Public Speaking: Kenali Tipe Audience Anda

Pengelompokan tipe audience berikut ini, adalah gambaran umum dari tipe-tipe orang yang mungkin akan hadir di dalam sesi public speaking Anda. Menghadapi orang dengan masing-masing tipe ini, punya strategi dan cara yang berbeda-beda.

Saya sharing di sini buat kita pelajari bersama, sumbernya adalah "Knockout Presentation", Chandler House Press. Penulisnya adalah Diane DiResta, seorang public speaker handal, presiden DiResta Communications Inc.

Eager Beaver

Orang dengan tipe ini cenderung aktif dan selalu menjadi yang pertama dalam berpartisipasi. Dia punya keinginan besar untuk membantu Anda dan situasi bicara Anda. Namun demikian, ia juga bisa menyulitkan orang lain karena terlalu aktif. Jangan jatuhkan semangat orang dengan tipe ini. Sebisa mungkin akui partisipasi dan kontribusinya, tapi juga doronglah orang lain untuk ikut berpartisipasi dalam sesi Anda.

Expert

Orang dengan tipe ini cenderung menantang otoritas Anda sebagai pembicara. Ia juga senang mendebat orang lain. Bisa jadi, orang ini benar-benar seorang expert yang membutuhkan pengakuan. Jika memungkinkan, akui kepakarannya tanpa sikap bertahan. Tetaplah bertanya pada orang lain yang bukan pakar tentang pendapat mereka.

Strategi jitu untuk para expert ini adalah memainkan peran untuk kepakaran mereka. Misalnya, mintalah mereka menyampaikan pendapat dan pandangan profesionalnya. Jika Anda berhasil, dengan segera ia akan menjadi sekutu yang tangguh bagi Anda dan siap menghadapi siapapun bersama Anda.

Rambler

Orang dengan tipe ini pada dasarnya adalah tukang cerita. Anda memberinya waktu, Anda akan mendapatkan sejarah dan seluk-beluk yang kelewat lengkap tentang sebuah topik. Untuk menangani seorang rambler, Anda bisa memotong bicaranya dengan sopan, kemudian menyarikan komentarnya, lalu meminta orang lain ikut memberikan pendapat. Jangan biarkan orang ini menjadi pembicara pengganti untuk Anda.

Poor Loser

Orang dengan tipe ini tidak akan mengakui satu kesalahan pun dari sisinya. Ia seperti tidak punya kekuatan untuk mengakui kesalahan. Bijaklah dan jangan sudutkan mereka. Anda mungkin perlu menciptakan situasi "sepakat untuk tidak sepakat". Anda juga harus memberi peluang pada mereka untuk menyelamatkan muka.

Dominator

Mereka ini ingin mengontrol. Mereka bisa mengintimidasi seluruh audience Anda dengan memonopoli pembicaraan atau aktivitas yang berlangsung. Jangan biarkan mereka mengambil alih panggung. Jangan biarkan mereka melakukan kudeta. Untuk melakukannya, Anda sepatutnya pandai menggunakan humor sebagai wahana.

Sebagai contoh, saat meminta respon, Anda bisa bergurau dengan mengatakan, "Ayo! Siapa saja asal bukan Bambang!" Jika ini tidak berhasil, istirahatkan sesi dan bicaralah pada orang itu secara personal untuk memintanya berbagai waktu dengan audience lain.

Side Conversators

Dua atau lebih orang dalam audience Anda bisa terlibat dalam pembicaraan selagi Anda bebicara. Jika audience besar dan ruangan luas, mungkin bisa Anda abaikan saja. Tapi dalam kelompok kecil, hal ini mengalihkan perhatian audience dari pembicaraan Anda.

Anda bisa melakukan kontak mata dengan para tukang ngobrol ini dan berhentilah bicara sampai mereka menyadari apa yang Anda harapkan. Anda juga bisa mengkonfrontasi mereka secara langsung dan meminta dengan sopan agar mereka berhenti berbicara selama sesi Anda.

Atau, cobalah teknik berjalan. Berjalanlah ke arah mereka, berdiri di depan mereka dan teruslah berbicara. Mereka akan menangkap maksud Anda. Kalo nggak juga, ya dijitak saja!

Negative

Orang dengan tipe ini sangat bertahan dan punya pandangan negatif tentang Anda, tentang materi, topik atau poin Anda. Dan mereka, mungkin memang tidak ingin berada di ruangan itu. Mulailah mencari tahu latar belakangnya. Tawarkan untuk rekonsiliasi, atau tawarkan untuk berdiskusi setelah sesi.

Complainer - Whiner

Orang dengan tipe ini, selalu bisa menemukan kesalahan di bagian mana pun dari bicara Anda. Mereka sering mengeluh tapi tanpa solusi. Mungkin juga, mereka tidak bersikap negatif terhadap materi Anda, tapi memang dasarnya suka mengeluh.

Salah satu ciri dari orang dengan tipe ini adalah gayanya yang khas, yaitu sering sekali mengungkapkan, "Iya sih, tapi..."

Janganlah terjebak pada permainan klasik mereka. Ambillah alternatif, misalnya dengan menunda perdebatan atau dengan melakukan rekonsiliasi demi kepentingan seluruh audience. Tetaplah fokus dan maju terus.

Hecklers

orang dengan tipe ini termasuk "pengacau". Cobalah untuk mengabaikan pengacau ini. Jika mereka tidak mendapatkan respon dari Anda, mereka mungkin akan menyerah. Jika Anda menerapkan retorika, maka cara ini hanya akan mengundang mereka kembali lagi untuk mengacaukan Anda. Lebih baik, berjalanlah ke arah mereka, letakkan tangan Anda di pundak mereka, atau sentuhlah sesuatu pada diri mereka dan teruslah bicara.

Dalam melakukan trik ini, upayakan agar Anda tidak menunjukkan sikap menyerang atau meletakkan sesuatu selain tangan Anda.

Atau, Anda juga bisa meminta mereka memperkenalkan dirinya - mereka, ini ciri khas mereka, biasanya lebih memilih menjadi NN.

Semoga kita makin terampil untuk tampil berbicara.

Saat berurusan dengan audience sulit, ingatlah bahwa perilaku yang mengganggu pada intinya adalah cerminan dari kebutuhan yang tak terpuaskan. Carilah cara untuk memuaskan kebutuhan subyektif itu. Strategi terbaik Anda adalah rasa humor dan sebuah pengertian tentang latar belakang dari setiap perilaku.

Semoga bermanfaat.

Ikhwan Sopa
Master Trainer E.D.A.N.
http://milis-bicara.blogspot.com
http://www.facebook.com/motivasi