Public Speaking: Jadi Motivational Speaker II, Mau?



Tulisan ini adalah kelanjutan dari tulisan pertama, "Jadi Motivational Speaker, Mau?" yang bisa Anda baca di sini: http://milis-bicara.blogspot.com/2009/08/jadi-motivational-speaker-mau.html atau di sini: http://bit.ly/cLeM3.

Banyak yang bertanya, "bagaimana caranya?"

Sebenarnya, sebagian besar dari jawaban atas pertanyaan "bagaimana" itu, sudah ada di dalam tulisan saya yang pertama di atas.

Siapakah yang pantas menjadi pembicara motivasional? Setiap orang. Kita harus bisa memotivasi istri kita atau suami kita. Kita harus bisa memotivasi anak-anak kita. Kita harus bisa memotivasi bawahan kita. Kita juga harus bisa memotivasi atasan kita. Kita harus bisa memotivasi teman-teman kita. Kita harus bisa memotivasi lingkungan sekitar kita.

Harus? Ya harus, sebab manusia pada dasarnya adalah makhluk komunikasi, dan setiap hubungan antar manusia memang dilakukan dengan berkomunikasi. Berkomunikasi, tentulah harus yang bermanfaat.

Dalam kerangka itu, untuk memenuhi kriteria sebagai manusia yang lebih baik, maka kita harus makin bermanfaat. Dan salah satu manfaat yang terbesar, adalah jika kita bisa membuat orang melakukan yang lebih baik dan yang terbaik.

Memotivasi orang lain adalah membuat orang lain mengambil tindakan yang diperlukan dan melakukannya dengan kemampuan terbaik.

Saya ringkaskan tulisan pertama itu sebagai berikut.

A. BASIC BELIEFS

Yaitu keyakinan-keyakinan dasar tentang bagaimana menjadi pembicara motivasional, atau keyakinan dasar yang harus menjadi pegangan untuk berbicara secara motivasional.

1. Setiap orang bisa. Dasarnya adalah uraian pengantar di atas.

2. Pendorong terbesarnya adalah keinginan membantu dan berbagi. Contoh sejarah para pembicara motivasional dalam tulisan pertama menegaskan hal ini.

3. Anda tidak perlu ideal atau sempurna. Dalam tulisan terdahulu, pada poin ini saya menyebutkan kata "justru" sebanyak tiga kali.

4. Anda bisa memulainya sekarang juga. Setiap kali kita berhubungan dengan orang lain, maka setiap kali itulah kita bisa melihat bahwa selalu ada yang perlu dimotivasi pada diri orang itu.

Pujian adalah motivasi, kritikan adalah motivasi, anjuran dan larangan adalah motivasi, bahkan cercaan atau cemoohan juga bisa dianggap motivasi. Uraian pengantar di atas juga menegaskan hal ini.

B. TEKNIS

Berbagai referensi menguraikan ratusan atau bahkan ribuan tips tentang bagaimana caranya menjadi pembicara motivasional. Tulisan saya yang pertama, mencoba meringkaskannya menjadi poin-poin yang terpenting yang lebih sederhana.

1. Anda harus senang berbicara. Sebab, Anda akan jadi pembicara. Jika Anda belum senang, inilah langkah awal untuk mendemonstrasikan motivasi kepada diri sendiri. Sebagian besar dari bicara Anda saat berbicara motivasional, adalah tentang sikap yang tepat. Dan terkait dengan sikap, secara sederhana ia berkutat pada persoalan "suka atau tidak suka".

2. Anda harus punya pesan. Nilai lebih untuk manfaat, akan bisa Anda sampaikan dalam bicara Anda, jika Anda punya pesan yang membawa nilai dan manfaat. Sekaligus, ini adalah spesialisasi Anda.

3. Mulailah bicara sesegera mungkin, tanpa langsung menuntut bayaran. Setiap kali kita terhubung dengan orang lain, hubungan itu selalu menjadi peluang bagi Anda. Ingatlah bahwa memotivasi orang lain tidak selalu sama dengan mengajari atau mengguruinya.

Percayalah, ditahap awal Anda akan cenderung menyebalkan bagi orang lain karena "banyak bicara". Sebagian dari Anda, bahkan sangat mungkin masih tetap sebal kepada saya sebagai seorang Master Trainer E.D.A.N. atau bahkan lebih subyektif dari itu hingga saat ini. Saya, harus sabar menghadapinya.

