Training: "My Keen E.D.A.N." (aka EDAN-2) - Are You Ready?


Keen (k[=e]n)

1. Having a fine, sharp cutting edge or point or cutting ability. Acute: having or demonstrating ability to recognize or draw fine distinctions. Exquisite: intense or sharp. A quick and penetrating intelligence. A positive feeling of wanting to push ahead with something. Eagerness or enthusiastic.

2. A loud, wailing lament for the dead. A funeral lament sung with loud wailing.


Which one would you be?

Alhamdulillah, EDAN-1 telah diselenggarakan sebanyak 55 batch. EDAN-1 adalah satu-satunya produk training yang resmi kami gelar secara konsisten selama kurang lebih tiga setengah tahun. Kini waktunya kita memasuki era EDAN-2.

Terimakasih kami ucapkan kepada para alumni EDAN-1 yang telah mengikuti training EDAN-1 sejak batch pertama hingga batch terakhir.

Terimakasih juga kami ucapkan kepada seluruh pihak yang turut membantu lancarnya penyelenggaraan EDAN-1 selama ini, yaitu para EO di seluruh Indonesia, para fasilitator dan staf, dan semua rekan di dunia offline dan online (komunitas, milis, facebook dan sebagainya). Partisipasi Anda semua, dalam bentuk apapun, adalah sumbangsih yang sangat berharga untuk kemajuan bangsa Indonesia.

Selamat datang di era EDAN-2: "My Keen E.D.A.N."

Clue: "You have the power, you have the magic."

Apa perbedaan utama EDAN-2 dari EDAN-1?

1. Beda tingkatan. EDAN-1 adalah training kelas "introduksi" yang dilangsungkan selama 1-2 hari. Silahkan mereview komentar para alumni EDAN-1 di sini. EDAN-2 adalah training kelas "performa" yang dilangsungkan selama 3-5 hari.

2. Beda alam. EDAN-1 berada di alam pikiran dan perasaan. EDAN-2 berada di alam tindakan.

3. Beda orientasi. EDAN-1 berorientasi pada "pergeseran" pikiran dan perasaan. EDAN-2 berorientasi pada "results" berbasis tindakan.

4. Beda aroma. EDAN-1 beraroma "sugesti". EDAN-2 beraroma"militansi".

Hanya satu yang tetap tinggal sama dalam seluruh rangkaian EDAN, yaitu FUN!

Notes:

1. Tidak setiap pendaftar akan diterima sebagai peserta, bahkan alumni EDAN-1 sekalipun. Ada prasyarat yang harus dipenuhi demi kepentingan dan keberhasilan pendaftar sendiri.

2. Bagi alumni EDAN-1 diberikan diskon khusus yaitu potongan harga 40%.

3. Yang dimaksud alumni EDAN-1 adalah mereka yang telah mengikuti training EDAN-1 berdurasi minimal satu (1) hari full.

"My Keen E.D.A.N."
Batch 1: Januari 2010.

Are your ready?

Ikhwan Sopa
Master Trainer E.D.A.N.
http://milis-bicara.blogspot.com
http://www.facebook.com/motivasi

Attitude: Mendapat Dan Memberi Lebih? Bullshit!


Jika A=1, B=2, dan seterusnya sampai Z=26, maka kita akan mendapatkan ini:

A, B, C, ... Z = 1, 2, 3, ... 26

H-A-R-D-W-O-R-K
8+1+18+4+23+15+18+11 = 98%

K-N-O-W-L-E-D-G-E
11+14+15+23+12+5+4+7+5 = 96%

A-T-T-I-T-U-D-E
1+20+20+9+20+21+4+5 = 100%

L-O-V-E-O-F-G-O-D
12+15+22+5+15+6+7+15+4 = 101%

Selebihnya?

B-U-L-L-S-H-I-T
2+21+12+12+19+8+9+20 = 103%

Ya, tepat sekali. Bullshit banget bisa mendapatkan dan memberi lebih tanpa mempertahankan sikap yang tepat dan tetap di bawah ridha Allah SWT.

