energi itu adalah suntikan positif ke dalam jalur Anda, sebagai booster agar Anda bisa mempercepat dan memperbaiki langkah.

Lepaskan amarah Anda. Ingat, bukan lampiaskan. Amarah akan menyakiti hati orang lain jika dilampiaskan, dan akan menyakiti diri sendiri jika ditahan. Lebih dari itu, amarah akan menyakiti hati Anda sendiri baik ditahan maupun dilampiaskan. Lepaskanlah amarah Anda dan obati luka hati dengan sikap memaafkan. Maka, energi marah itu akan beralih rupa menjadi kekuatan dan daya tahan.

MEMBANGUN SEMANGAT

Bagaimanakah caranya Anda membangun semangat?

Untuk apapun yang Anda merasa "harus", "mesti", atau "wajib" melakukannya, ubahlah frasa di kepala Anda menjadi lebih positif.

Ubahlah,

"Saya harus..."

menjadi,

"Saya mau..., sebab.... Jadi..."

Kalimat terakhir akan membuat Anda lebih bersemangat dan sekaligus berstamina.

"Saya mestinya menurunkan berat badan."

Gantilah kalimat itu menjadi,

"Saya mau menurunkan berat badan, sebab saya akan merasa lebih baik, terlihat lebih baik, panjang umur, dan menjadi lebih PD. Jadi, saya akan bergabung ke fitness club dan memperbaiki pola makan."

Kalimat itu akan membuat Anda lebih bersemangat, punya stamina, dan sekaligus memutuskan tindakan.

Kata-kata "harus", "mesti", "wajib" dan sejenisnya, tetap bisa Anda gunakan hanya jika Anda bisa meyakini tingkat stamina Anda dan pilihan keputusan Anda. Berhati-hatilah menggunakan semua kata-kata ini, saat Anda merasakan stamina Anda sedang turun, atau saat Anda merasa sulit atau tidak bisa memutuskan.

MENYIKAPI KEMAMPUAN

Apakah Anda merasa bisa atau tidak bisa? Apa yang Anda katakan saat merasa bisa?

Berhentilah berpikir "saya tidak bisa" sebab itu cuma jalan buntu. Dengan kalimat itu Anda tidak akan kemana-mana.

Katakanlah "Saya akan..., jika..."

"Saya tidak bisa mengangkat barbel seberat itu."

Gantilah kalimat itu menjadi,

"Saya akan bisa mengangkatnya dalam dua minggu, jika saya menambah beban saya setengah kilo setiap hari."

MENGENDALIKAN GEJOLAK EMOSI

Menurut Anda, siapakah orang yang bertanggung jawab untuk emosi Anda. Diri Anda sendiri atau orang lain?

Satu-satunya orang yang bertanggung jawab atas emosi Anda adalah diri Anda sendiri. Orang lain tidak akan menciptakan emosi apa pun pada diri Anda, kecuali Anda membiarkannya.

Orang lain tidak dapat membuat Anda kecewa, frustrasi, atau bersedih hati, kecuali Anda membolehkannya. Jika itu terjadi, maka itu terjadi karena Anda membiarkannya. Terjadi atau tidak terjadi, sebenarnya adalah pilihan Anda sendiri.

Jika Anda bertemu dengan orang atau situasi yang membuat mood Anda rusak, berhentilah untuk bereaksi secara spontan sehingga Anda marah atau kecewa. Anda bisa kembali melatih yang satu ini, "Ini Terjadi Untuk Menguatkan Saya!".

MENGATUR SENSITIFITAS

Apakah Anda cukup sensitif atau terlalu sensitif?

Jangan terlalu sensi, jadilah kuat. Berhentilah menginterpretasikan pandangan dan bicara orang, dan apapun yang dilakukan orang lain sebagai serangan. Ingatlah bahwa mereka hanya melakukan apa yang menurut mereka pantas dilakukan. Itu saja. Orang yang kasar dan keras kepada Anda sekalipun, belum tentu tidak menyukai Anda. Bisa jadi, mereka justru sayang dan cinta kepada Anda.

Tidak perlu berharap terlalu banyak untuk berbagai hal yang menurut Anda pantas atau tidak pantas dilakukan orang. Adalah lebih baik mengatur kepantasan diri Anda sendiri. Dan pantasnya, Anda pandai mengatur sensitifitas diri Anda sendiri.

Be positive!

Semoga bermanfaat.

Ikhwan Sopa
Master Trainer E.D.A.N.
Artikel lain:
http://milis-bicara.blogspot.com
http://www.facebook.com/pages/Motivasi-Komunikasi-Leadership/196571006305

Motivasi: If You Think Your Life's Broke - Think Again!

So if you think that your life has broke, just think again! Rejeki ada yang atur. Yang penting pantang menyerah. Sabar, syukur, dan ridha.

This guy once a $750,000 per year CEO. Then he became a pizza delivery guy.



Ikhwan Sopa
Master Trainer E.D.A.N.
http://milis-bicara.blogspot.com
http://www.facebook.com/pages/Motivasi-Komunikasi-Leadership/196571006305

Motivasi: Positive Thinking


Berpikir positif adalah pilihan terbaik bagi setiap orang dalam setiap situasi. Berpikir positif itu husnu dzon. Berpikir positif adalah berpihak pada apapun yang sifatnya positif dan lebih baik. Keberpihakan itu, Insya Allah selalu menghasilkan output yang positif dan lebih baik.

Maka perhatikanlah, bahwa berpikir positif memerlukan input. Input itu adalah keberpihakan yang telah menjadi keterampilan. Penekanan ini penting adanya, mengingat belakangan, berbagai pihak sering mengingatkan untuk berhati-hati dengan dampak (buruk) berpikir positif.

Jika Anda sedang dalam mood buruk, kemudian orang lain mengatakan kepada Anda,

"Sudahlah, berpikir positif saja."

Sangat mungkin mood Anda akan tambah buruk atau bahkan Anda menjadi marah.