Maka, selalulah untuk mengingat yang satu ini, "speak good or be silent." Jika Anda konsisten, maka perlahan tapi pasti, mereka malah akan doyan dan kecanduan mendengarkan Anda berbicara.

4. Banyak menulis, mendengar, dan membaca. Bicara adalah bagian tak terpisahkan dari keseluruhan komponen komunikasi yang terdiri dari bicara, menulis, mendengar, dan membaca. Semua komponen ini, punya peran timbal balik dan saling melengkapi. Perannya besar untuk speaking skill Anda.

5. Walk The Talk. Jangan berbicara tentang sesuatu yang tidak Anda lakukan. Saya jarang sekali berbicara tentang kesehatan badan. Sebab, saya mulai jarang berolah raga, dan hanya untuk ber-FB-ria saja, saya sering begadang bukan hanya sampai larut tapi bahkan sampai meleleh-leleh.

Pembicara motivasional bukan malaikat melainkan manusia biasa. Ia tak perlu ideal sepenuhnya atau sempurna, sebagaimana setiap kali kita berhubungan dengan orang lain juga tak perlu ideal sepenuhnya atau sempurna. Anda hanya perlu menjadi sahabat yang bernilai dan punya manfaat.

6. Berbekallah dengan berbagai ilmu pendukung seperti ilmu komunikasi. Tugas Anda adalah menyampaikan manfaat. Sarananya adalah berkomunikasi dengan bicara dan contoh-contoh. Muara dari berbagai ilmu itu adalah kemampuan Anda dalam memahami "how the mind, body, and emotion works."

7. Belajarlah menjadi entrepreneur dan leader. Jika Anda fokus dan total, maka Anda dituntut memiliki kemampuan entrepreneurship dan leadership. Bicara selalu memakan waktu. Sepuluh detik, satu menit, satu atau dua jam, dua hari atau bahkan sampai seminggu bicara.

Secara umum Anda akan berbicara rata-rata satu atau dua jam per sesi. Waktu adalah sumber daya yang paling kritis bagi Anda.

8. Branding, Personal Branding, dan Marketing. Anda akan dituntut untuk mulai memaket diri Anda, topik Anda, dan sesi bicara Anda menjadi sebentuk "produk". Tanpa ini, Anda akan tenggelam di antara banjirnya informasi.

9. Tentukan arah perjalanan Anda. Sebagai sebuah profesi, pembicara motivasional tidak bisa lepas dari berbagai proyeksi dan perencanaan.

10. Dukungan keluarga dan kerabat. Sebagai pembicara motivasional, Anda harus sangat termotivasi. Dan secara umum keluarga dan kerabat adalah motivator besar Anda. Di atasnya, ada Tuhan dan semangat spiritual religius sebagai motivator utama Anda.

11. Review poin 1 s.d. 10 berulang-ulang, kemudian tunggulah saatnya datang.

POWERFUL MOTIVATIONAL SPEAKING MODEL

Sekarang, seperti apakah model komunikasi seorang pembicara motivasional? Contoh model di bawah ini adalah salah satu model motivational speaking yang paling powerful.

1. Pandai Bertanya.

Latihlah kemampuan Anda dalam mengajukan pertanyaan. Anda bisa belajar socratic questioning, over the head questioning, meta model, meta program, retorika, metafora, logical fallacy, dan sebagainya.

Jawaban yang baik hanya akan diperoleh dengan pertanyaan yang baik. Itu sebabnya saya membuat QA Communication, di mana Q dan A adalah, "Good Question, Better Answer."

Dengan kemampuan ini, Anda akan bisa membedakan mana yang "jawaban" dan mana yang "statement".

Untuk "jawaban", Anda bisa melanjutkan dengan pertanyaan lain sebab satu puzzle sudah Anda dapatkan, sehingga Anda dapat melanjutkan proses untuk menemukan potongan puzzle yang lain.

Untuk "statement", Anda bisa memperdalam pertanyaan sampai Anda mendapatkan potongan puzzle yang jelas dan utuh.

Tujuan akhir Anda adalah mozaik lengkap dari berbagai potongan puzzle. Jika Anda makin pandai bertanya, maka Anda akan makin pandai memberi jawaban.