Semoga bermanfaat.

Ikhwan Sopa
Master Trainer E.D.A.N.
http://milis-bicara.blogspot.com
http://www.facebook.com/motivasi

Public Speaking: Sepuluh Cara Menidurkan Audience Anda

Pernahkah Anda tertidur saat mendengarkan sebuah pidato atau saat Anda menghadiri suatu sesi presentasi atau seminar? Kadang-kadang, tertidur beberapa menit dalam suatu sesi pembicaraan dapat mendongkrak energi Anda untuk sisa hari itu. Yang repot, jika tidur itu menjadi berlebihan atau keterusan sampai acara selesai.

Para pembicara, jika Anda ingin menjadi orang yang bermurah hati dengan memberi kesempatan ini kepada audience, perhatikan tips-tips ini dengan seksama.

1. Yakinkan bahwa materi Anda kering dan membosankan. Jadikan materi Anda sangat-sangat-sangat teknis, kompleks, atau ruwet. Jika memungkinkan, isilah sesi Anda dengan pembicaraan akademik yang sangat terspesialisasi, yang membuatnya tidak mudah dimengerti tanpa pemahaman, pendidikan, dan riset terlebih dahulu.

2. Jangan masukkan penjelasan atau ilustrasi apapun yang membuat materi Anda mudah dipahami oleh rata-rata orang yang menjadi audience. Cukup Anda sajikan pointer-pointer saja. Atau sebaliknya, kembali ke cara nomor satu di atas.

3. Jadwalkan sebisa mungkin sesi bicara Anda di akhir suatu hari yang berat atau panjang, atau mulailah setelah makan siang. Misalnya malam Senin, atau Senin malam, atau Jumat siang saat audience Anda mulai menyiapkan acara akhir minggunya. Ini akan menambah daya kantuk dan daya lesu materi Anda.

Cara ini mempunyai implikasi ganda. Pertama, audience Anda akan dengan mudah mencapai tidur nyenyaknya. Kedua, mereka yang datang dan menjadi audience Anda justru orang-orang yang sangat bersemangat untuk hadir sehingga malah kurang tidur. Maka, perhitungkan sekali lagi kepentingan Anda tentang penjadwalan ini.

Jika materi Anda adalah searah atau sekedar informasi, maka Anda akan lebih mudah menidurkan mereka. Jika materi Anda terlalu menarik atau terlalu penting, Anda akan gagal total menidurkan mereka.

4. Bicaralah dengan sangat pelan dan hindari segala bentuk ekspresi atau variasi vokal yang dapat membelokkan perhatian atau mengganggu "perjalanan" audience menuju tidurnya. Ingatlah bahwa tujuan Anda adalah mengantar mereka ke alam mimpi dengan mulus.

5. Berdirilah dengan kaku di belakang podium sepanjang pembicaraan Anda. Jika tidak ada podium, duduklah di belakang meja selama sesi Anda. Setiap gerakan yang Anda lakukan, atau jika Anda melakukan gerakan yang mendadak, berpotensi membangunkan mereka.

6. Hindari variasi dalam gaya presentasi. Jangan berpindah dari bicara kemudian menggunakan flip chart, slide, audio dan video, atau bantuan visual apapun yang dapat menarik perhatian mereka.

7.Jangan pernah memasukkan unsur humor atau cerita dalam pembicaraan Anda, yang mungkin akan mengilustrasikan berbagai poin penting.

8. Jangan berkutat hanya pada satu topik besar. Habiskan sebagian besar waktu dengan berputar-putar tentang berbagai subyek atau pengalaman pribadi yang sangat membosankan, dan tentu saja secara total harus OOT.