Apa yang salah bukan pada berpikir positifnya, melainkan pada kurangnya penguasaan terhadap elemen-elemen mendasar dalam keterampilan berpikir positif, yakni:

1. Berpikir positif harus berakhir dengan sikap dan tindakan positif. Buat apa lagi jika bukan untuk itu?

2. Berpikir positif tidak langsung menghasilkan sikap dan tindakan positif. Ada peta jalan yang harus dilalui.

3. Rute dari peta jalan itu adalah pikiran, kemudian pembahasaan, kemudian pemaknaan, dan muaranya adalah sikap dan tindakan positif.

Dengan melengkapi semua elemen di atas, apa yang diharapkan tumbuh dalam diri seseorang, dari kebiasaannya selalu berpikir positif adalah:

1. Kebiasaan bersikap dan bertindak positif.
2. Keyakinan-keyakinan yang kuat dan positif.

KARAKTERISTIK POSITIVE THINKING

1. Berani dan Mandiri

Anda adalah positive thinker jika Anda lebih memilih menikmati hidup ketimbang mengeluhkan hidup. Anda adalah positive thinker jika Anda mau dan berani menghadapi kenyataan hidup.

Anda bukan positive thinker jika Anda hanya pandai menyembunyikan emosi. Anda adalah positive thinker jika Anda menghadapinya, dan Anda pandai menanganinya. Jika Anda mau menghadapi emosi negatif, merasakan, dan belajar darinya. Jika Anda mau bertanggung jawab atasnya, dan tidak menyalahkan apa dan siapa pun di luar diri Anda sendiri.

Anda adalah positive thinker jika Anda berani dan mandiri.

2. Memahami Emosi

Anda adalah positive thinker jika Anda menghadapi emosi negatif dengan kemauan untuk belajar. Jika Anda memahami, bahwa emosi adalah sinyal yang menjadi salah satu panduan dalam menentukan sikap dan tindakan.

Anda adalah positive thinker jika Anda bisa mengidentifikasi bahwa emosi adalah pesan. Jika Anda merasa nyaman, Anda tahu bahwa Anda telah mengerjakan hal yang benar, dan Anda meneruskan atau mengulanginya. Jika Anda merasa tidak nyaman, Anda tahu ada sesuatu yang salah. Anda tahu bahwa Anda harus berhenti, melakukan analisis terhadap perilaku diri, belajar dari kesalahan, merubah strategi, dan kemudian melanjutkan hidup Anda.

Anda adalah positive thinker jika Anda mau belajar memahami emosi Anda.

3. Action Oriented

Anda adalah positive thinker jika Anda berorientasi pada tindakan yang mengarah ke cita-cita. Jika Anda melihat kekurangan, Anda bertindak untuk mengisinya. Jika Anda menghadapi hambatan, Anda bertindak untuk menyingkirkannya. Jika Anda merasakan ancaman, Anda bertindak untuk mengantisipasinya. Jika Anda melihat peluang, Anda bertindak untuk mengambilnya. Jika Anda merasa berkelebihan, Anda bertindak untuk mempertahankan dan berbagi dengan orang lain.

Anda adalah positive thinker jika tidak terpaku dan berhenti hanya pada retorika "Saya bisa!" "Saya bisa!" "Saya bisa!"

Anda adalah positive thinker jika Anda melanjutkannya dengan berkata: "Sikat bleh...!"

4. Bersyukur dan Bersabar

Anda adalah positive thinker jika Anda membiasakan diri untuk menjaga stamina. Stamina terbaik Anda adalah bersyukur di kala senang atau berhasil; dan bersabar di kala susah atau belum berhasil.

Anda adalah positive thinker jika Anda membiasakan diri untuk ridha dan mencari ridha.

JEBAKAN NEGATIVE THINKING

Positive thinking adalah sesuatu yang jelas lebih baik. Ia lebih identik dengan kebahagiaan dan kesuksesan, dan negative thinking identik dengan yang sebaliknya.

Kebiasaan berpikir akan menentukan kebiasaan bersikap dan bertindak.

Kebiasaan berpikir negatif yang dilakukan dan terjadi bertahun-tahun, bisa menjadi jalan hidup. Saat berpikir negatif telah menjadi jalan hidup, maka itulah jalan hidup yang normal bagi negative thinker.

Dengan jalan hidup yang dianggap "normal" itu, mereka merasa bahwa apa yang perlu diubah adalah dunia, dan bukan diri mereka sendiri.

Bukankah jauh lebih mudah mengubah diri sendiri dari pada merubah dunia dan seisinya?

Memahami kenyataan itu dengan lebih baik, akan menaikkan kecerdasan emosi Anda, kecerdasan spiritual Anda, dan sekaligus kecerdasan intelektual Anda.

Itu artinya, Anda akan menaikkan kecerdasan individual Anda, kecerdasan relationship Anda, kecerdasan sosial Anda, kecerdasan profesional Anda, dan bahkan kecerdasan finansial Anda.

Bukankah keberhasilan dalam semua hal itulah yang akan membuat Anda sukses dan berbahagia?

Oleh sebab itu, waspadailah jebakan negative thinking yang akan membuat hidup Anda menjadi sengsara dan lebih sulit dari semestinya. Kebahagiaan dan sukses Anda ada di depan mata, dan untuk mendapatkannya Anda tidak perlu merubah dunia. Ubahlah diri Anda.

Be positive!

Semoga bermanfaat.

Ikhwan Sopa
Master Trainer E.D.A.N.
Artikel lain:
http://milis-bicara.blogspot.com
http://www.facebook.com/pages/Motivasi-Komunikasi-Leadership/196571006305

Self Confidence: Tiga Langkah Makin Percaya Diri


Catatan ini adalah tentang tiga langkah mudah untuk selalu bisa menaikkan dan mempertahankan rasa percaya diri. Naik? Pertahankan?

Ya, betul sekali.

