Motivasi: Kenalilah Tanda-Tanda Kenaikan Kelas Anda



Pernahkan Anda mengalami ujian yang bertubi-tubi? Masalah dan cobaan datang silih berganti dan tanpa henti? Ketahuilah, itu adalah tanda-tanda kenaikan kelas Anda; di dalam sekolah kehidupan.

Sekolah kehidupan seperti sekolah lainnya, akan ada pelajaran, akan ada ujian, dan akan ada kenaikan kelas. Di dalam hidup Anda, Anda pasti akan mengalaminya, sebab Anda juga pasti akan memastikan kenaikan kelas Anda. Bagaimanakah mengenali tanda-tanda kenaikan kelas Anda?

Berikut ini saya sharing kisah seorang sahabat dekat saya. Saya sharing karena kebetulan saya menjadi figuran di dalam skenario kehidupannya.

Seorang alumni Power Workshop E.D.A.N. memberanikan diri untuk menjadi EO Power Workshop E.D.A.N. di Jombang, Jawa Timur. Namanya Mas Slamet. Dalam kisah ini, di tahun 2007, Mas Slamet masih berposisi sebagai staf HRD di sebuah perusahaan besar Korea. Kini, ia telah menjalani kehidupan mandiri sebagai pengusaha, sekaligus EO dan trainer yang handal untuk berbagai training indoor dan outdoor.

Dengan semangat yang menyala-nyala, Mas Slamet mengupayakan terselenggaranya Power Workshop E.D.A.N. di daerahnya. Sedianya, workshop ini akan dilaksanakan di bulan Mei 2007.

Sebelum pelaksanaan workshop itu, Mas Slamet berencana mengundang saya untuk menjadi pembicara dalam sebuah motivation hour di kantor perusahaannya. Pelaksanaannya direncanakan berselisih dua hari mendahului Power Workshop E.D.A.N.

Mas Slamet belum pernah ber-EO ria. Ia juga belum pernah menjadi trainer profesional. Kala itu ia hanya punya semangat yang berkobar menyala-nyala. Dan di tengah semangat yang menyala-nyala itu, muncullah berbagai tanda tentang kenaikan kelas bagi kami. Kenaikan kelas buat Mas Slamet, dan kenaikan kelas buat saya.

Ujian Pertama

Saya jatuh sakit. Setelah beberapa hari menimbang-nimbang kesehatan saya, saya memutuskan untuk membatalkan motivation hour yang telah direncanakannya. Karena keadaan, pembatalan itu saya beritahukan kepadanya hanya kurang satu hari dari hari H. Saya sendiri sebenarnya sudah membeli tiket pesawat open date ke Surabaya.

Saya menghubungi Mas Slamet via telepon memberitahukan pembatalan yang sulit dielakkan itu. Ia shock menerima kabar dari saya. Namun dengan sedikit bicara, semangat Mas Slamet tetap bisa menyala. Dalam pembicaraan itu, saya bahkan tidak mereferensikan pembicara pengganti. Saya hanya mengatakan bahwa ia pasti bisa mencari pengganti saya.

Mas Slamet kemudian meluncur ke Surabaya mencari pembicara pengganti. Ia berhasil mendapatkannya. Ia, sempat berkenalan dengan beberapa trainer profesional di Surabaya. Merekalah orang-orang yang akan menjadi inspirasi dan gurunya di kemudian hari.

Satu babak ujian selesai dilalui Mas Slamet, dan motivation hour itu tetap terlaksana dengan sukses.

Ujian Kedua

Beberapa hari kemudian, saat Mas Slamet menjalankan tugas untuk mensukseskan Power Workshop E.D.A.N., ia mengalami kecelakaan. Mas Slamet menabrak seorang kakek yang mendadak menyeberang jalan. Kakek itu masuk ke rumah sakit, dan Mas Slamet harus mengganti biaya berobatnya sampai beberapa juta rupiah. Mas Slamet sendiri, mengalami luka terbuka di beberapa bagian tubuhnya.