9. Bicaralah tentang suatu topik yang sudah sangat dikenal atau sudah basi atau terlalu umum. Jagalah agar isi bicara Anda tetap berfokus pada berbagai hal yang mereka memang sudah tahu sebelumnya, dan kemudian ceritakan lagi dengan pola, alur, dan arah yang mudah diterka. Anda perlu mengeksekusi keahlian hipnotik Anda dalam hal ini, khususnya teknik bombardir.

10. Berikan kepada mereka handout yang super detil, sehingga audience tidak akan tertinggal oleh satu informasipun sepanjang tidur mereka. Yakinkan bahwa Anda tidak mengatakan sesuatu yang tidak tercantum dalam handout tersebut. Untuk hasil terbaik, baca saja handout itu kata per kata. Jika perlu dengan datar dan tanpa emosi.

Saya berharap, dengan mengikuti tips di atas Anda akan mendapatkan kepuasan melihat seluruh audience Anda tertidur dan mengorok dengan tenang dan berbahagia sepanjang sesi Anda.

Semoga bermanfaat.

Dari materi oleh Barbara White, Beyond Better.

Ikhwan Sopa
Master Trainer E.D.A.N.
http://milis-bicara.blogspot.com
http://www.facebook.com/motivasi

Public Speaking: Kenali Tipe Audience Anda

Pengelompokan tipe audience berikut ini, adalah gambaran umum dari tipe-tipe orang yang mungkin akan hadir di dalam sesi public speaking Anda. Menghadapi orang dengan masing-masing tipe ini, punya strategi dan cara yang berbeda-beda.

Saya sharing di sini buat kita pelajari bersama, sumbernya adalah "Knockout Presentation", Chandler House Press. Penulisnya adalah Diane DiResta, seorang public speaker handal, presiden DiResta Communications Inc.

Eager Beaver

Orang dengan tipe ini cenderung aktif dan selalu menjadi yang pertama dalam berpartisipasi. Dia punya keinginan besar untuk membantu Anda dan situasi bicara Anda. Namun demikian, ia juga bisa menyulitkan orang lain karena terlalu aktif. Jangan jatuhkan semangat orang dengan tipe ini. Sebisa mungkin akui partisipasi dan kontribusinya, tapi juga doronglah orang lain untuk ikut berpartisipasi dalam sesi Anda.

Expert

Orang dengan tipe ini cenderung menantang otoritas Anda sebagai pembicara. Ia juga senang mendebat orang lain. Bisa jadi, orang ini benar-benar seorang expert yang membutuhkan pengakuan. Jika memungkinkan, akui kepakarannya tanpa sikap bertahan. Tetaplah bertanya pada orang lain yang bukan pakar tentang pendapat mereka.

Strategi jitu untuk para expert ini adalah memainkan peran untuk kepakaran mereka. Misalnya, mintalah mereka menyampaikan pendapat dan pandangan profesionalnya. Jika Anda berhasil, dengan segera ia akan menjadi sekutu yang tangguh bagi Anda dan siap menghadapi siapapun bersama Anda.

Rambler

Orang dengan tipe ini pada dasarnya adalah tukang cerita. Anda memberinya waktu, Anda akan mendapatkan sejarah dan seluk-beluk yang kelewat lengkap tentang sebuah topik. Untuk menangani seorang rambler, Anda bisa memotong bicaranya dengan sopan, kemudian menyarikan komentarnya, lalu meminta orang lain ikut memberikan pendapat. Jangan biarkan orang ini menjadi pembicara pengganti untuk Anda.

Poor Loser

Orang dengan tipe ini tidak akan mengakui satu kesalahan pun dari sisinya. Ia seperti tidak punya kekuatan untuk mengakui kesalahan. Bijaklah dan jangan sudutkan mereka. Anda mungkin perlu menciptakan situasi "sepakat untuk tidak sepakat". Anda juga harus memberi peluang pada mereka untuk menyelamatkan muka.