Percaya diri Anda harus selalu naik. Sebab, Anda sendiri memang selalu ingin naik bukan? Ketahuilah, salah satu konsekuensi dari "naik" dan "membesar", adalah munculnya fenomena baru dalam bentuk kendala, hambatan, cobaan, ujian, persoalan, dan tantangan yang juga makin naik dan membesar. Logis sekali jika Anda menyadari bahwa rasa percaya diri Anda juga mestinya ikut naik dan membesar. Minimal, setara dengan semua fenomena itu.

Percaya diri Anda harus selalu dipertahankan. Sebab, segala bentuk fenomena yang muncul bersamaan dengan kenaikan dan membesarnya diri Anda, akan punya pengaruh. Di antaranya adalah menggerogoti rasa percaya diri Anda hingga terus menyusut. Maka, logis juga jika Anda menyadari bahwa rasa percaya diri Anda juga mestinya bisa bertahan dari gerusan.

Bagaimanakah caranya agar Anda bisa selalu menaikkan dan mempertahankan rasa percaya diri? Makin berkuasa, makin berprestasi, makin kaya, atau makin tinggi jabatan Anda, tidak serta merta akan menaikkan dan mempertahankan rasa percaya diri Anda. Jika Anda masih meyakini kemungkinan itu, maka keyakinan Anda masih belum maksimal dan masih mengandalkan semata-mata daya tarik dan belum memanfaatkan daya dorong.

Ingat hal ini, daya tarik terkait dengan sesuatu yang belum Anda miliki. Daya dorong terkait dengan sesuatu yang sudah Anda miliki sekarang.

Keyakinan Anda di atas, masih berada di zona "percaya diri adalah akibat". Oleh sebab itu, apa yang perlu Anda lakukan adalah memasuki zona baru, yaitu "percaya diri adalah sebab". Dan dengan menjadikannya sebagai sebab, Anda akan menggeser rasa percaya diri Anda menjadi lebih dari sekedar rasa dan fenomena. Rasa percaya diri Anda akan menjadi "skill" dan "energi" untuk pencapaian Anda.

Di Power Workshop E.D.A.N., jika Anda mengikutinya, Anda akan mendalaminya selama dua hari atau dua kali delapan jam dengan berbagai praktek dan pemahaman. Dalam note ini, kita permudah dengan mengajukan pertanyaan yang mesti Anda jawab secara langsung. Dan Anda, bisa melakukannya sesering mungkin. Mulailah saat ini juga.

Dr Brian Roet, dalam bukunya "The Confidence To Be Yourself", mengungkapkan tiga poin penting, yang perlu Anda kuasai untuk bisa selalu menaikkan dan mempertahankan rasa percaya diri, yaitu:

1. Know your self
2. Like your self
3. Accept your self


Temukanlah jawaban dan jawab sesegera mungkin dan sesering mungkin rentetan pertanyaan berikut ini. Jawablah dengan pikiran jernih, kesadaran penuh, dengan hati nurani. Jawablah dengan idealisme Anda setinggi mungkin.

1. KNOW YOUR SELF

Siapa sih Anda?
Secara personality, Anda termasuk tipe manusia apa?
Faktor apa yang paling dominan dalam personality Anda itu?
Apa yang sangat memotivasi Anda?
Apa yang membuat Anda sedih atau tidak berbahagia?
Apa yang membuat Anda merasa takut?
Apa yang membuat Anda senang dan berbahagia?


2. LIKE YOUR SELF

Apa pada diri Anda yang paling Anda sukai?
Apa pada diri Anda yang paling tidak Anda sukai?
Apa pada diri orang lain yang Anda sukai?
Apa pada diri orang lain yang tidak Anda sukai?


3. ACCEPT YOUR SELF

Setelah Anda menjawab semua pertanyaan di atas dengan cermat dan penuh kesadaran, berhentilah menjawab dan biarkan pikiran bawah sadar Anda mengambil alihnya. Lupakan semua itu, tapi jangan lupa segera lakukan yang berikut ini.

Fokuslah pada perasaan Anda. Fokuslah sebentar pada suhu tubuh Anda dan pada nafas Anda. Tegakkan diri Anda dengan postur seperti gambar di atas (di Power Workshop E.D.A.N., trainee melakukannya di luar kesadaran mereka - simak gesture ini). Setelah dua atau tiga menit, lakukan yang berikut ini.

Katakan pada diri Anda,

"Apapun yang terjadi setelah hal ini, saya tetaplah saya."
"Saya bertahan dan tumbuh."
"Saya tetap menjadi manusia sebagaimana saya menginginkannya."


Kemudian katakan ini sebagai penutup,

"Hai yang di dalam, olahlah semua itu, dan berikan yang terbaik darimu untukku. Naikkan dan pertahankan rasa percaya diriku. Aku mempercayaimu."

Lalu kembalilah kepada apapun yang sedang ada di hadapan Anda SAAT INI.

Semoga bermanfaat.

Ikhwan Sopa
Master Trainer E.D.A.N.
Artikel lain:
http://milis-bicara.blogspot.com
http://www.facebook.com/pages/Motivasi-Komunikasi-Leadership/196571006305

Motivasi: Tiga Langkah Menuju Hidup Bahagia


Apakah menurut Anda saya berbahagia? Ya, saya berbahagia. Apakah kehidupan saya sempurna? Tidak. Dan ketidaksempurnaan kehidupan, adalah kesempurnaan manusia. Terimalah.

Catatan ini (mestinya) adalah catatan pertama dari seluruh catatan yang pernah saya buat. Entah mengapa, baru terpikirkan sekarang. Tidak mengapa, apa yang lebih penting bagi kita adalah terus belajar tanpa henti. Termasuk, jika harus mundur dulu beberapa langkah, agar langkah kita berikutnya menjadi lebih berarti, lebih bermakna, dan lebih membahagiakan.

Ada tiga langkah yang bisa kita lakukan untuk mencapai kehidupan yang berbahagia. Kemanapun kita mencari segala rumusan tentang "berbahagia", maka sesungguhnya segala rumusan itu bercerita tentang tiga hal ini.