Ia menghubungi saya di Jakarta, menceritakan kejadian yang dialaminya dengan perasaan yang compang-camping. Saya berusaha menyemangatinya, di tengah sakitnya seluruh tubuh saya sendiri. Mas Slamet tetap bersemangat.

Ia menyelesaikan urusannya dengan keluarga si kakek malang, mengeluarkan kendaraannya dari kantor polisi, dan membawanya ke bengkel.

Satu babak lagi ujian ia jalani.

Ujian Ketiga

Beberapa hari kemudian, saya menghubungi Mas Slamet. Saya menginformasikan bahwa Power Workshop E.D.A.N. yang dicita-citakannya harus tertunda. Sakit saya ternyata diperpanjang, dan saya harus beristirahat sampai lebih dari dua puluh hari.

Sekali lagi, Mas Slamet harus mengalami guncangan ujian. Ia harus menanggung galaunya berbagai perasaan saat harus mengumumkan penundaan workshop itu. Saya hanya mengatakan, bahwa penundaan adalah pilihan terbaik untuk saat itu. Saya juga tidak ingin jatuh pingsan di tengah workshop. Saya meyakinkan Mas Slamet, bahwa dengan niat yang baik dan tulus, Insya Allah para peserta akan bisa menerima. Semangat Mas Slamet tetap bertahan.

Dengan tekun dan penuh percaya diri, dihubunginya setiap peserta yang telah mendaftar workshop untuk menginformasikan tentang penundaan pelaksanaannya. Power Workshop E.D.A.N. akhirnya ditunda sampai bulan Juni 2007.

Ujian babak berikutnya telah dilewati oleh Mas Slamet dengan tetap bersemangat.

Ujian Keempat

Tiga hari menjelang pelaksanaan workshop, saya berangkat ke Jombang naik kereta api. Pagi harinya, ia menjemput saya di stasiun kereta api. Mas Slamet menjemput saya dengan becak.

Di atas becak, Mas Slamet bercerita pada saya, "Mas, aku ini menjemput Mas langsung dari rumah sakit." Rupanya, ia melarikan diri dari rumah sakit, setelah diopname selama lima hari!

Mas Slamet rupanya jatuh sakit, demam tinggi, dan harus masuk rumah sakit selama lima hari. Tapi Mas Slamet tetap bersemangat. Saya bisa melihat, kondisinya masih lemah, tubuhnya panas, dan mulutnya kering kerontang penuh dengan sariawan. Tapi ia tidak mau menyerah. Tekadnya sudah bulat.

Ujian Kelima

Malam hari sebelum Power Workshop E.D.A.N. dilaksanakan, Mas Slamet begadang bersama saya, menyiapkan berbagai kebutuhan untuk workshop esok hari. Di tengah kesibukan itu, telepon Mas Slamet berdering. Kini, ujian Mas Slamet mencapai puncaknya.

Keluarga Mas Slamet memberitahukan bahwa neneknya terkena serangan jantung dan dirawat di sebuah rumah sakit di Malang. Neneknya berada dalam kondisi kritis di ruang ICU.

Mas Slamet pernah bercerita pada saya, bahwa sejak kecil ia tidak hidup bersama orang tuanya. Ia hidup bersama neneknya, yang kini terbaring kritis di rumah sakit. Neneknya, adalah orang yang sangat berarti di dalam hidupnya.

Kali ini saya menyerah. Saya tak lagi tega untuk terus menyemangatinya. Saya katakan pada Mas Slamet, bahwa ia boleh meninggalkan semua ini. Saya akan menghandlenya sendiri.

Mas Slamet menolak usulan saya. Ia mengerti bahwa neneknya dalam keadaan tidak sadar. Artinya, tidak banyak yang bisa ia lakukan jika pun ia berada di sisinya. Dan Mas Slamet tahu, keluarganya sudah ada yang menunggui. Ia hanya bisa pasrah dan berdoa. Tapi semangatnya, tetap menyala-nyala.

