Motivasi: Menjawab "Why?"



Tidak bertindak karena mengkhawatirkan risiko, juga punya risiko. Diam bukan karena risiko awal, tapi karena risiko terburuk; yang berkembang lewat pikiran dan perasaaan. Be fair with your self.

"To do" or "not to do", there are always risks. It's a fair share for both. It is an equally mind games. "Not to do" can simply means hindering short term risk with the cost of long term risks. Be careful and be fair with your mind. "To do" or "not to do", there are always risks. Fair and square.

Take no action, then you'll have nothing to learn. Because by definition, learning is "acquiring". That is something can be done, only by doing.

Kalo kamu selalu bilang, "Gimana kalo...?" Sadari saja bahwa itu baru separo'. Selalu ada separo' lagih "Gimana kalo...?" di sisi seberangnya bukan? Ingat, kamu baru meramal. Meramal diri sendiri harus fair. Be fair with your self. Jangan dholim sama diri sendiri.

"Jangan saya ah, dia aja. Dia lebih baik dari saya." That's what we call "hidden care". So, why don't you instead, if you really care?

Kamu yang ideal bukanlah kamu yang saat ini. Kamu perlu perubahan. Jika kamu diam, yang akan kamu dapat cuma uban. Segala sesuatu lebih berat di kepala daripada di pundak. Who looks outside, dreams; who looks inside, awakens; who looks both ways, has the courage. Sudahlah, lakukan saja!

God's promises are like the stars; the darker the night the brighter they shine.

Kabut dingin apa menyelimuti hatimu hingga beku, dan tak jua terpanggil pada waktunya?

Bukankah cahaya itu telah menghangatkan dadamu?

Note: Cetak besar-besar dan tempelkan di tempat di mana kamu selalu melihatnya.

Ikhwan Sopa
Master Trainer E.D.A.N.
http://milis-bicara.blogspot.com
http://www.facebook.com/motivasi