1. MEMAHAMI REALITAS TENTANG "REALITAS"

Apa yang kita sebut dengan "realitas" sesungguhnya terdiri dari dua macam realitas, yaitu:

Realitas Eksternal
Realitas Internal


Realitas Eksternal adalah segala bentuk realitas yang terjadi pada diri dan di luar diri kita. Realitas ini adalah segala fakta yang terjadi dan berlangsung di dalam kehidupan kita.

Realitas Internal adalah bentuk-bentuk pemaknaan yang kita lakukan terkait dengan Realitas Eksternal yang terjadi.

Apa yang paling penting adalah yang berikut ini.

Setiap kita bereaksi terhadap makna-makna yang kita bangun menjadi Realitas Internal. Kita bersikap, mengambil keputusan, dan bertindak, dengan mendasarkan diri pada Realitas Internal.

Jika Anda melihat satu bintang di langit suatu malam, Anda melihat sebuah realitas keberadaan bintang. Bintang itu bagi Anda, benar-benar ada dan nyata.

Jika bintang itu berjarak 10.000 tahun cahaya, maka apa yang Anda lihat adalah gelombang cahaya yang sampai ke mata Anda, setelah berjalan menempuk jarak selama 10.000 tahun lamanya. Kemudian, Anda memberi makna, bintang itu "ada" di sana.

Jika bintang itu "nyatanya" sudah meledak 5.000 tahun yang lalu di angkasa raya dan tinggal menjadi debu yang beterbangan saja, maka sesungguhnya apa yang Anda lihat, adalah benda yang sesungguhnya sudah tidak ada.

Maka ketika Anda mengatakan melihat bintang, sangat mungkin realitas itu adalah Realitas Internal, alias pemaknaan yang Anda berikan berdasarkan hasil pengamatan mata fisik Anda.

Ketika Anda mengatakan bahwa bintang itu sebenarnya sudah tidak ada lagi karena sudah meledak sejak 5.000 tahun yang lalu, maka realitas yang Anda maksud adalah Realitas Eksternal, yang telah Anda maknai menjadi Realitas Internal dengan pikiran dan hati.

Pada realitas yang manakah Anda semestinya bereaksi? Apakah Anda mau tertipu oleh mata fisik Anda, atau Anda lebih memilih untuk mempercayai mata hati?

Realitas Eksternal berlangsung dan terjadi pada diri dan di luar diri kita. Realitas Internal berlangsung di dalam pikiran dan di dalam hati.

Dan jika kita memang merasa manusia, manakah yang lebih kita utamakan?

Tuan A, sangat menyukai saya. Dan Tuan B, sangat membenci saya. Dua fenomena itu, suka dan benci, bisa terjadi pada saat yang bersamaan terkait dengan suatu obyek, yaitu saya.

Maka perhatikanlah, bahwa sikap dari masing-masing Tuan A dan Tuan B, sebenarnya tidak terlalu obyektif mengikuti kenyataan yang ada pada saya, melainkan lebih didominasi oleh makna-makna yang dibangun oleh Tuan A dan Tuan B sendiri.

Dengan kata lain, Tuan A dan Tuan B memiliki Realitas Internal-nya masing-masing tentang saya. Dan keduanya, memberi makna, mengambil sikap, memilih keputusan, dan bertindak dengan mendasarkan diri pada Realitas Internal itu.

Apapun yang mereka sikapi, putuskan, dan tindaklanjuti terkait dengan saya, tidak pernah didasarkan pada saya atau karena saya, melainkan pada atau karena Realitas Internal mereka tentang saya.

Jika Tuan B berkepentingan untuk merubah rasa tidak sukanya pada saya, apa yang perlu dilakukannya adalah bukan merubah saya, melainkan merubah Realitas Internal-nya tentang saya.

Jika saya berkepentingan untuk membuat Tuan B menjadi suka pada saya, apa yang perlu saya lakukan adalah membantu Tuan B, mengkreasi Realitas Internal yang lebih baik tentang saya. Caranya, dengan menciptakan Realitas Eksternal saya, yang saya anggap paling membantu Tuan B untuk menciptakan Realitas Internal-nya yang lebih baik tentang saya.

Jika Tuan B dan saya berkepentingan untuk saling menyukai, apa yang perlu kami lakukan berdua adalah, mengkreasi Realitas Internal kami masing-masing, yang kami anggap mendukung kami berdua, dan menciptakan Realitas Eksternal kami masing-masing, yang kami anggap mendukung kami berdua, untuk saling kami pertukarkan di antara kami, sehingga berpengaruh baik terhadap pembentukan Realitas Internal kami masing-masing.

Singkatnya, adalah lebih baik jika Anda terus mengupayakan diri makin terampil dalam menciptakan dan mengelola Realitas Internal. Sebab, Realitas Internal Andalah yang lebih banyak akan menjadi realitas kehidupan.

2. MEMILIH REALITAS

Jika Anda sudah menyadari bahwa realitas kehidupan Anda dibangun oleh dua macam realitas, dan salah satunya ternyata jauh lebih berpengaruh bagi kehidupan Anda, maka kini Anda punya pilihan:

A. Menerima hidup apa adanya, dengan sekedar menjalani Realitas Eksternal dan menciptakan Realitas Internal tanpa pola, tanpa arah, dan terseok-seok ke sana kemari. Dengan ini, Anda adalah obyek dari kehidupan. Anda dipimpin oleh dunia luar. Dan itu, tidak selalu sesuai dengan cita-cita dan harapan Anda.

B. Menerima hidup dengan penuh makna. Realitas Eksternal yang terjadi pada diri Anda, Anda maknai dengan cara-cara yang membuat Anda bisa mencapai rasa nyaman dan bahagia. Anda membangun Realitas Internal dengan pola, arah, dan perjalanannya, yang akan makin menyamankan dan membahagiakan Anda. Bonusnya adalah kedewasaan, kematangan, kepantasan, dan pertumbuhan.

