Motivasi: Mendadak Rileks (Do This Now!)


Kita bisa menjadwal rutinitas relaksasi kita. Akhir minggu dan hari libur adalah pilihan yang paling umum, di mana kita merasa punya cukup waktu untuk menikmati rileks. Di luar waktu-waktu itu, kita biasanya sulit menduga-duga kapan sebenarnya kita memerlukan rileks. Ketidakpastian ini sejalan dengan ketidakpastian naik dan turunnya mood dan perasaan. Oleh sebab itu, kita memerlukan sebuah keterampilan dan kebiasaan untuk bisa merasakan rileks dalam waktu yang cukup singkat. Tepatnya, mencapai kondisi rileks dalam waktu pendek. Segera menjadi rileks.

Dari sekian banyak cara, teknik yang berikut ini ternyata termasuk yang paling powerful untuk mencapai state rileks dalam waktu secepat-cepatnya. Dengan berlatih ini, kita akan terbiasa masuk ke kondisi rileks dengan mudah. Kebiasaan ini menjadi penting di saat tugas, pekerjaan, bisnis, dan rutinitas kita menyedot banyak tenaga dan pikiran. Misalnya, saat kita tengah melakukan meeting marathon berjam-jam, saat bernegosiasi keras dengan suatu pihak, atau saat harus mengambil keputusan yang sangat berat. Teknik ini juga berlaku jika kita sekedar ingin rileks saja.

Sebelum masuk ke praktek, perlu Anda ingat tiga hal berikut ini baik-baik:

1. Baca petunjuk teknis di bawah ini sekali saja, hafalkan langkah-langkahnya (mudah), dan langsung praktekkan rileks saat ini juga.

2. Praktekkan secara dewasa dan penuh tanggung jawab untuk produktifitas kerja Anda. Saya, tidak bertanggungjawab untuk apapun dampak dari penggunaan teknik ini. Termasuk jika Anda menjadi terlalu, sangat, sangat rileks ;)

3. Teknik ini namanya "Danau Tenang Teduh Sejuk Angin Sepoi Tak Beriak Sebening Kaca". Hafalkan. Berbeda dari teknik standar, teknik ini mengakomodasi keluwesan dan kedahsyatan mata.

Siap?

1. Duduklah dengan tenang, tenang dengan punggung tegak dan tidak disandarkan ke kursi.

2. Tataplah sesuatu di hadapan Anda, yang berjarak kurang lebih 1 sampai 1,5 meter dari Anda. Tatap saja dengan santai dan tak usah memaksa.

3. Mulailah memberi perintah kepada mata dan otot-oto mata Anda. Perintahkan dalam hati, "rileeks..." rileeks..." rileeeks..." Sambil Anda mulai memperlambat siklus nafas Anda. Memperlambat tarikan, dan memperlambat keluaran. Tetaplah santai, Anda bukan sedang berolahraga. Atur nafas Anda se-rileks mungkin.

4. Sekarang, mulailah perintahkan kepada mata Anda untuk tidak memberi makna dan tidak menginterpretasi. Makin fokuslah ke mata Anda, bukan ke obyek di hadapan Anda. Kosongkan tatapan mata Anda. Teruslah memberi perintah "rileeks..." "rileeks..." rileeeks..." Biarkan mata Anda tetap terbuka dengan santai, dan jika makin berat, biarkan ia semakin berat dan mungkin mulai meredup.

5. Mulailah merasakan ketenangan dan rileeeks yang menjalar ke sekujur tubuh Anda. Mulailah rasakan bagaimana tubuh dan diri Anda menjadi kurang responsif terhadap stimulus dari luar. Nikmati. Rasakan. Bukan pikirkan.

Rasakan juga bagaimana diri Anda bahkan tidak mau dan tidak mampu merespon pikiran berontak Anda, "Ah... ini tidak berfungsi. Aku tidak suka ini." Rasakan bagaimana pikiran tenang Anda bahkan malas menjawabnya.

6. Seraya merasakan sensasi rileeeks di sekujur tubuh Anda, mulailah berhitung dari satu sampai sepuluh, sambil menyebut nama teknik ini, "Danau Tenang Teduh Sejuk Angin Sepoi Tak Beriak Sebening Kaca". Jika Anda tertukar menyebut kata-kata setelah "danau", it's ok biarkan saja dan teruslah nikmati rileeeks Anda. Setelah hitungan ke sepuluh, biarkan rileeeks Anda di isi ketenangan dan kesunyian.

7. Berhentilah, jika Anda sudah merasa cukup. Kembalikan diri Anda ke dunia ini, dengan perlahan-lahan membuka mata Anda (jika sudah tertutup) dengan tetap membawa sensasi rileeeks itu.

Terimakasih. Sekarang Anda tahu apa itu "kekuatan mata".

Semoga bermanfaat.

Ikhwan Sopa
http://milis-bicara.blogspot.com
http://www.facebook.com/motivasi