Mas Slamet Naik Kelas

Esok harinya, Power Workshop E.D.A.N. terlaksana. Mas Slamet telah berhasil melaksanakan apa yang telah ditargetkan dan dicita-citakannya. Dengan penuh semangat dan pantang menyerah, ia berhasil merealisasikannya.

Kini, Mas Slamet telah menjadi penghuni di kelas baru yang lebih tinggi, di dalam sekolah kehidupan. Ia telah bertransformasi. Ia menggeser diri ke tempat yang lebih tinggi, dengan cita-cita menjadi seorang trainer handal.

Mas Slamet, sudah naik kelas.

Hari berikutnya, sebelum menjenguk neneknya, Mas Slamet sempat mengisi sebuah sesi motivasi di hadapan ratusan kader PKS Kabupatan Jombang bersama saya. Mas Slamet tetap penuh semangat.

Mas Slamet, Insya Allah benar-benar naik kelas.

Sore itu juga, Mas Slamet mengantar saya ke stasiun kereta. Dia sendiri juga segera meluncur ke Malang menjumpai neneknya yang sedang sakit keras.

Buatmu Mas Slamet, selamat atas semangat ente yang luar biasa. Kamu sudah naik kelas, dan kamu pasti bisa merasakannya. Selamat menempuh lembaran baru kehidupan, yang penuh dengan berbagai kemungkinan dan pilihan.

Kini, Mas Slamet telah belajar banyak dari para trainer profesional yang dikenalnya saat mencari pengganti saya. Ia juga mulai belajar banyak tentang EO, training, NLP, dan bahkan hypnosis. Saya mempercayainya, untuk memegang kendali Power Workshop E.D.A.N. di seluruh wilayah Jawa Timur. Mas Slamet, mulai dikenal sebagai EO andalan berbagai narasumber dan pembicara tingkat nasional. Terakhir yang saya ketahui, Mas Slamet bahkan sudah menjadi trainer inbound dan outbond yang kreatif dan handal.

Teman-teman sekalian, kenalilah tanda-tanda kenaikan kelasmu di dalam sekolah kehidupan. Seperti sekolah yang selama ini engkau kenal, untuk setiap kenaikan kelas, akan berarti ujian dan cobaan.

Apa yang tercermin dari kisah di atas adalah pattern atau pola-pola yang sangat umum kita kenal, tentang bagaimana Tuhan menaikkan kelas setiap orang.

Kurang lebih, seperti inilah tanda-tanda tentang kenaikan kelas yang akan terjadi pada diri kita.

1. Jika kita mulai memasuki, mendalami, dan melakukan hal-hal yang baru di dalam hidup kita, maka:

2. Akan datang berbagai cobaan dan ujian. Cobaan dan ujian itu, sangat mungkin akan datang bertubi-tubi dan silih berganti seolah tak ada habisnya. Satu dilalui, datang lagi yang berikutnya. Fenomena ini bisa berlangsung beberapa minggu, bahkan sampai beberapa bulan.

Jika engkau, kini atau nanti, mengalami berbagai ujian dan cobaan yang bertubi-tubi, masalah dan kesulitan yang datang silih berganti, maka terimalah semuanya dengan sabar dan ikhlas.

Percayalah dan yakinlah bahwa itu semua adalah tanda-tanda kenaikan kelasmu. Tak perlu terlalu bersedih hati, tetaplah bersemangat dan pantang menyerah.

Jika engkau berhasil melaluinya, maka engkau akan benar-benar naik kelas ke jenjang kehidupan yang lebih tinggi. Itu berarti, satu langkah lagi berhasil engkau lalui, untuk menuju cita-cita keberhasilanmu.

Ingatlah bahwa setiap kegagalan juga ada tandanya, tanda itu adalah turunnya semangat dan motivasi. Jika tidak kita pertahankan, maka gagal itu pasti.

Semoga bermanfaat.

Ikhwan Sopa
Master Trainer E.D.A.N.
http://milis-bicara.blogspot.com
http://www.facebook.com/motivasi