Ketika Anda dilahirkan ke dunia, modal awal Anda adalah kemampuan memilih. Kemudian Anda tumbuh besar dengan kemampuan itu.

Orang bijak, pemimpin dan tokoh besar, buku-buku yang baik, orang-orang terbaik, para nabi, kitab suci, dan bahkan Tuhan yang Maha Menciptakan Anda, selalu mengajari Anda untuk terampil memilih realitas.

Jika Anda terampil, maka Realitas Eksternal adalah bahan baku untuk membangun Realitas Internal. Segala sesuatu tidak diciptakan dengan sia-sia. Semuanyanya punya arti, maksud, dan makna. Semuanya adalah bahan baku untuk kebahagiaan Anda. Dan bahagia, adalah Realitas Internal.

3. MEMELIHARA DAN MENJAGA PILIHAN

Setiap pilihan, selalu punya konsekuensi. Di antara konsekuensi yang paling berat adalah gangguan atau distorsi yang akan membuat Anda terpengaruh dan melenceng dari perjalanan menuju kenyamanan dan kebahagiaan.

Maka, dua hal berikut inilah yang perlu Anda asah selalu, sebagai bekal untuk menjadi manusia yang terampil mengelola Realitas Internal.

A. Selalu menaikkan dan meninggikan nilai dan tingkat kepentingan misi mulia Anda.

B. Selalu menurunkan dan merendahkan nilai dan tingkat kepentingan berbagai fenomena yang menjadi masalah, kendala, hambatan, persoalan, gangguan, dan rintangan yang menghalangi jalan Anda menuju rasa nyaman dan bahagia.

Jika orang menganggap bahwa hidup itu adalah seni, maka seni itu adanya pada tiga hal ini, memahami realitas, memilih realitas dan memelihara dan menjaga pilihan realitas. Maka Anda, akan menjadi manusia yang menguasai kehidupan. Anda bukan korban, Anda adalah pemimpin. Pemimpin kehidupan.

Semoga bermanfaat.

Ikhwan Sopa
Master Trainer E.D.A.N.
Artikel lain:
http://milis-bicara.blogspot.com
http://www.facebook.com/pages/Motivasi-Komunikasi-Leadership/196571006305

Motivasi: Ini Terjadi Untuk Menguatkan Saya!


Judul di atas, awalnya adalah "Merasa Bahagia Ketika Merasa Tidak Bahagia". Karena "bahagia" adalah konsep yang luas, umum, dalam, dan terlalu abstrak, judul itu saya ganti menjadi seperti di atas. Sebab, note ini bercerita tentang "state", yaitu kondisi mental pada suatu titik waktu tertentu, di mana Anda merasa susah terkait dengan sesuatu atau berbagai fenomena di dalam kehidupan. Menggeser state adalah skill penting Anda dari waktu ke waktu, dari menit ke menit, dan dari saat ke saat. Dari susah menjadi senang. Dari berat menjadi ringan. Ini, adalah tentang manajemen mood.

Perasaan, emosi, dan mental manusia adalah sesuatu yang sangat unik dan dahsyat. Ia bisa berubah-ubah dalam waktu yang sangat singkat atau bahkan tiba-tiba. Dalam masing-masing keadaan yang berubah-ubah dan berganti-ganti itu, dampaknya sangat luar biasa. Satu keadaan bisa sangat menguatkan, dan satu keadaan yang lain bisa sangat melemahkan. Menguatkan atau melemahkan diri sendiri, orang lain, dan kinerja Anda.

Di suatu menit, perasaan Anda sedang tenang dan nyaman. Kemudian, datanglah ke dalam pikiran Anda berbagai situasi, keadaan, atau fenomena yang serta-merta menjungkirbalikkan semuanya. Menit berikutnya, Anda seperti sedang berada di atas kobaran api dengan asap yang menyesakkan.

Ketahuilah bahwa jika itu terjadi, Anda sebenarnya telah terlanjur melewati suatu titik yang disebut dengan "decision point", yaitu sebuah titik persimpangan jalan, di mana keputusan dan pilihan (bawah sadar) Anda, akan sangat berpengaruh pada kinerja, produktifitas, kreatifitas, mood dan perasaan Anda di menit-menit berikutnya. Atau bahkan di sepanjang sisa hari, atau malah mungkin berhari-hari.

Anda telah terlanjur melewati titik itu dengan ketidakberdayaan. Padahal ketahuilah, decision point dan memiliki kemampuan untuk memilih, adalah esensi kemanusiaan Anda. Tidak patut jika Anda teruskan menyia-nyiakannya.

Di titik itu, Anda sebenarnya dihadapkan pada dua pilihan tanpa sadar:

YA - Untuk bad mood, atau
TIDAK - Untuk bad mood.

Sangat bisa jadi, Anda tak pernah menyadari ini. Anda sudah terlanjur terbiasa. Anda sudah terbiasa menjatuhkan pilihan YA pada bad mood. Mungkin juga, ini sudah berlangsung dan menjadi "default" strategi berpikir Anda selama ini.

Untuk bisa menjadi lebih baik dalam mengelola mood, Anda perlu mundur selangkah lebih dahulu. Yaitu, ke wilayah sebelum decision point. Di zona "pra" ini, Anda perlu membiasakan sebuah kesadaran. Kesadaran yang mampu memahami dan mengidentifikasi, bahwa beberapa saat lagi, akan muncul decision point di mana Anda harus memilih.

Secara teknis, membiasakan kesadaran di zona "pra" adalah mengaktivasi kembali pola kerja TDS Anda (TDS = Trans-Derivational Search, mencari informasi dalam database memori Anda tanpa logika), yang selama ini sudah terlanjur malas dan berjalan tidak sesuai SOP (standard operating procedure) yang telah dikodifikasikan oleh Pencipta "komputer Anda".