Bagaimana jika sesi Anda adalah sesi yang searah? Sama. Anda perlu berkomunikasi dengan berbagai ungkapan "between the line", yaitu sesuatu yang tak terkatakan tapi bisa diidentifikasi, atau dengan sub-conscious mind, atau dengan consious mind, atau dengan perasaan, pikiran, emosi, atau bahkan bagian tubuh tertentu atau ekspresi tertentu dari audience Anda.

Dengan kemampuan ini, Anda akan bisa menciptakan efek-efek sebagaimana yang Anda inginkan. Oleh sebab itu, jangan pernah menyalahgunakan kemampuan ini dan bertanggungjawablah pada basic beliefs Anda.

Jika Anda sempat membaca atau mendengar bahwa Power Workshop E.D.A.N. punya rating tinggi dalam tingkat kepuasan trainee sebagai mana terungkap dari testimoni mereka yang rata-rata puas 100%; it is by design. It is not just happened that way.

Syukur Alhamdulillah saya bisa mengkreasinya dengan kemampuan ini. Sekali lagi Insya Allah saya melakukannya dengan penuh tanggung jawab pada basic beliefs saya. Saya tetap pada keyakinan bahwa setiap trainee yang melewati pintu keluar setelah training selesai, apa yang ada di kepala mereka adalah bukan "trainernya hebat", tapi "saya ternyata hebat".

2. Mampu Menciptakan "Yes Factor".

Yes Factor adalah elemen penting yang diperlukan oleh setiap pembicara motivasional. Yes Factor adalah jalan pintas menuju penguasaan sebuah skill yang Anda delivery-kan. Anda sebagai pembicara motivasional jelas tidak ingin membuang waktu dengan berbagai penolakan. Ukuran keberhasilan Anda adalah kemampuan Anda untuk membuat orang lain bergerak mengambil tindakan.

Anda bisa melakukannya dengan ungkapan pernyataan dan pertanyaan yang tidak bisa ditolak oleh audience. Misalnya saja fakta.

Lebih jauh, Anda bisa menggiring audience untuk me-reframing pola berpikirnya. Anda juga bisa melakukannya dengan story telling atau menyampaikan metafora. Terhadap dua hal yang terakhir ini, audience Anda jelas tidak akan mengatakan "tidak" melainkan menikmatinya saja, dan tanpa disadari berbagai konsep dan ajaran terendapkan ke dalam dirinya.

Jika Anda menemukan sesuatu di dalam tulisan ini, dan kemudian Anda masih bisa mengatakan "tidak" tentang hal itu, silahkan langsung dikomentari saja. Kita diskusikan sekalian. Kita toh sedang sama-sama belajar, bukan?

3. Mampu menciptakan "Wow Effect".

"Wow Effect" adalah nilai tambah yang ditunggu oleh audience Anda. Semakin Anda pandai mengkreasinya, semakin betah mereka mendengarkan Anda, dan semakin besar pula peluang Anda untuk makin memotivasi mereka.

Anda bisa menciptakannya dengan memberi sudut pandang yang tidak biasa atau berbeda, dengan tetap mempertahankan "Yes Factor". Fenomena ini, akan mengikat audience Anda, dan membuat mereka menunggu statement atau pertanyaan berikutnya dari Anda.

Lantas, bagaimanakah caranya menggunakan model yang powerful ini?

Secara sederhana, kita bisa menggunakan notasi sederhana berikut ini.

"S" - Statement Anda,
"Q" - Pertanyaan Anda,
"AY" - "Yes Factor" audience,
"AW" - "Wow Effect" audience,
"AS" - Audience Statement,
"AA" - Audience Answer, dan
"AQ" - Audience Question.

Contoh:

Q1-Retorik -> AS1 atau AA1 atau AQ1
Q2 atau S1-> AS2 atau AA2 atau AQ2
Q3 atau S2-> AS3 atau AA3 atau AQ3 atau AY1 atau AW1
Q4+S3 -> AW2 atau AY2
dan seterusnya.

S1 -> AW1 atau AQ1
S2+Q1 Over The Head Question -> AY1 atau AW1
Q2 -> AS1 atau AA1
Q3+S2 -> AY2 atau AW2 atau AS2 atau AQ2
dan seterusnya.

Anda bisa mengembangkan sendiri berbagai variasi model E.D.A.N. ini untuk latihan Anda.

Semoga bermanfaat.

Ikhwan Sopa
Master Trainer E.D.A.N.
http://milis-bicara.blogspot.com
http://www.facebook.com/motivasi