Public Speaking: Sepuluh Cara Menidurkan Audience Anda

Pernahkah Anda tertidur saat mendengarkan sebuah pidato atau saat Anda menghadiri suatu sesi presentasi atau seminar? Kadang-kadang, tertidur beberapa menit dalam suatu sesi pembicaraan dapat mendongkrak energi Anda untuk sisa hari itu. Yang repot, jika tidur itu menjadi berlebihan atau keterusan sampai acara selesai.

Para pembicara, jika Anda ingin menjadi orang yang bermurah hati dengan memberi kesempatan ini kepada audience, perhatikan tips-tips ini dengan seksama.

1. Yakinkan bahwa materi Anda kering dan membosankan. Jadikan materi Anda sangat-sangat-sangat teknis, kompleks, atau ruwet. Jika memungkinkan, isilah sesi Anda dengan pembicaraan akademik yang sangat terspesialisasi, yang membuatnya tidak mudah dimengerti tanpa pemahaman, pendidikan, dan riset terlebih dahulu.

2. Jangan masukkan penjelasan atau ilustrasi apapun yang membuat materi Anda mudah dipahami oleh rata-rata orang yang menjadi audience. Cukup Anda sajikan pointer-pointer saja. Atau sebaliknya, kembali ke cara nomor satu di atas.

3. Jadwalkan sebisa mungkin sesi bicara Anda di akhir suatu hari yang berat atau panjang, atau mulailah setelah makan siang. Misalnya malam Senin, atau Senin malam, atau Jumat siang saat audience Anda mulai menyiapkan acara akhir minggunya. Ini akan menambah daya kantuk dan daya lesu materi Anda.

Cara ini mempunyai implikasi ganda. Pertama, audience Anda akan dengan mudah mencapai tidur nyenyaknya. Kedua, mereka yang datang dan menjadi audience Anda justru orang-orang yang sangat bersemangat untuk hadir sehingga malah kurang tidur. Maka, perhitungkan sekali lagi kepentingan Anda tentang penjadwalan ini.

Jika materi Anda adalah searah atau sekedar informasi, maka Anda akan lebih mudah menidurkan mereka. Jika materi Anda terlalu menarik atau terlalu penting, Anda akan gagal total menidurkan mereka.

4. Bicaralah dengan sangat pelan dan hindari segala bentuk ekspresi atau variasi vokal yang dapat membelokkan perhatian atau mengganggu "perjalanan" audience menuju tidurnya. Ingatlah bahwa tujuan Anda adalah mengantar mereka ke alam mimpi dengan mulus.

5. Berdirilah dengan kaku di belakang podium sepanjang pembicaraan Anda. Jika tidak ada podium, duduklah di belakang meja selama sesi Anda. Setiap gerakan yang Anda lakukan, atau jika Anda melakukan gerakan yang mendadak, berpotensi membangunkan mereka.

6. Hindari variasi dalam gaya presentasi. Jangan berpindah dari bicara kemudian menggunakan flip chart, slide, audio dan video, atau bantuan visual apapun yang dapat menarik perhatian mereka.

7.Jangan pernah memasukkan unsur humor atau cerita dalam pembicaraan Anda, yang mungkin akan mengilustrasikan berbagai poin penting.

8. Jangan berkutat hanya pada satu topik besar. Habiskan sebagian besar waktu dengan berputar-putar tentang berbagai subyek atau pengalaman pribadi yang sangat membosankan, dan tentu saja secara total harus OOT.

9. Bicaralah tentang suatu topik yang sudah sangat dikenal atau sudah basi atau terlalu umum. Jagalah agar isi bicara Anda tetap berfokus pada berbagai hal yang mereka memang sudah tahu sebelumnya, dan kemudian ceritakan lagi dengan pola, alur, dan arah yang mudah diterka. Anda perlu mengeksekusi keahlian hipnotik Anda dalam hal ini, khususnya teknik bombardir.

10. Berikan kepada mereka handout yang super detil, sehingga audience tidak akan tertinggal oleh satu informasipun sepanjang tidur mereka. Yakinkan bahwa Anda tidak mengatakan sesuatu yang tidak tercantum dalam handout tersebut. Untuk hasil terbaik, baca saja handout itu kata per kata. Jika perlu dengan datar dan tanpa emosi.

Saya berharap, dengan mengikuti tips di atas Anda akan mendapatkan kepuasan melihat seluruh audience Anda tertidur dan mengorok dengan tenang dan berbahagia sepanjang sesi Anda.

Semoga bermanfaat.

Dari materi oleh Barbara White, Beyond Better.

Ikhwan Sopa
Master Trainer E.D.A.N.
http://milis-bicara.blogspot.com
http://www.facebook.com/motivasi