Jika Anda berhasil membangun kesadaran ini dan menjadikannya sebagai sebuah kebiasaan baru, maka kondisi "pasca" decision point Anda, akan cenderung menjadikan perasaan Anda lebih aman dan nyaman. Dan pilihan sadar Anda, akan bergeser menjadi seperti ini:

YA - Untuk good mood.
TIDAK - Untuk bad mood.

Perhatikan baik-baik pilihan di atas. Yang manapun yang Anda pilih, cenderung akan menyenangkan Anda. Dahsyat bukan? Sedahsyat inilah sebenarnya kemampuan pikiran bawah sadar Anda. Ia mampu menyediakan informasi terbaik untuk kesadaran Anda. Ini adalah salah satu bentuk double bind yang paling powerful untuk pikiran Anda.

Bagaimanakah cara praktisnya?

Berikut ini adalah sebuah cara yang powerful. Saya ambil inspirasinya dari cara yang ditawarkan oleh Lori Snyder, seorang coah pengembangan diri. Saya adopsi, saya akomodasi, saya modifikasi, saya perjelas dan permudah, agar mudah Anda implementasikan.

1. INI TERJADI UNTUK MENGUATKAN SAYA!

Saat mood buruk itu datang dan belum terlanjur mendominasi Anda, biasakan diri Anda untuk mengatakan kalimat berikut ini,

"Ini terjadi untuk menguatkan saya!"

Jika perlu, Anda bisa mengatakannya dengan eksplisit atau bahkan dengan berteriak.

Dititik ini, kalimat ini, secara langsung akan mengkonversi dan menyalurkan energi netral Anda menjadi energi yang lebih positif dan berdaya.

2. YA - UNTUK GOOD MOOD

Langsunglah merasa senang, pada detik Anda menyadari bahwa Anda bisa merasakan datangnya perasaan susah. Lho! Kok? Ya benar sekali.

Sebab, itu adalah tanda yang paling jelas, yang membuktikan bahwa Anda hidup. Sadarilah bahwa Anda bukan zombie atau mayat hidup. Anda bukan hantu gentayangan atau mumi berbalut perban.

Di titik ini, pelan tapi pasti, Anda akan mulai melihat adanya pilihan. Anda memasuki titik decision point.

3. PILIH

Pilihan terbaik Anda adalah yang berikut ini.

Karena Anda sadar,
bahwa Anda sedang hidup,
di suatu waktu,
di mana Anda mulai merasakan perasaan susah,
dan ingin merasa senang,
maka sesungguhnyalah,
Anda sedang punya kekuatan untuk memilih,
untuk hidup di dalam waktu itu,
dengan senang.


Waktu itu adalah SEKARANG.

Di titik ini, perasaan Anda mulai bergeser dan mulai bertransformasi.

4. FOKUS PADA HAL BAIK DAN POSITIF

Jika Anda sudah bisa menyelami pergeseran perasaan ini, mulailah mengidentifikasi berbagai hal baik yang Anda inginkan terjadi pada diri dan perasaan Anda.

Sampaikan ini kepada diri Anda sendiri,

"Aku mau senang, dan aku mau makin kuat."

Di titik ini, Anda akan mulai berdaya.

5. TEMUKAN KEBENARAN

Sadarilahi bahwa rasa susah yang Anda derita, adalah baik dan memang diciptakan untuk menguatkan Anda. Terbukti, Anda sudah melangkah sampai ke tahap 5 ini. Dan ketahuilah, apa yang terjadi adalah terjadi karena memang membawa maksud-maksud baik di belakangnya. Seperti yang berikut ini.

6. KEJERNIHAN PIKIRAN

Temukanlah berbagai hal pada diri Anda, yang membuat Anda sampai merasa susah. Mulailah memilah dan memisahkannya dari berbagai hal yang membuat Anda merasa senang.

Semakin jelas Anda memisahkan keduanya, maka semakin jelas langkah-langkah solusi yang perlu Anda tempuh.

"Saya merasa guilty karena ada sesuatu yang tidak saya kerjakan."
"Saya merasa tidak nyaman karena baru saja memarahi orang."
"Dunia ini seperti mau kiamat, saya dicaci-maki habis-habisan."


Identifikasi juga obat, resep, dan fenomena yang dapat menciptakan kondisi sebaliknya. Anda sendiri yang tahu pasti.

Di titik ini, calon-calon solusi itu mulai tampak.

Jika berbagai kemungkinan solusi itu sudah semakin jelas, ambillah waktu sebentar untuk beristirahat. Beberapa menit atau beberapa saat. Rilekskan tubuh dan pola nafas Anda.

Lanjutkan ke tahap berikut ini. Setelah itu Anda bisa kembali ke tahap 6 ini, dan mengerjakan PR Anda merumuskan solusi.

7. PENGENDAPAN DAN KONTEMPLASI

Santailah sejenak. Lihat, dengar, rasakan, cium, cecap, atau sentuh apapun yang indah dan menyenangkan hati Anda. Jika perlu, pergilah ke luar ruangan, cari dan temukan segala keindahan. Jika perlu keluar gedung sekalian.

Lihatlah awan mendung yang tak lagi semendung perasaan Anda. Lihat dan nikmati cerahnya hari ini. Dengarkan percikan air hujan. Kalau tidak ada ya cukup pancuran. Atau buka saja keran.

Lihatlah orang-orang yang tersenyum dan tertawa. Mungkin mereka jauh di pojok sana atau malah di sebelah Anda. Ikutkan hati dan perasaan Anda bersama mereka.

Setelah Anda merasa cukup, kembalilah ke tahap 6 sekali lagi untuk menyimpulkan solusi.

Di titik ini, Anda menjalani miniatur dari jejak para sufi. Berangkat dari keindahan, menuju kebaikan, dan berakhir pada kebenaran.

Ya. Benar. Itu terjadi untuk menguatkan Anda.

Selamat menempuh hari-hari dengan keberdayaan! Semoga bermanfaat.