Dominator

Mereka ini ingin mengontrol. Mereka bisa mengintimidasi seluruh audience Anda dengan memonopoli pembicaraan atau aktivitas yang berlangsung. Jangan biarkan mereka mengambil alih panggung. Jangan biarkan mereka melakukan kudeta. Untuk melakukannya, Anda sepatutnya pandai menggunakan humor sebagai wahana.

Sebagai contoh, saat meminta respon, Anda bisa bergurau dengan mengatakan, "Ayo! Siapa saja asal bukan Bambang!" Jika ini tidak berhasil, istirahatkan sesi dan bicaralah pada orang itu secara personal untuk memintanya berbagai waktu dengan audience lain.

Side Conversators

Dua atau lebih orang dalam audience Anda bisa terlibat dalam pembicaraan selagi Anda bebicara. Jika audience besar dan ruangan luas, mungkin bisa Anda abaikan saja. Tapi dalam kelompok kecil, hal ini mengalihkan perhatian audience dari pembicaraan Anda.

Anda bisa melakukan kontak mata dengan para tukang ngobrol ini dan berhentilah bicara sampai mereka menyadari apa yang Anda harapkan. Anda juga bisa mengkonfrontasi mereka secara langsung dan meminta dengan sopan agar mereka berhenti berbicara selama sesi Anda.

Atau, cobalah teknik berjalan. Berjalanlah ke arah mereka, berdiri di depan mereka dan teruslah berbicara. Mereka akan menangkap maksud Anda. Kalo nggak juga, ya dijitak saja!

Negative

Orang dengan tipe ini sangat bertahan dan punya pandangan negatif tentang Anda, tentang materi, topik atau poin Anda. Dan mereka, mungkin memang tidak ingin berada di ruangan itu. Mulailah mencari tahu latar belakangnya. Tawarkan untuk rekonsiliasi, atau tawarkan untuk berdiskusi setelah sesi.

Complainer - Whiner

Orang dengan tipe ini, selalu bisa menemukan kesalahan di bagian mana pun dari bicara Anda. Mereka sering mengeluh tapi tanpa solusi. Mungkin juga, mereka tidak bersikap negatif terhadap materi Anda, tapi memang dasarnya suka mengeluh.

Salah satu ciri dari orang dengan tipe ini adalah gayanya yang khas, yaitu sering sekali mengungkapkan, "Iya sih, tapi..."

Janganlah terjebak pada permainan klasik mereka. Ambillah alternatif, misalnya dengan menunda perdebatan atau dengan melakukan rekonsiliasi demi kepentingan seluruh audience. Tetaplah fokus dan maju terus.

Hecklers

orang dengan tipe ini termasuk "pengacau". Cobalah untuk mengabaikan pengacau ini. Jika mereka tidak mendapatkan respon dari Anda, mereka mungkin akan menyerah. Jika Anda menerapkan retorika, maka cara ini hanya akan mengundang mereka kembali lagi untuk mengacaukan Anda. Lebih baik, berjalanlah ke arah mereka, letakkan tangan Anda di pundak mereka, atau sentuhlah sesuatu pada diri mereka dan teruslah bicara.

Dalam melakukan trik ini, upayakan agar Anda tidak menunjukkan sikap menyerang atau meletakkan sesuatu selain tangan Anda.

Atau, Anda juga bisa meminta mereka memperkenalkan dirinya - mereka, ini ciri khas mereka, biasanya lebih memilih menjadi NN.

Semoga kita makin terampil untuk tampil berbicara.

Saat berurusan dengan audience sulit, ingatlah bahwa perilaku yang mengganggu pada intinya adalah cerminan dari kebutuhan yang tak terpuaskan. Carilah cara untuk memuaskan kebutuhan subyektif itu. Strategi terbaik Anda adalah rasa humor dan sebuah pengertian tentang latar belakang dari setiap perilaku.

Semoga bermanfaat.

Ikhwan Sopa
Master Trainer E.D.A.N.
http://milis-bicara.blogspot.com
http://www.facebook.com/motivasi