Note: Jika Anda ingin lebih efektif dalam melatih teknik ini, Anda bisa baca-baca gambaran umum tentang "time distortion".

Ikhwan Sopa
Master Trainer E.D.A.N.
http://milis-bicara.blogspot.com
http://www.facebook.com/motivasi

Motivasi: Sebagai Manusia Biasa, Anda Bisa Luar Biasa!


Satu hari lagi telah Bowo lalui dengan hiruk-pikuk dan riuh-rendahnya kota besar. Anak dan istrinya sudah berada di alam mimpi sejak sejam tadi. Bowo merebahkan diri di ranjang. Ia membenarkan posisi berbaringnya dan mulai menarik selimut. Bowo mulai berdoa dan mulai memejamkan mata. Lalu, mulailah berseliweran lintasan demi lintasan itu di kepala Bowo...

"Tadi siang itu, mestinya saya katakan tidak pada Mr. Cheng, tapi mengapa juga ya kok saya sampai mengatakan ya..?"

"Duh Gusti, sepertinya perintah saya kepada Alex tadi siang salah. Apa ya dampaknya pada timnya? Seharusnya saya..."

"Walaah! Kok bisa-bisanya saya tadi hanya bisa diam diperlakukan seperti itu?! Kalo tahu dia bakal begitu, saya mestinya..."


Apa yang terjadi pada Bowo di atas, sangat mungkin juga terjadi pada diri kita. Sejalan dengan berlalunya waktu, kita menyadari telah terjadi berbagai hal yang tidak sebagaimana yang kita harapkan. Kejernihan pikiran dan perasaan, kemampuan dan kekuatan maksimal atau peak performance, justru muncul di saat yang tidak tepat. Malah, di saat yang sudah terlambat.

Fenomena di atas sebenarnya terbilang normal. Namun demikian, apa jadinya jika fenomena itu menjadi makin sering dan makin mengganggu diri kita?

Fenomena ini dikenal dengan sebutan l'esprit de l'escalier, atau staircase wit, atau treppenwitz, atau dalam bahasa Indonesia "kecerdasan yang terlambat".

Fenomena ini muncul karena ada kesenjangan antara pengetahuan dan keterampilan, antara knowledge dan skill. Bukan karena kurangnya knowledge tapi karena kurangnya skill.

Dari kasus Bowo di atas, apa yang terjadi pada dirinya adalah sebagai berikut:

1. Bowo sebenarnya tahu, tapi ia gagal mengoptimalkan pengetahuannya pada saat dibutuhkan.

2. Sebagaimana manusia normal lainnya, Bowo baru memanfaatkan sebagian kecil dari potensi yang ada pada dirinya.

3. Dalam empat tingkatan ilmu yaitu a)tidak tahu kalau tidak tahu, b)tahu kalau tidak tahu, c)tahu kalau tahu, d)tidak tahu kalau tahu, Bowo sebenarnya sudah berada di tingkat d. Itu artinya, Bowo sudah sangat dekat dengan puncak performanya. Apa yang belum dicapainya adalah sebuah kesadaran.

KNOWLEDGE IS POWER

Kata-kata itu diungkapkan oleh penggagas pendidikan modern, Sir Francis Bacon. Apa yang dikatakannya adalah benar, yaitu "pengetahuan adalah kekuatan". Belakangan, frase ini dikritisi oleh banyak orang dan mulai digantikan dengan "tindakan adalah kekuatan".

Apa yang dimaksud oleh Sir Francis Bacon dengan "knowledge is power", adalah kekuatan maksimal dari pengetahuan, yang bisa dicapai dengan memenuhi syarat, yaitu memiliki kemampuan dan keterampilan untuk menggunakan pengetahuan.

Sesungguhnyalah, setiap tindakan pasti didasari oleh pengetahuan, sebab setiap tindakan didasari oleh keputusan. Dan keputusan adalah pilihan dari pengetahuan-pengetahuan tentang alternatif-alternatif.

MANUSIA NORMAL BARU MEMANFAATKAN 10% POTENSI DIRI

Berbagai riset dan studi menunjukkan bahwa rata-rata orang baru menggunakan 10% dari potensi maksimal yang ada dalam dirinya. Dan terbukti, berbagai kendala dan hambatan pada diri rata-rata orang, tidak disebabkan karena kurangnya pengetahuan, melainkan tidak tahu cara untuk mengoptimalkan penggunaan pengetahuan.

Pengetahuan erat hubungannya dengan makna-makna. Dan makna, erat hubungannya dengan kata-kata dan bahasa. Segala sesuatu dimaknai dengan bahasa dan kata-kata.

Dalam bahasa Inggris, ditemukan tidak kurang dari 250.000 kata. Rata-rata orang yang menggunakan bahasa Inggris, hanya terbiasa menggunakan sekitar 30.000 hingga 50.000 kata di dalam kehidupannya. Dalam bahasa tertulis, mereka hanya terbiasa menggunakan sekitar 10.000 kata dan dalam bahasa lisan mereka hanya terbiasa menggunakan 2.000 sampai 3.000 kata saja.

Dalam bahasa Indonesia, ditemukan tidak kurang dari 100.000 kata. Pada awalnya, bahasa Indonesia hanya terdiri dari 28.000 kata, kemudian berkembang menjadi 62.000 kata pada tahun 1987, dan menjadi 72.000 kata pada tahun 1992, dan menjadi 80.000 kata pada tahun 2002, dan menjadi sekitar 100.000 kata di masa sekarang.

Dengan perkembangan kosa kata yang demikian pesat, berapa kata yang Anda gunakan setiap hari?

Maka sekali lagi: Tindakan dilatarbelakangi oleh keputusan, dan keputusan dilatabelakangi oleh pilihan, dan pilihan dilatarbelakangi oleh pengetahuan, dan pengetahuan dibangun dengan makna-makna, dan makna-makna, diorganisir dengan bahasa dan kata-kata. Knowledge is power.

PERFORMA BISA DIDONGKRAK BERKALI LIPAT TANPA MENAMBAH PENGETAHUAN

Sebab yang lebih sering terjadi, adalah bukan kurang pengetahuan melainkan kurang keterampilan. Kurang terampil dalam mengeksekusi dan memanfaatkan pengetahuan. Dan tentu saja, seperti yang Anda pikirkan, performa bisa didongkrak menjadi makin dahsyat jika dibarengi dengan menambah pengetahuan dan keterampilan sekaligus.

Sekarang kita berfokus saja pada potensi yang ada pada diri Anda saat ini.

Pengetahuan Anda bisa dipastikan telah sangat luas dan dalam, sebab Anda sudah sekolah dan belajar baik secara formal maupun informal selama Anda hidup. Pengetahuan itu sudah terhimpun demikian banyak di dalam diri Anda. Ketahuilah satu hal, kendala Anda lebih banyak disebabkan oleh kurangnya keterampilan dan bukan oleh kurangnya pengetahuan.

Bagaimanakah caranya kita bisa mendongkrak performa tanpa langsung menambah pengetahuan? Bagaimanakah caranya mendongkrak performa sekian kali lipat hanya dengan apa pun yang Anda miliki sekarang?

Untuk mengasah keterampilan ini, apa yang kita perlukan adalah menyelami berbagai hal yang menjadi sebab dari kurang terampilnya kita dalam mengeksekusi dan memanfaatkan pengetahuan. Dengan memahami berbagai sebab ini, kita akan memiliki gambaran tentang apa yang perlu kita lakukan mulai sekarang, untuk meningkatkan performa.

Berikut ini adalah sebab-sebab dari rendahnya performa, terkait dengan kurangnya keterampilan - padahal memiliki pengetahuan. Saya ambil dari materinya Ken Ward seorang Mind Techniques expert.

Sebab #1 - Terlalu Tegang atau Terlalu Santai

Terlalu tegang karena khawatir, takut, menghadapi sesuatu dengan tiba-tiba, atau berada dalam sebuah keterpaksaan, akan membuat Anda kehilangan keterampilan. Dampaknya tentu saja, penurunan performa.

Misalnya, jika Anda telah menguasai materi untuk presentasi, tapi kemudian Anda menyadari bahwa dalam audience Anda ada orang-orang yang "menakutkan". Anda bisa kehilangan kata-kata.

(Namun demikian, akan tetap ada event dan situasi, di mana ketegangan justru diperlukan untuk meningkatkan performa, misalnya dalam olah raga.)

Terlalu santai, mengantuk misalnya, juga bisa menurunkan performa karena kehilangan keterampilan. Penurunan performa juga bisa terjadi saat Anda berada di bawah pengaruh obat atau minuman.

Sebab #2 - Terdistraksi atau Tidak Fokus

Saat perhatian Anda terpecah, performa Anda akan turun. Distraksi seperti ini bisa terjadi secara internal atau karena pengaruh dari luar. Anda bisa terdistraksi jika pikiran Anda berfokus pada hal lain selain yang mestinya Anda kerjakan. Anda juga bisa terdistraksi karena suasana dan situasi yang tidak mendukung, misalnya terlalu ribut, hiruk-pikuk, atau suasana sedang kacau-balau. Distraksi juga bisa muncul karena pikiran-pikiran negatif Anda.

Sebab #3 - Terpengaruh Kritik

Kritik, baik oleh diri sendiri atau oleh orang lain, bisa sangat berpengaruh pada performa Anda.

Sebab #4 - Kurang Percaya Diri Atau Terlalu Percaya Diri

Kurang percaya diri, bisa sangat buruk pengaruhnya pada performa. Bahkan, kurang percaya diri bisa membuat performa Anda bernilai nol. Sebab, sampai tingkat tertentu, kurang percaya diri bahkan membuat Anda tidak melakukan apa-apa.

Terlalu percaya diri juga bisa berdampak menurunkan performa. Bahaya terlalu percaya diri bukan ada pada bagaimana Anda melakukan apa yang mestinya Anda lakukan, melainkan ada pada kemungkinan di mana Anda akan melakukan apa yang mestinya tidak Anda lakukan. Anda bisa menyimpang dari misi awal Anda. Gawatnya, saat Anda menyimpang itu, Anda justru memasuki wilayah di mana pengetahuan Anda justru kurang.

Sebab #5 - Self Handicap

Self handicap berasal dari berbagai kesimpulan negatif yang Anda tarik setelah melakukan berbagai tindakan.

"Ah, sepertinya saya tidak cocok di situ."
"Ah, kayaknya gue nggak bakat."
"Dah gue coba, tapi kok jelek kayaknya."


Anda masuk ke siklus buruk ini sekali lagi. Anda malah memperkuatnya. Padahal Anda bukan tidak bisa, Anda cuma perlu stamina untuk berlatih menaikkan keterampilan.

Sebab #6 Kurang Latihan

Ya. Anda tahu persis harus bagaimana, tapi sebagai keterampilan, letaknya baru di leher ke atas. Kata orang, belum holistik.

Saya selalu yakin, bahwa kita adalah manusia normal dan biasa. Tapi untuk menaikkan performa, Anda harus menjadi manusia luar biasa. Dan untuk mencapai performa yang lebih baik berkali lipat, investasi awal Anda adalah menjadi terampil dalam menggunakan pengetahuan yang sudah Anda miliki. Anda bisa mencapainya, dengan hanya tetap menjadi Anda yang sekarang.

Tanya:
Apa yang Anda baca barusan, mau Anda jadikan apa: pengetahuan atau keterampilan?

Untuk apapun yang sedang Anda geluti saat ini:

Jangan mau jadi manusia biasa. Jadilah luar biasa!!!

Semoga bermanfaat.

Ikhwan Sopa
Master Trainer E.D.A.N.
http://milis-bicara.blogspot.com
http://www.facebook.com/motivasi